Home Blog Page 2584

SMA Pradita Dirgantara Bahas Pengajaran dan Pembelajaran Partisipatif Lintas Kurikulum

Sumbawanews.com,- Sebagai bentuk tanggung jawab akademis di kala pandemi covid-19 yang berdampak secara langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah, SMA Pradita Dirgantara menyelenggarakan Webinar dengan tema “Engaged Teaching and Learning Across Curriculum” (Pengajaran dan Pembelajaran Partisipatif Lintas Kurikulum). Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat (09/10/2020) melalui aplikasi Zoom Meeting dan juga melalui siaran langsung kanal Youtube SMA Pradita Dirgantara. Webinar ini terselenggara dalam rangka peringatan Hari Guru Sedunia, yakni setiap tanggal 5 Oktober.
Ketua Umum Yayasan Ardhiya Garini (Yasarini), Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara webinar yang diikuti sekitar 400 peserta. Dalam sambutannya, Ibu Nanny menyampaikan guru memiliki tugas mulia dalam membangun bangsa sehingga penting bagi guru unutk menempatkan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat. “Dengan diadakannya webinar ini saya harap dapat membuka wacana bahwa pendidik bukan sekedar proses dimana guru mengisi pembelajaran dengan memberi siswa materi dalam bahan ajar dan siswa hanya sebagai penerima, tetapi pendidikan adalah proses kerjasama antara guru dengan peserta didiknya dalam menciptakan pengetahuan”, imbuh Ibu Nanny.
Ibu Inong Fadjar Prasetyo, Ketua Umum PIA Ardhya Garini dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa negara maju adalah negara yg menempatkan pendidikan sebagai prioritas tertinggi. “Harus ada kolaborasi antara pendidik dan perserta didik karena peran tenaga didik penting dalam menciptakan susasana pembelajaran yg menarik”, ujar Ibu Inong. Pada kesempatan ini SMA Pradita Dirgantara mengadakan Webinar dengan menghadirkan pembicara Dwi Agus Yuliantoro, Ph.D. (Direktur Direktorat Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara), Zulfa Sakhiyya, Ph.D. (Kepala Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Semarang) dan Irfan Prasetya, Ph.D. sebagai pembahas.
Dwi Agus Yuliantoro, Ph.D., menyampaikan bahwa engaged dalam pembelajaran adalah pembelajaran yang melibatkan peran aktif dan partisipasi dari siswa ketika mengikuti proses pembelajaran dengan guru di kelas sehari-hari, sehingga pembelajaran terjadi lebih dinamis. Pembelajaran bukan satu arah dalam artian dari guru menransfer ilmu kepada murid dan murid akan menerima secara mentah-mentah apa yg disampaikan guru sebagai kebenaran. Critical pedagogi lebih kepada pembelajaran dialogis antara guru dengan murid. Pengetahuan bukan hanya dari guru ke siswa, tapi juga dari siswa kepada guru maupun dari siswa kepada teman-temannya. “Kita harus menyadari guru dan siswa punya peran yang sama pentingnya dalam pembelajaran sehingga pembelajaran dapat terjadi dengan sukses. Guru dan murid keduanya merupakan pelaku utama dalam proses belajar mengajar dikelas.” ungkap Dwi.
Dalam pemaparannya, Dwi juga mengungkapkan beberapa kriteria atau karakter yang harus dimiliki oleh guru yaitu, guru harus bisa engaging atau melibatkan siswa dalam seluruh mata pelajaran, guru harus punya empati dan simpati, guru harus bisa menampilkan pola pengajaran yang baik dan guru harus memaknai bahwa guru yang hebat adalah guru yang selalu berpikir dia juga adalah seorang pembelajar sepanjang hayat. Dewasa ini guru belum mampu mengoneksikan atau menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kehidupan nyata siswa sehari hari, hal ini adalah salah satu koreksi yang harus diperhatikan oleh guru. Dwi juga memaparkan bahwa dalam cara belajar siswa aktif, siswa dituntut berperan aktif di kelas, bagaimana siswa secara continue fokus pada pembelajaran yang terjadi. Untuk mendukung suksesnya kegiatan pembelajaran, guru harus mampu menerapkan teknik mengajar yang beragam dan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi dan topik yang diajarkan, serta disesuaikan dengan tingkat kecerdasan siswa
Sementara itu Zulfa Sakhiyya, Ph.D., Kepala Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Semarang mengatakan bahwa semua jenis ilmu pengetahuan yang berbeda, tetapi hanya ada satu cara untuk memediasi ilmu pengetahuan, yaitu dengan literasi. Pengetahuan diibaratkan sebuah bangunan dengan literasi sebagai kuncinya, ketika kita memiliki kunci maka kita akan mampu membuka pintu pengetahuan. Dalam membuat praktik atau kegiatan literasi yang bermakna yang berarti ada engagement, siswa bisa tidak hanya consume tetapi juga produce pengetahuan. “Di masa pandemic seperti saat ini, jalan yang paling masuk akal yang bisa dimodifikasi oleh guru adalah melalui digital literacy. Literasi digital dibutuhkan untuk memperoleh atau menyaring informasi yang tidak terbendung datangnya. Fokus dari gerakan literasi digital saat ini masih pada consuming information. Padahal yang diperlukan dalam era saat ini adalah critical thinking atau berpikir kritis yang mana tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan informasi” tutur Zulfa. Menurutnya, siswa harus mampu menunjukkan apa yang mereka tahu. Pergeseran yang perlu dilakukan selama proses belajar mengajar literasi di masa pandemic adalah bahwa praktik literasi harus memiliki tujuan.
Terakhir, Irfan Prasetya, Ph.D. (Direktorat SMA, Kemdikbud) selaku pembahas pada acara webinar Jumat, 9 Oktober 2020 mengemukakan bahwa kebijakan merdeka belajar yang saat ini digaungkan oleh Kementerian Pendidikan sumber idenya adalah dari Ki Hajar Dewantara dimana ada 3 ide besar yaitu sekolah sebagai sebuah taman yang terdapat among dan pamong disitu. Taman siswa berarti ada kegembiraan di sekolah, among dimana central figure dari belajar adalah guru dan siswa yang berkolaborasi sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman, pamong dimana tugas dan fungsi dari pendidik adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa belajar tanpa menentukan kemana siswa harus belajar, tetapi ketika ada  permasalahan harus ada tuntunan dan intervensi dari guru.

