sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P yang diwakili Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga atas profesionalisme dan dedikasi yang telah ditunjukkan prajurit TNI yang telah berhasil mengemban tugas negara sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB. Demikian disampaikan pada upacara Penerimaan 9 Satgas Kontingen Garuda UNIFIL bertempat di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/01/2020).
Rasa bangga dan bahagia tersebut disampaikan kepada prajurit Satgas TNI KONGA UNIFIL yang mengharumkan nama TNI dan NKRI di Lebanon. Pengalaman tugas yang didapat dalam penugasan, dilaporkan sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan Kontingen Garuda dalam penugasan berikutnya.
Terkait dengan perkembangan situasi terkini, para prajurit sekalian harus memahami bahwa tantangan yang kita hadapi semakin kompleks, untuk itu senantiasa pelihara kesiapan dan kesiapsiagaan, dan tingkatkan terus profesionalisme sebagai prajurit kebanggaan rakyat.
Upacara penerimaan dengan jumlah 2166 personil yang tergabung Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interm Force in Lebanon (UNIFIL) diantaranya Satgas Maritime Task Force XXVIII-K, Satgas Military Police Unit (MPU) Konga XXV-K/UNIFIL, Force Headquaters Support Unit (FHQSU) Konga XXV-K/UNIFIL, Satgas Force Protection Company (FPC) TNI Konga XXVI-K2/UNIFIL, Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXII-M/UNIFIL, Satgas Military Community Outrech Unit (MCOU) TNI Konga XXX-I/UNIFIL, Satgas Civil Military Coordination (CIMIC)Konga XXXI-H/UNIFIL, Satgas Level II Hospital TNI Konga XXIX-K/UNIFIL dan Military Staff East Sector Lebanon. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Sebanyak 500 prajurit TNI yang berasal dari Mabes TNI dan jajaran Korem 051/Wijayakarta Kodam Jaya, melaksanakan pembersihan sisa-sisa sampah dan lumpur pasca banjir yang melanda Perumahan Trias Desa Wanasari, Cibitung, Bekasi, Rabu (8/1/2020).
TNI juga membuka dapur umum yang diawaki oleh Ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana di jajaran Korem 051/Wijayakarta Kodam Jaya untuk 1.688 Kepala Keluarga Perumahan Trias Desa Wanasari, Cibitung, yang sampai saat ini masih belum bisa beraktifitas seperti biasa.
Keterlibatan prajurit TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir merupakan perintah langsung dari Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan wujud dari kepedulian TNI terhadap masyarakat yang mengalami musibah.
Sejak terjadi bencana banjir dan sampai hari ini, Prajurit TNI bersama masyarakat setempat masih membersihkan sisa sampah di lingkungan perumahan dan sungai yang penuh dengan sampah maupun lumpur, dengan mengerahkan 1 unit escavator, 5 unit truk, 2 unit dump truck, 3 unit mobil damkar dan operator serta 2 unit mobil tangki air bersih. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Dharma Pertiwi dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE) serta Atase Militer negara-negara sahabat menggelar Bakti Sosial dalam rangka membantu warga yang mengalami musibah banjir beberapa waktu lalu di Cibitung, dengan memberikan bantuan berupa Sembilan Bahan Pokok (Sembako).
Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mewakili Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo bersama istri para Atase Militer negara-negara sahabat meninjau langsung kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Perumahan Trias Estate Tambelang Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020).
Ketum Dharma Pertiwi dan Istri para Atase Militer negara sahabat seperti dari Spanyol, Singapura, Pakistan, India, Korea Selatan, Thailand, Netherland dan Myanmar menyempatkan diri memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga yang terkena musibah banjir. Pemberian Sembako ini ditujukan kepada 1.688 Kepala Keluarga Perumahan Trias Desa Wanasari Cibitung yang mengalami banjir parah.
