Home Blog Page 234

Utang Rp850 Ribu, Pacar Gelap Siram Anak Kecil dengan Air Keras

Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap kekejaman yang menggemparkan di Sumedang, Jawa Barat: seorang pria berinisial WS (32) menyiram dua bocah kakak-beradik, RFP (9) dan QSH (6), dengan air keras karena dendam atas utang sebesar Rp850 ribu yang tak kunjung dilunasi. Pelaku, yang ternyata merupakan pacar gelap ibu korban, melampiaskan kemarahannya pada anak-anak tak bersalah sebagai bentuk balas dendam terhadap keluarga yang dianggap menghinanya.

Kapolres Sumedang, AKBP Sandityo Mahardika, menjelaskan bahwa hubungan WS dengan ibu korban, KY, berlangsung selama empat bulan—sebuah ikatan romantis yang terjalin saat suami KY tengah bekerja di Bengkulu dan jarang pulang. Hubungan itu, menurut Sandityo, bukan sekadar pertemanan biasa, melainkan hubungan intim yang berlangsung diam-diam. Yang lebih memilukan, WS sendiri telah memiliki istri, menjadikan perbuatannya bukan hanya kejam, tapi juga melanggar norma sosial dan moral yang paling dasar.

“Keluarga korban sudah beberapa kali ditagih, tapi tak kunjung membayar. Tersangka merasa diremehkan, lalu memilih melampiaskan kekesalan pada anak-anaknya,” ujar Sandityo, menegaskan bahwa korban sama sekali tidak terlibat dalam persoalan utang piutang itu.

Kedua bocah itu kini menjalani perawatan medis intensif akibat luka bakar kimia yang mengenai wajah dan tubuh. Aksi keji ini terjadi di rumah mereka, di tengah lingkungan yang seharusnya menjadi tempat aman. Polisi telah menetapkan WS sebagai tersangka dan mengamankan barang bukti berupa botol berisi cairan korosif yang digunakan dalam serangan itu.

Kasus ini memicu kemarahan publik. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin seseorang bisa mengorbankan nyawa anak-anak kecil hanya karena masalah uang sekecil itu—padahal, di balik uang itu, ada harapan, masa depan, dan kehidupan yang seharusnya dilindungi, bukan dihancurkan.

Pihak keluarga korban, yang baru mengetahui kejadian ini setelah pemeriksaan polisi, terpukul. Sang ayah, yang sedang bekerja jauh dari rumah, kini berusaha secepatnya pulang untuk menemani anak-anaknya dalam masa pemulihan yang panjang.

Kasus ini bukan sekadar kriminalitas biasa. Ia adalah cermin kehancuran moral dalam hubungan manusia—di mana cinta berubah jadi dendam, utang jadi alasan pembunuhan perlahan, dan anak-anak menjadi korban tak bersalah dari kegagalan dewasa mengendalikan emosi.

Polisi berjanji akan mengejar keadilan seadil-adilnya. Tapi pertanyaan yang lebih dalam tetap menggantung: sampai kapan kita membiarkan utang, cemburu, dan keegoisan menghancurkan generasi paling rentan?

Gelombang Panas Ekstrem Landa Prancis

Sumbawanews.com,- Prancis diguncang gelombang panas luar biasa dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius, memaksa warga mencari cara kreatif untuk bertahan di bawah terik yang mematikan. Di Paris, kanal-kanal seperti Canal Saint-Martin berubah menjadi kolam umum sementara, tempat warga berendam, berenang, dan duduk berdesakan demi sedikit kesejukan. Di Place de la République, semprotan air dingin menjadi satu-satunya pelindung bagi pekerja kurir yang masih harus berkeliling kota. Di Creon, dekat Bordeaux, papan nama apotek menunjukkan angka 41°C—angka yang tak lagi sekadar data, tapi pengingat nyata bahwa iklim sedang berubah dengan kecepatan yang tak lagi bisa diabaikan.

