Home Blog Page 14

Protes Besar di China Usai Video Penyiksaan Anjing Viral

Sumbawanews.com,- Kasus penyiksaan anjing di Chongqing, China, memicu gelombang kemarahan publik yang jarang terjadi di negara dengan kontrol ketat atas aksi unjuk rasa. Video yang merekam seorang pria berusia 39 tahun, Li, menyiksa beberapa anjing di balkon apartemennya beredar luas di media sosial, memicu aksi protes massal dan permintaan mendesak agar hukum perlindungan hewan segera diperkuat.

Rekaman itu menunjukkan aksi kekerasan berulang terhadap hewan-hewan yang seharusnya dalam perawatan. Setelah video itu viral, relawan kesejahteraan hewan mendatangi kompleks tempat tinggal Li dan menemukan seekor anak anjing dalam kondisi luka parah di koridor apartemen. Otoritas setempat kemudian mengevakuasi tiga anjing milik Li ke rumah sakit hewan dan tempat penampungan untuk mendapat perawatan intensif.

Polisi mengungkap bahwa Li diduga memanfaatkan media sosial untuk berpura-pura sebagai calon pengadopsi ramah, lalu mengambil anjing-anjing tersebut hanya untuk disiksa. Ia kini ditahan secara administratif di bawah Undang-Undang Hukuman Administrasi Keamanan Publik—karena China belum memiliki undang-undang pidana khusus yang menghukum kekerasan terhadap hewan.

Kemarahan publik tak hanya berhenti di dunia maya. Ratusan warga berkumpul di Distrik Jiangbei, membawa poster yang menuntut keadilan bagi hewan dan mengecam praktik penipuan berkedok adopsi. Beberapa demonstran berteriak agar otoritas menyelamatkan hewan-hewan lain yang diduga masih tersimpan di rumah Li. Aksi ini berlangsung meskipun aparat keamanan berusaha membubarkan massa dan menghapus konten-konten terkait dari platform lokal.

Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menyentuh sensitivitas baru di masyarakat China: semakin meningkatnya empati terhadap hewan peliharaan. Ini bukan pertama kalinya kekerasan terhadap hewan memicu protes besar. Awal tahun ini, kematian seekor anjing Border Collie bernama Chutou di Henan juga memicu amarah serupa, dan menuntut hukuman lebih berat bagi pelaku kekejaman terhadap hewan.

Pemerintah setempat menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan mengajak masyarakat melaporkan informasi tambahan. Namun, tekanan publik kini menggema lebih keras: bukan hanya soal hukuman bagi seorang pelaku, tapi soal sistem yang membiarkan kekejaman semacam ini terjadi tanpa konsekuensi hukum yang jelas.

Di tengah modernisasi pesat dan urbanisasi masif, China sedang menghadapi perubahan budaya yang tak terhindarkan—di mana hewan bukan lagi sekadar milik, tapi anggota keluarga. Dan masyarakat, dengan suara yang semakin berani, menuntut hukum untuk mengikuti hati nurani mereka.

Meta Karyawan Menolak Hackathon AI di Tengah PHK Massal

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja yang melibatkan 8.000 karyawan, CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan rencana gelaran hackathon perusahaan besar berfokus pada inovasi kecerdasan buatan pada Juli mendatang. Respons yang muncul justru berupa kekecewaan massal dari para karyawan yang merasa beban kerja sudah terlalu berat, morale anjlok, dan kepercayaan terhadap manajemen kian tipis.

Dalam pesan internal yang diakses oleh jurnalis, banyak karyawan menyatakan bahwa mereka justru sibuk mempertahankan operasional tim masing-masing—bukan mengikuti kegiatan tambahan yang dianggap tidak relevan. “Saya benar-benar sibuk menjaga agar tim saya tetap berjalan,” tulis salah seorang karyawan. “Saya tidak punya insentif, apalagi waktu, untuk ikut.”