Bantuan yang diberikan tersebut berupa bahan pokok sembako, kasur, selimut, alat pembersih rumah, obat-obatan dan menyediakan dapur umum yang menyiapkan 2.000 nasi box untuk masyarakat setempat dengan melibatkan 500 prajurit TNI dari Mabes TNI dan Kodam Jaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial kali ini dilaksanakan atas perintah dari Ibu Negara Ny. Iriana Joko Widodo, sebagai bagian dari kepedulian sosial antar sesama.
Ketum Dharma Pertiwi mengatakan bahwa keterlibatan prajurit TNI disini sudah sejak terjadi bencana banjir dan sampai hari ini masih membantu membuang sampah serta membersihkan sungai yang penuh dengan sampah dan lumpur. Bakti sosial kali ini, TNI mengerahkan 1 unit escavator, 5 unit truk, 2 unit dump truck, 3 unit mobil damkar dan operator serta 2 unit mobil tangki air bersih.
Kepada masyarakat yang berdomisili di Perumahan Trias Estate, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto berpesan agar selalu menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan dan melaksanakan gotong-royong setiap hari Sabtu dan Minggu, agar sungai tidak menjadi dangkal yang menyebabkan air meluap dan terjadi banjir. (Mad/Puspen TNI)
(Maluku. Rabu, 8 Januari 2020). Prajurit TNI Pos Negeri Lima SSK I Satgas Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti (Yonif RK 136/TS) memberikan pelatihan keterampilan bermain drumband bagi murid-murid SMP Negeri 5 Leihitu, Negeri Lima, Kec. Leihitu, Kab. Maluku Tengah.
Tiga Prajurit yang dipimpin oleh Serda Peter De Jesus, beberapa waktu lalu memberikan keahliannya seperti bermain genderang, tenor, bassdrum, belyra dan terompet kepada para murid SMP Negeri 5 Leihitu.
Komandan Pos (Danpos) Negeri Lima, Lettu Inf M. Yusuf mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh tiga personel Satgas Yonif RK 136/TS merupakan salah satu tugas pokok di bidang teritorial sekaligus di bidang pendidikan.
“Bukan hanya melatih kekompakan dan keterampilan, pelatihan yang
kami berikan diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kedisiplinan, kepemimpinan dan
rasa tanggung jawab pada diri para murid,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Leihitu Garit Soumena, SHI menyampaikan bahwa kehadiran para prajurit sangat memberikan semangat baru bagi siswa dan siswi dalam bermain drumband, karena para murid mendapatkan pengetahuan dan teknik-teknik baru dari para prajurit. Selain itu, ekstrakulikuler drumband merupakan salah satu ekstrakulikuler yang paling diminati para murid.
“Secara pribadi saya
sangat berkeinginan para prajurit tersebut tetap melatih drumband di sekolah
kami, karena sudah lima tahun alat drumband dimiliki namun tidak pernah
digunakan karena tidak ada pelatihnya dan baru bisa digunakan sejak ada
pelatihan dari prajurit TNI Satgas Yonif RK 136/TS,” ungkapnya.
Mewakili SMP Negeri 5 Leihitu, Saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih atas kepedulian para prajurit dari Pos Negeri Lima yang telah mengisi waktu untuk melatih drumband. “Hal ini sangat berharga dan bermanfaat dalam memajukan kegiatan ekstrakulikuler di sekolah kami,” pungkasnya. (Bdr)
sumbawanews..com,- Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Kapuskersin) TNI Laksma TNI Didik Kurniawan, S.T., M.Si., menerima kunjungan delegasi Army Command and Staff College (Seskoad) Angkatan Bersenjata Nepal sejumlah 39 perwira siswa dipimpin Ketua Delegasi Kolonel Drabya Ram Bhandari, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (7/1/2020).
Kapuskersin
TNI menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa hormat atas kunjungan
delegasi siswa Seskoad Angkatan Bersenjata Nepal ke Markas Besar (Mabes)
TNI. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program studi strategis
dan bermanfaat sebagai forum peningkatan kerjasama dan hubungan baik
antar institusi, serta berbagi informasi mutakhir terkait perkembangan
kerjasama angkatan bersenjata antara kedua negara.
