Home Blog Page 52

Teddy Bahas Kunjungan Modi ke Jakarta

Sumbawanews.com,- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan resmi Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, pada Selasa, 16 Juni 2026. Pertemuan tertutup itu berlangsung dalam suasana hangat, dengan kedua belah pihak membahas eratnya hubungan strategis antara Indonesia dan India yang telah berjalan selama 76 tahun.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Sandeep menyampaikan sejumlah perkembangan terkini dalam kerja sama bilateral, termasuk dinamika komunitas diaspora India di Indonesia yang kini mencapai lebih dari 150 ribu jiwa. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi di sektor ekonomi, teknologi digital, energi bersih, dan infrastruktur—area-area yang menjadi fokus utama pemerintah kedua negara.

Namun, topik paling strategis yang dibahas adalah rencana kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta, yang dijadwalkan terlaksana pada pertengahan tahun ini. Kunjungan ini diharapkan menjadi momen krusial untuk memperdalam kemitraan strategis kedua negara, sekaligus membuka peluang investasi besar-besaran dari sektor swasta India ke Indonesia, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur dan transformasi digital.

Pertemuan ini mengingatkan pada lawatan Presiden Prabowo Subianto ke New Delhi pada Januari 2025, ketika ia hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Republik India ke-76. Saat itu, Prabowo dan Modi sepakat untuk menyederhanakan birokrasi, mengurangi hambatan regulasi, serta menempatkan kepentingan bersama di garis terdepan. Presiden juga secara eksplisit mengundang investor India untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional—augmentasi yang kini semakin mendapat dorongan dari jajaran pemerintah pusat.

Dalam unggahan resmi di akun Instagram @catatanseskab, Teddy terlihat mengenakan batik lengan pendek warna biru, sementara Dubes Sandeep memakai batik lengan panjang cokelat, menunjukkan simbolisasi budaya yang saling menghormati. Keduanya didampingi sejumlah staf senior dari masing-masing pihak.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi bagian dari upaya sistematis pemerintah Indonesia untuk memperluas jaringan kemitraan strategis di luar tradisi Barat. Dengan populasi India yang melebihi 1,4 miliar jiwa dan ekonominya yang tumbuh pesat, kerja sama dengan New Delhi kini menjadi salah satu pilar kebijakan luar negeri Indonesia yang tak bisa diabaikan.

Sebagai penjaga agenda kepresidenan, Teddy berperan kunci dalam mengoordinasikan langkah-langkah teknis menjelang kunjungan Modi. Ia menjadi jembatan antara kebijakan tingkat tinggi yang ditetapkan Presiden Prabowo dan implementasi operasional di lapangan—termasuk koordinasi antar kementerian, keamanan, dan logistik.

Dengan kedekatan budaya, sejarah panjang, dan kepentingan ekonomi yang saling melengkapi, Indonesia dan India tampaknya sedang membangun hubungan yang tidak hanya berbasis kepentingan, tetapi juga kepercayaan—sebuah kemitraan yang diharapkan bisa bertahan melebihi generasi mendatang.

Trump Sindir Netanyahu: Suriah Lebih Mampu Hancurkan Hizbullah

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah Suriah, bukan Israel, lebih berpotensi menghancurkan milisi Hizbullah di Lebanon. Pernyataan kontroversial itu ia sampaikan di sela-sela KTT G7 pada Selasa (16/6), sekaligus menjadi sindiran halus terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dianggapnya terlalu keras kepala dalam mengejar misi militer.

Trump menilai, Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa — yang ia sebut sebagai “orang yang saya tempatkan di sana” — memiliki pemahaman mendalam tentang struktur dan taktik Hizbullah. “Dia bukan anak pramuka, tapi dia telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam menyatukan negaranya. Dan dia tidak menyukai Hizbullah,” ujar Trump kepada wartawan. Ia bahkan secara terbuka menyarankan agar Israel memberi ruang kepada Damaskus untuk menangani ancaman milisi yang didukung Iran itu.