Pemerintah telah mengaktifkan protokol darurat, membuka pusat pendingin publik, memperingatkan lansia dan kelompok rentan untuk tetap di dalam rumah, dan melarang aktivitas fisik berat di luar ruangan. Namun, di tengah panas yang menyengat, kehidupan tetap berjalan: petugas pemadam kebakaran siaga, petugas kesehatan berkeliling kawasan padat, dan para pekerja harian—dari pengantar makanan hingga petugas kebersihan—tetap berada di jalanan, tubuh mereka menjadi saksi bisu dari krisis iklim yang kini bukan lagi ancaman masa depan, tapi kenyataan hari ini.

Foto-foto dari Reuters dan AFP menangkap momen-momen penuh ketegangan dan ketahanan: seorang ibu duduk di bawah naungan pohon di Taman Monceau, botol air menjadi satu-satunya teman setianya; seorang kurir Deliveroo menyiram kepala dengan air dari botol, keringat bercampur debu jalanan; anak-anak melompat ke dalam Bassin des Récollets, tertawa di tengah suhu yang bisa memicu kegagalan organ. Di seluruh negeri, suhu mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah catatan meteorologi, dan para ilmuwan memperingatkan: ini bukan kejadian langka. Ini adalah normal baru.

Dengan cuaca ekstrem yang semakin sering dan intens, Prancis—negara yang dikenal dengan gaya hidup santai di teras kafe dan taman kota—kini harus beradaptasi bukan hanya dengan panas, tapi dengan ketidakpastian yang semakin mengikat masa depannya.

Gubernur Jabar Ancam Cabut Subsidi Siswa Tawuran

Sumbawanews.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi terhadap integritas moral para penerima program sekolah swasta gratis. Jika terbukti terlibat tawuran atau pelanggaran hukum lainnya, subsidi pendidikan yang selama ini menopang biaya sekolah mereka akan segera dicabut.

Kebijakan tegas ini menyasar lebih dari 70 ribu siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri akibat kuota terbatas dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga, Pemprov Jabar bekerja sama dengan sekolah swasta mitra yang telah menandatangani nota kesepahaman. Siswa-siswa ini mendapat jaminan biaya pendidikan gratis selama tiga tahun, mencakup uang pangkal, uang bangunan, hingga iuran bulanan.

Dedi menekankan, bantuan senilai Rp2,7 juta per siswa per tahun bukan sekadar subsidi finansial, tetapi investasi karakter. “Kami tidak hanya menjamin mereka belajar, tapi juga menjadi manusia yang bermoral. Subsidi ini diberikan untuk keluarga ekonomi menengah ke bawah, bukan untuk sekolah elit,” tegasnya di Bandung, Jumat.

Pemprov akan melakukan evaluasi berkala terhadap perilaku para penerima manfaat. Pelanggaran serius—seperti terlibat tawuran, perkelahian berkelompok, atau tindak kriminal—akan langsung memicu proses pencabutan subsidi. Tidak ada toleransi, meski itu berarti seorang siswa harus berhenti sekolah.

Program ini dirancang sebagai solusi pragmatis atas ketimpangan daya tampung pendidikan menengah. Namun, Dedi menegaskan, akses bukan berarti kebebasan tanpa tanggung jawab. “Mereka dapat bantuan dari kita, tapi juga harus menjaga nama baik keluarga, sekolah, dan daerah,” ujarnya.

Dengan skema pembiayaan yang menggabungkan dana daerah dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pusat, Pemprov Jabar berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dihabiskan untuk pendidikan benar-benar membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Prabowo Bangun Arah Baru Pembangunan, Cak Imin: Insyaallah Perubahan Besar

Sumbawanews.com,- Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah merancang arah baru dalam pembangunan nasional yang berbeda dari pola lama. Ia meminta masyarakat bersabar, menunggu hasil nyata dari kebijakan-kebijakan strategis yang sedang digulirkan.

“Pak Presiden sekarang sedang membangun arah baru. Banyak yang salah paham. Tapi sabarlah, insyaallah dalam waktu tidak lebih dari dua tahun, kita akan melihat perubahan-perubahan besar yang signifikan bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara,” ujar Cak Imin dalam sambutannya pada Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Dalam kesempatan itu, yang juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Cak Imin menekankan bahwa perubahan yang sedang dibangun bukan sekadar penyempurnaan, melainkan transformasi sistemik. “Selama dua dekade terakhir, kita terjebak dalam pola yang sama. Sekarang, ada niat dan strategi untuk keluar dari itu. Ini bukan perubahan kecil, tapi lompatan besar,” katanya.

