Home Serba Serbi Tekno Peneliti Rekam Hiu Goblin di Dasar Samudra Pasifik

Peneliti Rekam Hiu Goblin di Dasar Samudra Pasifik

Sumbawanews.com,- Di kedalaman lebih dari 1.200 meter di Samudra Pasifik, sekelompok peneliti berhasil merekam keberadaan hiu goblin—makhluk legendaris yang jarang terlihat manusia. Rekaman ini, yang diambil oleh alat pemantau otomatis yang diturunkan dari kapal riset, menunjukkan hewan berbadan panjang dan berkepala seperti palu itu berenang pelan di antara terumbu karang gelap dan awan sedimen yang mengambang.

Hiu goblin (Mitsukurina owstoni), yang dikenal sebagai “fosil hidup” karena bentuk tubuhnya yang hampir tak berubah selama 120 juta tahun, biasanya hidup di zona mesopelagik hingga bathipelagik—wilayah yang gelap, dingin, dan tekanannya ekstrem. Keberadaannya selama ini hanya diketahui dari jaring nelayan yang tak sengaja menangkapnya atau dari bangkai yang terdampar di pantai. Rekaman langsung di alam liar, terutama dalam kondisi alami tanpa gangguan manusia, sangat langka.

Dalam video berdurasi 17 menit yang dirilis oleh tim peneliti internasional, hiu goblin terlihat bergerak dengan gerakan khasnya yang meliuk-liuk, menggunakan insangnya yang panjang dan sensor listrik di moncongnya untuk mendeteksi mangsa di kegelapan. Tubuhnya yang pucat keabu-abuan tampak hampir transparan di bawah cahaya lampu kapal, sementara sirip dada yang lebar membantunya mengambang tanpa banyak usaha.

“Ini bukan sekadar rekaman. Ini adalah bukti bahwa ekosistem laut dalam masih menyimpan rahasia yang belum kita pahami,” kata Dr. Elena Torres, ahli biologi kelautan dari Universitas Hawaii yang memimpin misi tersebut. “Kita baru mulai menyadari betapa rapuhnya habitat ini, dan betapa sedikitnya data yang kita miliki tentang spesies yang hidup di sana.”

Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari proyek “Deep Ocean Sentinel,” yang bertujuan memetakan keanekaragaman hayati di zona tak terjamah. Tim menggunakan alat perekam berbasis AI yang mampu mengenali spesies langka secara otomatis, sehingga meminimalkan kebutuhan akan kehadiran manusia di lokasi—yang bisa mengganggu perilaku alami makhluk laut dalam.

Rekaman ini menjadi bukti penting bahwa hiu goblin masih bertahan di wilayah yang sebelumnya dianggap terlalu terancam oleh aktivitas penangkapan ikan trawl dan polusi mikroplastik. Namun, para ilmuwan memperingatkan bahwa keberadaannya yang sulit dipantau justru membuatnya rentan terhadap ancaman yang tak terlihat.

“Kita tidak bisa melindungi apa yang tidak kita pahami,” tambah Torres. “Rekaman ini bukan akhir dari pencarian, tapi awal dari tanggung jawab baru.”

Previous articleJokowi Dorong PSI Kawal Prabowo-Gibran Dua Periode, AHY: Masih Jauh
Next articleThailand Hindari Timnas Indonesia, Pilih Uzbekistan dan Oman di Piala Raja 2026
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik