Home Blog Page 2562

Dirlat Kodiklatad : Keberhasilan Ditentukan Penyelenggara Latihan

(Baturaja). Latihan Taktis BTP Brigif Raider-9/DY Kostrad kini memasuki tahap pelaksanaan, sejumlah agenda kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan latihan digelar di Komando Latihan, Baturaja, Palembang, Sumsel, Jumat (6/11/2020), salah satunya adalah rapat koordinasi yang diikuti seluruh pelatih, penilai, koordinator dan penyelenggara latihan.

 

Dirlat Kodiklatad, Brigjen TNI Haryanto menegaskan bahwa keberhasilan suatu latihan sangat ditentukan oleh penyelenggaraan yang baik, sehingga unsur-unsur penyelenggara latihan dituntut berbuat tulus, ikhlas dan bertanggung jawab. Dengan demikian akan meningkatkan kemampuan satuan dan pengetahuan prajuritnya, sesuai dengan sasaran dan tujuan latihan.

 

Namun demikian, lanjut Dirlat, untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan oleh para pelatih dan penyelenggara, antara lain kesiapan operasional alutsista dan persenjataan, faktor keamanan baik personel maupun materiil serta kondisi kesehatan prajurit.

 

“Latihan ini merupakan puncak latihan di TNI AD, latihan itu merupakan kesejahteraan prajurit, karena kemampuan prajurit harus dipelihara dan diasah sehingga selalu siap melaksanakan tugas operasi,” ujar Waaslat Kasad Bidang Latihan, Brigjen TNI Boni Christian Pardede menambahkan. (Bdr).

Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bantu Masyarakat Bangun Pagar Masjid Arso

sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kout KM 31 bersama masyarakat membangun pembuatan pagar masjid Al-Ikhlas di Kampung Arso 1 Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Jumat (06/11/2020).

 

Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan Pos Kout KM 31 tersebut merupakan salah satu upaya untuk merebut hati rakyat yang berada di sekitar wilayah penugasan. “Ini salah satu upaya kami merebut hati rakyat agar terjalin kepercayaan kepada TNI khususnya Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad, kami ingin menjadi solusi bagi masyarakat. Semaksimal mungkin apa yang kami miliki akan kami berikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

 

“Pembuatan pagar yang dilakukan oleh Satgas dan masyarakat merupakan upaya yang baik dalam mempercantik masjid itu sendiri dan sebagai pelindung agar tidak terjadi tindakan kriminal yang tidak diharapkan kita semua,” tambah Mayor Anggun.

 

Semnatar itu, Bapak H. Juadi (49) selaku Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Satgas Yonif MR 413 Kostrad khususnya Pos Kout KM 31 dalam membantu pembuatan pagar masjid tersebut. “Terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga kebaikan kalian semua dibalas oleh Allah SWT dan semoga hubungan Satgas dengan masyarakat semakin kokoh,” katanya.

SMA Pradita Dirgantara Gelar Webinar and Sharing Session with Expert : Exploring Medical Education and its Research

sumbawanews.com,- SMA Pradita Dirgantara mengadakan Seminar and Sharing Session with Expert bertajuk “Exploring Medical Education and its Research”, pada hari Rabu, 04 November 2020. Acara yang digelar melalui aplikasi Zoom ini menghadirkan pembicara dr. Erfen Gustiawan Suwangto, Sp.DLP, SH, MH (Kes), FISCM yang berprofesi sebagai dokter, pengacara, dosen, pengusaha dan juga konsultan kesehatan. Tujuan acara ini adalah untuk memperkenalkan profesi kedokteran, pendidikan kedokteran serta penelitian di bidang kedokteran sehingga dapat menginspirasi siswa-siswi SMA Pradita Dirgantara mendapat ilmu dan para ahli.

Erfen menempuh Pendidikan Sarjana Kedokteran di Universitas Katolik Atma Jaya, Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Magister Hukum bidang Hukum Kesehatan di Universitas Katolik Soegijapranata. Magister Dokter Layanan Primer di Universitas Padjadjaran dan Ph.D. Bioetika, Keberlanjutan, dan Kesehatan Masyarakat Global, di American University of Sovereign Nations.