Membangun dari Pinggiran, Konsep SALAM untuk Bangun Karakter Kota Mataram Berkah Cemerlang

MATARAM – Pembangunan Kota Mataram saat ini belum benar-benar merata. Pelayanan publik di sektor Kesehatan, Pendidikan, dan juga pusat perekonomian seakan terkonsentrasi hanya di kawasan Cakranegara dan sebagian Ampenan.

Denyut aktivitas perekonomian dan keramaian juga hanya berjalan hingga larut malam di kawasan strategis tengah Kota, Cakranegara saja. Di kawasan lain, Kota Mataram nampak lebih cepat lelah, gelap dan “tertidur dengan mimpi panjang”.

Kondisi ini juga terjadi di kawasan satelit dan wilayah perbatasan penyangga Kota Mataram. Di beberapa perbatasan Kota dengan Kabupaten Lombok Barat, nyaris tak ada beda. Pengingatnya hanya gapura selamat datang atau selamat jalan. Baik perbatasan Barat, Timur, Utara, maupun Selatan.

Masalah pembangunan di perbatasan Kota Mataram ini menjadi pemikiran dan konsep pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

*Ketimpangan kawasan Pinggiran*

SALAM menginginkan Kota Mataram ke depan punya karakter dan ciri khas. Dimana tiap masyarakat yang masuk ke wilayah Kota Mataram bisa merasakan keindahan dan kenyamanan berbeda yang menunjukan ciri Kota ini.

“Ya keluhan seperti itu sudah seringkali kita dengar. Aspirasi masyarakat warga Kota Mataram di kawasan satelit dan perbatasan ini juga sudah banyak kami serap, baik yang langsung menyampaikan maupun melalui Tim dan Relawan SALAM di lapangan,” kata Selly Andayani disela-sela blusukan bersama TGH Abdul Manan melihat kawasan pinggiran kota yakni di kawasan Mapak dan Lingkungan Tegal , Minggu pagi ( 11/10).

Di Lingkungan Tegal misalnya, Selly dan Tgh Abdul Manan ditemani Warga dan Tokoh Masyarakat setempat diajak melihat Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Songkang yang telah dijadikan area tempat pembuangan sampah sembarangan. Timbunan sampah dipinggir dan tebing Kali Songkang menimbulkan bau yang menyengat dan kurang sedap.

Sementara itu nampak warga sekitar juga memanfaatkan aliran sungai Songkang untuk berbagai keperluan domestik harian.