Dalam
sambutan balasannya, Ketua Delegasi Kolonel Drabya Ram Bhandari
menghaturkan terimakasih atas sambutan hangat di Mabes TNI khususnya
Puskersin TNI. Diharapkan agar kerjasama dua negara dapat terus
diperkuat dan ditingkatkan diantaranya dalam bidang pelatihan pasukan
pemelihara perdamaian dunia, penanggulangan bencana alam dan
penanggulangan terorisme.
Sumbawa Barat – Sebanyak kurang lebih 300 anggota gabungan TNI, Polri, Badan penanggulangan Bencana (BPBD), Tagana, Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran, PLN, Tim Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika dan pihak dari Telkom mengikuti Apel Gelar Pasukan di kantor BPBD Sumbawa Barat, Senin (6/1/2020).
Gelar apel pasukan tersebut dilaksanakan oleh Kodim 1628/Sumbawa Barat dalam rangka siaga bencana alam yang dapat terjadi kapan pun, karena dalam beberapa bulan terakhir cuaca di Indonesia khususnya di Sumbawa Barat meningkat menjadi ekstream. Hal itu dibuktikan dari data BPBD bahwa puluhan rumah warga rusak diterjang angin puting beliung serta tanah longsor di beberapa titik pada dua bulan terakhir.
Dandim 1628/SB, Letkol CZI Eddy Oswaronto saat diwawancarai usai Apel Gelar Pasukan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini untuk menyatukan TNI, Polri dan pihak-pihak terkait untuk dapat saling berkoordinasi dengan baik dalam satu wadah untuk melaksanakan penanggulangan bencana di Sumbawa Barat.
“Dari gelar apel ini kita menyiapkan kurang lebih 300 personil dari seluruh komponen TNI, Polri dan Pemda. Sebelum gelar apel ini dilaksanakan tim juga telah bekerja membantu warga yang diterjang bencana,” kata Dandim.
Tim gabungan, tambah Dandim 1628/SB, akan melakukan gelar posko terpadu siaga bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor di kantor BPBD. Di posko terpadu akan disiapkan personil dan peralatan pendukung penanganan bencana serta menjadi pusat informasi tentang bencana.
“Dengan begini kita dapat menyiapkan semua unsur agar sama-sama bahu membahu untuk membantu apabila terjadi bencana dan kesulitan di Sumbawa Barat. Tim gabungan kabupaten ini juga akan melaksanakan kegiatan perbantuan ke kecamatan yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.
Pada waktu yang sama Wakapolres Sumbawa Barat, Kompol Teuku Ardiansyah juga mengatakan bahwa sebelum gelar apel pasukan dilaksanakan, anggotanya juga telah membantu kesulitan warga yang ditimpa bencana dan membantu membersihkan pohon-pohon yang tumbang.
“Anggota kami bahkan ikut membersihkan tanah longsor dan terbawa air yang menutupi jalan bersama warga setempat,” katanya.
Kedepannya, tambahnya, Polres Sumbawa Barat siap membantu kegiatan penanganan bencana alam yang dikomandani oleh Dandim 1628/SB . Dalam hal keamanan, Polres telah menyiagakan para bhabinkamtibmas untuk memonitor wilayah yang terkena dampak bencana alam terutama rumah-rumah yang ditinggal agar jangan sampai saat rumah warga kosong dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Mataram – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., sebagai narasumber acara Dialog Program Kentongan RRI Mataram tentang mitigasi bencana bersama, Kepala RRI Mataram Dra. Teguh Yuli Astuti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB yang diwakili Kasi Penanggulangan Bencana BPBD NTB H. Ridho di Kantor RRI Mataram, Selasa (7/1).
Dalam acara dialog tersebut, Danrem 162/WB mengatakan dalam program kentongan ini, pihaknya sudah menginstruksikan kepada para Dandim untuk mensosialisasikannya melalui Babinsa mengingat dalam kondisi tanggap darurat bencana, sangat membutuhkan sandi isyarat salah satunya menggunakan kentongan,manakala sarana modern sudah tidak bisa berfungsi.