Pernyataan ini mengejutkan mengingat hubungan historis AS-Israel yang erat, sekaligus kontras dengan kebijakan militer Israel selama bertahun-tahun yang berfokus pada penghancuran kapabilitas Hizbullah di Lebanon selatan. Meski serangan udara dan darat telah berulang kali dilancarkan, Israel belum mampu menghentikan kemampuan Hizbullah meluncurkan roket ke wilayahnya.

Trump menekankan bahwa pendekatan militer Israel terlalu destruktif. “Anda tidak harus merobohkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang. Ada banyak warga sipil di dalamnya — dan tidak semuanya anggota Hizbullah,” katanya, mengkritik operasi militer yang menimbulkan korban jiwa besar di kalangan warga sipil Lebanon.

Kritik ini muncul di tengah upaya AS dan Iran yang hampir mencapai kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) di Swiss pada 19 Juni. Salah satu syarat utama bagi kelanjutan perundingan itu adalah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah. Namun, serangan berulang Israel ke Lebanon dinilai Trump sebagai penghambat utama proses damai.

Trump mengaku frustrasi dengan sikap Netanyahu yang, menurutnya, sengaja memperkeruh upaya diplomasi AS-Iran demi kepentingan militer jangka pendek. “Netanyahu terus mempersulit. Padahal, jika kita bisa menyelesaikan ini dengan Iran, kita bisa mengakhiri konflik selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Dalam konteks geopolitik yang semakin rumit, pernyataan Trump tidak hanya menandai pergeseran retorika, tetapi juga mengisyaratkan perubahan strategis dalam kebijakan luar negeri AS — yang kini tampak lebih mengutamakan stabilitas regional melalui diplomasi, daripada mempertahankan pendekatan militer tradisional yang selama ini menjadi andalan sekutu utamanya di Timur Tengah.

Cina Dorong Myanmar Bangun Pembangunan Berbasis Rakyat

Sumbawanews.com,- Presiden Cina Xi Jinping mendesak Myanmar untuk merancang pembangunan nasional yang benar-benar didukung oleh rakyatnya, dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Selasa, 16 Juni 2026. Kunjungan kenegaraan lima hari oleh Presiden Myanmar Min Aung Hlaing—yang tiba sehari sebelumnya—menjadi momen krusial dalam memperkuat hubungan strategis antara dua negara bertetangga yang saling berbatasan.

Dalam sambutan resmi usai upacara penyambutan, Xi menegaskan bahwa Cina menempatkan hubungan dengan Myanmar sebagai prioritas utama dalam diplomasi kawasan. “Cina mendukung pemerintah Myanmar dalam mengoordinasikan pembangunan dan keamanan, demi menetapkan langkah yang paling tepat sesuai kondisi nasionalnya—dan yang benar-benar mendapat legitimasi dari rakyat,” ujar Xi, seperti dilansir Xinhua.

Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan internasional terhadap pemerintahan militer Myanmar yang berkuasa sejak kudeta 2021. Meski demikian, Cina tetap memandang Min Aung Hlaing sebagai mitra kunci, terutama dalam menjalankan Koridor Ekonomi Cina-Myanmar—proyek strategis yang menjadi tulang punggung Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI). Xi menekankan bahwa proyek infrastruktur, energi, dan perdagangan lintas batas ini bukan sekadar investasi ekonomi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kedua pemimpin juga membahas upaya bersama menjaga stabilitas keamanan di perbatasan, mengingat konflik antar-etnis di Myanmar yang masih berkepanjangan. Beijing, yang khawatir dampak ketidakstabilan itu menyebar ke wilayah barat daya Cina, telah memperkuat patroli bersenjata di perbatasan dan mendorong dialog inklusif di Yangon.

Min Aung Hlaing, yang terpilih sebagai presiden pada April 2026 setelah memimpin Myanmar sebagai panglima militer selama lima tahun, menjadikan kunjungan ini sebagai bagian dari strategi diplomasi multipolar. Sebelum ke Beijing, ia baru saja menyelesaikan lawatan pertamanya sebagai presiden ke India—sinyal bahwa Myanmar berusaha menyeimbangkan pengaruh besar di kawasan tanpa tergantung pada satu kekuatan.