Hackathon yang dijadwalkan berlangsung dari 14 hingga 16 Juli itu dipromosikan sebagai upaya membangun kebersamaan di tengah krisis internal. Namun, upaya itu gagal menembus kegundahan yang melanda kantor-kantor Meta. Seorang manajer produk, Ime Archibong, menyebut kegiatan ini “eksklusif untuk inovasi AI,” tetapi justru memicu gelombang kritik. Banyak karyawan merespons dengan meme sarkastik, seperti yang terinspirasi dari film *We’re the Millers*: “Kalian punya waktu untuk hackathon?”

Kritik paling keras datang dari keluhan bahwa partisipasi dalam hackathon tidak akan dinilai dalam evaluasi kinerja. “Kami diminta menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan sumber daya lebih sedikit, sementara rekan-rekan kami di-PHK, dan kami harus takut membuat kesalahan teknis serius karena penggunaan AI yang sembarangan,” tulis salah satu karyawan, yang mendapat ratusan reaksi positif dari rekan-rekannya.

Banyak yang mengingat kembali masa ketika hackathon di Meta masih dianggap sebagai ajang kreativitas yang dihargai. Kini, mereka merasa itu sudah menjadi kenangan. “Saya pernah ikut sebelumnya, tapi sekarang ini bukan pilihan lagi—saya harus fokus pada sprint tim saya yang sudah penuh tekanan,” ujar seorang insinyur.

Karyawan lain menyoroti perubahan budaya perusahaan yang “mengecewakan.” “Saya tidak merasa aman untuk mengalokasikan waktu pada inovasi, ketika ketidakpastian dan kekhawatiran akan PHK lebih besar daripada peluang untuk berkarya,” katanya.

Zuckerberg memang mengumumkan sejumlah inisiatif lain untuk memperbaiki suasana: peningkatan anggaran untuk kegiatan tim di luar kantor dan penghapusan sistem hot desking di beberapa kantor. Namun, langkah-langkah itu terasa terlambat dan tidak menyentuh akar masalah: ketidakpercayaan yang terbangun akibat PHK massal dan beban kerja yang semakin berat.

Beberapa karyawan veteran justru mengingatkan bahwa setiap tim kini dihadapkan pada target yang agresif, dengan staf yang jauh lebih sedikit. “Tidak ada ruang lagi untuk hal-hal di luar inti pekerjaan,” komentar seorang insinyur. “Kami butuh stabilitas, bukan acara yang meminta kami bekerja lebih keras lagi.”

Meta menolak memberikan komentar resmi atas keluhan ini. Sementara itu, di balik layar, karyawan yang tersisa terus berdiskusi—bukan tentang ide brilian AI, tapi tentang bagaimana bertahan di perusahaan yang dulu menjadi simbol inovasi, kini terasa seperti rumah yang kehilangan arah.

MBG Masih Runtuhkan Jaringan Korupsi

Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung terus menggali jaringan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan jumlah tersangka melonjak menjadi lima orang dan potensi penambahan masih terbuka. Penyidikan yang berjalan paralel mengungkap dua klaster besar dugaan pelanggaran: jual beli titik layanan dan penggelembungan anggaran pengadaan barang.

Terbaru, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono, ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, 12 Juni 2026. Ia diduga memanfaatkan hubungan dekat dengan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memuluskan proyek pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik senilai Rp1,03 triliun. Padahal, perusahaannya belum memenuhi syarat teknis sebagai vendor—tidak memiliki dealer atau bengkel aktif—namun tetap memenangkan lelang melalui komunikasi dini dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sejak Februari 2025, jauh sebelum proses pengadaan dimulai.

Penyidik menemukan indikasi mark up harga dan manipulasi dokumen serah terima. Spesifikasi motor listrik yang diterima dinilai tidak sesuai kebutuhan program, namun pembayaran 100 persen tetap dicairkan. Andri kini ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan dijerat Pasal 603 dan 604 KUHP.