Menurutnya, masyarakat harus cerdas dan pandai mengakses informasi berita dari sumber yang resmi atau jelas sehingga informasi yang diperoleh tidak simpang siur yang menjadi polemik atau bahkan membuat keresahan ditengah masyarakat baik tentang Informasi bencana alam maupun informasi lainnya.
“Dengan program kentongan, kami akan roadshow mulai dari Pulau Lombok sampai Pulau Sumbawa untuk mensosialisasikan kentongan, baik dalam situasi kontijensi maupun dalam situasi normal sebagai sarana pemberi pesan kepada masyarakat,” jelas Danrem.
Sesuai perintah Pangdam IX/Udayana, lanjut Alumnus Akmil 1993 tersebut, pihaknya mensiagakan 1 SSK Yonif 742/SWY setiap hari untuk menghadapi setiap kemungkinan bencana alam dan dalam kondisi siap digerakan termasuk satuan Kodim jajaran Korem 162/WB.
“Ini sudah melaksanakan apel setiap hari dan Kodim-Kodim juga sudah melaksanakan gelar apel terpadu siaga bencana di masing-masing daerah,” katanya.
Lebih jauh Danrem menyampaikan, para Babinsa yang sudah tersebar di satuan Kodim sudah mengiktui pelatihan tentang pembinaan teritorial, mereka memiliki kepedulian dan kemampuan untuk melaksanakan komunikasi efektif ditengah masyarakat.
“Mereka sebagai ujung tombak satuan kewilayahan, mereka harus hadir memberi solusi dalam setiap permasalahan yang dihadapi warga binaannya tentunya bersinergi dengan segenap komponen masyarakat lainnya,” jelasnya.
Danrem juga menceritakan bahwa beberapa waktu lalu, ia mendampingi Kepala BNPB RI memantau langsung kerusakan hutan di Parado Kabupaten Bima sehingga harus mengambil langkah untuk menempatkan Satgas terpadu mencegah terjadinya perambahan hutan dan ilegal logging.
“Alhamdulillah beberapa oknum sudah berhasil diamankan lengkap dengan barang buktinya, dan akan tetap fokus untuk menghijaukan kembali hutan Parado mengingat ada DAM Parado untuk mengairi sawah dan ladang para petani termasuk mengembalikan fungsi serta mencegah terjadinya bencana banjir atau longsor,” ungkapnya.
Untuk menghadapi kondisi cuaca yang ekstrim, Danrem mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, kurangi perjalanan yang tidak perlu hindari lokasi rawan bencana sehingga mengurangi resiko musibah.
“Jaga pola makan, harus peduli jalur evakuasi titik kumpul yang aman di wilayahnya, jaga kebersihan lingkungan dan cari informasi disitus resmi atau ke petugas-petugas di wilayah, serta tingkatkan keimanan dan ketaqwaan sesuai keyakinan sehingga selalu dalam lindungannya,” tuturnya.
Sementara Kasi Penanggulangan BPBD Provinsi NTB H. Ridho menyampaikan dalam menghadapi bencana alam, masyarakat harus memiliki kesadaran dalam menghadapinya dengan tidak panik sehingga dapat berpikir tenang dalam mengambil langkah penyelamatan untuk mengurangi resiko terjadinya korban bencana.
“Dan hingga saat ini BPBD sudah melaksanakan sosialisasi kepada para siswa mulai dari tingkat SMP dan SMA sederajat sekarang sudah 92 SMA yang kita ikutkan program sosialisasi dengan harapan dapat mengedukasi sedini mungkin pengetahuan tentang penanganan bencana dengan harapan mengurangi rasio korban bencana.” pungkasnya.
sumbawanews.com,- Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Konga XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) Letkol Inf Yossy sebagai Wadansatgas berhasil mengajak 30 orang ex-combatan Perci kembali ke masyarakat dengan melalui kegiatan Civil Military and Coordination (CIMIC) di Lapangan Sudirman Soekarno Camp Kalemie, Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, Senin (6/1/2020).