 

Sebelum menjelaskan mengenai profesi dokter, beliau mengatakan bahwa berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan yaitu etika, kejujuran dan integritas, bertanggungjawab, hormat pada aturan dan hukum masyarakat, hormat pada hak orang/warga lain, cinta pada pekerjaan, berusaha keras untuk menabung dan investasi, serta mau bekerja keras.

 

Dalam pemaparannya, beliau membahas tentang profesi dokter seperti apa dan mengatakan bahwa menjadi seorang dokter jangan hanya melihat dari profesinya yang dinilai hebat, tapi butuh etika-etika untuk mensiasati kehidupannya. “Dokter harus punya mental kuat, harus punya tanggung jawab, harus punya niat tetentu karena profesi apapun bisa berguna. Sekalipun menjadi dokter yang dianggap profesi prestige di masyarakat, harus punya kemampuan lain,” kata dr. Erfen.

dr. Erfen mengemukakan data bahwa pada pertengahan tahun 2015 dokter yang terdaftar di Konsil Kedokteran Indonesia berjumlah lebih dari 130.000 dengan jumlah dokter spesialisasi lebih dari 35.000. Untuk dokter yang ingin berkarier menjadi dokter spesialis, terdapat pendidikan yang terstruktur. Mengutip teori dari George Miller yang mengatakan bahwa terdapat 4 tingkatan kemampuan mahasiswa kedokteran yang mengikuti pendidikan dokter. Tingkatan tersebut yaitu pemula, yang mampu memahami ilmu kedokteran, lalu meningkat menjadi mampu memahami ilmu keterampilan medik, mampu melakukan dan mendemonstrasikan kemampuannya mengelola pasien lalu menjadi ahli dengan mampu mengelola pasien secara mandiri, rutin dan tuntas di tempat praktik sesuai spesialisasinya. Dalam tahap Pendidikan Dokter Spesialis, dr. Erfen mengatakan bahwa terdapat 3 tahap yaitu tahap pengayaan, tahap magang dan tahap praktik.

 

Setelah menempuh sarjana kedokteran, beliau menempuh pendidikan di bidang hukum. dr.Erfen menjadi dokter yang tidak sekedar mentreatment pasien tapi juga mengembangkan teknologi. Beliau mengembangkan aplikasi pelayanan kesehatan masyarakat dan juga mengaplikasikan teknologi dalam pelayanan itu. Beliau menyarankan untuk tidak hanya menguasai satu bidang profesi, namun juga profesi-profesi atau keahlian lain agar dapat berkembang. “Tidak harus menjadi dokter, tapi diharapkan juga menjadi insinyur-insinyur yang mengembangkan alat-alat medik. Jangan dikira yang mengembangkan alat-alat medik itu dokter. Alat-alat medik dikembangkan oleh insinyur,” Kata dr. Erfen.

 

SMA Pradita Dirgantara menerapkan Global Competencies sebagai bagian dari kelulusan dari SMA Pradita Dirgantara. Dalam pelaksanaan Global Competencies terdapat 5 media/kegiatan yang digunakan yaitu Critical Essay, Project Based Services, Stadium Generale, English Course dan Cross Cultural Understanding. Dari global competencies siswa diharapkan memiliki 9 skills yaitu curiosity, imagination, inquirers, critical thinking, communicative, accessing and analyzing information, agility & adaptability, collaboration & leading by influence, complex problem solving, creative & productive.

 

Apa yang disampaikan oleh dr.Erfen sejalan dengan apa yang sudah dicita-citakan SMA Pradita Dirgantara melalui 9 skill di global competencies, salah satunya diterapkan melalui project base service dan critical essay. Setelah kegiatan ini siswa SMA Pradita Dirgantara diminta untuk membuat resume dari materi yang disampaikan dan membuat atau menyusun ide penelitian. Siswa diminta untuk membuat critical essay agar memiliki kemampuan berpikir yang lebih terstruktur (Deskriptif, Diagnostik, Prediktif, Preskriptif).