Menurut Selly apa yang terjadi di aliran Kali Songkang tidak akan dibiarkan berlarut-larut. SALAM akan mengembalikan Fungsi Sungai sekaligus menata kawasan kali Songkak menjadi wisata air arung jeram mengingat kontur/ bentang alamnya yang indah dengan debit air yang deras.

SALAM akan merevitalisasi kali Songkang menjadi destinasi wisata air yang mumpuni dikota Mataram agar masyarakat sekitar kelak merasakan manfaatnya secara ekonomi untuk kesejahteraan bersama.

” Masyarakat perlu diedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jangan buang sampah sembarangan, karena itu merusak keindahan maupun dapat menimbulkan problem kesehatan bagi warga sekitar ” tegas Selly.

Sementara itu kunjungan dadakan Selly Manan dikawasan Mapak belatung sempat mengagetkan warga setempat namun mendapat respon positif. Warga terlihat familiar dan akrab dengan Paslon SALAM ini.

Setelah melihat sungai Mapak yang berbatasan dengan Lombok Barat, Hj Selly dan TGH Manan tampak asyik berinteraksi dan berbincang santai bersama sejumlah warga dipinggir jalan, termasuk dengan pedagang ikan bakar. Selly pun memesan 20 ikan bakar.

Warga nampak makin sumringah dengan gaya komunikasi merakyat dan Humble Paslon SALAM ini. Apalagi diakhir kunjungan tersebut, SALAM juga membagikan masker gratis yang disambut penuh antusias dan gembira.

*Akses Peningkatan Ekonomi Pinggiran Kota*

Selanjutnya Selly mengatakan, konsep SALAM ke depan adalah pembangunan Kota Mataram dari pinggiran. Sentra pertumbuhan pembangunan di kawasan Cakranegara dan Ampenan, saat ini sudah bisa berkembang dengan iklim investasi yang baik di Kota ini. Sehingga tugas pemerintah adalah hadir dalam pembangunan kawasan pinggiran yang belum tersentuh maksimal.

Menurut Selly, hal ini penting untuk pemerataan pembangunan ekonomi di Kota Mataram. Selain itu Warga masyarakat di perbatasan harus merasakan akses fasilitas umum yang sama dengan di pusat-pusat Kota ini.

SALAM akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas di perbatasan Kota Mataram. Akan ada pusat pertokoan, taman rekreasi, dan pelengkapan fasum seperti Puskesmas dilengkapi IGD.

“Jadi perbatasan ( baca : pinggiran kota ) tidak hanya menjadi simbolisasi gapura-gapura antar Pemda saja. Tetapi di kawasan perbatasan, warga kota sudah bisa merasakan kenyamanan dan keamanan hidup sebagai penduduk dan ber KTP Mataram ,” Kata Selly sembari mengatakan hal inilah yang memotivasinya kerap blusukan dan menyapa warga di kawasan pinggiran.

Gagasan Car Free Night di jalan Cakranegara hingga Bertais misalnya, juga muncul dari aspirasi masyarakat di kawasan perbatasan. Kota harus menjadi daerah yang denyut perekonomiannya berjalan hingga larut malam, tetapi dengan kenyamanan dan keamanan yang terjamin.

Selly menekankan, tak peduli di kawasan itu adalah kantong pendukung SALAM atau pendukung paslon lainnya, namun pemerataan pembangunan tetap akan dilakukan SALAM saat memimpin roda pemerintahan di Kota Mataram kelak.

“Jangan sampai ada masyarakat Kota Mataram yang akses jalan ke pemukimannya masih tidak layak. Atau warga Kota Mataram yang kesulitan mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan,” tandasnya.

*Pemerataan Pembangunan kawasan Pinggiran*

Sementara itu Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, pemerataan pembangunan dengan konsep membangun dari pinggiran ini, bukan saja akan membuat daerah-daerah pertumbuhan ekonomi baru di Kota Mataram. Tetapi juga akan membuat minat investasi semakin meluas, dan menciptakan multiplier effect yang cukup positif bagi warga Kota Mataram khususnya di kawasan pinggiran

Ulama muda kharismatik ini juga merasakan bagaimana menjadi warga masyarakat Kota Mataram di perbatasan. Sebab, kediaman TGH Abdul Manan termasuk kawasan perbatasan dengan Terong Tawah, Lombok Barat.

“Misalnya di kawasan saya masih ada akses jalan yang rusak dan berlubang. Hal-hal seperti ini yang akan menjadi perhatian SALAM ke depan,” tutur pria yang juga Ketua MUI kota Mataram ini

Selain penataan kawasan dan pelengkapan fasilitas umum perbatasan, SALAM juga akan mendorong optimalisasi penerangan jalan umum, hingga jalan lingkungan.

Dansatgas Tinjau Pekerjaaan TMMD Lalui Jalur Air

Sumbawanews.com,- Dansatgas TMMD Reguler ke-109 Kodim 1208/Sintang Letkol Inf Eko Bintara meninjau langsung proses pengerjaan baik sasaran Fisik maupun non fisik melalui jalur air, Untuk dapat mencapai Sasaran Program TMMD dibutuhkan waktu 1 jam, Minggu (11/10/2020).

Ditempat terpisah Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiyono, S.H., M.Tr. (Han) mengatakan sebagai Dansatgas bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan terhadap pekerjaan Satgas TMMD.

“Pekerjaan harus ditinjau sehingga estimasi waktu yang diberikan Komando atas dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Letkol Inf Setyo.

Lebih lanjut, Letkol Inf Setyo mengatakan dengan menyusuri sungai adalah suatu wujud tanggung jawab Dansatgas atas pekerjaan Fisik maupun non fisik. (Pendim 1208/Sbs)

Tak Putus Asa, Ini Yang Dilakukan Satgas Yonif MR Anak Perbatasan di Papua

Sumbawanews.com,- Dalam upaya menekan angka anak putus sekolah di wilayah perbatasan Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kaliasin menggelar sekolah darurat di Kampung Kibay Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyant, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Minggu (11/10/2020).

Dalam konfirmasinya, Dansatgas menyebutkan bahwa sekolah darurat yang dibuat oleh Pos Kaliasin merupakan upaya perhatian Satgas Yonif MR 413 Kostrad dalam memfasilitasi anak perbatasan yang tidak belajar di sekolah reguler. “Banyak anak perbatasan yang putus sekolah, berbagai pertimbangan seperti biaya, jarak jangkau hingga kebutuhan lainnya sehingga mereka tidak mendapatkan fasilitas pendidikan seperti di sekolah reguler,” jelasnya.

“Untuk itu, kami bertekad untuk tetap mencerdaskan Anak perbatasan di Papua dengan menggelar sekolah darurat,” tambahnya dengan rasa optimis.

Sementara itu, Letda Inf Ravio Mourbas selaku Komandan Pos Kaliasin bahwa dalam kegiatan belajar di Pos nya tersebut digelar 3 kali selama satu Minggu. “Kami membuka sekolah darurat ini setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Materi pokok yang kami berikan adalah membaca, menulis dan berhitung,” ucapnya.

Kedekatan masyarakat dengan Satgas Yonif MR 413 Kostrad khususnya Pos Kaliasin merupakan bukti bahwa ikatan emosional antara Prajurit dengan masyarakat baik dewasa, remaja maupun anak-anak terjalin dengan baik. “Sejak awal kami bertugas di Kampung ini, kami telah berkomitmen untuk berbuat terbaik kepada masyarakat serta berharap dapat membantu kesulitan-kesulitan mereka, puji syukur mereka menerima kehadiran kami dengan baik,” katanya.

Keliling Kampung Tomerau, Personel Pamtas Yonif 125 Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis Kepada Warga

(Merauke). Untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW secara rutin memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (10/10/2020). “Lima orang personel Satgas dari Pos Tomerau dipimpin Serda Jesaya Tarigan berkeliling kampung dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga kampung Tomerau, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke,” ujarnya.

 

Dansatgas mengatakan bahwa pelayanan kesehatan keliling seperti ini rutin dilakukan oleh personel Satgas. Selain melaksanakan tugas pokok mengamankan wilayah perbatasan RI-PNG, juga memiliki tanggung jawab moral untuk selalu aktif membantu mengatasi kesulitan warga perbatasan.

 

Menurutnya, minimnya fasilitas dan petugas kesehatan di kampung tertentu membuat personel Satgas harus berperan aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Selain itu, pelayanan kesehatan dengan berkeliling kampung ini juga sangat efektif untuk membangun komunikasi yang baik antara Satgas dengan warga.

 

Di setiap Pos jajaran Satgas Yonif 125/Simbisa terdapat petugas kesehatan untuk menjaga memelihara kesehatan personel Pos masing-masing. “Jadi, tim kesehatan ini juga diberdayakan untuk melayani kesehatan warga, sehingga kehadiran Satgas benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat perbatasan,” tandasnya.

 

Pelayanan kesehatan keliling oleh Satgas mendapat respon positif dan antusias dari warga Kampung Tomerau. Bapak Samuel Mbanggu (78 th) warga Tomerau menuturkan sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan keliling tersebut.  “Terima kasih atas kepedulian Satgas sudah berkunjung ke tempat kami dan memberikan pelayanan kesehatan. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati bapak TNI,” ujarnya. (Bdr)

TNI : KKSB Terapkan Taktik Licik dan Korbankan Masyarakat Sipil

(Kogabwilhan III. Sabtu, 10 Oktober 2020).  Setelah gagal mendapatkan perhatian dari Sidang Umum PBB pada tanggal 22-29 September 2020 lalu, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua semakin beringas dan membabi buta menyerang aparat negara dan masyarakat sipil untuk menunjukan keberadaannya yang semakin diabaikan masyarakat.  Cara yang digunakan antara lain memprovokasi, meneror, mengorbankan masyarakat sipil kemudian memfitnah aparat TNI-Polri yang bertugas menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.  Tujuannya adalah agar masyarakat lokal tertekan dan terpaksa mendukung mereka serta mendapatkan perhatian dunia.

 

Seperti diketahui, serangan KKSB Papua terhadap aparat negara dan masyarakat sipil beberapa bulan terakhir semakin mengganas. Dimulai dari penembakan terhadap dua tenaga kesehatan penanganan Covid-19 yakni Almanek Bagau (luka tembak) dan Heniko Somau (tewas di tempat) pada Jumat (22/5/2020) di Distrik Wandai, Kab. Intan Jaya ; penembakan petani bernama Yunus Sani (tewas) pada Jumat (29/5/2020) di Kampung Magataga, Distrik Wandai, Kab. Intan Jaya ; penembakan warga bernama Laode Zainudin (luka tembak) pada Sabtu (15/8/2020) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, penembakan 2 warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Laode Anas (kemudian meninggal dunia) dan Fatur Rahman (luka tembak) pada Senin (14/9/2020) di Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya.

 

Pembunuhan warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Badawi (tewas di tempat) dan penembakan anggota TNI bernama Serka Sahlan (tewas di tempat) pada Kamis (17/9/2020) di Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya ; penyerangan Koramil Persiapan Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Sabtu (19/9/2020) yang menewaskan anggota TNI bernama Pratu Dwi Akbar Utomo, penembakan Pendeta Yeremia Zanambani (kemudian meninggal dunia) pada Sabtu sore (19/9/2020) Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya ; penembakan Polisi dan transportasi di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Jumat (18/9/2020) dan Jumat (25/9/2020).

 

Penembakan ke arah Kodim Persiapan Kab. Intan Jaya pada  Senin (5/10/2020) ; penembakan pos TNI  di Pasar Baru Kenyam Kab. Nduga pada Selasa (6/10/2020) yang menewaskan warga sipil bernama Yulius Wetipo ; penyerangan terhadap rombongan TGPF di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Jumat (9/10/2020) yang mengakibatkan anggota Tim bernama Bambang Purwoko (Dosen UGM) dan tim pengamanan bernama Sertu Faisal Akbar menderita luka tembak, hingga pagi ini Sabtu (10/10/2020), KKSB melakukan serangan ke Pos TNI di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kab. Nduga.

 

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan bahwa rangkaian kekerasan yang dilakukan KKSB ini terlihat semakin brutal dan gelap mata, tidak lagi memperhatikan siapa yang menjadi korban. Hal ini sangat disesalkan karena ini berarti pelanggaran terhadap HAM dan nilai-nilai kemanusiaan. Masyarakat sipil adalah pihak yang perlu dilindungi oleh semua pihak.

 

Sama seperti serangan-serangan sebelumnya, serangan KKSB terhadap Pos TNI pagi ini Sabtu (10/10/2020) di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kab Nduga diduga untuk memprovokasi TNI agar membalas tembakan. Namun ternyata TNI bertindak profesional dengan tetap siaga dalam kedudukan pertahanannya dan terus mengintai arah datangnya tembakan. TNI akan membalas tembakan dengan terbidik bila anggota KKSB yang melakukan tembakan telah teridentifikasi dengan pasti untuk menghindari jatuhnya korban sipil di sekitar tempat kejadian. Hal ini juga dilakukan personel TNI lainnya yang bertugas di setiap tempat di Papua.