Ketua Umum PKB itu menilai, perubahan tersebut membutuhkan waktu untuk berakar dan menunjukkan dampak nyata. Ia mencontohkan, kebijakan-kebijakan ekonomi, sosial, dan infrastruktur yang kini mulai dijalankan—termasuk pendekatan baru dalam pengelolaan sumber daya dan penguatan kemandirian daerah—akan membutuhkan masa transisi sebelum hasilnya terasa di tingkat akar rumput.

Cak Imin juga meminta doa dari para ulama dan habaib agar Presiden Prabowo dan seluruh jajaran pemerintahan diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah konstitusi. “Mohon doa agar pemimpin kita sukses membawa Indonesia menjadi *baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur*—negeri yang tumbuh subur, adil, dan penuh rahmat, sesuai cita-cita pendiri bangsa,” ucapnya.

Selain membahas arah pembangunan nasional, Cak Imin mengapresiasi inisiatif Pemprov DKI yang menggelar haul akbar sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya Betawi. Menurutnya, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak boleh melupakan akar tradisi dan spiritualitas yang menjadi fondasi kehidupan masyarakatnya.

“Ide ini luar biasa. Dengan menghormati para ulama dan tradisi leluhur, Pak Gubernur menunjukkan bahwa modernisasi dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Pernyataan Cak Imin ini muncul di tengah berbagai upaya pemerintahan Prabowo untuk merestrukturisasi kebijakan ekonomi, memperkuat kemandirian pangan, dan mempercepat transformasi digital infrastruktur. Beberapa langkah awal, seperti pertemuan Presiden dengan para direksi bank BUMN dan penyesuaian alokasi anggaran daerah, telah menandai pergeseran paradigma dari pendekatan sentralistik menuju pemberdayaan berbasis lokal.

Dengan nada optimis, Cak Imin menegaskan bahwa perubahan besar bukanlah mimpi, tapi proses yang sedang berjalan. “Kami yakin, dalam waktu singkat, rakyat akan merasakan perbedaan—bukan hanya dalam angka, tapi dalam kehidupan sehari-hari.”

Tiga WNA Tiongkok Dideportasi Usai Manipulasi Visa

Sumbawanews.com,- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terungkap mereka memalsukan dokumen untuk memperoleh visa kunjungan bisnis dan pra-investasi di Indonesia. Selain dideportasi, ketiganya juga dikenai pencekalan permanen, menutup kemungkinan kembali memasuki wilayah Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, menjelaskan bahwa ketiga WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa jenis C12 (kunjungan prainvestasi) serta C1 dan C2 (bisnis). Namun, pemeriksaan mendalam oleh petugas mengungkapkan bahwa seluruh dokumen pendukung—termasuk surat penjamin dan data perusahaan—adalah rekayasa. Sistem keimigrasian mencatat ketidaksesuaian antara nama penjamin yang terdaftar secara resmi dengan yang tercantum dalam berkas pengajuan visa.

Salah satu indikator kuat kecurangan ditemukan pada berkas permohonan dua dari tiga tersangka: nomor seri materai yang digunakan identik, sebuah praktik yang tidak mungkin terjadi secara alami dan mengindikasikan rekayasa sistematis. Tim investigasi pun melakukan verifikasi lapangan terhadap klaim tujuan bisnis dan investasi yang disampaikan para WNA tersebut—dan hasilnya mengejutkan. Tidak ada bukti nyata kegiatan usaha, rencana investasi, maupun keberadaan mitra bisnis di Indonesia. Tujuan sebenarnya, menurut penyelidikan, jauh dari yang dinyatakan dalam dokumen resmi.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi pihak yang berusaha memanfaatkan celah administratif untuk masuk ke Indonesia dengan cara tidak sah. Otoritas imigrasi menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap seluruh permohonan visa, terutama yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi, mengingat maraknya modus serupa dalam beberapa bulan terakhir.

Pemerintah Indonesia tetap terbuka terhadap investasi asing yang sah, namun tidak segan memberi sanksi tegas kepada siapa pun yang bermain curang di bidang keimigrasian.