 

Setelah critical essay terdapat kegiatan project base service untuk menumbuhkan dan meningkatkan kekuatan komunikasi, mengakses dan menganalisis informasi, pemecahan masalah kompleks, kreatif & produktif (inisiatif & kewirausahaan) dari siswa SMA Pradita Dirgantara.

 

“Ketika critical essay dan project base service dikembangkan lebih lanjut, siswa akan diminta untuk membuat karya tulis ilmiah, dan hal itu akan linier dengan apa yang kita pelajari hari ini. Kita akan mencoba membuat ide.” terang Ibu Zeni Rofiqoh, S.Pd., M.Sc., guru matematika SMA Pradita Dirgantara yang juga sebagai moderator dalam acara webinar tersebut. (Zeni/Humas/SMA Pradita Dirgantara)

Keuskupan Timika Terima Kunjungan Pejabat Kogabwilhan III

sumbawnews.com,- Keuskupan Timika P. Marthen Kuayo, Pr. selaku Pelaksana menerima kunjungan pejabat Kogabwilhan III yaitu Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Suswatyo dan  Komandan Satgas Pam Obvitnas Brigjen TNI Stefanus Mahury, bertempat di Jalan  Cendrawasih No.12, Kwamki, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (5/11/2020).

 

Kunjungan pejabat Kogabwilhan III dalam rangka silaturahmi yang berlangsung dengan suasana keakraban dan kekeluargaan.

 

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam rilis tertulisnya menjelaskan bahwa silaturahmi ini  untuk meningkatkan hubungan baik yang selama ini telah terjalin antara TNI dengan tokoh agama dalam memelihara suasana aman dan damai di wilayahnya.

 

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang sama di Jakarta, setelah Keuskupan Merauke dan Asmat melaksanakan silaturahmi dengan Panglima TNI beberapa waktu lalu,” jelasnya.

 

Kolonel Suriastawa juga menyampaikan bahwa dalam silaturahmi itu juga dibahas kerjasama dalam bentuk kegiatan bakti sosial seperti pengobatan massal dan pembagian sembako kepada warga, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga.

 

Sementara itu, P. Marthen Kuayo, Pr. menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kunjungan pejabat Kogabwilhan III. Ia menjelaskan bahwa pihak Keuskupan Timika selalu mengajak masyarakat untuk menjaga kedamaian di tanah Papua melalui gereja-gereja.

 

“Terima kasih, telah melibatkan pihak Keuskupan dalam rencana pelaksanaan Baksos, selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Paroki dan menyarankan, agar pelaksanaannya sebelum perayaan natal, seperti pada perayaan Paskah dengan cara membersihkan kuburan dan membantu para janda,” ucap Marthen Kuayo.

 

“Kami juga mendengar dan merasa senang bahwa Kogabwilhan III akan bermarkas di Timika, saya berharap kehadiran Kogabwilhan ini menjadi berkat bagi kami warga masyarakat Papua,” pungkasnya.

Kabintaldam XVII Cendrawasih Berikan Motivasi Mantapkan Mental Rohani dan Ideologi Kejuangan Satgas Yonif MR 413 Kostrad

sumbawanews.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menerima Pembekalan pembinaan mental Rohani dan Ideologi Kejuangan dari Kabintaldam XVII/Cendrawasih Letkol Arh Antonius Andre Wira bertempat di Pos Kotis Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Jumat (06/11/2020).

 

Kegiatan yang digelar pada hari Kamis (05/11) tersebut setidaknya dihadiri oleh enam puluh personel Pos Kotis Skouw Satgas Yonif MR 413 Kostrad. “Izin melaporkan Kabintal, personel Satgas kami sejumlah 450 orang yang tersebar di dua wilayah Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom,” ujarnya.

 

“Terdapat delapan belas Pos Satgas, selanjutnya kami berharap dengan Pembekalan yang diberikan, semakin memantapkan mental rohani dan ideologi Kejuangan para prajurit dalam mendukung tugas pokok Satuan Tugas kami,” ucap Mayor Anggun dalam memberikan sambutan awal kepada Kabintaldam.