Kunjungan ini juga menandai intensifikasi kerja sama ekonomi. Pada 2025, perdagangan bilateral mencapai US$19,4 miliar, menjadikan Cina sebagai mitra dagang terbesar Myanmar. Selain infrastruktur, sektor energi dan pertambangan menjadi fokus utama investasi Tiongkok. Min dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Li Qiang dan Pemimpin Komite Tetap Majelis Rakyat Nasional Zhao Leji, menunjukkan tingginya perhatian Beijing terhadap hubungan ini.

Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, dorongan Xi untuk “pembangunan yang didukung rakyat” bisa dibaca sebagai pesan halus: Cina ingin memastikan bahwa proyek-proyeknya tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga memperkuat legitimasi sosial di Myanmar. Dengan begitu, stabilitas jangka panjang—dan kepentingan strategis Cina—akan terjaga.

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan diplomatik biasa. Ia adalah langkah presisi dalam permainan besar kekuatan di Asia Tenggara—di mana Cina berusaha menjadi mitra yang tak hanya kuat, tapi juga dianggap peduli.

Home Masa Depan: Antara Kecanggihan dan Kebutuhan Nyata

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang teknologi yang kian merasuk ke setiap sudut rumah, definisi “rumah” pun berubah—bukan hanya soal desain atau warna dinding, tapi soal kelangsungan hidup, keterjangkauan, dan kemanusiaan. Dalam kolaborasi unik antara Architectural Digest dan WIRED, dua pemimpin editorial global, Amy Astley dan Katie Drummond, menggali masa depan tempat tinggal yang tak lagi hanya cerdas, tapi juga cerdas dalam arti yang lebih manusiawi.

Rumah masa depan bukan lagi sekadar tempat di mana lampu menyala otomatis saat Anda masuk, atau termostat menyesuaikan suhu berdasarkan kebiasaan tidur Anda. Lebih dari itu, ia harus mampu bertahan—di atas tiang baja setinggi 23 kaki seperti rumah Shearwater di pesisir, yang dirancang untuk menghindari banjir akibat kenaikan permukaan laut. Ia harus bisa dibangun dengan tanah terkompresi, bambu, atau kayu tahan api, seperti yang dilakukan arsitek di berbagai belahan dunia yang memilih solusi lokal dan rendah teknologi. “Dulu, desain tahan bencana terdengar ekstrem. Sekarang, itu kebutuhan,” ujar Astley.

Di sisi lain, kecanggihan teknologi—terutama kecerdasan buatan—menimbulkan dilema moral. Steven Blum, dalam esainya yang menyentuh, menceritakan bagaimana ia memasang mikrofon sepanjang waktu di rumah ayahnya yang lanjut usia untuk memantau kesehatannya. “Ini bukan sekadar alat bantu. Ini tentang kekhawatiran, rasa bersalah, dan batas antara perhatian dan pengawasan,” katanya. Pertanyaan yang sama muncul di mana-mana: seberapa jauh kita bersedia mengorbankan privasi demi rasa aman? Apakah kita siap hidup di rumah yang terus-menerus mengamati, merekam, dan menganalisis setiap napas?

Tapi tak semua orang ingin rumah yang “cerdas”. Banyak yang justru memilih kembali ke hal-hal sederhana: telepon kabel yang masih berfungsi, lampu tanpa sensor, ruang-ruang sunyi tanpa notifikasi. Jill Kargman, dalam tulisannya yang penuh humor, menggambarkan perlawanan terhadap “smart everything” sebagai bentuk pemberontakan budaya—sebuah keinginan akan ketenangan, bukan otomasi. Desainer interior kini berperan bukan hanya sebagai penata ruang, tapi sebagai penjaga kemanusiaan: menciptakan sudut-sudut untuk bersembunyi dari dunia digital.

Ketidakmampuan finansial pun menjadi tantangan paling nyata. Survei global yang dilakukan WIRED menunjukkan, prioritas utama masyarakat bukan lagi rumah paling canggih, tapi rumah yang terjangkau dan tahan terhadap dampak iklim. Bahkan tim Gear WIRED, yang biasanya mengevaluasi gadget paling mutakhir, justru merekomendasikan lampu sederhana sebagai “teknologi rumah” paling berguna. “Kita bicara tentang masa depan, tapi banyak orang masih berjuang untuk memiliki rumah hari ini,” kata Astley.

