Sumbawanews.com,- Bos Meta, Mark Zuckerberg, memproyeksikan bahwa pada lima tahun mendatang, miliaran orang di seluruh dunia akan memiliki agen kecerdasan buatan pribadi yang bekerja secara otonom. Berbeda dengan chatbot konvensional yang hanya merespons perintah, agen AI ini dirancang untuk memahami tujuan pengguna dan menjalankan tugas harian secara mandiri—mulai dari perencanaan keuangan, pemantauan kesehatan, hingga mengelola hubungan pribadi dan karier. Pernyataan ini disampaikan Zuckerberg dalam konferensi laporan keuangan Meta pada Rabu, 29 Juli 2026, seperti dilansir TechCrunch. Ia meyakini teknologi ini akan menjadi mesin pendapatan baru bagi perusahaan.
Zuckerberg menekankan bahwa perkembangan pesat dalam teknologi AI telah mengubah agen digital dari alat sederhana menjadi asisten yang mampu bekerja 24 jam sehari, menyesuaikan diri dengan kebutuhan individu. Ia menilai adopsi agen AI akan meluas seiring kemampuannya menggantikan tugas-tugas rutin yang selama ini memakan waktu dan energi pengguna.
Google juga telah mengintegrasikan agen AI kustom sebagai fitur utama dalam pembaruan mesin pencarinya, meski langkah itu menuai protes dari sebagian pengguna yang merasa kewalahan oleh hasil pencarian yang terlalu agresif. Namun, Meta dan Google bukan satu-satunya yang mengejar model ini—industri teknologi global secara keseluruhan tengah berlomba mengembangkan sistem AI yang mampu beroperasi secara mandiri dan personal.
Tidak ada prediksi lebih lanjut mengenai regulasi, tantangan etis, atau dampak sosial dari penetrasi luas agen AI, karena tidak disebutkan dalam sumber.