Sehari sebelumnya, Kejagung menetapkan Asep Yusuf Somantri (AYS) sebagai tersangka. Ia diduga bertindak sebagai “makelar titik” yang diarahkan oleh mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, untuk mengatur sistem pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). AYS memanfaatkan akses untuk membatalkan pendaftaran mitra yang sah dan menggantinya dengan pihak yang memiliki hubungan dekat dengan pejabat BGN. Ia juga diduga menyuap Sony untuk memperkuat posisi mitra yang diinginkan. AYS dijerat Pasal 12 huruf a dan b UU Tipikor serta Pasal 605 ayat 2 dan 606 KUHP.

Sebelumnya, tiga mantan pimpinan BGN telah ditetapkan sebagai tersangka: mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang untuk memilih mitra yang tidak memenuhi syarat, mengabaikan mekanisme transparan yang seharusnya melibatkan yayasan berbasis sekolah penerima manfaat.

Dalam pengungkapannya, Kejagung menyebut dugaan korupsi tidak terbatas pada motor listrik. Sejumlah pengadaan lain turut diselidiki, termasuk 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi 75 inci—semua dengan indikasi harga tidak wajar dan prosedur yang diputarbalikkan.

Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaeman Nahdi menegaskan, penyidikan masih berjalan intensif. “Kami belum berhenti di sini. Masih ada pengadaan lain yang sedang kami dalami, dan kemungkinan tersangka baru masih terbuka,” ujarnya.

Program MBG yang seharusnya menjadi jembatan nutrisi bagi anak-anak kurang mampu kini menjadi simbol kegagalan tata kelola keuangan negara. Jaringan yang terungkap menunjukkan sistematisnya penyalahgunaan wewenang, dari puncak birokrasi hingga pelaku swasta yang memanfaatkan celah prosedural. Kejaksaan Agung berkomitmen mengejar seluruh pihak yang terlibat, tanpa terkecuali.

Bocah Autisme Dibully hingga Tersetrum di Taman Kramat

Sumbawanews.com,- Jakarta – Seorang bocah berusia tujuh tahun, MWP, menjadi korban kekejaman teman sebaya yang berujung pada kejadian mengerikan di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat. Dalam insiden yang terekam kamera pengawas, dua remaja—ALR (17) dan RM (13)—sengaja menggotong korban yang penyandang autisme mendekat ke tiang listrik, lalu menempelkan kakinya hingga listrik mengalir dan membuatnya kejang, pingsan, dan mengalami trauma berat.

Kejadian itu terjadi pada Minggu malam, 7 Juni 2026, saat sejumlah anak bermain di taman yang biasa menjadi tempat berkumpul warga sekitar. Rekaman CCTV menunjukkan aksi brutal itu berlangsung singkat namun berdampak lama: kedua pelaku langsung kabur setelah korban tak sadarkan diri. Baru setelah beberapa menit, mereka kembali, menarik tubuh korban menjauh dari tiang, lalu meninggalkannya di dekat bangku taman sebelum pergi tanpa jejak.

Polisi segera mengamankan kedua pelaku. Satu di antaranya, ALR, ditahan karena sudah dewasa, sementara RM, yang masih di bawah umur, dikembalikan ke orang tuanya namun tetap dalam proses hukum. Keduanya mengaku tidak tahu bahwa tiang lampu di taman itu beraliran listrik—pengakuan yang tak mengurangi unsur kesengajaan dalam tindakan mereka. Polisi menegaskan, meski tidak ada niat membunuh, perbuatan itu jelas melanggar hukum dan mengandung unsur kekerasan berat.

Korban, yang telah didiagnosis sebagai penyandang autisme, langsung dibawa orang tuanya ke rumah sakit. Kondisinya sempat kritis, dengan gejala kejang dan gangguan saraf akibat sengatan listrik. Dokter mengatakan, selain dampak fisik, korban mengalami gangguan psikologis berat yang memerlukan terapi jangka panjang.

Kasus ini memicu reaksi tegas dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. “Siapa pun yang melakukan perundungan di Jakarta, akan kami tindak tegas,” tegasnya, menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar kecelakaan, tapi kegagalan moral bersama. Taman Kramat pun ditutup sementara oleh pihak RT setempat. Ketua RT 6, Neneng, bahkan meminta PLN mematikan gardu listrik di lokasi demi mencegah kejadian serupa. “Saya takut ada korban lagi. Anak-anak masih bermain, saya usir semua, kunci taman, langsung hubungi PLN,” katanya.

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa korban dan pelaku tinggal berdekatan, bahkan dalam satu RT. Mereka sering bermain bersama—sebuah fakta yang membuat kekejaman ini semakin memilukan. “Ini bukan orang asing. Ini teman main. Ini tetangga,” kata Kompol Rita Oktavia dari Satuan PPA Polres Jakpus.

Kini, taman yang dulunya menjadi ruang bermain anak-anak itu terkunci rapat, pagar setinggi 1,7 meter mengelilinginya. Tiang listrik yang menjadi saksi kekejaman itu masih berdiri, namun listriknya mati—sebuah simbol keheningan yang menyayat, sekaligus peringatan keras: kekerasan terhadap anak, terutama yang rentan, tak bisa ditoleransi.

Pemerintah dan masyarakat kini bersama-sama menuntut keadilan. Bukan hanya bagi MWP, tapi bagi semua anak yang berhak tumbuh di lingkungan yang aman, bukan tempat kekejaman bersembunyi di balik candaan.

Pakistan Sebut Perdamaian Iran-AS Hampir Terwujud

Sumbawanews.com,- Islamabad – Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, menyatakan bahwa kesepakatan kerangka perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat telah mencapai titik terdekatnya dalam sejarah hubungan kedua negara yang penuh ketegangan. Dalam unggahan di platform X, Sharif menegaskan bahwa perdamaian “belum pernah sedekat ini,” meski ia mengakui adanya perbedaan laporan mengenai rincian teknis kesepakatan tersebut.

Kedua pihak, yang saling berperang sejak Februari lalu setelah serangan udara gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan puluhan pejabat militer, kini berada di ambang gencatan senjata permanen. Serangan balasan Iran yang melumpuhkan puluhan pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan menutup Selat Hormuz—jalur strategis pelayaran global—telah memicu krisis ekonomi dan kemanusiaan di seluruh wilayah.

Menurut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, kesepakatan yang tengah disusun terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup penghentian total permusuhan, termasuk penghentian serangan Israel terhadap Lebanon, serta komitmen untuk tidak melancarkan serangan balasan di masa depan. Tahap kedua akan membahas isu-isu teknis: pencabutan sanksi ekonomi, pencairan aset Iran yang dibekukan, dan pengaturan masa depan program nuklir Teheran. Araghchi menekankan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kedaulatan Iran dan Oman, dan menegaskan bahwa pendekatan baru Iran akan berbeda dari masa lalu.

Di sisi AS, seorang pejabat senior mengonfirmasi bahwa kesepakatan “sangat dekat,” namun belum final. Ia menyatakan bahwa pencabutan sanksi dan pelepasan aset Iran akan bersyarat dan bergantung pada kepatuhan penuh Tehran terhadap komitmen nuklirnya. Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya juga menegaskan bahwa tidak ada dana atau aset yang akan langsung dicairkan setelah penandatanganan nota kesepahaman.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin tim negosiasi, memperingatkan bahwa “komitmen yang dibuat harus ditepati. Tidak ada alasan.” Pernyataan itu menggambarkan kekhawatiran mendalam Teheran terhadap kepercayaan pada pemerintahan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya pernah membatalkan kesepakatan nuklir 2015 meski telah ditandatangani.

Pakistan, yang telah berperan sebagai mediator netral sejak awal konflik, terus mendorong dialog antara kedua belah pihak. Negara ini juga menjadi saluran komunikasi utama antara Washington dan Teheran, mengingat tidak adanya hubungan diplomatik langsung antara AS dan Iran sejak 1980.

Meski optimisme meningkat, para pengamat memperingatkan bahwa kesepakatan ini masih rapuh. Ketidakpercayaan mendalam, sejarah pelanggaran janji, dan tekanan dari aktor regional seperti Israel dan kelompok bersenjata di Timur Tengah tetap menjadi ancaman nyata terhadap stabilitas jangka panjang.

Jika kesepakatan ini akhirnya ditandatangani, ini akan menjadi momen sejarah yang mengakhiri perang terpanjang dan paling mematikan di Timur Tengah dalam satu dekade terakhir—sekaligus membuka jalan bagi pemulihan ekonomi regional dan stabilitas pasar energi global.

Tragedi Garuda di Jepang dan Konfrontasi dengan Malaysia

Sumbawanews.com,- Pada 13 Juni, sejarah mencatat dua peristiwa penting yang mengguncang dunia—dari kecelakaan pesawat sipil hingga konflik geopolitik regional yang memicu ketegangan antarnegara.

Pada 1996, pesawat Garuda Indonesia Flight 152, yang sedang dalam penerbangan dari Jakarta ke Medan, jatuh di dekat Bukit Dinding, dekat Desa Hutan Lindung, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Namun, dalam catatan sejarah internasional, 13 Juni juga menjadi hari berduka bagi penerbangan sipil Indonesia ketika sebuah pesawat Garuda Indonesia jatuh di Jepang. Tepatnya pada 13 Juni 1996, pesawat Boeing 737-300 milik Garuda yang sedang dalam penerbangan latihan di dekat Bandara Narita, Jepang, mengalami kegagalan sistem kontrol dan menabrak tanah, menewaskan seluruh awak dan penumpang—total 23 orang. Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan paling memilukan dalam sejarah penerbangan Garuda di luar negeri, sekaligus memicu tinjauan mendalam terhadap prosedur pelatihan pilot dan pemeliharaan pesawat di perusahaan penerbangan nasional.

Di waktu yang berbeda, namun pada tanggal yang sama, 13 Juni 1964, konflik geopolitik antara Indonesia dan Malaysia memasuki fase paling intensif. Bentrokan bersenjata meletus di wilayah Sarawak, Borneo Britania, antara gerilyawan Indonesia dan pasukan Malaysia yang didukung Inggris. Konflik ini merupakan bagian dari Periode Konfrontasi (1962–1966), yang dipicu oleh keberatan Presiden Soekarno terhadap pembentukan Federasi Malaysia yang mencakup Malaya, Sabah, dan Sarawak. Jakarta menilai pembentukan negara baru itu sebagai proyek kolonialisme baru oleh Inggris untuk mempertahankan pengaruhnya di Asia Tenggara. Operasi militer rahasia, infiltrasi, dan serangan gerilya terus berlangsung hingga 1966, ketika pemerintahan Soekarno berakhir dan Presiden Soeharto mengambil alih kekuasaan, lalu menyetujui perjanjian damai di Bangkok.

Peristiwa lain yang terjadi pada 13 Juni adalah peluncuran V-1—peluru kendali pertama dalam sejarah perang modern—oleh Nazi Jerman pada 1944. Senjata yang dikenal sebagai “doodlebug” itu ditembakkan ke London sebagai bagian dari serangan balasan Jerman terhadap serangan udara Sekutu. Dengan sistem autopilot sederhana dan hulu ledak 850 kg, V-1 menjadi simbol awal perang berbasis teknologi, sekaligus menandai dimulainya era senjata presisi yang akan mengubah taktik perang selama abad ke-20.

Meski terpisah oleh waktu dan konteks, ketiga peristiwa itu—kecelakaan pesawat Garuda di Jepang, konfrontasi militer dengan Malaysia, dan peluncuran V-1—menggambarkan bagaimana 13 Juni menjadi titik balik dalam sejarah transportasi, geopolitik, dan teknologi perang. Setiap peristiwa membekas bukan hanya sebagai catatan kronologis, tapi sebagai pengingat akan kerentanan manusia di tengah kekuasaan, teknologi, dan ambisi politik.

Pramono Anung Targetkan Transportasi Umum Jadi Kado HUT Jakarta

Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan peningkatan pengguna transportasi umum sebesar 30 persen sebagai kado terindah menjelang perayaan HUT ke-63 Jakarta. Ia meyakini, capaian ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata transformasi mobilitas warga ibu kota yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Dalam pertemuan di Jakarta Barat, Kamis (11/6), Pramono menyebut konektivitas antar moda transportasi kini telah mencapai 93 persen, dengan hadirnya Transjabodetabek yang menghubungkan warga luar Jakarta yang bekerja di ibu kota. Namun, ia mengakui, persentase pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen—sebuah angka yang menurutnya belum mencerminkan potensi sebenarnya.

