Home Blog Page 3131

Ucapan HUT Sumbawa ke – 59 Puskesmas Unter Iwis Sumbawa

Ucapan HUT Sumbawa ke 59 Kepala Puskesmas Seketeng

Aksi Polisi Cirebon Joget “Jaran goyang” viral di medsos

https://www.youtube.com/watch?v=HOcsZecW5Oo

Sumbawanews.com. seorang polisi dengan pakaian dinas lengkap anggota polres cirebon, joget jaran goyang viral d medsos baru baru ini.
Notizen sebagian besar senang dan mendapat tanggapan positif. dengan aksi polisi tersebut. (aa)

Satgas Kesehatan TNI Masuki Kampung-Kampung Terpencil di Asmat

(Puspen TNI).  Personel Tim Gabungan Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB), terdiri dari Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI AD, Dinas Kesehatan TNI AL dan Dinas Kesehatan TNI AU bersama dengan Dinas Kesehatan Wilayah setempat, bergerak cepat memasuki kampung-kampung terpencil yang berada di Kabupaten Asmat, Papua, dalam rangka mengobati warga yang terkena wabah penyakit, Jumat (19/1/2018).

 

Dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan, Satgas Kesehatan TNI dibagi menjadi delapan Tim Kesehatan Gabungan yang terdiri atas TNI, Dinkes, Pemda Asmat dan Aparat Kewilayahan diterjunkan ke Distrik (Kecamatan) di wilayah Kabupaten Asmat dengan menggunakan speed boat sebagai transportasi utama menuju titik-titik lokasi.

 

Pada tanggal 19 Januari 2018, para dokter spesialis dan paramedis bersama personel Puskesmas setempat mendatangi rumah-rumah warga dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin kepada anak-anak. Data pengobatan yang sudah tercatat oleh Satgas Kesehatan TNI KLB, diantaranya : 980 anak Kampung Kasuari, 110 anak Kampung Sohomae, 257 anak Kampung Suagai, 131 anak Kampung Yerfun, 181 Kampung Amagais, 219 anak Kampung Amaru, 82 anak Kampung Amkai, 18 anak Kampung Suru-Suru, 4 (empat) anak Kampung Berimono, 2 (dua) anak Kampung Tomor, 1 (satu) anak Kampung TII, 5 (lima) anak Kampung Munu, 3 (tiga) anak Kampung Ocemet dan 1 (satu) anak Kampung Pirian.  Sementara untuk pengobatan penderita gizi buruk sebanyak 11 orang, pelayanan rawat inap 53 orang, pengobatan terhadap penderita campak 7 orang.

 

Data sementara berdasarkan laporan Posko Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) tanggal 17 s.d 19 Januari 2018, sekitar 4.006 warga Asmat telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Satgas TNI bekerjasama dengan Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Pemda setempat.  Pelayanan kesehatan tersebut, diantaranya imunisasi 3.511 orang, penanganan gizi buruk 55 orang, pengobatan campak 397 orang, malaria 4 (empat) orang, TBC 4 (empat) orang, dyapesia 3 (tiga) orang dan pengobatan tetanus 2 (satu) orang.

 

Satgas Kesehatan TNI KLB juga menempatkan sembilan dokter spesialis anak di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, dikarenakan jumlah penderita anak-anak yang dirujuk dan dirawat di rumah sakit tersebut sangat banyak.

 

Disamping itu, Satgas Kesehatan TNI KLB juga mendistribusikan beberapa logistik untuk masyarakat Asmat, Papua, yaitu TB 1 (biskuit) 2.100 box, FD 3 (susu) 1.968 box, T2A (nasi) 840 kaleng, T2B (nasi) 1.140 kaleng, T2C (nasi) 1.130 kaleng, makanan tambahan Balita 1.344 box, makanan tambahan ibu hamil 588 box, Biskuit Malkis 28 bungkus, Beras 280 kg, Biskuat 48 bungkus, pakaian bekas 8 (delapan) koli dan minyak goreng 900 ml 16 botol.

 

Sementara itu, Dansatgas Kesehatan TNI KLB Asmat, Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P. yang sehari-hari menjabat sebagai Danrem 174/ATW mengatakan bahwa selama satu bulan, para personel Tim Kesehatan Gabungan Satgas akan fokus terhadap penanganan campak dan apabila satu bulan sudah bisa teratasi akan bergeser ke tempat lain.

