Home Blog Page 39

Marco Palestra Pilih Chelsea Demi Xabi Alonso

Sumbawanews.com,- London – Marco Palestra resmi menjadi pemain Chelsea pada musim panas 2026, setelah menandatangani kontrak enam tahun dari Atalanta dengan nilai transfer sebesar 47 juta poundsterling. Pemain berusia 21 tahun itu bukan hanya menjadi rekrutan pertama di bawah manajer baru Chelsea, Xabi Alonso, tetapi juga secara terbuka mengakui bahwa kehadiran sang pelatih menjadi penentu utama keputusannya.

Dalam wawancara perdana di situs resmi Chelsea, Palestra mengungkapkan kekagumannya terhadap energi dan visi Alonso. “Saya merasakan banyak energi darinya. Dia salah satu manajer terbaik di dunia—telah membawa Bayer Leverkusen menang. Bagi saya, memiliki Xabi Alonso sebagai pelatih adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.

Palestra mengaku telah berdiskusi langsung dengan Alonso sebanyak dua kali sebelum keputusan final diambil. “Dia menjelaskan dengan sangat jelas apa yang diharapkannya dari saya. Saya sangat senang bisa mengenalnya dan segera mulai berlatih bersamanya.”

Musim lalu, Palestra tampil gemilang di Serie A bersama Atalanta, mencatatkan 37 penampilan, satu gol, dan empat assist. Performanya membuatnya dinobatkan sebagai bek sayap terbaik liga Italia pada musim 2025/2026. Kedatangannya di Stamford Bridge dianggap sebagai langkah strategis Chelsea untuk membangun kembali lini pertahanan dengan sentuhan modern ala Alonso, yang dikenal mengutamakan kontrol permainan dan transisi cepat.

Dengan pengumuman resmi ini, era baru Chelsea pun dimulai—bukan hanya dengan nama-nama baru di lapangan, tetapi juga dengan kepemimpinan seorang pelatih yang membawa filosofi berbeda dari masa sebelumnya. Palestra menjadi simbol awal dari transformasi itu: pemain muda berbakat yang memilih klub bukan karena gaji atau popularitas, tapi karena kepercayaan pada seorang pelatih yang mampu mengubah potensi menjadi prestasi.

Amerika Serikat Lawan Bosnia di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Amerika Serikat akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis, 2 Juli, pukul 07.00 WIB, di San Francisco Bay Area Stadium. Pertandingan ini menjadi laga pertama tim tuan rumah di fase knockout, setelah menjuarai Grup D dengan dua kemenangan dan satu kekalahan.

AS meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay dan 2-0 atas Australia di dua laga awal, sebelum takluk 2-3 dari Turki di laga terakhir grup. Meski kalah, hasil itu tak mengganggu posisi mereka sebagai juara grup, berkat selisih gol dan poin yang unggul. Sementara itu, Bosnia menempati peringkat ketiga Grup B setelah menahan imbang Kanada 1-1, kalah 1-4 dari Swiss, lalu menang 3-1 atas Qatar di laga penutup.

Laga ini menjadi ujian berat bagi tim asuhan Sergej Barbarez, yang dikenal dengan pendekatan pragmatis dan andalan bola mati. Dengan kekuatan fisik dan tinggi badan rata-rata, Bosnia berharap bisa memanfaatkan kelemahan AS dalam menghadapi serangan balik cepat. Namun, keunggulan tuan rumah di depan pendukung sendiri, ditambah intensitas pressing tinggi dan kecepatan lini depan yang dipimpin Christian Pulisic, membuat AS diunggulkan.

Beberapa analis memprediksi kemenangan AS dengan skor 2-0, mengingat konsistensi permainan mereka di fase grup dan kegagalan Bosnia menghadapi tim yang mendominasi penguasaan bola. Namun, ada pula yang memperkirakan kejutan: Bosnia bisa memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti, terutama jika Edin Džeko mampu memanfaatkan peluang dari set piece. Beberapa suporter bahkan yakin tim Balkan itu bisa menang 2-1, mengandalkan motivasi tinggi sebagai tim peringkat tiga terbaik yang bertemu tuan rumah.

Dengan segala dinamika, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian ketahanan mental bagi Bosnia, sekaligus kesempatan bagi AS untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya tuan rumah yang beruntung, tapi tim yang siap mengejar gelar.

Inggris Kalahkan Kongo 2-1, Kane Jadi Pahlawan

Sumbawanews.com,- Inggris berhasil bangkit dari tertinggal untuk mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB. Kongo memulai laga dengan gemilang ketika Brian Cipenga menerobos pertahanan lawan dan melesakkan bola ke gawang pada menit ketujuh, membuat tim Afrika itu unggul lebih awal.

Namun, Inggris yang tampil lebih dominan secara permainan perlahan merangkak bangkit. Di menit ke-75, Harry Kane menyamakan kedudukan setelah menerima umpan matang dari Anthony Gordon. Tiga menit jelang laga usai, Kane kembali tampil sebagai penentu ketika ia menuntaskan peluang emas dengan tembakan akurat dari dalam kotak penalti, memastikan kemenangan 2-1 bagi tim asuhan pelatihnya.

Kemenangan ini mengamankan posisi The Three Lions di babak perdelapan final, di mana mereka akan menghadapi Meksiko pada Senin (6/7/2026). Sementara itu, RD Kongo harus pulang lebih awal, meski menunjukkan semangat juang luar biasa di tengah keterbatasan sumber daya.

Gol Kane yang kedua menjadi yang ke-71 dalam karier internasionalnya, memperkuat kedudukannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris. Penampilan sang kapten ini kembali membuktikan mengapa ia tetap menjadi tulang punggung tim meski berada di usia yang sudah memasuki masa-masa puncak karier.

Harry Kane Cetak Brace, Inggris Kalahkan RD Kongo dan Tantang Meksiko di 16 Besar

Sumbawanews.com,- Inggris melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang 2-1 atas Republik Demokratik Kongo dalam laga 32 besar di Atlanta Stadium, Rabu dini hari WIB. Kapten tim, Harry Kane, menjadi pahlawan dengan dua gol penentu yang membalikkan keadaan setelah timnya tertinggal lebih dulu.

RD Kongo tampil mengejutkan dengan membuka skor lewat Brian Cipenga pada menit ketujuh. Umpan tepat dari sisi kiri memanfaatkan celah di belakang pertahanan Inggris, membuat kiper Jordan Pickford tak mampu menghalau tembakan keras sang penyerang. Tekanan terus berlanjut, dengan Yoane Wissa nyaris memperbesar keunggulan, namun tembakannya hanya menghantam tiang gawang.

Kiper RD Kongo, Lionel Mpasi, tampil luar biasa sepanjang babak pertama. Serangkaian penyelamatan gemilangnya membuat Inggris kesulitan menembus pertahanan rapat lawan. Thomas Tuchel pun mengambil keputusan strategis di awal babak kedua: menarik Marcus Rashford dan Noni Madueke, lalu memasukkan Anthony Gordon dan Bukayo Saka untuk meningkatkan kecepatan dan variasi serangan.

Perubahan itu langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-75, umpan silang Gordon dari sisi kanan disambar Kane dengan tendangan voli keras yang melesat ke pojok gawang, menyamakan kedudukan 1-1. Momentum berpihak pada The Three Lions. Sebelas menit kemudian, kolaborasi yang sama kembali tercipta. Gordon melepaskan umpan terobosan ke depan kotak penalti, dan Kane dengan tenang mengarahkan sepakan kerasnya ke sudut kanan bawah—Mpasi tak bisa berbuat apa-apa.

Kemenangan ini mengantarkan Inggris menghadapi Meksiko di babak perdelapan final pada Senin, 6 Juni 2026, di salah satu stadion tuan rumah. Sementara itu, RD Kongo harus pulang dengan kepala tegak, setelah menunjukkan perlawanan gigih meski kalah secara teknis.

Susunan pemain Inggris: Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Anderson, Rice; Madueke, Bellingham, Rashford; Kane.

Susunan pemain RD Kongo: Mpasi; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Masuaku; Mukau, Moutoussamy, Sadiki, Mbuku; Wissa; Cipenga.

Harry Kane Bangkitkan Harapan Inggris, Kalahkan DR Kongo 2-1

Sumbawanews.com,- Timnas Inggris melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 2-1 atas DR Kongo dalam laga babak 32 besar di Stadion Atlanta, Kamis (2/7/2026) WIB. Kemenangan ini dipastikan lewat brace Harry Kane, yang menyelamatkan The Three Lions dari kekalahan tak terduga.

DR Kongo tampil luar biasa sejak menit pertama. Brian Cipenga mencetak gol cepat pada menit ke-7, memanfaatkan kelemahan pertahanan Inggris yang masih beradaptasi dengan intensitas serangan lawan. Gol itu membuat tim Afrika itu unggul 1-0, sekaligus mengejutkan publik yang menganggap Inggris sebagai favorit mutlak.

Meski mendominasi possession, Inggris kesulitan menembus pertahanan rapat DR Kongo. Peluang emas datang menjelang turun minum ketika Kane jatuh di kotak penalti usai bersenggolan dengan kiper lawan. Wasit menolak memberi penalti, dan keputusan itu tetap dipertahankan setelah peninjauan VAR—sebuah momen yang memicu kemarahan para pemain dan pelatih Inggris.

Memasuki babak kedua, Inggris meningkatkan tekanan. Serangan berulang kali diarahkan ke sisi sayap, hingga akhirnya pada menit ke-75, umpan akurat Anthony Gordon membebaskan Kane di depan gawang. Striker Tottenham itu tak menyia-nyiakan kesempatan, menyelesaikan dengan tembakan presisi yang mengakhiri ketertinggalan.

Tiga menit menjelang laga berakhir, Kane kembali menjadi pahlawan. Dari tendangan bebas di sisi kiri, bola melayang ke kotak penalti dan disambutnya dengan sundulan kuat yang melewati jangkauan kiper. 2-1 untuk Inggris. DR Kongo berusaha bangkit, tapi pertahanan Inggris yang kini lebih terorganisir mampu menahan serangan balik terakhir lawan.

Kemenangan ini mengamankan posisi Inggris di babak 16 besar, sekaligus menandai comeback emosional setelah kegagalan di babak pertama. Kane, yang kini menjadi kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris, kembali membuktikan diri sebagai sosok yang tak pernah absen di saat-saat krusial.

DR Kongo, meski tersingkir, meninggalkan kesan kuat sebagai tim yang berani, disiplin, dan mampu mengancam raksasa Eropa. Mereka menjadi tim pertama dari Afrika Tengah yang lolos ke babak 32 besar Piala Dunia sejak 2010—sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.

Persib Bandung Pertimbangkan Ganti Pelatih, Osmar Loss Vieira Jadi Kandidat Utama

Sumbawanews.com,- Media Iran, Estedade Football, melaporkan bahwa Persib Bandung tengah menjajaki kesepakatan dengan pelatih asal Brasil, Osmar Loss Vieira, untuk menggantikan Igor Tolic mulai musim 2026/2027. Laporan yang dipublikasikan pada 1 Juli 2026 menyebut negosiasi antara pihak klub dan calon pelatih baru masih berlangsung, meski belum ada keputusan resmi.

Kabar ini mengejutkan mengingat Persib sebelumnya telah mengumumkan Igor Tolic sebagai pelatih kepala pada Mei 2026, menggantikan Bojan Hodak. Keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan matang oleh manajemen, dengan alasan utama kesinambungan filosofi permainan dan pemahaman Tolic terhadap kultur klub—sebab ia telah terlibat dalam staf kepelatihan sejak 2024.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, sempat menegaskan bahwa penunjukan Tolic merupakan upaya menjaga stabilitas pasca sukses musim lalu. Namun, laporan dari media Iran itu menyiratkan adanya perubahan strategi di balik layar. Dikatakan bahwa Persib, sebagai salah satu tim paling bergengsi di Indonesia, sedang mencari pelatih dengan pengalaman internasional untuk memperkuat ambisi di kompetisi domestik dan potensi lanjutan di level Asia.

Osmar Loss Vieira, yang sebelumnya dikenal di dunia kepelatihan Brasil, belum pernah menangani tim di Asia Tenggara. Jika kesepakatan terwujud, ia akan menjadi pelatih asing ketiga yang memimpin Persib dalam tiga musim terakhir, menggantikan Bojan Hodak dan kemudian Igor Tolic yang belum sempat memimpin tim dalam laga resmi.

Sampai berita ini diturunkan, Persib belum memberikan tanggapan resmi atas kabar tersebut. Sementara itu, Igor Tolic tetap menjalankan tugasnya sebagai pelatih kepala, tanpa ada pernyataan resmi dari klub bahwa posisinya terancam.

Kemungkinan pergantian pelatih ini menjadi sorotan besar di kalangan Bobotoh, terutama menyusul serangkaian perombakan skuad besar-besaran yang telah dilakukan klub menjelang musim baru. Beberapa nama pemain dilepas, sementara sejumlah rekrutan baru—termasuk pemain diaspora—mulai bergabung, menandakan ambisi besar Persib untuk mempertahankan gelar juara Liga 1.

Dengan waktu yang terus berjalan menjelang kick-off musim baru, semua mata kini tertuju pada kantor manajemen Persib: apakah mereka akan mempertahankan kepercayaan pada Tolic, atau memilih jalan berisiko dengan membawa Osmar Loss Vieira sebagai arsitek baru?

Persija Jakarta Targetkan Juara Liga Setelah Finis Ketiga Musim Lalu

Sumbawanews.com,- Eksel Runtukahu, penyerang Persija Jakarta, menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat Macan Kemayoran di musim kompetisi Super League 2026-2027, dengan ambisi besar: mengangkat trofi juara. Pemain berusia 27 tahun itu tak puas dengan pencapaian posisi ketiga pada musim lalu, yang menjadi hasil terbaik Persija dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan enam gol dari 23 penampilan di musim perdana bersama tim ibu kota, Eksel membuktikan dirinya sebagai andalan di lini depan. Namun, bagi pemain kelahiran Maluku itu, angka-angka itu baru permulaan. Ia meyakini bahwa Persija memiliki potensi jauh lebih besar, terutama dengan kehadiran pemain-pemain baru seperti Aqil Savik dan penguatan di lini belakang melalui kontrak panjang Dia Syayid.

“Harapan saya buat Persija dan Jakmania, yang pasti kami harus berjuang untuk juara,” ujar Eksel, mengutip pernyataan resmi PT Liga Indonesia Baru pada 2 Juli 2026. Ia menekankan bahwa ambisinya bukan sekadar untuk dirinya sendiri, tetapi untuk para suporter setia yang tak pernah lelah mendukung tim di setiap laga, baik di Stadion Utama Gelora Bung Karno maupun di tengah hiruk-pikuk kota.

Eksel meminta Jakmania tetap menjadi “tiang penyangga” di balik layar, sekaligus memastikan bahwa ia dan rekan-rekannya akan memberikan respons setimpal di atas lapangan. “Pesan saya untuk Jakmania: tetap support, tetap berjalan bersama. Semoga musim ini kita bawa Persija juara,” tambahnya.

Pernyataan Eksel menyasar lebih dari sekadar motivasi pribadi. Ia menjadi representasi dari semangat baru yang sedang dibangun oleh manajemen Persija, yang tak hanya merekrut pemain, tapi juga menanamkan budaya menang. Dengan keberlanjutan skuad utama dan rekrutmen strategis, klub yang berdiri sejak 1928 itu kini tampak lebih siap daripada sebelumnya untuk menantang persaingan ketat dari Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan tim-tim besar lainnya.

Musim depan bukan sekadar lanjutan dari pencapaian lalu. Bagi Eksel Runtukahu dan Persija Jakarta, ini adalah kesempatan untuk mengubah sejarah—dari penantang menjadi penguasa.

Inggris Bangkit Berkat Brace Kane, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Atlanta – Inggris menyelamatkan ambisinya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo di Atlanta Stadium, Rabu (1/7/2026). Dua gol Harry Kane di babak kedua membalikkan keunggulan awal lawan, sekaligus mengantarkan Tiga Singa melangkah ke babak 16 besar.

Pertandingan berawal buruk bagi Inggris. Di menit ketujuh, Brian Cipenga memanfaatkan umpan panjang di sisi kiri, lalu melepaskan tembakan akurat ke tiang dekat yang tak bisa dijangkau kiper Jordan Pickford. Kongo pun unggul 1-0, dan mempertahankan keunggulan itu hingga turun minum meski Inggris terus mendominasi penguasaan bola.

Di babak kedua, tekanan Inggris tak lagi terbendung. Setelah beberapa peluang gagal dimaksimalkan—termasuk sundulan Marcus Rashford yang digagalkan kiper Lionel Mpasi dan tembakan Djed Spence yang diblok Aaron Wan-Bissaka—akhirnya kegigihan membayar hasil.

Di menit ke-75, umpan silang Anthony Gordon dari sayap kanan disambut dengan tandukan keras Kane di depan gawang, memperdayai Mpasi dan menyamakan kedudukan. Semangat tim asuhan Thomas Tuchel pun meledak. Delapan menit menjelang laga berakhir, Kane kembali menjadi pahlawan. Bola liar dari serangan Inggris berhasil diolahnya dalam posisi tak seimbang, lalu ditembakkan ke sudut atas gawang—Mpasi tak bisa berbuat apa-apa.

Kemenangan 2-1 itu mengakhiri perlawanan sengit Kongo, yang sempat nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-44 lewat Yoane Wissa, namun bola hanya menghantam tiang gawang.

Dengan hasil ini, Inggris yang finis pertama di Grup L, melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah Meksiko pada 6 Juli mendatang di Dallas. Sementara Kongo, yang menempati posisi ketiga Grup K, harus pulang meski telah menunjukkan perlawanan gigih.

Kane, yang kini menjadi kapten sekaligus pencetak gol terbanyak Inggris di ajang Piala Dunia, kembali membuktikan diri sebagai mesin gol yang tak tergantikan. Dua golnya di laga ini menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris di turnamen besar.

Susunan pemain:

**Inggris:** Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Rashford, Bellingham, Madueke; Kane

**RD Kongo:** Mpasi-Nzau; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Masuaku; Mukau, Moutoussamy, Sadiki; Mbuku, Cipenga, Wissa

Inggris Kalahkan RD Kongo 2-1, Kane Cetak Dua Gol Penentu

Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium berakhir dramatis pada Rabu, 1 Juli 2026, ketika timnas Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1. Kapten Harry Kane menjadi pahlawan sekaligus penentu kemenangan The Three Lions lewat dua gol di babak kedua.

RD Kongo mengejutkan tim tamu hanya tujuh menit setelah laga dimulai. Brian Cipenga menyambut umpan silang di tepi kotak penalti, lalu melepaskan tembakan datar yang tak bisa dijangkau kiper Jordan Pickford. Kekalahan di depan publik sendiri seakan menjadi mimpi buruk bagi Inggris yang diharapkan tampil dominan.

Meski menguasai bola, Inggris kesulitan menembus pertahanan Kongo yang bermain disiplin dan penuh semangat. Jude Bellingham dan Marcus Rashford sempat menciptakan peluang emas, namun penyelesaian akhir mereka gagal membuahkan hasil. Bahkan, di menit akhir babak pertama, sundulan Kane dari jarak dekat berhasil digagalkan secara gemilang oleh kiper Lionel Mpasi-Nzau.

Ketegangan memuncak ketika wasit menolak permintaan penalti Inggris setelah Kane jatuh di kotak terlarang. VAR memutuskan tidak ada pelanggaran, membuat para pemain dan pelatih Thomas Tuchel frustrasi.

