Home Blog Page 190

Budi Setyawan Wijaya Resmi Pimpin PELNI

Sumbawanews.com,- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PELNI (Persero) pada Kamis, 18 Juni 2026, di Gedung BP BUMN, Jakarta, menetapkan Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama menggantikan Tri Andayani. Keputusan ini diambil berdasarkan Salinan Keputusan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BP) Nomor SR-322/BP/06/2026, sekaligus menutup babak transformasi kepemimpinan perusahaan pelat merah yang telah berlangsung sejak 2022.

Dalam reshuffle jajaran direksi, Triswahyu Herlina ditunjuk sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, menggantikan Anik Hidayati. Kokok Susanto, yang sebelumnya menangani Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, dipindahkan ke posisi Direktur Armada dan Teknik. Sementara itu, Hana Suhardi resmi mengambil alih jabatan Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kokok.

Susunan direksi baru juga tetap mempertahankan Heri Purnomo sebagai Direktur SDM dan Umum, serta Nuraini Dessy W sebagai Direktur Usaha Angkutan Penumpang. Seluruh perubahan ini dilakukan dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan menjelang tantangan operasional dan keuangan di tahun-tahun mendatang.

Selain pergantian pimpinan, RUPS juga secara resmi mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025 dan kinerja perusahaan yang menunjukkan peningkatan efisiensi operasional serta perluasan jaringan layanan Tol Laut. Sekretaris Perusahaan PT PELNI, Ditto Pappilanda, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tri Andayani, Anik Hidayati, dan Robert MP Sinaga atas kepemimpinan mereka dalam membangun fondasi transformasi digital, peningkatan pelayanan, dan stabilitas keuangan selama empat tahun terakhir.

“Mereka bukan hanya memimpin, tetapi menciptakan budaya organisasi yang berintegritas dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Ditto.

Di sisi pengawasan, Dewan Komisaris tetap dipimpin oleh Soenarko Gatie Atmodjo sebagai Komisaris Utama, dengan anggota Faturohman, Budi Mantoro, Moekhlas Sidik, dan Komisaris Independen Sosialisman Hidayat Hasibuan.

Perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa PELNI, sebagai pelaku utama transportasi laut nasional, terus bergerak menuju tata kelola yang lebih profesional dan responsif terhadap dinamika logistik maritim Indonesia. Budi Setyawan Wijaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama di BUMN lain, diharapkan mampu membawa perusahaan ke fase baru: tidak hanya sebagai pengangkut penumpang dan barang, tetapi sebagai tulang punggung ketahanan maritim Indonesia.

Bom Meledak Dekat Markas IDF di Lebanon, Trump Tegaskan Tuntutan Gencatan Senjata

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebuah bom meledak di dekat markas besar Angkatan Pertahanan Israel (IDF) di perbatasan Lebanon, Jumat (11/8/2023), memicu kekhawatiran akan meledaknya konflik regional yang sudah memanas. Ledakan itu terjadi di kawasan perbatasan selatan Lebanon, dekat kota Marjayoun, tempat pasukan IDF menjalankan operasi pemantauan intensif terhadap aktivitas Hezbollah.

Saksi mata melaporkan ledakan kuat yang diikuti asap tebal dan getaran tanah, mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan militer dan melukai dua tentara Israel. Tidak ada korban jiwa, namun satu prajurit mengalami luka serius akibat pecahan peluru dan puing. Pihak IDF segera menutup akses ke lokasi dan meningkatkan status siaga tempur.

Kelompok Hezbollah, yang secara terbuka menyatakan tanggung jawab atas serangan itu, mengklaim bahwa ledakan itu adalah bagian dari “balasan strategis” atas serangan udara Israel yang menewaskan lima warga sipil di wilayah Qana, Lebanon, dua hari sebelumnya. Menurut pernyataan resmi Hezbollah, serangan itu ditujukan untuk “menghentikan agresi sistematis” Israel terhadap kedaulatan Lebanon.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang tengah memantau perkembangan di Timur Tengah dari Gedung Putih, langsung merespons dengan pernyataan tegas. Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Trump menegaskan bahwa “gencatan senjata harus segera ditegakkan—tidak ada ruang untuk eskalasi lebih jauh.” Ia menekankan bahwa AS siap mengirim utusan khusus ke wilayah tersebut jika diperlukan, dan menyerukan agar semua pihak “menghindari jebakan perang yang bisa menghancurkan seluruh kawasan.”

Kementerian Luar Negeri Lebanon mempertegas bahwa serangan itu adalah “pelanggaran berulang terhadap resolusi PBB 1701” dan menuntut Dewan Keamanan PBB segera bertindak. Sementara itu, Komandan Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengutuk keras serangan tersebut dan meminta semua pihak untuk menahan diri.

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel telah meningkat sejak awal Agustus, dengan serangan balas-membalas yang semakin sering. PBB memperingatkan bahwa situasi kini berada di ambang “ledakan besar,” dengan lebih dari 1.200 serangan udara dan tembakan artileri tercatat sejak 7 Agustus.

Pemerintah Israel menegaskan bahwa mereka tidak berniat memperluas perang, tetapi akan “melindungi warga sipil dan kedaulatan nasional dengan segala cara yang diperlukan.” Sementara itu, para analis militer memperingatkan bahwa jika Hezbollah terus menyerang posisi IDF, kemungkinan serangan darat Israel akan meningkat—yang bisa memicu konflik berskala penuh.

Dengan Trump yang kembali menjadi tokoh sentral dalam kebijakan luar negeri AS, dunia menanti apakah retorika kerasnya akan diikuti tindakan diplomatik yang konkret, atau justru memperdalam krisis di kawasan yang sudah rapuh.

AS Cabut Blokade di Selat Hormuz, Iran Resmi Bebas

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat secara resmi mencabut blokade maritim terhadap Iran di Selat Hormuz, menandai terobosan diplomatik paling signifikan di Timur Tengah dalam beberapa dekade. Keputusan ini diumumkan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Jumat, 19 Juni 2026, menyusul penandatanganan kesepakatan damai antara Washington dan Teheran yang mengakhiri konflik regional berkepanjangan.

Dalam pernyataan resmi, CENTCOM menegaskan pencabutan blokade dilakukan atas arahan langsung Presiden Donald Trump, sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan stabilitas jangka panjang di jalur maritim strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global. Namun, AS menegaskan bahwa sejumlah kapal perang tetap akan beroperasi di kawasan itu—bukan sebagai alat tekanan, melainkan sebagai penjaga keamanan pascakekacauan, memastikan kebebasan navigasi bagi semua negara.

Di Teheran, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memberikan respons pertamanya terhadap kesepakatan tersebut. Dalam pidato langka yang disiarkan langsung, Khamenei mengaku menyetujui perjanjian itu—meski menyatakan perbedaan mendasar dengan Washington terkait proses dan niat di baliknya. Ia menekankan bahwa persetujuan diberikan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menjamin perlindungan kedaulatan dan hak-hak nasional Iran.

“Kami tidak menandatangani perjanjian karena tekanan, tetapi demi kepentingan rakyat,” ujar Khamenei. Ia menuding Trump terdorong oleh “keputusasaan politik” dalam upaya menutup konflik, namun menegaskan bahwa Iran tidak akan menukar prinsipnya demi simbol diplomatik. “Pertemuan masa depan tidak berarti kami menerima tuntutan Anda. Kami hanya membuka pintu, bukan menyerahkan kunci.”

Kesepakatan damai yang dicapai mencakup 14 poin utama, termasuk pembukaan penuh Selat Hormuz bagi semua kapal komersial, komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, serta pendirian dana rekonstruksi ekonomi senilai 300 miliar dolar AS untuk memulihkan infrastruktur dan industri Iran. Namun, AS tidak berkewajiban menyumbang dana tersebut—sebuah poin yang menjadi keuntungan strategis bagi Iran dalam negosiasi.

Sementara itu, Trump melalui platform Truth Social menyatakan harapannya agar gencatan senjata menyebar ke seluruh kawasan, khususnya menghentikan serangan rudal Israel terhadap Hizbullah di Lebanon. Ia menyerukan semua pihak untuk “menjaga momentum damai” dan menghindari provokasi yang bisa meruntuhkan pencapaian baru ini.

Peristiwa ini menjadi titik balik setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei pada Februari lalu akibat serangan gabungan AS-Israel, yang memicu perang regional selama empat bulan. Kini, dengan Mojtaba Khamenei yang baru menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Iran memilih jalur diplomasi—meski tetap dengan sikap waspada.