“Kadonya bisa 30 persen, Alhamdulillah,” ujar Pramono, mengacu pada harapannya agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal, terutama di tengah kenaikan harga BBM yang kini mendorong perubahan perilaku.

Untuk memperkuat dorongan ini, Pemprov DKI sedang mengevaluasi perluasan jangkauan 15 golongan penerima subsidi transportasi gratis. Pramono membuka kemungkinan menambah kategori baru, dengan prinsip subsidi silang yang lebih adil: bagi yang mampu, tarif sedikit lebih tinggi; bagi yang tidak mampu, tetap gratis.

“Kita ingin subsidi ini tepat sasaran. Tidak boleh ada yang terpinggirkan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyesuaian tarif Transjabodetabek akan dilakukan secara selektif, berbasis jarak tempuh, bukan seragam. Sejumlah rute akan tetap dipertahankan dengan tarif stabil demi menghindari beban berlebih bagi masyarakat, terutama pekerja harian dan warga pinggiran.

“Sebagai gubernur, saya tidak bisa hanya melihat angka. Saya harus lihat kondisi nyata di lapangan—bagaimana ibu-ibu berangkat kerja, bagaimana anak-anak sekolah menempuh jarak jauh. Kebijakan harus manusiawi,” katanya.

Dengan strategi ini, Pramono tidak hanya mengejar angka penggunaan, tapi membangun budaya baru: bahwa transportasi umum bukan pilihan terakhir, melainkan pilihan terbaik—dan untuk Jakarta, itu akan menjadi hadiah terindah di usia ke-63.

Geek Fam vs Bigetron by Vitality: Duel Tiket Final MPL ID S17

Sumbawanews.com,- Jakarta – Dua tim yang dianggap sebagai underdog hari ini akan bertemu dalam laga paling menentukan fase playoff MPL ID S17. Geek Fam dan Bigetron by Vitality saling berhadapan di Lower Bracket Final, Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 17.30 WIB di Jakarta International Velodrome, dengan satu-satunya tiket menuju Grand Finals menjadi taruhannya.

Bukan tanpa alasan laga ini dinanti. Geek Fam, yang finis di posisi terbawah pada fase reguler, tiba-tiba berubah menjadi mesin kejutan. Setelah mengalahkan Dewa United Esports 3-0 dengan aksi heroik Baloyskie yang memanfaatkan hero Chip untuk serangan teleport mendadak ke base lawan, tim ini melaju hingga ke babak ini setelah kalah 0-3 dari Onic di Upper Bracket. Kemenangan mereka bukan kebetulan—mereka bermain dengan keberanian dan kreativitas yang menggemparkan publik.

Di sisi lain, Bigetron by Vitality—dikenal sebagai Robot Merah—tampil lebih konsisten sepanjang musim, meski belum pernah menunjukkan dominasi mutlak. Namun, di fase playoff, mereka menemukan ritme sempurna. Setelah mengalahkan Evos 3-1 dan menyapu bersih Team Liquid ID 3-0, BTR kini membawa momentum yang mengancam siapa pun di depannya. Mereka tidak lagi sekadar bertahan—mereka mengatur tempo, memanfaatkan kesalahan lawan, dan mengeksekusi strategi dengan presisi.

Keduanya pernah kalah dari Onic, sang juara reguler, yang kini menanti pemenang laga ini di Grand Final. Tapi kali ini, bukan soal menang atau kalah—ini tentang harga diri, reputasi, dan kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa mereka layak berdiri di atas panggung paling tinggi.

Format best-of-seven yang akan digunakan memastikan pertarungan tidak akan berakhir cepat. Setiap pick, ban, dan serangan akan dipertimbangkan hingga detik terakhir. Di tengah hiruk-pikuk suporter yang memadati venue dan jutaan penonton daring, satu tim akan bangkit—dan satu tim akan terhenti.

MPL ID S17 telah menunjukkan bahwa di dunia esports, prediksi tak selalu berlaku. Geek Fam yang dianggap tak punya masa depan kini jadi ancaman nyata. Bigetron yang dulu dianggap stabil tapi monoton kini berubah jadi tim yang mengintimidasi. Siapa yang akan melangkah ke final? Jawabannya bukan di statistik, tapi di lapangan—dan sore ini, Jakarta akan menyaksikan sejarah baru.

Ellison Keluarga Kuasai Dunia Media AS Lewat Gabungan Paramount-Warner Bros.

Sumbawanews.com,- Departemen Kehakiman AS resmi menyetujui akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance, sebuah transaksi senilai $45,7 miliar yang secara fundamental mengubah peta kekuasaan media nasional. Dengan penggabungan ini, keluarga Ellison—dipimpin oleh ayah dan anak, Larry dan David Ellison—kini mengendalikan sebagian besar aset media paling berpengaruh di Amerika Serikat, termasuk HBO, CNN, CBS, MTV, Nickelodeon, Warner Bros. Studios, hingga Warner Bros. Games.

Dalam pernyataan resminya, DoJ menolak argumen bahwa merger ini mirip dengan akuisisi Fox oleh Disney, dengan alasan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah struktur industri secara permanen. Keluhan dari serikat pekerja dan kekhawatiran atas monopoli juga diabaikan, meski lebih dari 5.500 profesional industri film dan televisi—termasuk Glenn Close, Jane Fonda, dan Joaquin Phoenix—telah menandatangani surat terbuka memperingatkan bahwa merger ini akan “mengancam kelangsungan hidup seluruh komunitas kreatif.”

Kontrol atas CNN menjadi sorotan utama. Dengan Larry Ellison yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Donald Trump—yang sebelumnya menyebut pimpinan CNN “korup dan tidak kompeten”—banyak yang khawatir jaringan berita tersebut akan mengalami nasib serupa CBS News. Di bawah kepemimpinan Bari Weiss, yang diangkat oleh keluarga Ellison, CBS News telah menjalani serangkaian perombakan kontroversial: pemberhentian koresponden terkemuka Scott Pelley, pembatalan laporan eksklusif 60 Minutes tentang kondisi fasilitas ICE, serta pemecatan Cecelia Vega saat ia sedang menyelidiki laporan tentang Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang dikenai sanksi AS. Vega bahkan tidak diberi akses ke bahan investigasinya saat diberhentikan, memicu kekhawatiran akan pengungkapan sumber.

Penghapusan acara The Late Show with Stephen Colbert juga menimbulkan spekulasi bahwa keputusan itu lebih terdorong oleh tekanan politik daripada alasan finansial, menyusul segmen Colbert yang mengkritik pembayaran kompensasi $16 juta dari CBS kepada Trump. Oracle, perusahaan infrastruktur server milik Larry Ellison, juga baru-baru ini bergabung dalam konsorsium yang mengambil 45% saham operasi TikTok di AS, memperluas jangkauan kekuasaan keluarga ini ke ranah media sosial.

Meski DoJ telah memberikan lampu hijau, tantangan hukum masih menghantui. Jaksa agung California dan New York menyatakan niat untuk mengajukan gugatan, sementara otoritas Eropa dan Inggris juga tengah menyelidiki dampak merger ini terhadap persaingan pasar. Paramount Skydance memiliki waktu hingga 30 September untuk menyelesaikan transaksi; jika terlambat, pihak Warner Bros. Discovery akan dikenai denda harian sebesar $7 juta.

Dengan aset yang kini mencakup hampir seluruh lanskap hiburan dan berita Amerika—dari film blockbuster hingga jurnalisme investigasi—keluarga Ellison telah membangun imperium media yang secara struktural menyaingi Disney, dan memicu pertanyaan mendalam: siapa yang sebenarnya mengendalikan narasi publik di Amerika?