 

Sementara itu, dalam pembekalannya, Kabintaldam Letkol Arh Antonius Andre Wira menyampaikan bahwa pembinaan mental Rohani dan Ideologi Kejuangan merupakan bekal pokok dalam setiap kegiatan termasuk tugas operasi. “Karena dengan bekal kerohanian yang diwujudkan dalam beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bekal Ideologi Kejuangan, maka semua tugas yang diberikan akan dilakukan dengan baik. Tugas Operasi adalah kehormatan, untuk itu kalian harus emban kehormatan itu dengan dilandasi nilai-nilai kerohanian dan Kejuangan,” ujarnya.

 

“Mengapa saya katakan demikian, karena sesungguhnya tantangan tugas kita saat ini sangat kompleks dan nyata. Ancaman cyber, teknologi Informasi dan media sosial akan merugikan satuan jika kita tidak bijak dalam menggunakannya. Untuk itu, lindungilah diri kita dengan selalu beribadah, dan memegang teguh Doktrin TNI yang telah kita miliki yaitu Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI,” tambahnya.

 

Diakhir pembekalannya, Kabintaldam juga berpesan kepada seluruh Prajurit yang hadir dalam kegiatan tersebut, para prajurit ada beberapa penekanan yang perlu dipedomani semua. Yang pertama Hindari berbuat pelanggaran, karena yang malu bukan kalian saja tetapi keluarga, anak dan istri juga ikut merasakannya.

 

Kedua tetap selalu waspada apalagi saat ini sedang berada di daerah operasi. Ketiga cintai keluarga, sebagaimana amanat bapak Kasad bahwa keluarga adalah prioritas utama dalam hidup. “Tetap pelihara naluri tempur, buktikan bahwa Prajurit Kostrad adalah Prajurit yang memiliki jiwa tempur sejati. Itu yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat untuk kalian semua,” tandas Letkol Andre.

SUN NAMBAH RP. 700 T SEPANJANG TH 2020. *PAK JOKOWI, TOLONG TANYA SRI MULYANI, UTANG SEBANYAK INI DIPAKE UNTUK APA, KOK TETAP RESESI

Oleh : Salamuddin Daeng

Akhir tahun 2019 surat utang megara Rp. 2291 triliun. Sampai dengan bulan Oktober tahun 2020 surat utang negara bertambah menjadi Rp. 2990 triliun. Dengan demikian Surat Utang Negara telah meningkat senilai Rp. 700 triliun lebih. (Sumber data Bank Indonesia)

Tambahan utang ini sangat banyak. Belum pernah dalam sejarah Indonesia pemerintah mengambil utang sebanyak ini hanya dalam setahun. Sementara ini baru sampai Oktober 2020. Ini belum ternasuk tambahan dalam
Utang luar negeri pemerintah (ULN).

Namun alokasi utang ini untuk apa saja sampai sekarang masih gelap gulita. Penting bagi presiden untuk bertanya kepada menteri keuangan uang ini dipake buat apa saja uang hasil utang tersebut. Mengapa? Karena sampai sekarang ekonomi masih tetap terpuruk. Kwartal ketiga ekonomi Indonesia negatif. Fakta ini tentu bertolak belakang dengan peningkatan surat utang pemerintah.

Jangan sampai menteri keuangan menebarkan angin surga lagi. Menjanjikan kepada presiden mimpi mimpi indah. Pengalaman tax amnesti atau pengampunan pajak yang menjanjikan yang masuk belasan ribu triliun cukup menjadi kebohongan terakhir yang berakibat APBN bangkrut. Jangan sampai terjadi lagi. Sehingga presiden perlu secara tegas mempertanyakan kemana uang hasil utang dialokasikan. Kami sendiri sudah bersurat secara resmi untuk meminta transparansi, tapi sampai sekarang belum dibalas.

