Sumbawanews.com,- Eksel Runtukahu, penyerang Persija Jakarta, menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat Macan Kemayoran di musim kompetisi Super League 2026-2027, dengan ambisi besar: mengangkat trofi juara. Pemain berusia 27 tahun itu tak puas dengan pencapaian posisi ketiga pada musim lalu, yang menjadi hasil terbaik Persija dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan enam gol dari 23 penampilan di musim perdana bersama tim ibu kota, Eksel membuktikan dirinya sebagai andalan di lini depan. Namun, bagi pemain kelahiran Maluku itu, angka-angka itu baru permulaan. Ia meyakini bahwa Persija memiliki potensi jauh lebih besar, terutama dengan kehadiran pemain-pemain baru seperti Aqil Savik dan penguatan di lini belakang melalui kontrak panjang Dia Syayid.
“Harapan saya buat Persija dan Jakmania, yang pasti kami harus berjuang untuk juara,” ujar Eksel, mengutip pernyataan resmi PT Liga Indonesia Baru pada 2 Juli 2026. Ia menekankan bahwa ambisinya bukan sekadar untuk dirinya sendiri, tetapi untuk para suporter setia yang tak pernah lelah mendukung tim di setiap laga, baik di Stadion Utama Gelora Bung Karno maupun di tengah hiruk-pikuk kota.
Eksel meminta Jakmania tetap menjadi “tiang penyangga” di balik layar, sekaligus memastikan bahwa ia dan rekan-rekannya akan memberikan respons setimpal di atas lapangan. “Pesan saya untuk Jakmania: tetap support, tetap berjalan bersama. Semoga musim ini kita bawa Persija juara,” tambahnya.
Pernyataan Eksel menyasar lebih dari sekadar motivasi pribadi. Ia menjadi representasi dari semangat baru yang sedang dibangun oleh manajemen Persija, yang tak hanya merekrut pemain, tapi juga menanamkan budaya menang. Dengan keberlanjutan skuad utama dan rekrutmen strategis, klub yang berdiri sejak 1928 itu kini tampak lebih siap daripada sebelumnya untuk menantang persaingan ketat dari Persib Bandung, Persebaya Surabaya, dan tim-tim besar lainnya.
Musim depan bukan sekadar lanjutan dari pencapaian lalu. Bagi Eksel Runtukahu dan Persija Jakarta, ini adalah kesempatan untuk mengubah sejarah—dari penantang menjadi penguasa.