Sejumlah 30 ex-combatan terdiri dari 17 orang laki-laki, 8 orang perempuan dan 5 anak-anak ini merupakan hasil kerja keras dan bukti nyata dari Satgas TNI RDB Konga XXXIX-B selama menjalankan tugas yang berada di COB Bendera. Berbagai aktivitas yang dilasakanakan dari Cimic dan kegiatan patroli baik jalan kaki maupun Long Range Patrol (LRP) ke desa-desa sekitar COB Bendera berpengaruh besar terhadap keamanan warga sekitar dibawah pimpinan Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya.
Wadansatgas TNI Konga XXXIX-B Letkol Inf Yossy menyampaikan bahwa para prajurit selalu ditekankan untuk selalu melaksanakan komunikasi sosial ataupun pendekatan kepada warga masyarakat sekitar COB Bendera yang merupakan Area of Responsibility (AoR) Satgas dan sebagai sarana puldata dalam menjalankan misinya.
“Dari situlah diperoleh berbagai informasi penting yang dapat dilaporkan kepada Pimpinan untuk ditindaklanjuti, salah satunya hasil dari pertemuan dengan kepala desa Kilonda Kibuyu dan pemuka adat setempat,” katanya.
Menurut informasi yang didapat dari Kepala Desa Kilonda Kibuyu Mama Sinoda ada sekelompok milisi PERCI (Self Defence Force) tersebar di daerah Sud Kivu yang ingin kembali ke masyarakat, namun mereka masih takut akan keamanan kelompoknya dari serangan kelompok lainnya.
Mendapat informasi tersebut dengan sigap Komandan Satgas TNI RDB MONUSCO Kolonel Inf Daniel Lumbanraja memerintahkan anggotanya untuk terus menjajaki akan kebenarannya untuk dilaporkan kembali kesatuan atas. Dengan adanya informasi yang didapat dari masyarakat sekitar COB Bendera, didaerah tersebut memang sering terjadi pertumpahan darah antar kelompok PERCI, bahkan belum lama ini menelan korban 2 orang meninggal hanya untuk memperebutkan makanan demi bertahan hidup. Kelompok tersebut selalu meresahkan warga desa Kilonda Kibunyu dan sekitarnya hingga mereka tidak berani keluar untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari.
Prajurit Satgas Indo RDB yang melaksanakan Long Range Patrol (LRP) sekaligus Escort Buldoser UN menuju Lulimba yang jaraknya kurang lebih 56 KM dari COB Bendera dan ditengah perjalanan singgah di desa Kako sesuai informasi yang diterima bertemulah dengan Kepala Desa Kako dan kelompok milisi PERCI yang akan menyerahkan diri ke Satgas TNI RDB sebagai fasilitator.
Dari hasil pertemuan dan mediasi tersebut akhirnya 30 orang kelompok milisi PERCI menyerahkan diri dengan disertai 3 (tiga) pucuk senjata jenis AK-47 dan 6 (enam) buah magasen serta 265 butir peluru tajam kepada Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco. Selanjutnya senjata tersebut diserahkan kepada staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR-RR) untuk dilaksanakan proses lebih lanjut sesuai ketentuan UN. (Pen Satgas Konga XXXIX-B Monusco)
(Maluku. Selasa, 7 Januari 2020). Dengan menggunakan alat seadanya, Prajurit TNI Pos Mausu Ane SSK II Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti (Yonif RK 136/TS) yang tergabung dalam Satgas Ops Pamrahwan Maluku dengan sigap dan berhasil menyingkirkan pohon yang tumbang dan menutup badan jalan di pemukiman Suku Mausu Ane, Kec. Seram Timur Kobi, Kab. Maluku Tengah, kemarin.
Pohon yang sudah tua dan lapuk dengan ukuran besar tersebut tumbang akibat hujan deras dan melintang di badan jalan pemukiman Suku Mausu Ane, sehingga mengganggu warga yang sedang dan akan melintas.
Komandan Pos (Danpos) Mausu Ane Lettu Inf Sutyoso Doan Artoyudo, Selasa (7/1/2020) mengatakan bahwa akibat tingginya curah hujan disertai angin yang melanda pemukiman Suku Mausu Ane mengakibatkan banyak pohon yang tumbang.