 

Kapen Kogabwilhan III menyampaikan, ada fenomena menarik dari taktik yang dimainkan KKSB akhir-akhir ini dengan berusaha memprovokasi TNI-Polri di setiap tempat, waktu dan  kesempatan dan menyerang di tengah-tengah keramaian masyarakat sipil. KKSB berharap agar TNI-Polri membalas tembakan sehingga bila jatuh korban masyarakat sipil akan menjadi bahan fitnah dan berita bohong KKSB bahwa para korban dibunuh oleh TNI.

 

“Sepertinya cara ini merupakan pesanan dari pendukung mereka di luar negeri yang selalu berbicara tentang pelanggaran HAM. Mereka butuh bahan untuk memojokkan Pemerintah Indonesia di forum internasional, namun ternyata mereka lah pelakunya. Sudah beberapa kali kesempatan terbukti bahwa KKSB dan pendukungnya selalu memutarbalikkan fakta kejadian. Mereka tidak berkomentar bila korban yang terbukti mereka bunuh adalah warga sipil baik orang asli Papua maupun pendatang. Ini bukti bahwa mereka lah pelanggar HAM yang sebenarnya,” ujarnya.

 

Sangat besar kemungkinan, karena TNI bersikap profesional, tetap tenang, tidak membalas tembakan dari serangan-serangan mereka, KKB sendirilah yang akan menembakan dan berusaha membunuh warga sipil sebagai bahan fitnah kepada TNI-Polri. “Semoga warga masyarakat dan dunia internasional bisa paham akan situasi ini dan tidak mudah percaya dengan fitnah dan berita bohong yang selalu dimainkan KKSB beserta kelompok pendukungnya di luar negeri,” kata Kapen Kogabwilhan III. (Bdr)

 

Personel TMMD Ke-109 Kodim Boven DigoelMelaksanakan Pengecatan Sekolah PAUD

(Boven Digoel-Papua). Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-109 Kodim 1711/Boven Digoel melaksanakan pengecatan Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Setia Kawan Kakuna di Kampung Kakuna, Distrik Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, Sabtu (10/10/2020).

 

Pengecatan tersebut dilakukan atas inisiatif Satgas TMMD 109 Kodim Boven Digoel, karena melihat warna cat PAUD Setia Kawan sudah mulai pudar. Selanjutnya personel Satgas berkoordinasi dengan Ketua Pengurus PAUD Setia Kawan Ibu Paulina Kemi (56 th) untuk dilaksanakan pengecatan agar tampak lebih indah rapi.

 

Kegiatan pengecatan dipimpin anggota Satgas Sersan Dua Matius Balagaise bersama anak-anak remaja Kampung Kakuna. Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara untuk bersentuhan langsung dengan masyarakat guna mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semoga upaya Satgas ini dapat meningkatkan minat belajar siswa PAUD serta lebih nyaman dalam menerima pelajaran sehari-hari.

 

Ketua Pengurus PAUD Setia Kawan Paulina Kemi menyampaikan bahwa dirinya sangat berterimakasih sekali kepada Satgas TMMD Kodim 1711 Boven Digoel yang sudah membantu dan bekerja di kampungnya, mulai dari pengecoran jalan sampai dengan pengecetan PAUD pada hari ini.

 

“Satgas menyumbangkan cat dan ikut melaksanakan pengecatan untuk memperindah PAUD Setia Kawan. Sekarang, sekolah ini tampak lebih indah dan rapi, sehingga anak-anak akan lebih nyaman dalam belajar.

 

“Kami masyarakat sangat bangga kepada bapak-bapak TNI, semoga Tuhan membalas dan selalu melindungi bapak-bapak Tentara,” tandasnya. (Bdr)

Gandeng Masyarakat, Satgas Yonif MR 413 Cat Gereja Betlehem Jayapura

Sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Mosso melaksanakan karya bhakti pengecatan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Betlehem bertempat di Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto S.H., M.Han dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (10/10/2020).

Dalam konfirmasinya, Dansatgas menyebutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan Pos Mosso tersebut merupakan pemantapan hubungan antara Satgas dengan masyarakat. “Diusia penugasan Kami yang telah menginjak ke tiga bulan, kami mantapkan kedekatan dengan masyarakat melalui Kegiatan-kegiatan yang bersifat fisik,” ujarnya.

Sementara itu, Letda Inf Hary Bagus selaku Komandan Pos Mosso mengatakan bahwa kegiatan karya bhakti dengan sasaran pengecatan Gereja dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan dan ketenangan warga Kampung Mosso dalam menjalankan ibadah. “Dengan suasana yang rapi dan bersih, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan san kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah,” ucapnya.