Norway Larang AI di Sekolah Dasar, Perluas Larangan Teknologi

Sumbawanews.com,- Setelah sukses melarang penggunaan smartphone dan tablet di kelas, Norwegia kini memperluas kebijakan perlindungan anak dengan melarang penggunaan alat kecerdasan buatan generatif bagi siswa sekolah dasar. Kebijakan ini berlaku mulai tahun ajaran baru pada akhir Agustus, mencakup anak usia enam hingga 13 tahun—dari kelas satu hingga tujuh.

Perdana Menteri Jonas Gahr Støre menegaskan bahwa AI justru menghilangkan proses penting dalam pembelajaran dasar, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang di mana anak-anak belajar berpikir secara mandiri, bukan mengandalkan mesin untuk menjawab pertanyaan mereka. Untuk remaja usia 14 hingga 16 tahun, penggunaan AI diperbolehkan hanya di bawah pengawasan guru. Sementara itu, pelajar berusia 17 tahun ke atas didorong untuk memanfaatkannya secara bertanggung jawab tanpa pengawasan langsung.

Langkah ini bukanlah yang pertama. Pada 2024, Norwegia telah melarang penggunaan ponsel di sekolah—kebijakan yang terbukti meningkatkan prestasi akademik, mengurangi perundungan, dan menurunkan kunjungan ke psikolog anak-anak, terutama di kalangan perempuan. Kini, pemerintah berencana memperluas larangan ini ke media sosial bagi semua anak di bawah 16 tahun, sebuah pendekatan yang sejalan dengan kebijakan Australia.

Di Amerika Serikat, upaya serupa sedang bergulir. RUU GUARD (Guidelines for User Age-verification and Responsible Dialogue Act) yang diajukan Senator Josh Hawley telah lolos dari komite kehakiman Senat, meski bahasanya telah dilembutkan. Awalnya, RUU ini menargetkan semua chatbot berbasis AI, tetapi kini hanya menyasar “teman AI”—sebuah istilah yang memicu perdebatan apakah layanan seperti ChatGPT, Gemini, atau Copilot akan terkecualikan karena dianggap sebagai “alat pencarian biasa.”

Kritikus khawatir celah hukum ini memungkinkan perusahaan teknologi besar menghindari tanggung jawab dengan mengklasifikasikan produk mereka sebagai alat bantu, bukan kompani interaktif yang dirancang untuk menemani anak secara intensif. Sementara itu, para orang tua dan pendidik di AS terus mendesak regulasi yang lebih tegas, menilai bahwa perlindungan anak tidak boleh dikompromikan demi kepentingan industri.

Norwegia menjadi contoh nyata bahwa pembatasan teknologi di lingkungan pendidikan bukanlah anti-inovasi, melainkan upaya sadar untuk memulihkan esensi pembelajaran manusia—di mana pikiran, kreativitas, dan interaksi langsung tetap menjadi fondasi utama.

Moskow Terbakar, Drone Ukraina Serang Kilang Minyak

Sumbawanews.com,- Pagi itu, langit Moskow berubah menjadi merah kehitaman. Asap tebal membumbung dari kompleks kilang minyak Gazprom Neft di pinggiran tenggara ibu kota Rusia, menyulut kekhawatiran akan serangan skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Drone-drone Ukraina berhasil menembus pertahanan udara Rusia, menghantam salah satu pusat logistik energi terpenting negara itu—sebuah simbol kekuatan ekonomi yang selama ini dianggap aman dari serangan langsung.

Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengonfirmasi insiden itu sebagai serangan drone berskala luas, yang terjadi pada 18 Juni 2026. Tidak ada laporan korban jiwa, tetapi kerusakan pada fasilitas pengolahan minyak terlihat jelas dalam gambar-gambar yang beredar di media sosial dan dikonfirmasi oleh agensi internasional seperti Reuters. Api menyala liar di beberapa tangki penyimpanan, sementara asap hitam menutupi cakrawala, mengganggu penerbangan sipil dan memicu kepanikan ringan di lingkungan sekitar.