Akibat kejadian tersebut, akses jalan menuju pemukiman Suku Mausu Ane di beberapa titik tidak bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Tingginya curah hujan juga memberikan dampak lain yaitu
ditemui beberapa titik jalan yang terputus akibat tanah longsor dan banjir bah
yang menutupi seluruh bagian jalan.
Danpos Mausu Ane juga mengatakan bahwa Kami (Satgas) sudah berkordinasi dengan Aparat Teritorial setempat serta Kepala Dusun untuk menghimbau kepada seluruh warga agar sementara waktu tidak melakukan aktifitas diluar rumah ketika hujan atau menunggu hingga cuaca kembali normal.
“Berkat bantuan dari warga dengan menggunakan alat seadanya seperti parang dan cangkul, untuk saat ini pohon yang tumbang sudah kami singkirkan dan bersihkan dari tengah jalan, sehingga rute sudah bisa dilalui oleh kendaraan baik roda dua maupun roda empat namun harus dengan kehati-hatian,” tutup Danpos Mausu Ane. (Bdr)
Jember, Sumbawanews.com —- Mengawali tahun 2020, Universitas Jember mengirimkan 10 mahasiswanya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia. Kesepuluh mahasiswa Kampus Tegalboto ini akan bergabung dengan koleganya dari Malaysia, Australia, Vietnam dan negara lain menjalankan program bertajuk Feed The Planet, Clean Our Plate Project yang dikoordinir oleh Universiti Kebangsaan Malaysia, di Kota Bangi, Negara Bagian Selangor.
Kesepuluh mahasiswa ini dilepas secara resmi oleh Rektor Universitas Jember bersama 442 mahasiswa lainnya dalam upacara penerjunan mahasiswa KKN Periode I tahun akademik 2019/2020 di Gedung Soetardjo (6/12).
Menurut Alifia Anggraeni Agustin, salah satu mahasiswa peserta KKN Internasional, selama di Bangi, dia dan kawan-kawan akan memulai proyek sosial yang bertujuan memberikan pemahaman bagi warga Bangi, khususnya anak-anak untuk menerapkan gaya hidup tidak membuang makanan. “Menurut informasi yang kami terima, salah satu permasalahan di Bangi adalah bagaimana mengurangi sampah domestik yang ternyata didominasi oleh sampah rumah tangga terutama sisa makanan. Dengan program Feed The Planet, Clean Our Plate Project kami akan menanamkan kebiasaan menghabiskan makanan khususnya kepada anak-anak sehingga diharapkan akan mengurangi sampah rumah tangga,” tutur Alifia yang adalah mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional FISIP ini.
Mahasiswi asal Ponorogo ini lantas menambahkan. “Rencananya, selain memberikan pemahaman kepada siswa sekolah, kami juga akan mengadakan riset mengenai berapa banyak sisa makanan yang terbuang, salah satu caranya dengan mendata kondisi sampah rumah tangga di kantin-kantin yang ada di sekolah di Bangi. Nantinya sebelum turun ke lapangan, akan ada briefing dari tim Universiti Kebangsaan Malaysia mengenai kondisi sosial budaya setempat, bahkan setiap peserta KKN Internasional akan didampingi satu mahasiswa asal Malaysia,”imbuh Alifia yang akan berada di Malaysia hingga 25 Februari 2020. Sebelumnya, mahasiswa yang berminat menjalani program KKN internasional wajib mengikuti wawancara secara on line yang dilakukan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia, bekerjasama dengan Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC).
Selain menerjunkan mahasiswa peserta KKN Internasional, Universitas Jember juga mengerahkan 20 mahasiswanya untuk bergabung dalam program KKN Kolaboratif Brantas Tuntas yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Khusus untuk program KKN Kolaboratif Brantas Tuntas, mahasiswa Universitas Jember diterjunkan di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Sementara itu kesiapan untuk berpartisipasi dalam program KKN Kolaboratif Brantas Tunas juga disampaikan oleh Verdy Pratama. “Saya kebagian menjalankan program peningkatan kualitas hidup masyarakat, diantaranya bagaimana menghilangkan kebiasaan BAB di sungai,” ungkap mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik ini.
