Home Serba Serbi Tekno Ellison Keluarga Kuasai Dunia Media AS Lewat Gabungan Paramount-Warner Bros.

Ellison Keluarga Kuasai Dunia Media AS Lewat Gabungan Paramount-Warner Bros.

Sumbawanews.com,- Departemen Kehakiman AS resmi menyetujui akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount Skydance, sebuah transaksi senilai $45,7 miliar yang secara fundamental mengubah peta kekuasaan media nasional. Dengan penggabungan ini, keluarga Ellison—dipimpin oleh ayah dan anak, Larry dan David Ellison—kini mengendalikan sebagian besar aset media paling berpengaruh di Amerika Serikat, termasuk HBO, CNN, CBS, MTV, Nickelodeon, Warner Bros. Studios, hingga Warner Bros. Games.

Dalam pernyataan resminya, DoJ menolak argumen bahwa merger ini mirip dengan akuisisi Fox oleh Disney, dengan alasan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah struktur industri secara permanen. Keluhan dari serikat pekerja dan kekhawatiran atas monopoli juga diabaikan, meski lebih dari 5.500 profesional industri film dan televisi—termasuk Glenn Close, Jane Fonda, dan Joaquin Phoenix—telah menandatangani surat terbuka memperingatkan bahwa merger ini akan “mengancam kelangsungan hidup seluruh komunitas kreatif.”

Kontrol atas CNN menjadi sorotan utama. Dengan Larry Ellison yang dikenal dekat dengan mantan Presiden Donald Trump—yang sebelumnya menyebut pimpinan CNN “korup dan tidak kompeten”—banyak yang khawatir jaringan berita tersebut akan mengalami nasib serupa CBS News. Di bawah kepemimpinan Bari Weiss, yang diangkat oleh keluarga Ellison, CBS News telah menjalani serangkaian perombakan kontroversial: pemberhentian koresponden terkemuka Scott Pelley, pembatalan laporan eksklusif 60 Minutes tentang kondisi fasilitas ICE, serta pemecatan Cecelia Vega saat ia sedang menyelidiki laporan tentang Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk wilayah Palestina yang dikenai sanksi AS. Vega bahkan tidak diberi akses ke bahan investigasinya saat diberhentikan, memicu kekhawatiran akan pengungkapan sumber.

Penghapusan acara The Late Show with Stephen Colbert juga menimbulkan spekulasi bahwa keputusan itu lebih terdorong oleh tekanan politik daripada alasan finansial, menyusul segmen Colbert yang mengkritik pembayaran kompensasi $16 juta dari CBS kepada Trump. Oracle, perusahaan infrastruktur server milik Larry Ellison, juga baru-baru ini bergabung dalam konsorsium yang mengambil 45% saham operasi TikTok di AS, memperluas jangkauan kekuasaan keluarga ini ke ranah media sosial.

Meski DoJ telah memberikan lampu hijau, tantangan hukum masih menghantui. Jaksa agung California dan New York menyatakan niat untuk mengajukan gugatan, sementara otoritas Eropa dan Inggris juga tengah menyelidiki dampak merger ini terhadap persaingan pasar. Paramount Skydance memiliki waktu hingga 30 September untuk menyelesaikan transaksi; jika terlambat, pihak Warner Bros. Discovery akan dikenai denda harian sebesar $7 juta.

Dengan aset yang kini mencakup hampir seluruh lanskap hiburan dan berita Amerika—dari film blockbuster hingga jurnalisme investigasi—keluarga Ellison telah membangun imperium media yang secara struktural menyaingi Disney, dan memicu pertanyaan mendalam: siapa yang sebenarnya mengendalikan narasi publik di Amerika?

Previous articleKaryawan Subkontraktor Tambang Meninggal di Bus Jemputan, Warga Desak Evaluasi Sistem Kerja di Lingkar Tambang PT AMNT
Next articleGeek Fam vs Bigetron by Vitality: Duel Tiket Final MPL ID S17
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.