Sumbawanews.com,- Bocoran terbaru mengungkap bahwa Samsung Galaxy S26 FE, smartphone mid-range yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini, mengadopsi desain modul kamera yang sangat mirip dengan seri Galaxy Z Fold. Perubahan paling mencolok terlihat pada tonjolan kamera belakang yang lebih menonjol dan posisinya yang bergeser mendekati tepi atas perangkat — gaya yang sebelumnya menjadi ciri khas ponsel lipat premium Samsung.
Temuan dari daftar Wireless Power Consortium (WPC) dengan nomor model SM-S741 menjadi indikator kuat bahwa perangkat ini sudah memasuki tahap akhir pengujian sebelum peluncuran. Gambar yang beredar menunjukkan bahwa, meski secara keseluruhan desain S26 FE tetap mempertahankan estetika familier dari seri S-series, bagian kamera belakangnya justru meniru pendekatan desain yang pertama kali diperkenalkan pada Galaxy Z Fold. Tonjolan kamera yang lebih tinggi dan penataan ulang elemen lensa memberi kesan bahwa Samsung sengaja ingin menyuntikkan sentuhan premium ke lini FE-nya, sekaligus memperkuat identitas visual antara produk flagship dan mid-range.
Secara teknis, perangkat ini diperkirakan akan dibekali chipset Exynos 2500, RAM 8GB, dan menjalankan Android 17 sejak hari pertama peluncuran. Ini menandai strategi Samsung yang konsisten: memberikan pengalaman perangkat lunak terkini kepada pengguna mid-range, meski spesifikasi hardware tetap dipertahankan pada level yang terjangkau. Dukungan pengisian daya nirkabel Qi 2.2.1 juga tercantum, namun tidak ada indikasi adanya fitur magnetik seperti Magnetic Power Profile — artinya, kemampuan pengisian nirkabel tetap bersifat standar, bukan premium.
Rencana peluncuran S26 FE juga jelas terpola. Samsung tidak akan melepaskannya sebelum Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 resmi diperkenalkan pada 22 Juli 2026, yang akan menjadi debut resmi sistem operasi One UI 9. Dengan demikian, S26 FE akan menjadi salah satu ponsel pertama yang menerima pembaruan OS ini setelah peluncuran ponsel lipat, memperkuat posisinya sebagai penerus logis dari S25 FE yang dirilis pada September 2025.
Meski tidak ada perubahan besar pada bodi atau fitur utama, keputusan Samsung untuk “meminjam” desain kamera dari Z Fold bukan sekadar estetika. Ini adalah strategi branding halus: menghubungkan produk terjangkau dengan citra inovasi dan kemewahan ponsel lipat, sekaligus memperkuat loyalitas pengguna yang menginginkan tampilan premium tanpa harga premium. Dengan demikian, S26 FE bukan hanya penerus generasi sebelumnya — ia menjadi jembatan antara dunia flagship dan mid-range, di mana desain menjadi bahasa yang lebih kuat daripada angka spesifikasi.

