Di Petaluma, California, Stewart Brand, ikon budaya dan pencipta The Whole Earth Catalog, membangun rumah ramah lingkungan yang dirancang khusus untuk masa tuanya—bukan karena ia kaya, tapi karena ia memahami bahwa teknologi harus melayani manusia, bukan sebaliknya. Di sana, rumah bukan simbol kemajuan, tapi pernyataan tentang bagaimana kita ingin hidup—dan bagaimana kita ingin mati.

Masa depan rumah bukan tentang seberapa banyak yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ia tentang seberapa baik rumah bisa menyesuaikan diri—dengan iklim, dengan anggaran, dengan usia, dan dengan kerentanan manusia. Yang paling mewah bukan lagi teknologi paling canggih, tapi ruang yang tenang, aman, dan bisa dimiliki. Karena pada akhirnya, rumah bukan tempat yang menjawab semua pertanyaan. Ia adalah tempat yang mau mendengarkan—tanpa harus selalu menjawab.

Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, 32 Orang Terluka

Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, telah merenggut dampak pada 109 jiwa dan melukai 32 orang. Sebanyak 24 korban mengalami luka ringan, sementara delapan lainnya mengalami luka berat—semua data masih dalam proses verifikasi oleh tim lapangan.

Episenter gempa berada di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berjarak 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala. Wilayah yang paling terdampak adalah Kabupaten Sigi, di mana 69 warga dari 24 kepala keluarga tercatat terkena imbasnya—termasuk 21 luka ringan dan delapan luka berat.

Kota Palu mencatat dua orang terluka ringan, sementara Kabupaten Poso melaporkan satu korban luka yang masih dalam pendataan lanjutan. Secara keseluruhan, lima kabupaten terdampak: Palu, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.

Di sektor infrastruktur, setidaknya 64 rumah mengalami kerusakan, dengan empat di antaranya rusak ringan di Kabupaten Poso. Di Kabupaten Sigi, lima rumah terdampak, tiga di antaranya rusak ringan, dan satu ruas jalan provinsi mengalami kerusakan. Di Parigi Moutong, 15 rumah terdampak. Di Palu, Jembatan III mengalami keretakan, satu tempat usaha dan satu gedung hotel ikut terdampak.

Kerusakan juga melanda fasilitas publik: empat tempat ibadah, empat fasilitas umum, dua jembatan, dua gedung perkantoran, satu tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu-Sigi-Poso mengalami amblas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga pukul 14.00 WIB, terjadi 55 kali gempa susulan di sekitar wilayah pusat gempa. BMKG menegaskan tidak ada potensi tsunami pasca-gempa, namun masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor dan kerusakan struktural pada bangunan.

Tim SAR, BPBD, dan Basarnas telah dikerahkan untuk evakuasi dan pendataan darurat. Tenda darurat telah didirikan di RS Undata Palu, sementara distribusi BBM di wilayah terdampak masih berjalan lancar berkat koordinasi Pertamina. Pemkot Palu pun telah menutup sementara Jembatan III sebagai langkah pencegahan.

Pemerintah daerah dan nasional terus memantau situasi, dengan fokus utama pada penanganan medis, kebutuhan dasar warga, dan pemulihan infrastruktur kritis.

Papua Diminta Segera Kelola Dana Otsus Rp2,7 Triliun

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan bahwa pemerintah daerah di Papua wajib segera menyusun dan menyerahkan Rencana Anggaran Program (RAP) untuk penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tambahan dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) tahun anggaran 2026. Permintaan ini menyusul ditetapkannya Keputusan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2026 yang mengalokasikan dana sebesar Rp2,7 triliun bagi seluruh wilayah Papua—terdiri dari Rp696 miliar untuk Dana Otsus dan Rp2 triliun untuk DTI.

Ribka menekankan bahwa percepatan penyusunan RAP bukan sekadar prosedur administratif, tetapi langkah krusial untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat Papua. Gubernur, bupati, dan wali kota diminta segera menyusun rencana anggaran ini berdasarkan kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP), serta memastikan seluruh dokumen pendukung lengkap dan akurat.

