Sumbawanews.com,- Apple resmi menghentikan dukungan perangkat lama pada pembaruan sistem operasi terbarunya, watchOS 27 dan iPadOS 27, yang diumumkan di WWDC 2026. Keputusan ini mengejutkan pengguna, terutama karena perangkat yang terkena dampak—seperti Apple Watch Series 9 dan iPad berbasis chip M1—masih tergolong baru dan banyak digunakan secara aktif.
Pada watchOS 27, hanya perangkat Apple Watch Series 10 dan generasi lebih baru, Apple Watch Ultra 2 ke atas, serta Apple Watch SE 3 yang akan mendapatkan pembaruan. Artinya, pengguna Apple Watch Series 9 yang baru dirilis pada 2023, atau bahkan Apple Watch Ultra generasi pertama dari 2022, tidak akan lagi menerima pembaruan fitur atau keamanan. Ini merupakan pemangkasan paling drastis sejak peluncuran watchOS, mengingat versi sebelumnya—watchOS 26—masih mendukung perangkat mulai dari Series 6 hingga Ultra.
Di sisi iPad, iPadOS 27 menghapus dukungan untuk seluruh model berbasis chip M1, termasuk iPad Air generasi ke-3, ke-4, dan ke-5. Pengguna iPad Pro juga diwajibkan memiliki model 12,9 inci generasi ke-4 atau lebih baru, atau 11 inci generasi ke-2 ke atas. Bahkan iPad generasi ke-8, yang baru saja diperbarui tahun lalu, kini dinyatakan usang. Pengguna harus beralih ke iPad generasi ke-9 atau lebih baru untuk tetap bisa mengakses fitur terbaru.
Kebijakan ini memperlebar jurang antara dukungan perangkat Apple. Sementara iPhone 11 dari tahun 2019 masih mendapat pembaruan iOS 27, perangkat wearable dan tablet yang jauh lebih baru justru ditinggalkan. Padahal, M1-powered iPad seharusnya mampu menjalankan Apple Intelligence—fitur AI utama yang menjadi tulang punggung Siri AI di watchOS 27 dan iPadOS 27. Namun, fakta bahwa perangkat dengan spesifikasi yang sama justru dikecualikan menimbulkan pertanyaan: apakah keputusan ini didorong oleh pertimbangan teknis, strategi pasar, atau tekanan untuk mempercepat adopsi perangkat terbaru?
Pengguna yang terdampak kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan perangkat yang masih berfungsi baik, atau menggantinya lebih cepat dari yang direncanakan. Bagi banyak orang, Apple Watch dan iPad bukan sekadar gadget—mereka adalah alat produktivitas sehari-hari. Dengan menghentikan dukungan terhadap perangkat yang baru berusia tiga tahun, Apple mengirim sinyal tegas: inovasi tidak lagi menghargai masa pakai, melainkan mendorong siklus pergantian yang lebih cepat.
Pembaruan sistem operasi memang selalu mengikuti logika teknologi yang berkembang. Tapi ketika perangkat yang masih layak pakai secara fungsional tiba-tiba menjadi “usang” hanya karena tidak memenuhi kriteria perangkat keras terbaru, pertanyaan besar pun muncul: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kebijakan ini?

