Menurut Ali Badrudin, Ketua Pusat KKN Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember, ada empat program yang dilaksanakan di Desa Bangun yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat, pelestarian lingkungan, pembangunan kewirausahaan, serta tata kelola pemerintah desa yang baik. “Program KKN Kolaboratif Brantas Tuntas dilaksanakan di sejumlah kabupaten di Jawa Timur yang dilewati oleh aliran sungai Brantas. Melibatkan 5000 mahasiswa dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur, termasuk Universitas Jember. Tujuannya mengedukasi masyarakat di sepanjang aliran sungai Brantas sekaligus menjaga kelestariannya,” katanya.
Dalam sambutan penerjunannya, Rektor Universitas Jember berharap agar segenap mahasiswa peserta KKN Periode I tahun akademik 2019/2020 selalu memberikan yang terbaik, dengan cara menjalankan program yang sesuai kebutuhan warga dan berdasar pada potensi desa setempat, serta selalu menjaga nama baik almamater tercinta, khususnya bagi peserta KKN Internasional yang kali pertama diikuti oleh Universitas Jember. “Tantangannya adalah bagaimana menjalankan program yang pas buat warga desa dalam jangka waktu yang singkat. Oleh karena itu segera beradaptasi dengan kondisi desa, lakukan pemetaan dan laksanakan program yang sudah direncanakan,” pesan Moh. Hasan.
Sementara itu menurut Prof. Achmad Subagio, Ketua LP2M Universitas Jember, pada penerjunan KKN periode I tahun akademik 2019/2020 ini hanya diikuti oleh 452 mahasiswa, berbeda dengan periode II yang pesertanya hingga ribuan orang. Oleh karena itu LP2M dengan terpaksa tidak bisa memenuhi permintaan Pemerintah Kabupaten Situbondo yang meminta penerjunan mahasiswa untuk KKN tematis peternakan yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian. “Memang kebiasaannya begitu, KKN periode I hanya diikuti oleh sedikit mahasiswa jika dibandingkan dengan KKN di periode II yang waktunya berbarengan dengan masa libur panjang. Oleh karena itu permohonan penerjunan mahasiswa KKN di Situbondo rencananya akan dipenuhi di periode II nanti,” kata Prof. Achmad Subagio.
Untuk diketahui, dari 452 mahasiswa Universitas Jember peserta KKN periode I tahun akademik 2019/2020, sebanyak 234 orang mahasiswa diterjunkan di Bondowoso, sedangkan 123 orang mahasiswa bertugas di Lumajang, 96 orang mahasiswa di Jember, 20 orang mahasiswa di Mojokerto, dan 10 orang mahasiswa mengikuti KKN Internasional di Malaysia.
Mereka akan melaksanakan KKN di 54 desa dengan didampingi oleh 18 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Untuk tema KKN yang dilaksanakan di Jember, Lumajang dan Bondosowo meliputi tema Desa Sejahtera Mandiri, tema Desa Wirausaha dan Wisata, serta Desa Tangguh Bencana. Kegiatan KKN periode I tahun akademik 2019/2020 akan berakhir pada 19 Februari 2020. (tok/iim/hms)
Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, tak bersembunyi dari kekecewaan usai timnya dikalahkan 1-2 oleh Swiss dalam laga penentuan juara Grup B Piala Dunia...
Sumbawanews.com,- Timnas Futsal Indonesia U-17 harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Spanyol U-17 dalam laga pembuka VI Nations U-17 Futsal Tournament 2026 di Cordoba,...
Sumbawanews.com,- Atlanta – Timnas Maroko meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Haiti dalam laga penutup Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (25/6/2026)...
Sumbawanews.com,- Accra — Dalam sebuah pernyataan yang langsung viral di media sosial, dukun spiritual asal Ghana, Nana Kwaku Bonsam, mengaku bertanggung jawab atas performa...