Untuk memastikan transparansi dan efisiensi, RAP harus diajukan melalui tiga sistem terintegrasi: Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua (SIPPP), dan Sistem Informasi Keuangan Daerah Otsus (SIKD-Otsus). Sistem ini menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah dalam proses evaluasi dan pemantauan realisasi anggaran.

Lebih lanjut, Ribka mengingatkan bahwa penyaluran dana akan dilakukan secara bertahap melalui pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, pencairan tidak akan berjalan otomatis—setiap daerah harus terlebih dahulu mengesahkan perubahan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) atas Penjabaran APBD 2026, lalu menginformasikannya kepada DPRD setempat. Perubahan ini dapat diwujudkan melalui Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD atau dicatat dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) bagi daerah yang tidak melakukan perubahan APBD.

“Pelaksanaan penyesuaian Dana Otsus dan DTI harus tepat waktu, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ribka di Jakarta, Selasa (16/6/2026). “Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat Papua—dalam bentuk infrastruktur yang layak, pelayanan kesehatan yang memadai, dan pendidikan yang berkualitas.”

Pemerintah pusat, melalui Surat Edaran Bersama tiga menteri—Mendagri, Menkeu, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas—telah memberikan arahan teknis dan dukungan administratif untuk mempercepat proses ini. Namun, keberhasilannya bergantung pada komitmen dan kapasitas pemerintah daerah di Papua untuk bertindak cepat, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

Dengan alokasi dana terbesar dalam sejarah Otsus, kesempatan untuk mengubah wajah Papua menjadi lebih sejahtera belum pernah sebesar ini. Tantangannya kini bukan pada ketersediaan dana, melainkan pada kemampuan daerah untuk mengelolanya dengan integritas dan strategi yang tepat.

Gempa Darat Picu Kenaikan Air Laut di Palu

Sumbawanews.com,- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kenaikan muka air laut hingga 7,5 sentimeter di Pelabuhan Pantoloan, Palu, pasca-gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa siang, 16 Juni 2026. Fenomena ini terjadi meskipun pusat gempa jelas berada di darat, bukan di dasar laut—menggugah tanda tanya publik tentang hubungan antara gempa darat dan perubahan permukaan air.

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, perubahan tinggi air tersebut tidak termasuk gelombang tsunami atau ancaman bahaya. “Ini bukan gelombang yang berbahaya. Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak berdasar,” ujarnya dalam konferensi pers daring, menekankan bahwa data dari stasiun pasang surut hanya menunjukkan peningkatan terbatas di Pantoloan, sementara wilayah pesisir lain seperti Parigi Moutong dan Poso tidak mengalami gejala serupa.

Gempa utama terjadi pukul 10.27 WIB, dengan episenter berlokasi 45 kilometer di tenggara Kota Palu dan kedalaman hiposenter dangkal—sekitar 10 kilometer di bawah permukaan tanah. BMKG mengidentifikasi sumber gempa sebagai aktivitas sesar Sausu, jalur patahan yang dikenal aktif di wilayah tersebut. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 20 gempa susulan, dengan yang terkuat mencapai magnitudo 5,1. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan dinamika seismik tidak memburuk.

Di permukaan, dampak struktural mulai terlihat. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan kategori sedang, termasuk Kantor Bupati Kabupaten Sigi, Auditorium Universitas Tadulako, Hotel Santika di Palu, dan lima rumah warga di Parigi Moutong. BMKG mengimbau masyarakat menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan struktural guna menghindari risiko runtuh akibat gempa susulan.

Fenomena kenaikan air laut akibat gempa darat memang jarang terjadi, namun bukan tanpa dasar ilmiah. Dalam beberapa kasus di dunia, gempa darat yang kuat dapat memicu pergerakan tanah sedemikian rupa sehingga mengubah tekanan hidrostatik di dekat pantai, atau menggerakkan air secara lokal melalui efek resonansi tanah dan laut. BMKG menegaskan bahwa ini bukan kejadian umum, dan tidak ada indikasi terjadinya tsunami—sebuah informasi krusial di wilayah yang masih menyimpan trauma gempa dan tsunami 2018.

