Home Serba Serbi Tekno Google Menutup Aplikasi Pixel Studio Hanya Dua Tahun Setelah Peluncuran

Google Menutup Aplikasi Pixel Studio Hanya Dua Tahun Setelah Peluncuran

Sumbawanews.com,- Google resmi menghentikan layanan aplikasi Pixel Studio, alat berbasis kecerdasan buatan untuk membuat gambar dan stiker, hanya dua tahun setelah peluncurannya. Pembaruan terbaru aplikasi ini secara otomatis mengalihkan pengguna ke Gemini, sementara fitur-fitur utamanya dinonaktifkan secara bertahap sejak Februari lalu.

Aplikasi yang awalnya diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran smartphone Pixel 9 pada 2024, sempat menjadi andalan Google dalam memperkenalkan kemampuan generasi gambar AI secara eksklusif bagi pengguna perangkat Pixel. Pengguna bisa membuat gambar dari teks, mengubah foto pribadi menjadi stiker lucu, hingga mengedit visual dengan bantuan AI—fitur yang kini telah dihapus secara bertahap.

Pembaruan terkini tidak lagi memungkinkan pengguna mengakses fungsi generasi gambar. Sebagai gantinya, antarmuka aplikasi kini menampilkan tombol besar yang mengarahkan pengguna ke aplikasi Gemini di Google Play Store, serta menyarankan fitur Nano Banana—alat generasi gambar yang kini menjadi bagian dari layanan AI Google tersebut. Beberapa pengguna melaporkan bahwa aplikasi seolah “dibekukan” setelah pembaruan, tanpa kemampuan untuk menjalankan perintah sebelumnya.

Langkah ini bukanlah kejutan. Google telah mengumumkan rencana untuk secara perlahan menghentikan Pixel Studio sejak Februari 2026, dengan menghilangkan fitur editor foto berbasis AI terlebih dahulu. Kini, dengan pengalihan penuh ke Gemini, Google memperkuat strateginya untuk menyatukan semua kemampuan AI di satu platform terpadu, alih-alih mempertahankan aplikasi terpisah yang saling tumpang tindih.

Pixel Studio kini bergabung dengan daftar panjang produk Google yang telah “dikuburkan”—istilah yang populer di kalangan pengguna sebagai “Google Graveyard.” Dengan ditutupnya aplikasi ini, Google menegaskan fokusnya pada integrasi mendalam, bukan ekspansi produk berbasis AI yang terpisah-pisah.

Pengguna yang pernah menikmati kebebasan kreatif di Pixel Studio kini harus beralih ke Gemini, di mana kemampuan serupa tersedia, namun dengan antarmuka dan alur kerja yang lebih terpusat—dan jauh dari nuansa eksklusif yang pernah ditawarkan oleh aplikasi yang kini telah tiada.

Previous articleSonos Era 100 Harga Terendah dalam Beberapa Bulan
Next articleSitus Palsu SPMB Solo Gunakan Foto Wali Kota Riau
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.