Home Serba Serbi Tekno Gunung Lewotobi Meletus Dua Kali dalam Sehari

Gunung Lewotobi Meletus Dua Kali dalam Sehari

Sumbawanews.com,- Pagi ini, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, meletus dua kali dalam selang waktu kurang dari tiga jam. Letusan pertama tercatat pukul 05.20 WITA, ketika kolom abu vulkanik menyembur hingga 600 meter di atas puncak gunung. Asap kelabu pekat teramati membumbung ke arah utara dan timur laut, dengan getaran seismik mencapai amplitudo maksimum 4,4 milimeter dan berlangsung selama 157 detik.

Kurang lebih dua jam setelahnya, pada pukul 07.47 WITA, gunung berapi setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu kembali meletus. Kali ini, abu vulkanik mencapai ketinggian 1.000 meter, dengan arah penyebaran ke barat daya dan barat. Getaran yang dihasilkan lebih kuat, dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan durasi 148 detik, menurut laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef.

Status gunung yang kini berada di Level III—Siaga—membuat Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki zona radius lima kilometer dari pusat erupsi. “Masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpancing isu liar, dan mengikuti arahan pemerintah daerah,” tegas Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria.

Selain ancaman abu vulkanik, potensi banjir lahar hujan juga menjadi perhatian serius. Sungai-sungai yang berhulu di puncak Lewotobi, termasuk Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote, berisiko tinggi terkena aliran lahar jika hujan deras turun dalam waktu singkat.

Letusan ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian aktivitas vulkanik yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Pada Oktober 2025, gunung ini sempat meletus lima kali dalam sehari, dengan abu mencapai ketinggian 1,2 kilometer. Kini, meski intensitasnya belum sehebat itu, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama bagi warga sekitar dan petugas penanggulangan bencana.

Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat terus memantau kondisi, sementara posko pengungsian siap siaga. Warga yang tinggal di zona rawan diminta segera mengungsi jika ada peringatan resmi. Di tengah ketidakpastian alam, informasi akurat dan koordinasi cepat menjadi satu-satunya jaminan keselamatan.

Previous articleDKI Jakarta Beri Diskon PBB-P2 Hingga 7,5% untuk Pembayaran Juni-Juli 2026
Next articleBadai Jangmi Hantam Jepang, 9 Luka dan Ribuan Rumah Gelap
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik