Home Blog Page 3237

Wiranto Akan Undang Tokoh Alumnus 212,Din Syamsudin: Kok Kayak Sekolahan Ya…?

Jakarta,Sumbawanews.com.- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto, berencana mengundang tokoh-tokoh aksi reuni akbar 212 untuk berdiskusi.
“Saya ingin ketemu dengan tokoh-tokoh yang menamakan alumnus dari 212 untuk saya tanyakan tujuannya apa,” kata Wiranto, ditemui di halaman belakang Istana Negara, Jakarta pada Rabu (29/11) malam.

Dia akan membahas rencana reuni akbar yang akan diselenggarakan di Mesjid Istiqlal, Jakarta itu.

Wiranto menilai saat ini masyarakat perlu fokus kepada pembangunan bangsa dan negara dengan menciptakan ketenangan dan stabilitas politik dalam negeri.

“Saya mengimbau agar kita fokuskan saja kepada bagaimana kita bersama-sama mengambil bagian untuk jaga suasana kondusif ini terus berlangsung,” dia bilang.

Dia mengatakan pemerintah butuh dukungan dari seluruh masyarakat untuk membangun bangsa. “Energi kita fokuskan kepada hal-hal positif untuk kita memenangkan kompetisi global yang sangat berat ini,” kata dia.

Sementara itu, Polda Metro Jaya telah mempersiapkan pengamanan untuk reuni akbar 212 dengan mengerahkan 85.000 personil gabungan.

Ditempat terpisah, Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin menanggapi rencana aksi reuni Alumni 212 di bilangan Monas.

Din menyebut sedikit janggal menggunakan diksi ‘reuni’ dalam menjalankan aksi tersebut.

“Cuma kalau reuni ini, saya sebagai orang universitas, sebagai dosen, kok kayak sekolah ya. Kalau reuni itu kan biasanya ada sekolahnya kan,” ujar Din sambil sedikit bercanda.

Din tidak mempermasalahkan adanya aksi untuk menyampaikan pendapat di alam demokrasi yang berjalan saat ini selama tidak melakukan aksi kekerasan.

Namun, dirinya memiliki pendapat pribadi, bahwa umat Islam sebaiknya mewujudkan kemayoritasan kualitatif, bukan kuantitatif.

“Supaya jangan besar dalam jumlah dan bilangan saja, tapi besar dalam mutu dan kualitas. Maka dari itu harus tampil dengan program-program aksi yang melahirkan lembaga-lembaga untuk kemajuan,” kata Putra Kelahiran Sumbawa ini.(Erwin S)

Hakim Kusno Dibuli, KY : Jalankan tugas sebaik-baiknya, jangan terpengaruh intervensi manapun

Jakarta,Sumbawanews.com.- Menjelang Sidang Prapreadilan, Banyak masyarakat yang membabibuta melayangkan hujatan ketidak percayaan kepada Hakim tunggal Kusno yang ditunjuk oleh Pengadilan Negri Jakarta Selatan untuk mengadili Sidang Gugatan Prapradilan Setya Novanto yang akan dijadwalkan besok Kamis (30/11/2017).

Ketua Mahkamah Agung Hatta ali mengatakan, Hakim Kusno akan memutus secara profesional.

“Silahkan kalau masyarakat mau melakukan kritik, tapi jika sudah menjurus ke Fitnah, cacimaki bahkan kearah pidana, maka Undang – Undang IT bisa diberlakukan.” Ucap Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali saat dihubungi melalui telp Seluler dijakarta,Rabu (29/11/2017).

Hatta ali juga menyarankan kepada Hakim Kusno agar berani memutuskan namun harus bertanggung jawab dengan putusan yang sudah dikeluarkannya.

“Hakim itu harus berani kalau memang tidak salah nyatakan itu tidak salah, kalau memang salah nyatakan salah,” tegasnya.

Ditempat Terpisah, Komisi Yudisial memastikan akan kembali turun mengawasi jalannya sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto 30 November besok.

Juru bicara Komisi Yudisial Farid Wajdi mengatakan, pihaknya telah mengantungi catatan pada praperadilan pertama yang dikabulkan hakim tunggal Cepi Iskandar beberapa waktu lalu.

“Praperadilan kedua ini kami harap tidak mengkonfirmasi beberapa catatan yang telah ditemukan,” ujar Farid

Hakim juga diminta memegang teguh independensi dalam memutus sidang tersebut.

“Jalankan tugas sebaik-baiknya, jangan terpengaruh intervensi manapun dalam maupun luar,” kata Farid.(Erwin s)

PN Jaksel Menyayangkan Kritikan Masyarakat Yang Berlebihan Terhadap Hakim Prapradilan Setnov

Jakarta,Sumbawanews.com.- Melihat berbagai opini publik terhadap Kasus Setya Novanto yang rencananya akan dilaksanakan sidang Prapradilan di Pengadilan Jakarta Selatan, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, I Made Sutrisna sangat menyangkan berbagai Kritikan di berbagai Media sosial yang terlalu berlebihan.

“Kadang kita bingung mas, kalau kritik membangun kita terima, tapi kalau belum apa -apa sudah dicacimaki dan di fitnah sekongkol atau macam sebagainya, itu sangat berlebihan.” Ucap I Made Sutrisna di PN Jaksel , Rabu (29/11/2017).

I Made Sutrisna juga memaklumi munculnya kekhawatiran masyarakat mengenai hakim tunggal praperadilan yang akan memimpin sidang yang diajukan Ketua DPR RI Setya Novanto.


PN Jakarta Selatan menunjuk Kusno sebagai hakim tunggal dalam sidang tersebut.

Made juga mengatakan, pada dasarnya hakim independen dan memiliki pertimbangan sendiri dalam mengeluarkan putusan.

“Kami beri semangat ke Kusno biar menegakkan hukum seperti apa yang ditemukan di persidangan. Tidak usah mencari kekurangan-kekurangan,” kata Made.(Erwin S)

Fahi Hamzah Minta Hakim Profesional,Tidak Ikut Dalam Opini Publik Dalam Sidang Prapradilan Setnov Besok

Jakarta.Sumbawanews.com- Menjelang Pra Pradilan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua DPR RI, Setya Novanto yang akan digelar besok Kamis (30/11/2017) di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta majelis hakim agar tidak mengikuti opini publik tetapi harus profesional dalam memutus perkara.

“Janganlah kita menghukum orang yang tidak bersalah hanya karena tirani opini publik, Janganlah menghukum seseorang karena kuatnya tuntutan untuk memberantas tindak pidana korupsi, sehingga apapun yang dikatakan KPK tentang kejahatan yang dituduhkan pada dirinya kita terima sebagai kebenaran,” katanya Fahri Hamzah di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Selain itu Fahri Hamzah juga mengatakanpersidangan ini harus menjadi momentum untum merestorasi konsevsi negara hukum kita, bahwa Hukum itu sangat tergantung kepada apa yang tertulis dan apa yang menjadi undang undang yang berlaku secara formil, hukum tidak boleh dikotori oleh sensasi atau persefsi yang dibangun oleh ruang publik.

Hukum itu harus dikembalikan kepada patsun – patsun dasarnya, dia harus jelas dan harus rijid.krn disutulah beda hukum dan jurnalisme,

Jurnalisme itu melibatkan banyak persefsi, tetapi hukam tidak boleh melibatkan banyak persefsi, tapi apa yang menjadi fakta yang ada.

Lanjut Fahri Hamzah, kalau untuk kasus E KTP itu saya hanya ingin bertanya, bagaimana cara Rp 2,3 Trilyun itu menjadi kerugian negara, bagaimana cara menghitungnya, dalam metode apa, siapa yang menghitingnya , bagaimana metode menghitungnya,dan mana surat keputusan tentang perhitungan itu.

Kalau itu tidak ada maka ini semua hanyalah sensasi belaka yang tidak bertanggung jawab, dan sudah merusak dan mencemari lembaga DPR tapi pada kenyataannya tidak ada, maka siapa yang melakukan ini harus bertanggungjawab , dan telah melakukan pembohongan publik jika tidak bisa membuktikan.” Tutupnya.

Ditempat terpisah, Pakar Hukum Tatanegara, Margarito Kamis mengatakan, dirinya yakin Hakim akan profesional dan memenangkan Gugatan Setya Novanto.

Lanjut, Margarito, penetapan tersangka terhadap Setnov tidak mengikuti prosedur dan menyalahi aturan yang ada di KPK.

Dengan melakukan penetapan tersangka yang dinilainya sembrono, Setya Novanto bisa dipastikan lolos dari penetapan tersangka yang dilakukan KPK.

“Menurut saya tidak cukup (prosedur penetapan). Karena sejauh yang saya tahu, dia (Setnov) tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka. Sementara MK (Mahkamah Konstitusi) mewajibkan dia untuk diperiksa sebagai calon tersangka (lebih dulu),” ujar Margarito Kamis,(Erwin s)

Panglima TNI : Waspadai Potensi Konflik Menghadapi Tahun Politik

sumbawanews.com,- Menghadapi tahun politik kedepan, para Komandan Korem (Danrem) dan Komandan Kodim (Dandim) harus dapat mewaspadai potensi konflik di wilayah, seperti gesekan antar masyarakat, konflik antar agama maupun kelompok, karena indikasi ini sudah mulai ada.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan  404 peserta Apel Danrem dan Dandim Terpusat TNI AD Tahun 2017, bertempat di Aula Soedirman Secapa AD, Hegarmanah Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/11/2017).

 

Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019, para Danrem dan Dandim harus waspada dan bertanggung jawab karena berhubungan langsung dengan masyarakat di wilayah.  “Dekati tokoh-tokoh berpengaruh di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi dan mencegah jangan sampai terjadi konflik, lakukan bakti TNI atau TMMD dan selalu membaur bersama-sama rakyat,” tuturnya.

 

“Para Danrem dan Dandim harus mampu memberikan dukungan nyata Pembinaan Teritorial (Binter) dalam menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan Presiden 2019, sehingga dapat berjalan aman dan dapat tercipta stabilitas politik dan keamanan,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dan Pemilu Legislatif serta Pemilihan  Presiden 2019, para Danrem dan Dandim  harus mampu memetakan potensi konflik di wilayah masing-masing.  “Pelajari, identifikasi dan petakan kemungkinan potensi konflik, sehingga dapat diantisipasi dengan tepat,” jelasnya.

 

Dihadapan para Danrem dan Dandim, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam menghadapi tahun politik ke depan potensi konflik dan gesekan di masyarakat sangat tinggi. Untuk itu, pentingnya aparat Komando Kewilayahan (Kowil) menjaga netralitas TNI.  “Prajurit TNI harus bisa menjadi penengah, kuncinya kalian harus netral,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa tonggak penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) salah satunya adalah TNI, oleh sebab itu TNI tidak boleh berpolitik praktis.  “Politik TNI adalah Politik Negara yang didalamnya terangkum ketaatan kepada hukum, sikap yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan manapun, serta taat kepada atasan yaitu Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai dengan Konstitusi,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kembali bahwa berita hoax semakin banyak melalui media sosial, sehingga sebagai pemimpin harus mengecek kebenarannya agar tidak mudah diadu domba.  “Jika ada informasi apapun yang membuat kalian marah, prajurit harus sadar dan bila perlu cek kepada atasanmu ataupun cek ulang, sehingga tidak mudah diadu domba,” katanya.

 

“Pimpinan harus pro aktif dan cepat mencari berita sebenarnya, selanjutnya segera sampaikan kepada prajurit. “Ingat, kalian akan dijadikan martir untuk menyudutkan TNI dengan dibuat emosi, sehingga diharapkan prajurit TNI akan melakukan tindakan di luar kepatutan, direkam dan diviralkan melalui media sosial,” ujar Panglima TNI.

 

Apel diikuti Danrem, Dandim dan para pejabat setingkat Paban/Dir/Ses (Pembina Kecabangan dan Pembina Fungsi) yang terkait dengan fungsi Pembinaan Teritorial (Binter). Digelar selama empat hari (27 s.d 30 November 2017) dengan tema  “Melalui Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017, Kita Mantapkan Profesionalitas Aparat Komando Kewilayahan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-46 Korpri di Mabesad

sumbawanews.com,- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin upacara Peringatan HUT ke-46 Korpri tahun 2017 yang diikuti oleh 914 Prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara dengan mengusung tema “46 Tahun Kerja Bersama Setia Sepanjang Masa”, bertempat di lapangan Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

 

Pada upacara tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas nama Presiden RI menyematkan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun kepada perwakilan Aparatur Sipil Negara di lingkungan TNI, berdasarkan Keppres Nomor 63/TK/2017 tanggal 18 Juli 2017 sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan, kejujuran, kecakapan dan kedisiplinannya dalam melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara secara terus menerus terhadap negara, sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lain. (Mad/Puspen TNI)

Kapuspen TNI : Kembangkan Ilmu Jurnalistik Dalam Bertugas

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Hasil kelulusan pelatihan Kamera Video Jurnalistik tidak dipandang sebagai prestasi, namun prestasi yang sebenarnya adalah bagaimana personel Penerangan TNI mampu mengaplikasikan dan mengembangkan ilmu jurnalistik yang didapat selama mengikuti pelatihan.

 

Demikian amanat tertulis Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah yang dibacakan Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr (Han) saat menutup Pelatihan Kamera Video Jurnalistik Tahun Anggaran 2017, di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/11/2017).

 

“Prestasi yang sebenarnya adalah kemampuan dan keberhasilan dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dalam melaksanakan tugas di satuan masing-masing,” ujar Kapuspen TNI.

Lebih lanjut Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengatakan bahwa  bekal pengetahuan yang diterima dalam waktu yang singkat perlu terus dikembangkan oleh peserta pelatihan untuk menjadi kameramen yang professional. “Pengembangan ilmu jurnalistik tersebut tergantung dari masing-masing peserta di satuan,” ucapnya.

 

“Kembangkan ilmu yang diperoleh dengan belajar mandiri, baik teori maupun praktek sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan tugas di satuan,” tegas Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah.

 

Diakhir amanatnya, Kapuspen TNI Brigjen TNI M. Sabrar Fadhilah mengharapkan, melalui pelatihan  Kamera Video Jurnalistik tersebut para personel yang bertugas sebagai kameramen dapat mengambil gambar maupun mengoperasionalkan berbagai jenis peralatan kamera video dengan baik, sehingga menghasilkan gambar-gambar yang bermutu, untuk kepentingan publikasi dan dokumentasi satuan.

 

Pelatihan Kamera Video Jurnalistik dilaksanakan selama satu bulan diikuti oleh 20 personel militer dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di satuan penerangan lingkungan TNI. Dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, Puspen TNI bekerjasama dengan Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (SNKKI) sebagai tenaga pengajar. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI: Korpri TNI Tetap Bersikap Netral Mampu Melayani Yang Terbaik

sumbawanews.com,- Dalam rangka memperingati HUT ke-46 Korpri, segenap anggota Korpri TNI diharapkan dalam menjalankan tugasnya sebagai birokrat diajak untuk tetap bersikap Netral. Korpri TNI harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik, bersih, tertib, mandiri dan bersatu.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara ramah tamah dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Korpri yang diikuti oleh 914 Prajurit TNI dan Aparatur Sipil Negara dengan mengusung tema “46 Tahun Kerja Bersama Setia Sepanjang Masa”, bertempat di lapangan Mabesad, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

 

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap keluarga besar Korpri TNI yang telah memberikan darma bakti dan pengabdiannya dalam melaksanakan tugas di jajaran TNI. Saat ini TNI memperoleh kepercayaan masyarakat tertinggi, pencapaian ini tidak terlepas dari peran anggota Korpri TNI. “Untuk itu Korpri TNI harus terus berkembang sebagai organisasi yang semakin solid dan profesional,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Korpri TNI sebagai organisasi yang berkedudukan dan kegiatannya tidak terlepas dari kedinasan TNI. Korpri TNI harus senantiasa bergerak bersama komponen bangsa lainnya untuk secara konsisten memperjuangkan cita-cita bangsa. “Maka dari itu seluruh anggota Korpri TNI dituntut untuk mengedepankan empat peran utama,” tegasnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan kepada anggota Korpri TNI yaitu Pertama, peran Korpri sebagai abdi negara yang memiliki tugas dan kewajiban untuk ikut melaksanakan kehidupan bernegara sesuai dengan amanat konstitusi dan semua peraturan hukum yang berlaku. Kedua, peran Korpri sebagai abdi masyarakat yang harus selalu memberikan pelayanan publik terbaik kepada seluruh masyarakat. Ketiga, peran Korpri sebagai abdi pemerintah yang senantiasa memberikan dukungan pada pelaksanaan tugas keseharian pemerintah. Keempat, peran sebagai Aparatur Sipil Negara yang secara otomatis juga sebagai anggota Korpri mengemban amanat mulia yang telah dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

 

Diakhir sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpesan kepada segenap anggota Korpri TNI agar dapat meningkatkan peran utama birokrasi di lingkungan TNI, diharapkan anggota Korpri TNI semakin profesional dalam mendukung pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat makin berkualitas dan berdedikasi tinggi. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Jaga dan Pelihara Kepercayaan Rakyat kepada TNI

(Puspen TNI).   Sekarang ini, kepercayaan rakyat Indonesia kepada TNI semakin tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini terakumulasi dari pengabdian yang dilakukan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang telah melakukan tugas dengan dedikasi dan penuh tanggung jawab.

 

“Untuk itu, tetap jaga dan pelihara kepercayaan rakyat kepada TNI termasuk kinerja dan disiplin prajurit,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 2.836 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) TNI se-Garnisun Tetap 1/Jakarta pada acara Commanders Call, di Gedung Balai Sudirman, Jl. Dr. Sahardjo No. 268 Menteng Dalam Tebet, Jakarta Selatan, Selasa  (28/11/2017).

 

Hal senada juga pernah disampaikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa saat ini TNI telah mendapat kepercayaan tertinggi di masyarakat   “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI beserta keluarga dan ASN TNI atas kerja keras dan dedikasinya selama ini, sehingga kepercayaan rakyat kepada TNI meningkat drastis,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

“TNI selalu berkomitmen untuk melaksanakan tugas terbaik dalam menjaga keutuhan dan mempertahankan kedaulatan NKRI. Kebersamaan TNI dan rakyat merupakan kekuatan bangsa yang sangat luar biasa,” tegas Panglima TNI.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa dalam rangkaian HUT ke-72 TNI tahun 2017 yang lalu, TNI telah melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya ziarah ke makam para Presiden RI dan Panglima Besar Jenderal Soedirman termasuk Taman Makam Pahlawan di Baucau dan Dili, Timor Leste serta membantu renovasi rumah veteran RI di seluruh Indonesia.

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kegiatan ziarah tersebut merupakan salah satu wujud bahwa TNI tidak pernah melupakan jasa-jasa para pemimpin bangsa, pahlawan dan prajurit terbaik TNI yang gugur. “Kita datang ziarah untuk berdoa sambil mencontoh tauladan dan perjuangannya,” ucapnya.

 

Sementara itu terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018,  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa politik TNI adalah politik negara, artinya semua yang dilakukan TNI hanya untuk keutuhan NKRI dan harus taat hukum.  “Dalam menghadapi tahun politik, prajurit TNI harus tetap netral, jangan ada pihak-pihak lain yang ingin menarik TNI dalam politik praktis,” tegasnya. (Badar/Puspen TNI)

Kepala Bakamla RI Hadiri Commanders Call Panglima TNI

sumbawanews.com,- Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. bersama sejumlah pejabat tinggi TNI di lingkungan Bakamla RI menghadiri acara Commanders Call Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

 

Kegiatan Commanders Call Panglima TNI yang dilaksanakan untuk Pati & Pamen Se Garnisun Tetap 1/Jakarta ini dihadiri antara lain pati dan pamen Mabes TNI, Mabes Angkatan Laut, Mabes Angkatan Darat, dan Mabes Angkatan Udara. Selain itu hadir pula pati TNI struktural dan non struktural dari jajaran BIN, Basarnas, BMPB, BNPT, Wantannas, Lemsaneg, Kemensetneg, dan lainnya.

 

Para pati Bakamla RI yang turut serta bersama Kabakamla RI antara lain Deputi Operasi dan Latihan Laksma TNI Semi Joni Putra, Kepala Biro Sarana Prasarana Laksma TNI Tugas Eko Santoso, Direktur Latihan Laksma TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si (Han) , Direktur Data dan Informasi Laksma TNI Isbandi Andrianto, S.E., M.M., Direktur Hukum Kolonel (CPM) Sulendra, S.H., Kepala KPIML Kolonel Laut (P) Berkat Widjanarko, S.E., dan Kabag Kepegawaian Kolonel Marinir Budi Santoso, M.AP.

 

Dalam arahan yang disampaikannya, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajarannya atas dedikasi dan kerja keras selama ini.  “Sampaikan salam saya kepada seluruh prajurit TNI, PNS dan keluargamu, saya bangga terhadap mereka semua”, demikian apresiasi kebanggaan Sang Jenderal. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Anggap Sony Tak Jujur, Elza Syarief Mundur dari Tim Hukum

Sumbawanews.com,- Jakarta – Pengacara senior Elza Syarief resmi mengundurkan diri dari tim hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyusul dugaan...

1,4 Juta Benih Dunia Disimpan di Gudang Arktik

Sumbawanews.com,- Jakarta — Di dalam gunung beku di ujung utara Bumi, sebuah brankas rahasia menyimpan masa depan pangan manusia. Gudang Benih Global Svalbard di...

Otto Hasibuan Digugat karena Rangkap Jabatan

Sumbawanews.com,- Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan kembali menjadi tergugat dalam gugatan hukum yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (17/6). Gugatan ini dilayangkan...

Samsung Beda Pendekatan di Layar Lipat: Fold8 Wide Pakai Kaca Lebih Tebal, Ultra Justru...

Sumbawanews.com,- Samsung tengah menyiapkan strategi berbeda untuk dua varian terbaru jajaran ponsel lipatnya, Galaxy Z Fold8 Wide dan Galaxy Z Fold8 Ultra, dengan perbedaan...

Berita Utama