Sumbawanews.com,- Rockstar Games resmi membuka pre-order Grand Theft Auto VI pada 25 Juni 2026, menandai titik balik penting bagi para penggemar yang telah menanti selama lebih dari satu dekade. Game legendaris ini akan tiba di pasaran pada 19 November 2026, eksklusif untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S, setelah mengalami dua kali penundaan—dari musim gugur 2025 ke Mei, lalu ke November.
Cover art resmi yang dirilis dalam video 30 detik memperkenalkan dua protagonis utama, Jason dan Lucia, dalam nuansa pop-art khas GTA. Latar fiksi negara bagian Leonida—terinspirasi Florida—dihiasi flamingo, buaya, mobil sport, helikopter, dan motor, mencerminkan dunia yang lebih hidup dan penuh detail. Namun, satu hal yang masih menggantung: harga.
Meski pre-order telah dibuka di PlayStation Store dan Xbox Store, Rockstar belum mengumumkan harga resmi. Ini memicu spekulasi luas di kalangan gamer. Sebelumnya, analis dari Epyllion memperkirakan GTA 6 bisa menjadi game pertama yang dibanderol USD 100, atau sekitar Rp 1,5 juta. Namun, CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, hanya mengatakan singkat: “Sangat mahal.” Pernyataan itu cukup untuk menggambarkan skala ambisi proyek ini.
Diperkirakan, biaya pengembangan GTA 6 mencapai USD 1,5 miliar—setara Rp 26 triliun—menjadikannya salah satu game termahal sepanjang sejarah. Angka ini setara dengan produksi film blockbuster Hollywood, mengingat dunia terbuka yang dua kali lebih luas dari GTA V, animasi realistis, narasi kompleks, dan teknologi mutakhir yang digunakan. Zelnick menegaskan, Take-Two memberi Rockstar kebebasan penuh: sumber daya manusia, ruang kreatif, dan dana tak terbatas—“untuk membuat game sempurna.”
Trailer gameplay terbaru masih ditunggu-tunggu, meski dua reveal sebelumnya—pada 2023 dan 2025—sudah ditonton lebih dari 446 juta kali. Para penggemar kini berharap, pengumuman harga dan trailer gameplay akan datang bersamaan, sebagai puncak dari rangkaian promosi yang telah membangun ekspektasi hingga ke level budaya pop.
Dengan GTA V yang masih menjadi game terlaris kedua sepanjang masa, Rockstar bukan hanya menjual produk—mereka menegaskan kembali dominasi mereka di industri game. Dan kali ini, dunia menunggu, bukan hanya untuk bermain, tapi untuk merasakan sebuah pengalaman yang mungkin tak akan terulang lagi.

