Serangan ini menandai pergeseran strategis dalam konflik Rusia-Ukraina. Sejak awal perang, Ukraina telah fokus pada target militer di wilayah perbatasan dan infrastruktur pendukung logistik Rusia. Namun, kini serangan telah melampaui garis depan—menyentuh jantung ekonomi dan simbol kekuasaan Kremlin. Kilang minyak yang diserang tidak hanya memproduksi bahan bakar untuk kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok energi yang mendukung operasi militer Rusia di Ukraina.

Pihak berwenang Rusia menyatakan telah menembak jatuh sejumlah drone, tetapi tidak bisa mencegah semua serangan. Analis militer menilai, keberhasilan Ukraina menembus sistem pertahanan udara Moskow—yang dianggap sebagai yang paling canggih di Eropa—menunjukkan peningkatan signifikan dalam teknologi drone dan kemampuan operasi jarak jauh. Beberapa sumber mengindikasikan bahwa drone yang digunakan adalah varian baru dengan kemampuan navigasi berbasis AI dan jangkauan lebih dari 1.000 kilometer.

Reaksi internasional pun bermunculan. Negara-negara Barat, sambil tetap menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Ukraina, meminta agar serangan terhadap infrastruktur sipil dihindari. Namun, Kyiv berkeras bahwa target ini adalah bagian dari upaya memutus sumber daya yang mendukung perang Rusia. “Ketika Anda membangun perang di atas minyak, Anda tidak bisa mengeluh ketika minyak itu terbakar,” demikian pernyataan seorang pejabat tinggi Ukraina yang tidak ingin disebutkan namanya.

Di tengah kebakaran yang masih membara, warga Moskow terlihat berjalan di taman-taman terdekat, menatap asap yang menggulung ke langit—seolah menyadari bahwa perang tidak lagi hanya terjadi di hutan dan ladang di timur, tetapi juga di depan pintu rumah mereka.

Imigrasi Geser Batas Waktu Perlintasan ke 15 Detik

Sumbawanews.com,- Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengoperasikan 306 unit autogate di seluruh bandara dan pelabuhan utama Indonesia, memangkas waktu pemeriksaan keimigrasian hingga hanya 15 hingga 20 detik per penumpang. Teknologi otomatis ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat arus perjalanan, menghapus birokrasi tatap muka, dan meminimalisir praktik pungli di titik-titik masuk internasional.

Ditjen Imigrasi menempatkan 288 unit autogate di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara dan 18 unit lainnya di TPI laut, mencakup bandara-bandara strategis seperti Soekarno-Hatta, Juanda, dan Ngurah Rai, serta pelabuhan penting seperti Batam Center dan Tanjung Priok. Sistem ini mengandalkan pemindaian wajah berbasis kecerdasan buatan dan validasi biometrik yang terintegrasi langsung dengan basis data cegah dan tangkal (cekal) serta Interpol, sehingga secara otomatis menolak pelintas yang terdaftar sebagai terlarang atau memiliki catatan kriminal.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi bagian dari komitmen pelayanan publik yang bersih dan transparan. “Dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, autogate menjadi alat utama kami untuk menghapus ruang bagi penyalahgunaan wewenang dan memberikan pengalaman perlintasan yang cepat, aman, dan manusiawi,” ujar Hendarsam di Jakarta, Jumat.

Hasilnya terlihat jelas: sekitar 63 hingga 64 persen pelintas di TPI utama kini memilih jalur otomatis, menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem ini. Ombudsman RI, yang baru saja meninjau operasional autogate di Pelabuhan Batam Center, memuji langkah ini sebagai terobosan krusial dalam menangani kepadatan penumpang dan meningkatkan kualitas layanan di pintu masuk negara.

Selain mempercepat proses, autogate juga mengurangi kontak fisik antara petugas dan pelintas, sekaligus memperkuat keamanan nasional melalui deteksi dini terhadap individu yang masuk dalam daftar pantauan. Sistem ini dirancang dengan standar keamanan tingkat tinggi, menggunakan algoritma pemindaian wajah yang mampu mengenali keaslian paspor dan menolak dokumen palsu dalam hitungan detik.

Hendarsam menambahkan, peningkatan kapasitas autogate akan terus berlanjut. Pada 2026, Ditjen Imigrasi berencana menambah jumlah unit di sejumlah TPI udara dan laut yang mengalami lonjakan volume penumpang, sejalan dengan tren pertumbuhan wisatawan internasional yang konsisten setiap tahun. Dengan ini, Indonesia tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai negara yang mampu menghadirkan pelayanan border control setara dengan standar global.