 

“Tim Kesehatan Daerah, baik dari TNI khususnya dari Kodam XVII/Cenderawasih akan tetap di sini, kita targetkan sampai tiga bulan untuk penanganan campak selanjutnya gizi buruk. Ini konsepnya akan berlanjut oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.

 

Menurut Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung Kabupaten Asmat kebanyakan yang menjadi korban adalah bayi dan anak-anak kecil,” ucapnya.

 

“Atas nama Satgas Kesehatan TNI danPemerintah Daerah, saya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah banyak berpartisipasi memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudara kita  yang sedang tertimpa wabah penyakit di Asmat. Kami juga menghimbau,apabila masih ada yang berkenan memberikan bantuan, kami siap untuk membantu mendistribusikannya,” kata Brigjen TNI Asep Setia Gunawan. (Badar/Puspen TNI)

Kasum TNI : Pengadaan Barang dan Jasa TNI Tahun 2018 Mengacu RKP Bidang Pertahanan

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Program TNI dalam pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2018 mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) bidang pertahanan, dengan kegiatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, pembangunan Minimum Essential Force (MEF), pengembangan industri pertahanan dan penguatan pertahanan wilayah perbatasan.

 

Hal tersebut disampaikan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A pada acara Penandatanganan  Kontrak  Pengadaan Barang dan Jasa Unit Organisasi (UO) Mabes TNI tahun 2018 secara kolektif di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2018).

 

Menurut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan penandatanganan kontrak secara kolektif ini, merupakan tindak lanjut dari instruksi Panglima TNI kepada para Kepala Staf Angkatan dan Kasum TNI melalui Surat Telegram No. ST/1660/2017 tanggal 28 Desember 2017 tentang perintah melaksanakan percepatan pelaksanaan program dan anggaran tahun anggaran 2018.

 

“Untuk mencapai efektivitas dan efisiensi realisasi anggaran, diperlukan langkah nyata khususnya berkaitan dengan percepatan proses pengadaan barang dan jasa, termasuk percepatan proses kontrak pengadaan barang dan jasa dilingkungan TNI,” jelas Kasum TNI.

 

Lebih lanjut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengatakan bahwa penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa secara kolektif antara para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) satuan kerja jajaran TNI dengan mitra penyedia barang dan jasa merupakan wujud nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah.

“Kontrak yang telah ditandatangani tersebut sudah melalui proses lelang  sebagaimana  telah diubah dalam Perpres Nomor 4 tahun 2015 tentang perubahan keempat atas Perpres Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ungkap Kasum TNI.

 

Kasum TNI menyampaikan bahwa di lingkungan TNI sendiri kebijakan tersebut sangat terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa sebagai realisasi dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah diterbitkan oleh pemerintah.

 

“Dengan dilaksanakannya penandatangan kontrak di awal tahun, maka diharapkan akan mempercepat daya serap anggaran TNI TA 2018 dan dapat menghindari terjadinya kegiatan lintas tahun,” katanya.

 

Diakhir sambutan Kasum TNI menekankan pada pejabat Pengawasan Kegiatan (Wasgiat) dan Pengendalian Kegiatan (Dalgiat) agar meningkatkan peran pengawasan program atau kegiatan sesuai bidang fungsi teknisnya masing-masing. “Itjen TNI sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) agar membantu pelaksanaan pendampingan sehingga dapat meminimalkan temuan permasalahan dan keterlambatan penyelesaian pengadaan barang dan jasa,” pungkasnya.

 

Pelaksanaan penandatanganan kontrak UO Mabes TNI berjumlah 74 Paket Kegiatan dengan nilai Rp 1.09 Triliun, sedangkan penandatanganan kontrak di masing-masing Angkatan sudah dilaksanakan yaitu : TNI AD sejumlah 191 paket kegiatan sebesar Rp 1.8 Triliun , TNI AL sejumlah 173 paket kegiatan sebesar Rp 813 Miliar, dan TNI AU sebanyak 325 paket kegiatan sebesar Rp 2.7 Triliun.

 

Secara keseluruhan Unit Organisasi jajaran TNI telah dilaksanakan penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa secara kolektif  sejumlah 763 paket kegiatan dengan total nilai sebesar Rp 6.5 Triliun. (Mad/Puspen TNI)

Ketum Dharma Pertiwi : Tumbuhkan Budaya Saling Asah, Asih dan Asuh Dalam Organisasi

sumbawanews.com,- Dalam menjalankan organisasi perlu ditumbuhkan budaya saling asah, asih dan asuh. Demikian disampaikan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto pada acara penyerahan jabatan Ketua Umum PIA Ardhya Garini dari Ibu Nanny Hadi Tjahjanto kepada Ibu Ayu Yuyu Sutisna di Gedung Puri Ardya Garini, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/01/2018).