Selaku Kepala Kampung, Bapak Agus Wefafoa (52) mengapresiasi kegiatan positif yang digagas Satgas Yonif MR 413 Kostrad khususnya Pos Mosso. “Kami sangat bangga dan senang dengan adanya kegiatan pengecatan Gereja ini, semoga masyarakat lebih giat beribadah lagi,” jelasnya.

TNI Evakuasi Anggota TGPF dan Sertu Faisal Akbar Korban Penembakan KKSB Ke Jakarta

Sumbawanews.com,- TNI melakukan evakuasi anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan prajurit yang menjadi korban penembakan brutal oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) menuju Jakarta pagi ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan III) Kolonel Czi IGN Suriastawa, di Papua, Sabtu (10/10/2020).

Kapen Kogabwilhan III menjelaskan bahwa tim evakuasi pagi ini sedang bekerja untuk memberangkatkan kedua korban penembakan menuju Jakarta. “Evakuasi dilakukan dalam dua tahap yaitu pertama menggunakan Heli TNI AU EC-725/HT-7206 dengan Pilot Mayor Pnb Adam Hardiman Ali, berangkat dari Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju Timika, selajutnya nantinya kedua korban akan diterbangkan menuju Jakarta via Makassar dengan menggunakan pesawat TNI AU Boeing 737/AI-7302, Pilot Mayor Pnb Handyka Prama.l,” ungkapnya.

Kolonel Suriastawa mengatakan bahwa kedua korban tersebut atas nama Bambang Purwoko yang merupakan Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) anggota TGPF dan prajurit TNI Sertu Faisal Akbar kondisinya stabil dan perlu penanganan khusus sehingga harus di terbangkan ke Jakarta.

“Saat ini kondisi bapak Bambang Purwoko yang mengalami luka tembak di atas pergelangan kaki kiri dalam keadaan stabil, namun peluru masih bersarang dikarenakan kekurangan peralatan medis di UPTD RSUD Kabupaten Intan Jaya. Sedangkan untuk Sertu Faisal Akbar yang mengalami luka tembak pada pinggang kiri depan tembus pinggang kiri belakang kondisinya juga stabil dan sudah tidak terjadi pendarahan,” ujarnya.

Menurut Kapen Kogabwilhan III, proses evakuasi menuju Jakarta, kedua korban didampingi tim kesehetan yang terdiri dari beberapa dokter dan tenaga medis dari TNI untuk memastikan selama dalam perjalanan kondisinya tetap stabil. “Seluruh rangkaian Evakuasi Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kemenkopolhukam dan Unsur Pengamanan TGPF dari Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.

Sementara itu, rombongan TGPF bentukan Kemenkopolhukam yang dipimpin Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto (Ketua Tim) masih berada di Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya dan rencana akan kembali dari Distrik Sugapa ke Timika pada hari senin tanggal 12 Oktober 2020. Selanjutnya akan langsung kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat komersil.

Seperti diketahui kejadian penembakan kepada rombongan TGPF di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, usai melakukan olah TKP di Hitadifa.

“Penembakan terjadi pada tanggal 9 Oktober 2020 pukul 15.45 WIT saat rombongan TGPF dalam perjalanan pulang dan sampai di tanjakan Wagonopone, Kampung Mamba tiba-tiba ditembaki dari arah kanan dan kiri jalan,” ucap Kapen Kogabwilhan III.

Task Force Ambulance GuDeK SALAM Masifkan Pembagian Masker di Kota Mataram

Mataram – Masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kota Mataram di masa pandemi corona, turut menjadi perhatian pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No Urut 2 , Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Selly-Manan menugaskan Task Force Ambulance GuDek untuk terus berkeliling ke lingkungan-lingkungan mensosialisasikan protokol kesehatan dan membagikan masker, termasuk untuk ibu dan anak anak .

Mengusung misi Ibu dan Anak Sehat untuk Mataram Berkah dan Cemerlang, Task Force Ambulance SALAM secara kontinyu turun ke lapangan dari lingkungan ke lingkungan, termasuk menyisir kawasan pinggiran perkotaan.

Menurut Selly Program bagi masker ini merupakan bentuk kepedulian SALAM untuk melindungi dan mencegah penularan Covid 19 terutama dikalangan ibu dan anak.