Karyawan Subkontraktor Tambang Meninggal di Bus Jemputan, Warga Desak Evaluasi Sistem Kerja di Lingkar Tambang PT AMNT

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Peristiwa meninggalnya seorang karyawan subkontraktor di kawasan tambang PT AMNT kembali memicu perhatian publik terhadap sistem kerja yang diterapkan di lingkungan pertambangan. Korban diketahui merupakan karyawan salah satu perusahaan subkontraktor, yakni PT LIP.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, korban dilaporkan mengalami kondisi darurat kesehatan saat berada di dalam bus antar-jemput karyawan usai menjalani aktivitas kerja. Sejumlah saksi menyebut korban mengalami kejang-kejang di dalam bus sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sejumlah warga menduga korban mengalami kelelahan akibat aktivitas kerja yang dijalaninya. Namun demikian, penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kejadian ini kembali memunculkan tuntutan agar pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem roster dan pola jam kerja yang diterapkan di kawasan pertambangan, khususnya yang melibatkan perusahaan kontraktor dan subkontraktor.

“Jika benar ada faktor kelelahan kerja yang berkontribusi terhadap kondisi korban, maka ini harus menjadi perhatian serius. Keselamatan dan kesehatan pekerja tidak boleh dikorbankan demi target produksi,” ujar salah seorang warga setempat.

Warga menilai perusahaan perlu memperkuat sistem pengawasan kesehatan pekerja, termasuk pemeriksaan kesehatan berkala, manajemen kelelahan kerja (fatigue management), waktu istirahat yang memadai, serta pemantauan kondisi fisik pekerja sebelum dan sesudah menjalankan tugas.

Selain itu, masyarakat juga meminta Dinas Tenaga Kerja, pengawas ketenagakerjaan, dan instansi terkait untuk melakukan investigasi dan kajian terhadap pola kerja yang diterapkan di kawasan tambang. Menurut mereka, setiap kejadian yang menyebabkan hilangnya nyawa pekerja harus menjadi bahan evaluasi bersama.

Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa. Menurutnya, perlu ada transparansi dalam pengungkapan penyebab kematian agar tidak menimbulkan berbagai asumsi di tengah masyarakat.

“Siapa pun pekerjanya, keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama. Kami berharap ada investigasi yang objektif dan terbuka sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai penyebab kejadian ini,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT AMNT maupun PT LIP terkait kronologi dan penyebab meninggalnya karyawan tersebut. Karena itu, dugaan kelelahan kerja yang berkembang di tengah masyarakat masih perlu diverifikasi melalui hasil pemeriksaan medis dan investigasi pihak berwenang.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aspek kesehatan dan keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama seluruh perusahaan yang beroperasi di sektor pertambangan, mengingat tingginya risiko dan beban kerja yang dihadapi para pekerja setiap harinya.

Berita Terkini

Pemakaman Khamenei Digelar 4 Juli 2026

Sumbawanews.com,- Teheran — Rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang gugur dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, resmi dimulai pada 4...

Satgas Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21,4 Kg di Perbatasan Kalbar

Sumbawanews.com,- Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia dari Yonarhanud 1/PBC/1 Kostrad berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 21,4 kilogram di Pos Lintas Batas...

Fable 5 Ditarik Global, Pemerintah AS Tarik Izin

Sumbawanews.com,- Anthropic mendadak menarik akses publik terhadap model kecerdasan buatan terbarunya, Fable 5 dan Mythos 5, hanya tiga hari setelah peluncurannya. Keputusan ini diambil...

Xbox Dipertimbangkan Dilepaskan dari Microsoft

Sumbawanews.com,- Microsoft tengah mengevaluasi opsi radikal untuk masa depan Xbox, termasuk kemungkinan melepaskannya sebagai perusahaan mandiri. Meski tidak ada rencana segera, langkah ini menjadi...

SRLT Desak Audit Total Program PPM PT AMMAN, Pertanyakan Dampak Nyata bagi Masyarakat Lingkar...

Sumbawa Barat sumbawanews.com – Solidaritas Rakyat Lingkar Tambang (SRLT) melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PT Amman...

Berita Utama