Jika memang benar uang hasil utang ini sudah dialokasikan kepada perusahaan-perusahaan, kepada bank-bank dan konon kepada UMKM sebagai suntikan dana kepada mereka dalam menggairahkan ekonomi, lalu mengapa ekonomi ini tidak merangkak sama sekali? Jangan jangan uang uang ini dilarikan oleh perusahaan dan bank ke luar negeri?

Presiden perlu meminta menteri keuangan untuk mengumumkan kepada perusahaan mana dan bank mana saja uang hasil utang sebanyak itu dialokasikan. Ini era transparansi, tak boleh lagi merahasiakan alokasi dana APBN. Semua harus terbuka. Agar rakyat bisa berpartisipasi mengawasi dan ikut mendapatkannya sumber dana APBN.

Penekanan presiden kepada menteri keuangan diperlukan. Mengingat selama ini presiden selalu menginstruksikan agar mempercepat penyerapan anggaran. Jangan sampai pernyataan presiden ini disalahgunakan dengan hanya mempercepat alokasi anggaran kepada perusahaan dan bank. Namun uang itu malah disalahgunakan oleh perusahaan dan bank. Akibatnya harapan presiden untuk segera keluar dari resesi makin jauh panggang dari api.

Cek Kondisi Materil, Tim Wasmatops Sopsad Kunjungi Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa

(Merauke). Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW menyambut kunjungan Tim Wasmatops Sopsad ke Pos Komando Taktis (Kotis) Bupul 1 Distrik Elikobel, Kab. Merauke, untuk melihat langsung kondisi materil dukungan operasi Satgas, Kamis (5/11/2020).

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa kedatangan tim Wasmatops Sopsad tersebut disambut oleh Wadansatgas Kapten Inf Hendri Sihombing bersama beberapa Perwira Satgas.

 

Usai penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan singkat kepada Tim Wasmatops Sopsad untuk memberikan gambaran tentang kondisi materil Satgas, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan Komando Atas dalam menentukan kebijakan selanjutnya.

 

Setelah paparan selesai, Ketua Tim Wasmatops Letkol Inf Utsman Abdul Ghofir, S.Sos. kemudian memberi pengarahan kepada prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa.

 

Ketua Tim Wasmatops Sopsad menyampaikan kepada prajurit Satgas Yonif 125/Simbisa bahwa tujuan kedatangannya untuk melihat langsung kondisi materil yang digunakan Satgas sebagai bahan kajian dan evaluasi. “Komando atas senantiasa berupaya untuk mendukung kebutuhan satuan yang melaksanakan tugas operasi sesuai indeks yang ditentukan,” terangnya.

 

Letkol Inf Utsman Abdul Ghofir juga menekankan agar seluruh prajurit tetap menjaga kesehatan, selalu waspada dan jangan pernah lengah dalam setiap kegiatan. “Jangan lupa berdoa dan selalu bersyukur, agar pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.

 

Dansatgas Letkol Inf Anjuanda Pardosi menambahkan, kunjungan ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian pimpinan ke jajaran Satgas Yonif 125/Simbisa. “Kami sangat bangga dan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian pimpinan melalui kunjungan Tim ke jajaran Satgas Yonif 125/Simbisa,” katanya.

 

Usai pelaksanaan Wasmat di Pos Kotis, Tim kemudian melanjutkan kunjungan ke pos lainnya. Pos Kout yang berada di Sota merupakan pos terakhir yang dikunjungi Tim sebelum kembali Merauke. (Bdr)

Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Bersama Polres Bengkayang Musnahkan Barang Bukti Narkoba

(Bengkayang-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkayang melaksanakan pemusnahan barang bukti 1,1 kg Narkotika Golongan I (Metamfetamin) di halaman Satuan Reserse Narkoba Polres Bengkayang, Kabupateng Bengkayang, Kalbar, Kamis (5/11/2020).

 

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti narkoba tersebut merupakan hasil penangkapan dari Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Pos Kumba Semunying pada saat melaksanakan patroli.

 

“Barang bukti ini didapat saat anggota Satgas menangkap dan mengamankan pelaku penyelundupan narkoba yang masuk ke Indonesia melalui jalur tikus di daerah perbatasan kawasan Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) di Desa Semunying, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, pada tanggal 5 Oktober 2020,” jelasnya.