“Sosialisasi protokol kesehatan dan ikhtiar pembagian masker untuk ibu dan anak anak ini semangatnya adalah mendekatkan pelayanan ke tengah masyarakat. Karena ibu dan anak ini rentan terpapar jika tidak menerapkan protokol kesehatan,” kata Selly , Sabtu ( 10/10 )

Terkait sosialisasi dan berbagi masker akan terus dilakukan bergilir dan berpindah tempat, termasuk oleh Tim Viar Roda Tiga SALAM yang telah melakukan kampanye Sehat disertai bagi masker kesetiap warga kota tanpa pandang bulu dikampung-kampung. .

“Sosialiasi dan Kampanye Protokol Kesehatan oleh Viar Roda Tiga SALAM tetap akan dilakukan sampai 5 Desember 2020 di 325 Lingkungan di kota Mataram,” kata Nyayu Ernawati dari Divisi Perempuan Tim Pemenangan SALAM.

Sementara itu mulai, Sabtu ( 10/10 ) dijadwalkan Tim Task Force Ambulance SALAM akan beraktifitas kembali mensosialisasikan protokol kesehatan membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Lebih jauh Selly mengaku menggagas sosialisasi protokol dan berbagi masker setelah beberapa kali menyerap aspirasi masyarakat saat dirinya blusukan. Selain aspek pendidikan anak-anak, aspek ekonomi, masalah kesehatan ibu dan anak juga kerap kali menjadi keluhan, khususnya warga miskin kota.

“Jadi program ini untuk mendekatkan pelayanan khususnya kesehatan ibu dan anak. Kita sosialisasi protokol termasuk berbagi masker untuk ibu dan anak anak karena mereka ini kelompok rentan,” ujarnya.

Kepada para ibu, Selly mengingatkan agar protokol kesehatan tetap diperhatikan. Menjaga jarak, cuci tangan dan selalu menggunakan masker wajib diterapkan di masa pandemi ini.

“Boleh tetap ke pasar, beraktivitas, tetapi ingat tetap pakai masker. Protokol kesehatan harus diutamakan. Corona memang bukan untuk ditakuti, tetapi harus waspada, harus rajin cuci tangan dan selalu pakai masker,” pesan Selly kepada ibu ibu pendukung SALAM saat silaturahmi dikediamannya semalam, Jumat (9/10).

“Menciptakan Mataram yang Berkah dan Cemerlang harus dimulai sejak dini dengan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak-anak. Sehingga di masa pandemi ini kesehatan ibu dan anak harus tetap dijaga dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu harus diakui , bahwa sejak pandemi, SALAM paling getol mengkampanyekan Pilkada Sehat dengan berbagai kegiatan sosial yang kreatif dan kongkret yang langsung dirasakan warga kota Mataram.

Gerakan dan program masif terus dilakukan SALAM dan para relawannya untuk langsung menyentuh masyarakat. Pasangan SALAM juga paling aktif mengkampanyekan protokol kesehatan demi terciptanya Pilkada Sehat di Kota Mataram selaras dengan imbauan Mendagri RI Tito Karnavian agar Calon Kepala Daerah mengkampanyekan dan mendukung Pilkada Sehat maupun mengapresiasi program Kampung Sehat yang digagas Polri dan Polda NTB .

Berita Terkini

Polda Papua Tengah Bangun Sinergi Tokoh Masyarakat untuk Kamtibmas

Sumbawanews.com,- Polda Papua Tengah memperkuat jaringan keamanan melalui sinergi strategis dengan tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, dan pemuda dalam rangka Operasi Cinta Damai Noken...

Hasto PDIP Resmi Jadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno

Sumbawanews.com,- Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto resmi diangkat sebagai dosen tetap di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta. Pengangkatan itu diumumkan Hasto usai menyampaikan kuliah...

Reddit Kini Izinkan Pengguna Unggah Video di Komentar

Sumbawanews.com,- Reddit meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menyisipkan video langsung di kolom komentar, memperkaya cara berinteraksi di platform tersebut. Sebelumnya, pengguna hanya bisa...

Johannesburg Terkejut, 12 Tewas dalam Penembakan Massal

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden penembakan brutal yang terjadi di permukiman kumuh Cleveland, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026). Kejadian yang...

Senator Cruz dan Wyden Ajukan RUU untuk Melindungi Kebebasan Bicara dari Tekanan Pemerintah

Sumbawanews.com,- Sebuah undang-undang bipartisan yang baru diajukan di Senat Amerika Serikat memberi warga negara hak untuk menggugat pejabat pemerintah yang mencoba memaksa platform media...

Berita Utama