Kapal-kapal tanker Iran mulai bergerak bebas melalui Selat Hormuz dalam hitungan jam setelah pengumuman. Di pelabuhan Bandar Abbas, para nakhoda mengibarkan bendera nasional dengan semangat, sementara kapal Pertamina dari Indonesia pun bersiap untuk memulai pengiriman minyak melalui rute yang selama bertahun-tahun tertutup.

Dengan blokade dicabut, harga minyak global langsung merosot, dan pasar energi dunia memperkirakan peningkatan pasokan hingga 1,5 juta barel per hari dalam tiga bulan ke depan. Namun, tantangan besar masih menanti: apakah kepercayaan bisa dibangun kembali antara dua musuh bebuyutan yang pernah saling mengancam dengan perang nuklir? Ataukah ini hanyalah gencatan senjata sementara di tengah badai yang belum benar-benar reda?

Suporter Meksiko dan Korea Selatan Merajut Semangat di Stadion Akron

Sumbawanews.com,- Pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Akron, Guadalajara, menjadi panggung tak hanya bagi para pemain, tapi juga bagi ribuan suporter yang memadati tribun dengan warna-warna mencolok dan semangat tak terbendung. Kamis, 18 Juni 2026, malam di Meksiko berubah menjadi festival budaya yang menggabungkan kebanggaan nasional, irama tradisional, dan histeria sepak bola yang tak kenal batas.

Di sisi tim tuan rumah, warna hijau dan merah mendominasi. Ribuan suporter Meksiko berdiri tegak, membentangkan bendera besar, dan menyanyikan lagu kebangsaan dengan suara bergema hingga ke seluruh stadion. Beberapa di antaranya memakai topeng luchador, simbol budaya lokal yang menjadi identitas baru dalam mendukung tim nasional. Tepuk tangan ritmis, teriakan “¡Vamos México!” bergulir seperti gelombang, menggema di setiap sudut stadion yang penuh sesak.

Di sisi lain, warna merah dan putih dari Korea Selatan menciptakan kontras dramatis. Suporter Korsel, meski minoritas di kandang lawan, tak kalah bersemangat. Mereka membawa ribuan umbul-umbul kecil, menari serentak mengikuti alunan lagu K-pop yang diputar melalui speaker stadion. Beberapa bahkan membawa spanduk bertuliskan “We Are One” — simbol persaudaraan antarbangsa yang menjadi semangat Piala Dunia.

Kedua kelompok suporter, meski berbeda latar belakang dan bahasa, sama-sama menunjukkan kecintaan mendalam pada tim mereka. Tidak ada kerusuhan, tidak ada provokasi — hanya hiruk-pikuk yang penuh hormat, di mana sorak-sorai saling bersahut-sahutan, dan di akhir laga, bahkan saling berjabat tangan dan berfoto bersama.

Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu bukan hanya soal gol atau poin. Ia menjadi bukti nyata bahwa sepak bola, di level tertinggi, tetap mampu menyatukan manusia dalam kegembiraan, kebanggaan, dan rasa kemanusiaan yang tak tergantikan. Di Guadalajara, bukan hanya timnas yang berlaga — tapi juga hati jutaan orang yang berdiri sebagai satu keluarga, di bawah langit yang sama, menatap bola yang sama.

Haul Akbar Betawi di Monas, Dishub Siapkan Parkir dan Transportasi Umum

Sumbawanews.com,- Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah fasilitas transportasi umum dan kantong parkir strategis untuk mengantisipasi arus besar masyarakat yang akan hadir dalam Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Plaza Selatan Monumen Nasional, Jumat malam (19/6/2026). Kegiatan yang berlangsung dari pukul 17.00 hingga 22.00 WIB diprediksi menarik puluhan ribu peserta, sehingga pemerintah daerah memprioritaskan kelancaran mobilitas dan pengurangan kemacetan di sekitar kawasan ikonik tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengimbau warga untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai pilihan utama. “Penggunaan TransJakarta tidak hanya lebih praktis, tetapi juga menjadi solusi paling efektif untuk menghindari kepadatan lalu lintas di sekitar Monas,” ujarnya, Jumat (19/6).

Sebanyak 11 rute TransJakarta disiapkan untuk menghubungkan berbagai penjuru ibu kota ke titik-titik strategis terdekat Monas. Rute-rute tersebut meliputi Koridor 1 (Blok M-Kota), Koridor 2 (Pulo Gadung-Monas), Koridor 3 (Kalideres-Monas via Veteran), serta rute-rute pendukung seperti 1A, 1P, 2A, 5C, 6A, 6B, 7F, dan 14A. Penumpang dapat turun di halte-halte terdekat seperti Monas, Gambir 2, Gambir 3, dan Balai Kota, yang semuanya berjarak berjalan kaki singkat menuju lokasi acara.

Layanan TransJakarta dipastikan beroperasi normal sepanjang kegiatan. Namun, Dishub DKI menegaskan bahwa operasional akan disesuaikan secara dinamis sesuai kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk kemungkinan pengalihan rute akibat penutupan sementara jalan atau pengaturan arus massal.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, pemerintah menyediakan delapan lokasi kantong parkir yang tersebar di sekitar kawasan Monas. Tempat parkir tersebut berada di Pelataran IRTI Monas, Stasiun Gambir, Lemhannas, Perpustakaan Nasional, Gedung Telkom STO Gambir, Kementerian BUMN, Menara Danareksa, dan Gedung Indosat. Total kapasitas parkir mencapai 1.840 unit mobil dan 3.180 sepeda motor, dengan petugas yang siap mengarahkan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan-jalan utama.

Pemda juga mengimbau masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraan sembarangan di sekitar Monas, karena akan berpotensi mengganggu kelancaran evakuasi dan mobilitas petugas keamanan. “Kami mengutamakan keselamatan dan kenyamanan semua pihak. Dengan parkir terpusat dan transportasi umum yang terintegrasi, kami yakin Haul Akbar Betawi bisa berjalan khidmat dan tertib,” tambah Budi.

Haul Akbar Betawi, yang menjadi ajang silaturahmi keagamaan dan pelestarian budaya Betawi, tahun ini kembali menjadi magnet sosial-budaya terbesar di Jakarta. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru nusantara diprediksi akan memadati Plaza Selatan Monas untuk mendengarkan ceramah keagamaan dari para ulama dan habaib ternama.

Dengan langkah-langkah logistik yang matang, Pemprov DKI menegaskan komitmennya menjadikan acara keagamaan sekaligus budaya ini sebagai contoh sukses pengelolaan massal tanpa mengorbankan ketertiban publik. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas, dan memilih transportasi umum demi kelancaran bersama.

Oranye Mekar di Pegunungan Sulawesi

Sumbawanews.com,- Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim lintas institusi mengidentifikasi spesies baru tanaman hias dari genus Rhododendron, yang menghadirkan kejutan visual di jantung hutan pegunungan Sulawesi Tengah. Bunga berwarna jingga cerah itu, yang kini dinamai *Rhododendron yombuwurii*, ditemukan tumbuh sebagai tanaman epifit di kawasan Pegunungan Tokorondo, pada ketinggian 1.000–1.800 meter di atas permukaan laut.

Spesies ini pertama kali dikenali bukan di hutan aslinya, melainkan sebagai tanaman yang dipelihara warga sekitar Air Terjun Saluopa, Tenten, setelah ditemukan jatuh dari kanopi hutan. Penelusuran lebih dalam mengungkap bahwa tanaman ini berasal dari area yang masih minim dieksplorasi ilmiah—hutan pegunungan yang terpencil dan sulit dijangkau, namun menyimpan kekayaan biologis yang belum terungkap.

Dipublikasikan dalam jurnal internasional *Taiwania* edisi Juni 2026, temuan ini bukan sekadar penambahan daftar spesies. *R. yombuwurii* memiliki ciri khas yang membedakannya dari kerabat terdekatnya, *Rhododendron celebicum*: ukuran daun yang lebih kecil, bunga berbentuk corong sempit dengan warna jingga terang, dan posisi tumbuh yang semi-tegak atau horizontal, bukan menggantung seperti kebanyakan anggota subgenus Vireya.

Untuk memastikan validitas taksonominya, tim tidak hanya mengandalkan observasi morfologis. Mereka memanfaatkan teknologi canggih—menggunakan FIB-SEM (Focused Ion Beam Scanning Electron Microscope) di laboratorium genomik BRIN Cibinong untuk menganalisis struktur mikroskopis sisik daun, sekaligus melakukan pengurutan DNA pada wilayah ITS (Internal Transcribed Spacer) untuk membangun pohon filogenetik yang menunjukkan garis keturunan terpisah.

“Ini bukan hanya soal warna bunga yang menarik. Ini tentang keunikan evolusioner yang tersembunyi di balik hutan yang masih misterius,” ujar Prima Wahyu Kusuma Hutabarat, peneliti utama dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN.

Nama *yombuwurii* dipilih sebagai penghormatan mendalam kepada almarhum Pendeta Yombu Wuri, tokoh adat dan agama dari Suku Pamona yang dikenal gigih memperjuangkan pelestarian alam di wilayah Poso. Nama ini menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan kearifan lokal tidak bisa dipisahkan dalam upaya konservasi.

Berdasarkan kriteria IUCN, spesies ini saat ini diklasifikasikan sebagai “Data Deficient”—artinya, populasi aslinya belum pernah diamati secara langsung di habitat alaminya. Kondisi ini menandakan urgensi untuk segera melakukan survei lapangan sistematis, sebelum potensi ancaman seperti perambahan hutan atau eksploitasi tanaman hias merenggutnya sebelum sempat tercatat.

Temuan ini menjadi bukti nyata bahwa Sulawesi, dengan keanekaragaman hayati yang masih sangat kaya, tetap menjadi gudang spesies baru yang menanti untuk ditemukan. BRIN menegaskan komitmennya untuk terus menggali, mendokumentasikan, dan melindungi flora endemik Indonesia—bukan hanya sebagai aset ilmiah, tetapi sebagai warisan hidup yang menentukan masa depan ekosistem Nusantara.

Lalu Lintas Monas Dialihkan untuk Haul Akbar Ulama Betawi

Sumbawanews.com,- Puluhan ribu jemaah diprediksi memadati kawasan Monumen Nasional sore ini, menyusul digelarnya Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026. Untuk mendukung kelancaran acara keagamaan yang menjadi tradisi tahunan di kalangan masyarakat Betawi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengambil kebijakan rekayasa lalu lintas di sekitar Plaza Monas sisi selatan, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.

Dalam pengumuman resmi melalui akun Instagram resminya, Dishub DKI menjelaskan bahwa seluruh arus kendaraan yang melintas di Jalan Medan Merdeka Selatan akan dialihkan guna menghindari kemacetan dan memastikan keamanan para peserta yang datang dari berbagai penjuru Jabodetabek. Acara ini, yang diprakarsai oleh sejumlah tokoh ulama dan habaib kharismatik asal Jakarta, diperkirakan menarik minat jutaan umat yang ingin mendoakan para almarhum ulama pendiri komunitas Betawi.

Untuk meminimalisir gangguan perjalanan, Dishub menyediakan sejumlah rute alternatif bagi pengendara. Kendaraan dari arah Harmoni menuju Bundaran HI disarankan melewati Jalan Majapahit, Medan Merdeka Barat, hingga Jalan MH Thamrin. Sementara itu, arus dari selatan (Bundaran HI) menuju utara (Harmoni) dapat menggunakan alternatif melalui Jalan MH Thamrin–Budi Kemuliaan–Abdul Muis–Majapahit, atau melalui Jalan MH Thamrin–Medan Merdeka Barat–Majapahit.

Pengendara yang hendak menuju Tugu Tani atau Stasiun Gambir diminta mempertimbangkan rute melalui Jalan Juanda, Gedung Kesenian, Lapangan Banteng, hingga Jalan Pejambon dan Medan Merdeka Timur. Bagi yang datang dari arah Tanah Abang, alternatif terbaik adalah melalui Jalan Jati Baru Raya dan Kebon Sirih, sementara arus dari timur (Kramat Sentiong) ke barat (Tanah Abang) dapat memilih jalur Kramat Raya–Pasar Senen–Gunung Sahari Raya–Budi Utomo.

Petugas lalu lintas akan dikerahkan di setiap simpul strategis untuk mengarahkan arus kendaraan dan memberikan informasi langsung kepada pengguna jalan. Dishub juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu sementara, menghindari area terlarang, dan bersabar menghadapi penundaan perjalanan demi kelancaran acara yang bernuansa spiritual ini.

Haul Akbar ini bukan sekadar peringatan kematian, tetapi menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang mempertemukan para ulama, habaib, dan ribuan umat yang menjadikan tradisi Betawi sebagai bentuk kebanggaan identitas keagamaan dan budaya. Dengan demikian, pengalihan lalu lintas bukan hanya kebutuhan teknis, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keislaman yang tumbuh subur di ibu kota.

Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Terkait Ijazah Jokowi

Sumbawanews.com,- Polda Metro Jaya menangkap pakar telematika Roy Suryo dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran informasi palsu terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Penangkapan itu terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026, di Jakarta, tanpa tanda-tanda sebelumnya yang mengindikasikan aksi hukum akan segera dilakukan.