Dengan laporan kerusakan terbatas dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga kini, respons darurat terfokus pada pemantauan struktural dan kesiapsiagaan terhadap gempa susulan. Masyarakat diminta tetap waspada, namun tidak panik. Di tengah desas-desus yang beredar, BMKG berperan sebagai suara ilmiah yang menenangkan: fakta, bukan spekulasi, yang menjadi panduan.

Perbedaan Awal Muharam, Umat Diminta Hormati Perbedaan

Sumbawanews.com,- Jakarta – Meski menetapkan tanggal berbeda, PBNU dan Pemerintah melalui Kemenag sama-sama mengajak umat Islam di Indonesia untuk menjaga keharmonisan dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 H. PBNU menetapkan 1 Muharam jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026, berdasarkan hasil rukyatul hilal yang tidak memperlihatkan bulan sabit baru di seluruh titik pemantauan pada 15 Juni lalu. Sementara itu, Kemenag menetapkan 1 Muharam pada Selasa, 16 Juni 2026, berdasarkan perhitungan astronomis yang memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS—tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat—dengan data menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia memenuhi syarat tersebut.

Kedua lembaga ini, meski berbeda metode, menegaskan bahwa perbedaan ini bukanlah konflik, melainkan bagian dari kekayaan tradisi keislaman di Indonesia. Kemenag secara terbuka menyatakan menghormati keputusan PBNU, yang diambil setelah proses rukyat berbasis observasi visual. “Menghormati keputusan PBNU,” tegas Kepala Humas Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa perbedaan penetapan tidak boleh menjadi alat perpecahan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menguatkan seruan ini. Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengingatkan bahwa esensi Tahun Baru Hijriah bukan pada tanggalnya, melainkan pada makna hijrah—perubahan diri dari yang buruk menuju yang lebih baik. “Hijrah adalah transformasi mental, moral, dan sosial. Ini momentum untuk memperkuat persatuan, menegakkan keadilan, dan membersihkan diri dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah memperdebatkan perbedaan kalender, tetapi mengajak umat untuk bergerak maju bersama. “Bukan soal hari ini atau besok, tapi apakah kita lebih baik hari ini dari kemarin,” tambahnya.

Di berbagai daerah, masyarakat tetap merayakan malam 1 Muharam dengan pawai obor, dondang, dan zikir bersama—tanpa mempermasalahkan perbedaan penanggalan. Di Bekasi, ratusan warga memadati Cikiwul dengan lilin dan obor, sementara di Tangerang, anak-anak dan lansia berjalan beriringan membawa cahaya sebagai simbol harapan. Di balik cahaya itu, ada pesan yang sama: perbedaan bukan penghalang, tapi jembatan untuk saling memahami.

Dalam konteks kebangsaan yang majemuk, perbedaan penetapan awal Muharam justru menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjaga keberagaman tanpa kehilangan persatuan. Kemenag, PBNU, dan MUI sepakat: yang penting bukan siapa yang benar, tapi siapa yang tetap menjaga kehormatan sesama.

Israel Tewaskan Hampir Seribu Warga Palestina Pasca-Gencatan Senjata

Sumbawanews.com,- New York — Sejak gencatan senjata di Gaza pada Oktober 2025, pasukan Israel telah menewaskan hampir 1.000 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah warga sipil. Laporan ini disampaikan oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, dalam pidatonya di sesi ke-62 Dewan HAM PBB di New York.

Türk mengecam kebijakan militer Israel yang secara sistematis memperkecil ruang hidup warga Palestina, sambil membatasi akses bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang terisolasi. Di Tepi Barat, ia menyoroti meningkatnya kekerasan oleh pasukan Israel dan pemukim ilegal, yang mempercepat penghancuran komunitas lokal dan perluasan pendudukan melalui pencaplokan tanah.

Menurut data yang dikutip Türk, sejak gencatan senjata, lebih dari 57 orang tewas, hampir 1.300 lainnya terluka, ratusan ditangkap, dan 23 perintah penyitaan tanah dikeluarkan oleh otoritas Israel. Ia menegaskan bahwa sejumlah pejabat tinggi Israel terang-terangan menyuarakan niat mengusir seluruh penduduk Palestina dari Gaza dan menghapus kemungkinan berdirinya negara Palestina yang berdaulat — tindakan yang secara hukum internasional merupakan kejahatan perang.