Namun, semangat Inggris tak padam. Di babak kedua, Tuchel melakukan perubahan strategis dengan memasukkan Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Eberechi Eze untuk memperkuat serangan. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-75. Umpan silang dari sisi kiri disambut dengan sundulan keras Kane ke sudut gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Momentum berbalik total. Kongo yang sebelumnya bertahan rapat mulai kehilangan keseimbangan. Tekanan Inggris terus meningkat, dan pada menit ke-86, Kane kembali menjadi penentu. Menerima umpan matang di dalam kotak penalti, ia melepaskan tembakan keras ke sudut kanan atas gawang, membuat Mpasi-Nzau tak berdaya. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini mengantarkan Inggris ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Meksiko, tim yang lolos setelah mengalahkan Ekuador 2-0. Bagi Kane, yang kini berusia 33 tahun, gol-golnya bukan sekadar penyelamat—ia membuktikan bahwa pengalaman dan ketajaman masih menjadi senjata mematikan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Gol Kane Menangkan Inggris atas Kongo DR di 86 Menit

Sumbawanews.com,- Atlanta Stadium — Harry Kane menyulap kekalahan menjadi kemenangan bagi Inggris dengan dua gol spektakuler dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Rabu (1/7). Timnas Inggris akhirnya menang 2-1 atas Kongo DR, setelah tertinggal 0-1 di babak pertama.

Pertandingan dimulai dengan kejutan dari Kongo DR. Brian Cipenga membobol gawang Jordan Pickford pada menit ketujuh, memanfaatkan kelemahan pertahanan Inggris yang masih beradaptasi dengan tekanan tinggi lawan. Babak pertama berakhir dengan keunggulan tim Afrika itu, meski Inggris mendominasi peluang—dengan sundulan Jude Bellingham, tendangan voli Kane, dan upaya Marcus Rashford yang gagal membuahkan gol.

Di babak kedua, The Three Lions meningkatkan intensitas serangan. Rashford beberapa kali nyaris membobol gawang Lionel Mpasi, namun kiper Kongo DR tampil luar biasa. Baru pada menit ke-75, kegigihan Inggris membuahkan hasil. Umpan silang dari Anthony Gordon di sisi kanan disambut sundulan keras Kane, yang meski sempat ditepis Mpasi, tetap meluncur masuk ke gawang. Skor menjadi 1-1.

Tiga belas menit kemudian, Kane kembali menjadi pahlawan. Setelah sepakan Bellingham diblok Mpasi, bola rebound langsung diambil Gordon yang segera mengoper ke tepi kotak penalti. Di tengah tekanan dua pemain lawan, Kane mengambil ruang sempit, lalu melepaskan tembakan kaki kanan yang tak bisa dijangkau kiper. Bola bersarang di pojok atas gawang. 2-1. Waktu menunjukkan menit ke-86.

Kemenangan ini mengamankan tiket Inggris ke babak 16 besar, sekaligus memperkuat status Kane sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Inggris di Piala Dunia. Dengan dua gol dalam laga ini, striker Bayern Munich itu kini telah mencetak 11 gol di turnamen dunia—melebihi catatan legenda seperti Wayne Rooney.

Susunan pemain Inggris: Jordan Pickford; Djed Spence, Marc Guéhi, Ezri Konsa, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.

Sementara Kongo DR: Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku; Ngal’ayel Mukau, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki; Nathanael Mbuku, Yoane Wissa, Brian Cipenga.

Laga ini menjadi bukti nyata bahwa ketahanan mental dan kualitas individu bisa mengubah takdir pertandingan—dan di malam itu, nama Harry Kane kembali diukir dalam sejarah sepak bola dunia.

Berita Terkini

Inggris Siap Hadapi Meksiko di Azteca, Tuchel Sebut Ini sebagai Karma Sejarah

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengatakan bahwa laga kontra Meksiko di Stadion Azteca pada 5 Juli 2026 mendatang adalah momen krusial untuk menyelesaikan...

Australia dan Mesir Bertemu di 32 Besar Piala Dunia 2026 dengan Skuad Terkuat

Sumbawanews.com,- Arlington – Timnas Australia dan Timnas Mesir saling berhadapan dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Arlington, pada Sabtu (4/7)...

Sekda Sumbawa Pimpin Gotong Royong Serentak

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP bersama jajaran OPD lainnya melaksanakan gotong royong di berbagai wilayah...

Bus Hancur di Jurang, 40 Tewas di Khyber Pakhtunkhwa

Sumbawanews.com,- Setidaknya 40 orang tewas ketika sebuah bus jatuh ke jurang di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Jumat, 3 Juli 2026. Insiden tragis itu...

Berita Utama