Kuasa hukum kedua tersangka, Refly Harun, mengatakan bahwa ia baru berpisah dengan Roy Suryo sekitar pukul 00.30–01.00 WIB dini hari di kawasan Kuningan, setelah keduanya menghadiri kegiatan bersama di Bandung. “Saya duluan pulang, Mas Roy lanjut ke rumahnya. Tidak ada pembicaraan soal penangkapan, tidak ada isyarat, tidak ada yang aneh,” ujar Refly dalam keterangan di iNews TV.

Refly menegaskan, penangkapan ini justru bertentangan dengan prinsip hukum acara pidana. Menurutnya, kasus ini telah melampaui batas waktu penuntutan yang diatur dalam KUHAP lama maupun baru. “Kasus ini seharusnya sudah mati secara hukum. Tidak ada dasar hukum yang kuat untuk melanjutkan, apalagi sampai menangkap,” tegasnya.

Dokter Tifa, yang sebelumnya dikenal aktif menyebarkan informasi di media sosial terkait isu-isu politik, ditangkap di kediamannya, sementara Roy Suryo ditangkap di lokasi berbeda di Jakarta. Keduanya kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kasus ini bermula dari unggahan berisi klaim bahwa Presiden Jokowi menggunakan ijazah palsu dari Universitas Gadjah Mada. Meski tidak ada bukti hukum yang sah mendukung pernyataan itu, konten tersebut viral dan menjadi bahan perdebatan publik selama berbulan-bulan. Kepolisian menyatakan bahwa penyebaran informasi ini telah memenuhi unsur pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran informasi bohong yang menimbulkan kerugian dan kekacauan.

Refly Harun menambahkan, pihaknya akan segera mengajukan permohonan penahanan alternatif dan meminta jaminan hukum yang adil. “Kami tidak menolak proses hukum, tapi kami menolak proses yang tidak berdasar dan tidak proporsional,” katanya.

Kedua tersangka saat ini masih dalam proses penyidikan, dan belum ada keputusan resmi mengenai penahanan lebih lanjut. Publik menanti respons resmi dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Hukum dan HAM, mengingat kasus ini menyentuh langsung kehormatan kepala negara dan kebebasan berekspresi di ruang digital.

Iran Akui Tanda MoU Gencatan Senjata dengan AS

Sumbawanews.com,- Dalam pengumuman resmi yang mengejutkan dunia, Iran secara terbuka mengakui telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Amerika Serikat untuk menghentikan permusuhan berskala luas. Kesepakatan tersebut ditandatangani secara digital oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Rabu, 17 Juni 2026, dalam dua versi bahasa—Inggris dan Farsi—dengan efek hukum langsung berlaku sejak hari itu.

MoU berisi 14 poin utama yang tidak hanya memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, tetapi juga secara khusus mengamanatkan penghentian semua operasi militer di Lebanon, termasuk di wilayah perbatasan dengan Israel. Tujuannya jelas: menciptakan ruang bagi perundingan damai berkelanjutan yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan antara kedua negara sejak dekade lalu.

Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa kesepakatan ini bukanlah tanda kekalahan, melainkan “langkah strategis untuk mengalihkan sumber daya dari perang ke pembangunan nasional.” Sementara itu, Gedung Putih menyebut MoU sebagai “titik balik historis dalam hubungan AS-Iran,” meski tetap menegaskan bahwa semua sanksi ekonomi akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan damai permanen.

Kesepakatan ini ditandatangani di Istana Versailles, Prancis, di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang bertindak sebagai mediator. Gambar-gambar resmi menunjukkan Trump dan Raisi duduk berdampingan di meja panjang, saling menandatangani dokumen tanpa saling bersalaman—sebuah simbol yang sengaja dijaga untuk menunjukkan bahwa rekonsiliasi masih dalam tahap awal.

Reaksi internasional bervariasi. Sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Israel, menyatakan kekhawatiran mendalam atas kemungkinan Iran memanfaatkan jeda ini untuk memperkuat jaringan militer dan nuklirnya. Sementara itu, Uni Eropa dan PBB menyambut positif langkah ini sebagai “kesempatan emas untuk mencegah perang regional yang lebih luas.”

