Sumbawanews.com,- Accra — Dalam sebuah pernyataan yang langsung viral di media sosial, dukun spiritual asal Ghana, Nana Kwaku Bonsam, mengaku bertanggung jawab atas performa buruk Harry Kane saat Inggris bermain imbang 0-0 melawan Ghana di Piala Dunia 2026. Kini, ia menawarkan untuk melepaskan “tenung” yang diklaimnya pasang pada kapten timnas Inggris itu.
Bonsam, yang telah lama dikenal di Ghana sebagai tokoh spiritual paling berpengaruh, sebelum laga mengklaim telah mengirimkan energi negatif ke arah Kane untuk melemahkan kekuatan serangnya. Ia menyebut tindakan itu sebagai bagian dari “perang spiritual” demi membantu tim nasional Ghana, The Black Stars, menghadapi kekuatan besar Eropa.
Dan ternyata, prediksinya terwujud. Kane, yang biasanya menjadi ancaman mematikan di depan gawang, tampil kaku dan kehilangan ketajaman. Tiga tembakan yang ia lakukan sepanjang 90 menit—hanya satu yang mengarah ke gawang. Bahkan, pada menit-menit terakhir, ia gagal memanfaatkan peluang emas saat menendang bola rebound terlalu tinggi melewati mistar gawang.
Hasil imbang itu membuat Inggris gagal meraih tiga poin penuh meski menguasai 72% penguasaan bola—rekor tertinggi dalam sejarah Piala Dunia tanpa mencetak gol. Di tengah analisis teknis yang berfokus pada kegagalan finising dan tekanan defensif Ghana, muncullah narasi tak terduga: sebuah kekuatan gaib yang diklaim mengganggu fokus sang striker.
Bonsam tak menyangkal perannya. Dalam video berdurasi dua menit yang tersebar luas, ia berdiri di tengah ritual tradisional, memegang benda-benda spiritual, dan berkata dengan tenang: “Saya adalah spiritualis paling kuat di dunia. Saya yang menghentikan Kane. Tapi sekarang, saya akan melepaskannya.”
Ia bahkan menawarkan pertemuan pribadi. “Harry, saya akan datang kepadamu. Kita bersaudara. Saya sayang padamu,” ujarnya, dengan nada yang campur aduk antara serius dan nyentrik.
Pernyataan itu langsung memicu reaksi beragam. Sebagian warganet menganggapnya sebagai hiburan budaya yang unik, sementara yang lain mempertanyakan batas antara kepercayaan lokal dan pengaruh psikologis dalam olahraga elite. Namun, tak ada yang bisa menyangkal: dalam dunia sepak bola modern yang semakin dipenuhi data dan analisis, kekuatan spiritual tetap punya tempat—bahkan di panggung terbesar sejagat.
Kane sendiri belum memberikan komentar resmi. Namun, tim teknis Inggris dikabarkan tengah mempertimbangkan pendekatan holistik—termasuk konsultasi dengan ahli psikologi olahraga—untuk memulihkan kepercayaan diri sang striker menjelang laga berikutnya melawan Panama.
Sementara itu, Bonsam bersiap menyambut tamu istimewa. “Jika dia datang, saya akan beri dia jimat keberuntungan. Bukan untuk menipu, tapi untuk menyembuhkan,” katanya sambil tersenyum.
Dalam dunia yang mempercayai statistik dan video assistant, mungkin inilah satu-satunya pertandingan yang tak bisa diukur dengan angka—hanya dengan keyakinan.