 

Lebih lanjut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa budaya saling asah, asih dan asuh merupakan modal dasar dalam menumbuhkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan bagi kemajuan organisasi. “Dengan saling asah, asih dan asuh tugas yang diberikan kepada kita dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku mantan Ketua Umum PIA Ardhya Garini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. selaku mantan Pembina Utama PIA Ardhya Garini, kepada Pembina Harian, segenap pengurus dan anggota PIA Ardhya Garini atas dukungan, dedikasi dan kerjasamanya sehingga program kerja yang sudah disusun dapat berjalan sesuai dengan rencana.

 

“Tanpa dukungan dari Bapak-bapak, para Ibu-ibu Pengurus dan segenap Anggota PIA Ardhya Garini,  tugas dan tanggung jawab tidak mungkin saya jalankan sendiri. Untuk itu sekali lagi saya ucapakan terima kasih,” ungkapnya.

Pada akhir amanatnya Ibu     Nanny menyampaikan hal-hal penting yang perlu dipahami sebagai istri Prajurit TNI dalam mendukung tugas suami, yaitu; pertama, pahami tugas dan tanggung jawab suami; kedua, sebagai istri menjaga nama baik suami dan institusi; ketiga, berpenampilan yang sesuai dengan gaji suami. Jangan menyakiti hati masyarakat dengan penampilan mewah. Tampilkan hasil karya produk dalam negeri dan daerah masing-masing; keempat, didik keluarga sebaik-baiknya agar berguna dan terhindar dari masalah kenakalan remaja, narkoba, pornografi dan kekerasan; kelima, gunakan media sosial dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Jangan percaya berita hoax dan jangan langsung share berita-berita yang tidak jelas sumbernya.

 

Hadir pada acara serah terima jabatan Ketua Umum PIA Ardhya Garini diantaranya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Sita Mulyono, Ketua Umum Jalasenastri Ibu Endah Ade Supandi, Ketua Harian Dharma Pertiwi dan warga PIA Ardhya Garini. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Pembangunan TNI AU Diarahkan Untuk Mencapai Air Supremacy

sumbawanews.com,- Proyeksi pembangunan TNI AU diarahkan untuk dapat mencapai air supremacy dan air superiority. Sasaran yang ingin dicapai adalah kekuatan pemukul udara strategis untuk menghadapi dua trouble spots dalam bentuk komposit yang berisi pesawat-pesawat tempur multi-role dari generasi empat setengah.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat menyerahkan jabatan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) kepada Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., S.Sos., M.M., dalam suatu upacara militer di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/1/2018).

 

Panglima TNI menambahkan bahwa pembangunan TNI Angkatan Udara juga diarahkan pada kemampuan mobilitas serta proyeksi kekuatan pada lingkup nasional, regional dan global. “Sistem pertahanan udara juga akan diintegrasikan dengan matra lainnya dalam suatu jaringan bertempur atau Network Centric Warfare (NCW). Pada pembangunan kekuatan selanjutnya juga akan mengaplikasikan konsep berperang dengan Unmanned Combat Aerial Vehicles (UCAV) yang berbasis satelit,” ungkapnya.

 

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa tantangan tugas TNI AU ke depan tidaklah semakin ringan, namun dengan kebersamaan seluruh prajurit TNI AU akan mampu melaksanakan tugas dengan baik dalam menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa.  “Kita harus bertekad membangun tentara yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati, melalui profesionalisme, disiplin dan militan, menjadikan TNI hebat dalam segala medan tugas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI dalam rangka upaya pembinaan organisasi, sedangkan dari sisi pembinaan personel dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja sesuai dengan peran, tugas dan fungsi organisasi yang harus diembannya. “Sertijab merupakan kebutuhan organisasi guna memelihara momentum, performance dan tingkat kesegaran organisasi dalam mengemban tugas pokoknya,” ucapnya.

 

Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kembali kepada seluruh prajurit TNI bahwa memasuki tahun politik dan  pesta demokrasi yang memberikan warna beragam dan bernuansa akan terjadinya konflik. “Untuk itu, prajurit TNI AU harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai satuan paling bawah,” tegasnya.

 

“Komitmen TNI memberikan perbantuan kepada Polri dalam pengamanan Pilkada serentak pada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019, senantiasa harus mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Panglima TNI mengakhiri sambutannya.

 

Menjawab pertanyaan wartawan terkait pengadaan pesawat pengganti F5 Tiger, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sesuai dengan Renstra kedua tahun 2014-2019, TNI masih menunggu kedatangan pesawat pengganti F5 Tiger yang hampir satu setengah tahun sudah tidak diterbangkan lagi.  “Selain pesawat tempur, rencananya TNI juga akan menambah Pesawat Transport dan Angkut Ringan serta Helikopter untuk TNI Angkatan Udara,” ujarnya.

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menambahkan bahwa TNI AU akan menambah Radar Pertahanan Udara, dimana saat ini baru memiliki 20 Radar. “Kedepan akan ditambah lagi sebanyak 12 Radar, sehingga total semuanya 32 Radar. Semuanya itu telah masuk dalam Renstra kedua tahun 2014-2019,” katanya. (Mad/Puspen TNI)

2.027 Warga Asmat Mendapat Pelayanan Kesehatan Satgas TNI

sumbawanews.com,- Data sementara berdasarkan laporan Posko Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) tanggal 17 s.d 18 Januari 2018 bahwa sekitar 2.027 warga Asmat telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Satgas Kesehatan TNI bekerjasama dengan Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan Pemda setempat.

 

Pelayanan kesehatan tersebut, diantaranya imunisasi 1.871 orang, penanganan gizi buruk 22 orang, pengobatan campak 121 orang, malaria 4 (empat) orang, TBC 4 (empat) orang, dyapesia 3 (tiga) orang dan pengobatan tetanus 1 (satu) orang serta transfusi darah 1 (satu) orang.

 

Data jumlah warga yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari Satgas Kesehatan TNI yang bertugas di Distrik-Distrik wilayah Kabupaten Asmat, belum seluruhnya dapat dilaporkan ke Posko Kesehatan dikarenakan kendala sulitnya sinyal telekomunikasi.

 

Satgas Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) yang terdiri dari personel Pusat Kesehatan TNI, Pusat Kesehatan TNI AD, Dinas Kesehatan TNI AL dan Dinas Kesehatan TNI AU membantu Dinas Kesehatan Wilayah setempat dalam rangka mengobati warga di wilayah Kabupaten Asmat, Papua.

Dalam pelaksanaan tugasnya di lapangan, Satgas Kesehatan TNI dibagi menjadi delapan Tim Kesehatan Gabungan yang terdiri atas TNI, Dinkes, Pemda Asmat dan Aparat Kewilayahan diterjunkan ke Distrik (Kecamatan) di wilayah Kabupaten Asmat dengan menggunakan speed boat sebagai transportasi utama menuju titik-titik lokasi.

 

Para dokter spesialis dan paramedis yang tergabung dalam Tim Kesehatan Gabungan, mendatangi rumah-rumah warga di kampung-kampung wilayah Asmat dengan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung bagi warga yang terkena wabah penyakit.

 

Disamping itu, Satgas Kesehatan TNI KLB juga menempatkan dua dokter spesialis anak di RSUD Agats, Kabupaten Asmat, dikarenakan jumlah penderita anak-anak yang dirujuk dan dirawat di rumah sakit tersebut sangat banyak.  Menurut Letkol Ckm dr. Rachmanto HS.,Sp.A, kasus gizi buruk dan campak yang terjadi di Kabupaten Asmat berbeda dengan di daerah lain. “Mereka juga mengalami komplikasi radang paru, malaria dan TB. Penyembuhan pasien seperti ini perlu waktu lama dan terapi komprehensif,” katanya.

 

“Gizi buruk bukan sebuah penyakit seperti batuk pilek yang mudah untuk diobati, tetapi harus dilakukan secara bertahap. Apalagi demografis Asmat yang sulit dan pola hidup sehat yang masih minim,” ucapnya.