 

Kegiatan pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkayang AKBP Natalia Dharma bersama dengan Wadansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Mayor Inf Fendhi Puthut dan Satres Narkoba Polres Bengkayang.

 

Menurut Dansatgas, kegiatan penyelundupan barang ilegal khususnya Narkoba masih sangat marak terjadi di wilayah perbatasan. “Saya selalu menekankan kepada seluruh personel Satgas agar terus melaksanakan patroli dan bekerjasama dengan instansi terkait serta masyarakat untuk menangkap pelaku penyelundupan barang illegal yang melewati jalur tikus di perbatasan,” ujarnya.(Bdr)

Terkuak Sebab Gagalnya Otsus! Dana Desa Dirampok KKB

Sumbawanews.com,- Satu persatu, penyebab gagalnya Otsus terbongkar. Dana Desa yang seharusnya untuk kesejahteraan dan kepentingan warga masyarakat, ternyata dirampok oleh KKB.

 

Hal ini disampaikan oleh Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, yang mengungkap bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kerap mengancam Kepala Desa dan sekretaris saat mengetahui dana desa telah cair. KKB kemudian meminta dana desa untuk membeli senjata dan amunisi.

 

KKB ini biasanya setelah mengetahui pencairan dana desa, akan menunggu di perkampungan. Ketika bertemu aparat desa, mereka akan meminta sebagian dana tersebut. KKB ini mengancam dengan senjata kalau tidak diberikan sebagian dana itu, tutur Natalis.

 

Dia mengaku, selaku pemerintah daerah tak bisa mengontrol penyaluran dana desa. Lantaran, dana desa ditransfer langsung ke kepala kampung maupun sekretaris kampung. Natalis menerangkan, pengawasan dana desa dan penjualan senjata harus jadi tugas bersama pemerintah dan petugas keamanan. Sebab, kata dia, meski ada dana namun tidak ada penjual senjata, maka KKB otomatis kehabisan amunisi dan senjata.

 

Keduanya saling terkait. Dana desa dan penjualan senjata ini. Kita awasi dana desa tapi juga jangan lagi ada celah untuk penjualan senjata dan amunisi,” ujarnya.

 

Dia menerangkan, KKB sangat mudah mendapatkan senjata di Intan Jaya, sehingga memicu gangguan keamanan. Natalis meminta agar jaringan penjualan senjata dan amunisi, serta penyaluran dana desa dievaluasi untuk meredam situasi keamanan di daerahnya.

 

Kita sangat apresiasi pihak keamanan Polri dan TNI yang telah berhasil membongkar jaringan penjualan senjata dan amunisi kepada KKB di Intan Jaya ini. Tentu ini sangat baik. Perlu pula dilakukan kontrol penyaluran dana desa, terangnya.

 

Selain itu, dia tak menampik KKB yang masuk ke daerahnya telah merekrut sejumlah anak asli Intan Jaya dan bergabung bersama mereka. Dia mengungkap, kebanyakan bocah yang direkrut ialah anak putus sekolah.

 

Meski demikian, mereka tetap anak kita dalam NKRI, sehingga kami tak lelah untuk terus berupaya komunikasi memberi pemahaman pada mereka, jelasnya.

 

Natalis menyebut, kondisi Intan Jaya saat ini sangat kondusif. Aktivitas masyarakat sudah relatif normal. Kita tahu sendiri sudah beberapa pekan terakhir tidak ada lagi gangguan keamanan. Pihak keamanan tetap bekerja melakukan penegakan hukum,” pungkasnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Penyergapan tim penegakkan hukum gabungan TNI Polri beberapa waktu yang lalu di Kp Jalai juga bermotif sama, yaitu permintaan dana desa. Dia mengapresiasi pernyataan Bupati Intan Jaya yang secara terbuka menyampaikan hal ini kepada publik.