Ojol Memohon, Motor Ditarik: Dishub Jaktim Buka Suara

Sumbawanews.com,- Viral di media sosial, adegan seorang pengemudi ojek online berlutut dan memohon agar motornya tidak diangkut petugas Dishub di Jakarta Timur menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar, pria itu terlihat berusaha memanjat truk derek sambil berteriak meminta belas kasihan—karena kendaraan itu satu-satunya alat mencari nafkah bagi keluarganya. Namun, petugas tetap melanjutkan proses penertiban.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menjelaskan bahwa penindakan itu dilakukan dalam operasi gabungan bersama Satpol PP, Sudin Sosial, dan kepolisian pada Rabu (17/6) di kawasan yang kerap menjadi titik parkir liar. Lima sepeda motor, termasuk milik ojol tersebut, ditemukan parkir di atas trotoar—melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Trotoar, tegas Harlem, bukan ruang parkir, melainkan jalur pejalan kaki yang harus tetap bebas hambatan.

“Kami paham motor ini sumber penghidupan. Tapi aturan harus ditegakkan, bukan karena siapa pemiliknya, tapi karena di mana dan bagaimana kendaraan itu diparkir,” ujar Harlem dalam konferensi pers Jumat (19/6). Ia menegaskan, keputusan untuk mengangkut kendaraan bukanlah bentuk kekejaman, melainkan upaya menjaga keselamatan bersama. “Jika kami biarkan, bisa jadi ada pejalan kaki yang terluka, atau arus lalu lintas terganggu—dan itu lebih besar risikonya daripada satu motor yang ditilang.”

Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan pengemudi itu begitu saja. Setelah motor dibawa ke Kantor Sudinhub Jakarta Timur, pemilik langsung dilayani. Ia diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran, lalu diperbolehkan mengambil kembali motornya. “Kami tidak ingin membuat mereka putus asa. Kami ingin mereka paham, sekaligus merasa dihargai,” kata Harlem.

Harlem juga menyampaikan permohonan maaf atas sikap petugas yang terkesan kaku dalam rekaman video. Ia mengakui bahwa pendekatan humanis seharusnya lebih dominan—terutama saat menghadapi warga yang sedang berjuang bertahan hidup. “Kami akan evaluasi pelatihan petugas. Tugas kami bukan hanya menegakkan aturan, tapi juga menjaga kepercayaan masyarakat.”

Aksi penertiban ini bukan yang pertama, tapi menjadi simbol perdebatan yang kian menggema: antara ketertiban kota dan kehidupan para pekerja informal yang bergantung pada mobilitas. Di satu sisi, trotoar yang bebas dari kendaraan adalah hak dasar warga—terutama lansia, penyandang disabilitas, dan ibu-ibu yang menggendong anak. Di sisi lain, ojol yang berkeliling demi menyelesaikan pesanan makanan, seringkali terjebak dalam sistem yang tidak menyediakan tempat parkir layak.

Dishub Jakarta Timur mengaku sedang merancang zona parkir khusus untuk ojol di titik-titik strategis, termasuk dekat gerai makanan dan pusat perbelanjaan. “Kami tidak ingin menindak, tapi membantu. Tapi sampai itu tersedia, aturan tetap berlaku,” tegas Harlem.

Pengemudi ojol yang menjadi pusat perhatian itu kini telah mengambil kembali motornya. Ia tak lagi meminta maaf—tapi berjanji akan lebih berhati-hati. Sementara publik, yang awalnya membelanya, kini mulai menyadari: menegakkan aturan bukan berarti kejam. Tapi mengabaikannya, justru lebih kejam—karena merampas hak orang lain untuk berjalan dengan aman.

Israel dan Hizbullah Setujui Gencatan Senjata

Sumbawanews.com,- Beirut – Setelah berbulan-bulan konflik mematikan di perbatasan Lebanon-Israel, kedua pihak secara resmi menyetujui gencatan senjata yang berlaku mulai pukul 16.00 waktu setempat, Jumat (19/6/2026). Kesepakatan ini dicapai setelah perundingan diplomatik intensif yang melibatkan perantara AS dan Qatar, dengan dukungan terselubung dari Iran.

Pejabat senior Amerika Serikat yang tidak ingin disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah sepakat menghentikan permusuhan. “Hizbullah dan Israel telah menyetujui gencatan senjata,” ujar pejabat itu, menambahkan bahwa kesepakatan ini menjadi titik balik setelah gelombang serangan udara Israel yang meluluhlantakkan wilayah selatan Lebanon, Bekaa, hingga Baalbek dalam beberapa hari terakhir.

Namun, ketenangan yang dijanjikan tak berjalan mulus. Meski gencatan senjata telah diumumkan, pesawat tempur Israel tetap melancarkan serangan udara di Nabatieh, sebuah kota di Lebanon selatan, beberapa jam setelah waktu berlakunya. Laporan dari koresponden Al Mayadeen menunjukkan bahwa serangan itu terjadi tepat saat gencatan mulai berlaku, memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan itu mungkin rapuh.

Di sisi lain, sumber-sumber dari Hizbullah mengonfirmasi kepada Reuters bahwa kelompok tersebut telah menghentikan semua operasi militer terhadap Israel. Sementara itu, seorang pejabat tinggi Israel yang dikutip Channel 13 menyatakan, “Saat ini kami berada dalam kondisi gencatan senjata. Jika Hizbullah tidak menyerang, maka menurut kami, ini bukan waktunya untuk berperang.” Namun, ia menegaskan bahwa pasukan Israel tetap berada di wilayah selatan Lebanon dan mempertahankan hak untuk merespons setiap ancaman langsung terhadap pasukan atau wilayahnya.

Kesepakatan ini muncul di tengah tekanan internasional yang semakin kuat, terutama setelah serangan Israel yang menewaskan puluhan warga sipil dan merusak infrastruktur penting di Lebanon. Pada saat yang sama, korban di pihak Israel juga terus berjatuhan—termasuk empat tentara IDF, salah satunya seorang komandan batalyon, yang tewas dalam serangan Hizbullah di perbatasan.

Meski demikian, keberlanjutan gencatan senjata masih dipertanyakan. Kedua belah pihak masih menyimpan dendam mendalam, dan kehadiran pasukan Israel di tanah Lebanon—yang sebelumnya dianggap sebagai pendudukan—menjadi sumber ketegangan abadi. Sementara itu, warga sipil di kedua sisi perbatasan menanti dengan harap-harap cemas: apakah ini akhir dari kekerasan, atau hanya jeda sebelum badai berikutnya.

Diplomasi yang menghasilkan kesepakatan ini dinilai sebagai pencapaian signifikan, terutama mengingat ketegangan yang pernah mencapai titik paling panas dalam dekade terakhir. Namun, bagi ribuan keluarga yang kehilangan anggota keluarga, rumah, dan masa depan mereka, gencatan senjata bukanlah perdamaian—hanya jeda yang rapuh, yang mungkin bisa runtuh dengan satu tembakan saja.

Berita Terkini

Di Bawah Kepemimpinan Ahmadi, Wajah Desa Pasir Putih Mulai Bertransformasi dari Tata Kelola hingga...

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, menunjukkan sejumlah perubahan dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Kepala Desa...

Kementerian Kebudayaan Siapkan Revitalisasi Tiga Istana Bersejarah

Sumbawa besar, 29 Juni 2026 - Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, menerima kunjungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka revitalisasi peninggalan Kesultanan...

833 Pendamping PKH Diwajibkan Kembalikan Gaji Akibat Rangkap Pekerjaan

Sumbawanews.com,- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengonfirmasi bahwa 833 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terbukti melakukan rangkap pekerjaan selama 2025, dan kini diwajibkan mengembalikan seluruh...

Denis Kolinger Resmi Gabung Persija Jakarta, Konfirmasi Resmi dari Mantan Klub

Sumbawanews.com,- Denis Kolinger, bek berpostur 199 sentimeter asal Kroasia, resmi bergabung dengan Persija Jakarta pada 2 Juli 2026, setelah NK Lokomotiva Zagreb mengumumkan perpisahan...

Berita Utama