 

Sementara itu, salah seorang Ketua Adat Bapak Madep Huwaitu mewakili masyarakat menyampaikan sangat berterima kasih atas kedatangan Tim Satgas Kesehatan TNI. “Semoga penanganan wabah penyakit yang terjadi di Asmat, dapat diselesaikan secara tuntas dan baik,” harapnya. (Mad/Puspen TNI)

TGB Bahas Palestina di Konferensi Mesir

Sumbawanews.com.Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, atau yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) diwawancara secara eksklusif oleh presenter Al-Ghad TV tentang Konferensi Internasional untuk mendukung Al-Quds di Kairo, Mesir, Rabu (17/01/2018). TGB diundang pada konferensi tersebut, di samping sebagai Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, juga merupakan salah satu tokoh Islam Indonesia yang memiliki komitmen kuat pada permasalahan kemanusiaan secara universal, baik nasional maupun dunia. Dalam konfrensi yang berlangsung dari tanggal 17-18 Januari ini, TGB merupakan satu-satunya Tokoh Islam Indonesia yang diundang dalam kegiatan tersebut bersama Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin yang mewakili pemerintah Indonesia

Saat diwawancara, TGB menyampaikan pandangannya bagaimana Bangsa Indonesia mengelola keberagaman dan pluralitas yang ada. Keberagaman agama, suku, adat istiadat di Indonesia menurut TGB merupakan sebuah kekuatan besar untuk membangun bangsa dan negara. Meskipun Indonesia berpenduduk mayoritas Islam, namun mampu hidup rukun, saling menghargai dan saling menguatkan untuk membangun bangsa. Maka lanjut TGB, Negara-negara Arab harus belajar dari Indonesia dalam mengelola perbedaan, tidak menjadi faktor destruktif namun justru menjadi faktor penguat bangsa dan umat.

Terkait apakah 250 Juta jiwa masyarakat Indonesia mengetahui permasalahan Al-Quds ini, dengan tegas TGB menyampaikan bahwa isu tentang Palestina tentu saja selalu terpatri di hati masyarakat Indonesia. Dilatar belakangi peristiwa historis, ketika 1945 Indonesia sangat membutuhkan pengakuan de facto dari negara-negara di dunia akan kemerdekaannya. Saat yang lain terdiam, Palestina dan Mesir adalah negara pertama yang mempionir pengakuan itu. Selama 82 tahun itulah, jalinan hubungan Indonesia dan Palestina sangat kuat.

Di antara bentuk simpati Indonesia atas permasalahan saudaranya di Palestina ini lanjut Gubernur Ahli Tafsir tersebut adalah melalui pendidikan tentang kedaulatan Palestina yang terdapat di kurikulum pendidikan sekolah dasar dan menengah, materi pelajaran menanamkan kepada anak didik bahwa segala penjajahan di atas muka bumi ini harus dihapuskan. Di antara negara yang masih menanggung derita penjajahan itu adalah Palestina. “Tentu kami sebagai bangsa yang pernah merasakan sakitnya penjajahan selama 350 tahun akan selalu ada di barisan mereka,” tegas Ketua OIAA Cabang Indonesia itu.

Dalam wawancara itu juga, TGB kembali menegaskan, pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo akan selalu bersama Palestina. Untuk itu, TGB telah membahas permasalahan Palestina melalui perkumpulan semacam ini untuk menggagas dan mengakomodir ide untuk menyelesaikan permasalahan ini. “Kedatangan kami pada muktamar ini menggambarkan parsitipasi kami bersama seluruh negara Arab dan semua negara untuk memperjuangkan hak-hak saudara kita. Ini bukan saja tentang hak agama atau negara tertentu, tapi hak kemanusiaan,” ungkap TGB

Presenter Al-Ghad TV tersebut merasa kagum dan bahkan kaget mendengar jawaban Gubernur Alumni Al-Azhar tersebut tentang keberagaman dan pluralitas yang ada di Indonesia serta sikap masyarakat Indonesia tentang Palestina. “Dr. Umar, saya begitu terkejut mendengarkan jawaban dari Dr. Muhammad Zainul Majdi yang notabene berasal dari Asia bagian timur. Mengapa bisa persis jawabannya seperti kita yang di Arab? Sungguh kita melihat cahaya harapan dari mereka”. Ungkap presenter Al-Ghad TV kepada Dr. Umar yang mendampingi TGB usai mendengar jawaban lugas dari cucu pahlawan Nasional, Maulana Syaikh, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dalam liputan wawancara.  (aa)

Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry, S.E., Jabat Komandan KN. Tanjung Datu 1101

sumbawanews.com,- Letnan Kolonel Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry, S.E., lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan-44 tahun 1998 dipercaya menahkodai kapal patroli terbesar milik Badan Keamanan Laut RI, KN. Tanjung Datu 1101.