 

“Ini menunjukkan bahwa warga masyarakat yang selama ini terancam karena diintimidasi oleh KKB, mulai berani menyuarakan kebenaran. Fakta ini harus diketahui oleh publik secara luas, agar makin paham bahwa akar masalah di Papua adalah keberadaan KKB yang dibantu oleh pendukungnya yang ada didalam dan di luar negeri,” kata Kolonel Suriastawa.

Hadapi Ancaman Negara Asing, TNI AD Kerahkan Brigade Tim Pertempuran ke Pulau Sumatera

Menyikapi dinamika ancaman yang berkembang dan berpotensi mengganggu kedaulatan NKRI di wilayah Sumbagsel dari ancaman negara Agresor, TNI AD mengerahkan 3.123 prajuritnya yang tergabung dalam Brigade Tim Pertempuran (BTP) untuk menghancurkan negara Agresor.

 

Pasukan  dalam BTP  ini yaitu Brigif Raider-9/DY/2 Kostrad yang diperkuat berbagai kecabangan yang terdiri dari Satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur, Satuan Intelijen, Satuan Teritorial dan Satuan Bantuan Administrasi serta melibatkan Alutsista baru yang memiliki teknologi modern seperti Helikopter MI-35, Tank Leopard, Meriam Astros, Meriam Caesar, dan Meriam Artileri Pertahanan Udara RBS 70.

 

Pengerahan kekuatan tempur ini merupakan bagian dari skenario Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD “Kartika Yudha” TA 2020 yang digelar di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan.

 

“Melalui latihan antar kecabangan, sangat diharapkan akan dapat membangun kerjasama operasi (interoperabilitas) antar kecabangan TNI AD yang benar-benar terukur, efektif, efisien dan profesional, yang muaranya akan dapat melipatgandakan daya tempur dan daya gempur satuan manakala terlibat pertempuran yang sebenarnya,”. Demikian disampaikan Panglima Divisi Infanteri-2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr (Han) dalam amanatnya saat melepas pelaku latihan di Dermaga Ujung, Makoarmada II, Surabaya, Kamis (5/11/2020).

 

Ditegaskan  Pangdivif-2 bahwa Latihan Antar Kecabangan TNI AD ini adalah suatu bentuk latihan yang melibatkan seluruh atau sebagian unsur kecabangan TNI AD dalam suatu bentuk operasi yang benar-benar telah terintegrasi.

 

“Oleh karena itu, kepada seluruh prajurit yang terlibat sebagai pelaku pada Latancab TA 2020, agar melaksanakan latihan ini dengan disiplin dan penuh kesungguhan. Karena dengan disiplin dan penuh kesungguhan, maka semua materi yang dilatihkan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai sasaran yang diinginkan,” pungkasnya.

 

Diakhir amanatnya, Pangdivif-2 mengingatkan agar setiap prajurit tetap mengutamakan faktor keamanan untuk mencegah terjadinya kecelakaan latihan yang mengakibatkan kerugian personel maupun materiil. (Bdr).

Berita Terkini

Mantan Ketua Ombudsman Ditetapkan Tersangka Suap Nikel Rp4,8 M

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menetapkan Hery Susanto, mantan Ketua Ombudsman RI, sebagai tersangka dalam kasus suap terkait tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode...

Bupati HSU Salurkan 159 Jukung untuk Dorong Ekonomi Perairan

Sumbawanews.com,- Amuntai — Bupati Hulu Sungai Utara, Sahrujani, menyerahkan 159 unit jukung kepada masyarakat pesisir di Desa Sungai Kuini, Kecamatan Sungai Pandan, sebagai bentuk...

MBG Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Siswa

Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga...

Rusia Tuding Eropa Berpura-Pura Damai, Tapi Terus Kirim Senjata ke Ukraina

Sumbawanews.com,- Moskow mengecam Prancis, Jerman, dan Inggris atas apa yang disebutnya sebagai sikap hipokrit dalam konflik Ukraina. Dalam pertemuan tertutup di ibu kota Rusia,...

Mahasiswa Tuntut Reformasi Jilid II, BIN: Jangan Ganggu Stabilitas

Sumbawanews.com,- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, memberikan respons tegas terhadap ultimatum yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah...

Berita Utama