“Ini bukan sekadar konflik militer. Ini adalah upaya sistematis untuk menghapus keberadaan sebuah bangsa dari tanahnya,” tegas Türk. Pernyataannya itu memperkuat seruan PBB untuk segera membuka penyelidikan independen dan menerapkan sanksi terhadap pelanggar hukum humaniter yang terlibat.

Laporan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan diplomatik global terhadap Israel, sementara ratusan ribu warga Gaza terus hidup dalam kondisi kelaparan, kekurangan air bersih, dan tanpa akses ke layanan medis dasar.

Ajudan Digeruduk Mahasiswa, Budiman Selamat

Sumbawanews.com,- Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan dirinya selamat setelah mengalami penggerudukan oleh sekelompok mahasiswa saat mengikuti diskusi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin malam (15/6/2026). Insiden itu terjadi mendadak ketika puluhan mahasiswa, sebagian membawa toa, spanduk, dan poster, mendadak menerobos ruang diskusi dan mengepung para pejabat pemerintah yang tengah berdialog.

Diskusi yang awalnya berjalan lancar itu dihadiri pula oleh Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Mereka sengaja datang untuk membuka ruang dialog terbuka, termasuk menerima kritik tajam dari mahasiswa tentang kebijakan pemerintah, seperti satu pintu ekspor bahan mineral dan program penanggulangan kemiskinan. Budiman, yang pernah menjadi aktivis mahasiswa di masa lalu, sempat menjelaskan prinsipnya: “Saya tidak pernah mengusir orang yang berbeda pendapat. Seberbeda apapun, saya tetap terbuka untuk dialog.”

Namun, suasana berubah drastis ketika sekelompok mahasiswa mulai meneriakkan tuduhan: “Pembohong!” “Anti-reformasi!” “Tidak peduli rakyat miskin!” Mereka memaksa para pejabat segera meninggalkan ruangan. Dalam kekacauan itu, salah seorang ajudan Budiman mengalami pemukulan, meski sang kepala BP Taskin sendiri tidak mengalami luka fisik.

“Saya dalam keadaan selamat dan aman,” ujar Budiman pada Selasa (16/6), menekankan bahwa insiden itu bukan hanya ancaman terhadap pribadinya, tapi juga terhadap ruang demokrasi. Ia menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto: “Para pengkritik tidak boleh terancam keselamatannya. Tidak boleh ada manuver yang mencelakai mereka yang berbeda pendapat.”

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menanggapi insiden itu dengan tegas: “Ini tidak mencerminkan demokrasi. Demokrasi bukan soal menghancurkan lawan bicara, tapi menghargai perbedaan.” Sementara itu, pihak kampus UGM menyatakan sedang menyelidiki insiden tersebut dan akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menentukan pelaku.

Insiden ini memicu perdebatan nasional tentang batas kebebasan berekspresi, kekerasan dalam protes, dan kesiapan institusi pendidikan mengelola dialog antara pemerintah dan generasi muda. Bagi Budiman, yang pernah menjadi aktivis di era reformasi, ironi tak terbantahkan: “Dulu saya berdiri di barisan depan menuntut kebebasan. Kini, saya jadi sasaran karena ingin menjaga kebebasan itu tetap hidup.”

Berita Terkini

Utang Rp850 Ribu, Pacar Gelap Siram Anak Kecil dengan Air Keras

Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap kekejaman yang menggemparkan di Sumedang, Jawa Barat: seorang pria berinisial WS (32) menyiram dua bocah kakak-beradik, RFP (9) dan QSH (6),...

Gelombang Panas Ekstrem Landa Prancis

Sumbawanews.com,- Prancis diguncang gelombang panas luar biasa dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, memaksa warga mencari cara kreatif untuk bertahan di bawah terik yang...

Gubernur Jabar Ancam Cabut Subsidi Siswa Tawuran

Sumbawanews.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi terhadap integritas moral para penerima program sekolah swasta gratis. Jika terbukti terlibat tawuran atau...

Prabowo Bangun Arah Baru Pembangunan, Cak Imin: Insyaallah Perubahan Besar

Sumbawanews.com,- Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah merancang arah baru dalam pembangunan nasional yang berbeda...

Berita Utama