Di dalam Iran, publik menyambut kabar ini dengan campur aduk: sebagian merayakan harapan akan pelonggaran sanksi dan pemulihan ekonomi, sementara kelompok garis keras menuduh pemerintah “melemah di hadapan kekuatan imperialis.”

Dengan berakhirnya masa bakti Trump pada akhir 2026, banyak pengamat memperingatkan bahwa keberlanjutan MoU ini sangat bergantung pada stabilitas politik di Washington—dan apakah penerusnya akan mempertahankan atau membatalkan kesepakatan yang dianggap sebagai salah satu pencapaian diplomatik paling signifikan dalam dekade ini.

Iran Tegaskan Tak Akan Lepas Kendali atas Program Nuklir

Sumbawanews.com,- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah melepaskan kendali atas program nuklirnya, meskipun ada tekanan internasional atau kesepakatan baru yang muncul. Pernyataan itu disampaikan Khamenei dalam pertemuan tertutup dengan para pejabat militer dan ilmuwan nuklir di Teheran, Jumat (11/8/2023), sehari setelah muncul laporan tentang kemungkinan negosiasi baru antara Iran dan sejumlah negara Barat terkait kesepakatan nuklir (JCPOA).

Khamenei menekankan bahwa teknologi nuklir Iran adalah hak kedaulatan yang tidak bisa ditawar-tawar. “Kami tidak membutuhkan izin dari siapa pun untuk mengembangkan kemampuan nuklir kami. Ini bukan soal kekuasaan, tapi soal harga diri bangsa,” ujarnya, menurut laporan resmi Kantor Pemimpin. Ia menambahkan bahwa setiap upaya untuk membatasi aktivitas nuklir Iran dengan syarat politik akan ditolak mentah-mentah.

Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi bahwa pihak-pihak terkait—termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Rusia—sedang mempertimbangkan format baru kesepakatan yang lebih luas dari JCPOA, yang runtuh setelah AS menarik diri pada 2018 di bawah pemerintahan Donald Trump. Namun, Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan kembali ke meja perundingan dengan harapan mendapatkan konsesi, melainkan hanya jika semua sanksi dicabut sepenuhnya dan dijamin secara hukum.

Dalam kesempatan itu, Khamenei juga memuji pencapaian teknologi nuklir Iran, termasuk peningkatan kapasitas pengayaan uranium hingga 60 persen dan pengoperasian pusat riset lanjutan di Natanz dan Fordow. Ia menyebut kemajuan ini sebagai “bukti ketahanan nasional” di tengah blokade ekonomi yang berlangsung selama lebih dari lima tahun.

Meski demikian, Khamenei tidak menutup kemungkinan dialog, asalkan dilakukan dengan prinsip saling menghormati dan tanpa tekanan. “Kami tidak anti-perundingan, tapi kami anti-eksploitasi,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa Iran akan tetap berada di jalur nuklir sipil sesuai ketentuan Non-Proliferation Treaty (NPT), tetapi tidak akan membiarkan pihak asing menentukan seberapa jauh kemajuan teknologi yang boleh dicapai.

Analisis keamanan internasional menyebut pernyataan Khamenei sebagai sinyal bahwa Iran tidak berniat mengulangi kesalahan masa lalu—ketika konsesi teknis justru tidak diimbangi dengan penghapusan sanksi secara permanen. Dengan demikian, prospek kesepakatan baru tampak semakin sulit, terutama mengingat perubahan geopolitik global dan keengganan Iran untuk kembali ke posisi yang dianggapnya lemah.

Berita Terkini

Jerman Tertinggal 1-0 dari Paraguay di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Massachusetts — Kejutan besar tercipta di Stadion Gillette, Massachusetts, pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Paraguay berhasil memimpin 1-0 atas juara...

Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium untuk Jagakan Semangat Tim di Piala Dunia...

Sumbawanews.com,- Setelah memastikan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026, timnas Argentina tak hanya fokus pada taktik dan pemulihan fisik. Di tengah jadwal yang...

Paraguay Tumbangkan Jerman 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Boston – Di tengah hujan deras yang mengguyur Gillette Stadium, Paraguay mengejutkan dunia sepak bola dengan memimpin 1-0 atas juara dunia empat kali,...

Jerman Tertinggal 0-1 dari Paraguay di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Boston Stadium, Foxborough — Jerman tampil lesu dan gagal menemukan ritme permainan hingga babak pertama berakhir, tertinggal 0-1 dari kejutan turnamen, Paraguay, dalam...

Berita Utama