 

Putra kelahiran Medan, 18 Januari 1976 dikukuhkan sebagai Komandan Kapal Negara (KN) Tanjung Datu 1101 yang baru saja diresmikan oleh Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., di Galangan Kapal PT. Palindo Marine Shipyard hari ini Kamis, (18/01/18).

 

Sebelum didaulat menjadi Komandan KN. Tanjung Datu 1101, Letkol Laut (P) Muhamad Dimmi Oumry sempat berdinas di Pusat Latihan Kapal Perang, Kolat, Koarmabar.

 

Pria yang memiliki tanda jasa Satya Lencana Kestiaan delapan tahun dan Satya Lencana Kesetiaan 16 tahun, Satya Lencana Wira Nusa dan Dharma Nusa ini pernah mengenyam berbagai pendidikan militer dan sipil antara lain:

Lulus AAL-44 tahun 1998 kemudian mengikuti pendidikan Dikpasis Angkatan-11 tahun 1999, lanjut Sus PWO tahun 2006, kemudian Diklapa Koum Angkatan 12 tahun 2008, dilanjutkan KIBI Refresher Tahun 2011, KIBI LXXIX tahun 2013. Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi lulusan Seskoal Angkatan-51 tahun 2013.

 

Sedangkan pedidikan sipil yang pernah diikuti yakni tamat SD tahun 1988, SMP tahun 1991, SMA tahun 1994, kemudian dilanjut ke jenjang perguruan tinggi S1. Ekonomi, Unkris Jakarta tahun 2011.

 

Komandan kapal patroli milik Bakamla yang baru ini juga memiliki riwayat penugasan yang cukup lumayan antara lain Dik Pasis Denma Kodiklatal tahun 1999, Kolinlamil Satlinlamil Jakarta KRI  Karimata-960, KRI Teluk Hading-538, KRI Teluk Sibolga, Denmako Kolinlamil DPB Diklapa I, KRI Teluk Sibolga-536, KRI Teluk Kau-504.

 

Sukses meniti karies di jajaran Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmabar melanjutkan penugasan di jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) menjabat Komandan KRI-859 kemudian menempati jabatan di Gugus Tempur Laut Wilayah Barat (Guspurlabar) selanjutnya masuk Denmako Koarmabar setelah mengikuti Dikseskoal Angkatan LI.

 

Setelah lulus Dikseskoal Angkatan LI Letkol Dimmi masuk ke jajaran Satfib Koarmabar di bagian Staf Operasi, kemudian menjabat Komandan KRI Teluk Celukan Bawang-532, pindah ke jajaran Satuan Kapal Eskorta bagian Staf Operasi kemudian menjabat sebagai Paban Ops Guspurlabar dan  terahir di Puslar Kaprang Kolat Koarmabar.

 

Usai upacara pengukuhan Komandan KN. Tanjung Datu 1101, Letkol Laut Muhammad Dimmi Oumry mendapat ucapan selamat secara khusus dari Kepala Bagian Umum (Kabagum) Zona Kamla Barat Bakamla RI Kolonel Marinir Sandi Latief di VIP Room Bandara Hang Nadim Batam, Kamis, (18/01/2018). (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Pigai: HAM Harus Berakar pada Pancasila, Bebas Diskriminasi

Sumbawanews.com,- Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan bahwa pembangunan hak asasi manusia di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam pidato...

Eks Ketua Ombudsman Diterima Rumah dan Uang Miliaran dari Tambang Nikel

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung mengungkap aliran gratifikasi miliaran rupiah dan sejumlah properti mewah yang diterima mantan Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, terkait kasus korupsi tata...

Vonis Ringan Penyiram Air Keras Picu Kekhawatiran Impunitas

Sumbawanews.com,- Koalisi masyarakat sipil mengecam vonis ringan yang dijatuhkan Pengadilan Militer II-08 Jakarta terhadap empat anggota BAIS TNI yang terlibat dalam penyiraman air keras...

Taiwan Siapkan 1.800 Rudal Pembunuh Kapal Induk

Sumbawanews.com,- Dalam upaya memperkuat pertahanan asimetris menghadapi ancaman militer China, Taiwan tengah mempersiapkan arsenal rudal anti-kapal sebanyak 1.800 unit, yang ditargetkan selesai pada awal...

Trump Klaim Kesepakatan dengan Iran, Teheran Bantah

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah mendapat “persetujuan tertinggi” dari pemimpin Teheran. Namun,...

Berita Utama