sumbawanews.com,- Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M. menghadiri Sosialisasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera dengan Skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), di Kantor Bakamla RI Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/11/2017).
Dalam sambutannya, Laksma TNI Suradi sangat mendukung adanya program ini. “Ini adalah kesempatan langka sehingga harus ditanggapi serius untuk memenuhi kebutuhan mendasar, yaitu sandang, pangan, dan papan”, ujarnya.
Dengan adanya skema FLPP ini, Pegawai Negeri Sipil (PNS) diberikan proses yang mudah dan juga penetapan DP yang ringan, mulai dari 1%. Selain itu bunga yang dikenakan oleh bank yang berpartisipasi dalam program FLPP terbilang cukup rendah dan rentang waktu kredit dapat disesuaikan dengan kemampuan pembeli.
Pada kesempatan ini, turut hadir pula Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) D.T. Saraswati. Saraswati menyampaikan apresiasinya kepada Bakamla RI yang telah memfasilitasi pertemuan ini, yang cukup penting bagi personel Bakamla RI. “Kebutuhan papan melalui program FLPP sangatlah dibutuhkan bagi PNS maupun TNI/Polri untuk mensejahterakan masyarakat agar lebih mudah dalam mendapatkan rumah”, imbuhnya. “Kebutuhan sandang dan pangan sudah terpenuhi, namun kebutuhan papan masih dirasa sulit untuk dimiliki oleh semua orang,” tambahnya.
Turut hadir pula perwakilan dari 8 pengembang perumahan yang tersebar di wilayah Jabodetak. Tidak hanya memasarkan produk perumahannya, pengembang juga mengedukasi personel dalam memilih properti yang tepat baik dalam hal lokasi dan juga pembiayaannya. Tidak ketinggalan, terdapa pula perwakilan 5 bank nasional yang berpartisipasi dalam program FLPP untuk dapat langsung memberikan simulasi kredit kepada personel yang berminat untuk memiliki rumah. (Ahmad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Sidang ke-5 Austalia-Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC) menunjukkan suatu ikatan hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin akrab dan erat, baik pada tataran pimpinan maupun Perwira Staf kedua Angkatan Bersenjata.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin Sidang ke-5 Ausindo HLC bersama Pangab Australia Marsekal Mark D. Binskin. A. C., di Gedung Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/11/2017).
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa harus tetap optimis dalam melaksanakan hubungan dan kerjasama antara TNI dan ADF. “Dengan membangun hubungan dan kerjasama yang sehat maka kedua negara akan ikut serta memberikan kontribusi pada perwujudan kawasan yang aman stabil dan kondusif serta lebih luas lagi perwujudan dunia yang damai dan tertib,” ujarnya.
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkeyakinan bahwa kesemuanya itu dapat terwujud manakala semua tindakan dalam mewujudkan hubungan dan kerjasama senantiasa dilandasi semangat membangun hubungan dengan baik. “Atas dasar saling menghormati dan menghargai untuk kepentingan bersama kedua negara dan kedua Angkatan Bersenjata,” tegasnya.
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan bahwa kemajuan yang diperoleh dari masing-masing sub komite secara signifikan dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya, hal ini sangat menggembirakan. “Pencapaian yang optimal tersebut merupakan hasil kerja keras kedua pihak yang telah memahami pentingnya hubungan baik antara TNI dan ADF serta lebih luas lagi hubungan bilateral kedua negara yang secara geografis bertetangga dan berbagi garis batas perairan,” katanya.
Panglima TNI mengajak para Ketua Sub-Komite dan semua peserta sidang ke-5 Ausindo HLC untuk dapat untuk dapat mengevaluasi dan membahas langkah-langkah komprehensif guna menjawab tantangan di masa mendatang dengan berupaya menciptakan inovasi-inovasi dan ide yang cemerlang sehingga menghasilkan kesepakatan yang lebih strategis produktif dan komprehensif.
“Kesemuanya itu akan bermanfaat bagi peningkatan kapasitas, militer peningkatan keamanan perbatasan dan kawasan serta akan membantu terciptanya Confidence Building Measures (CBM),” ungkapnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap melalui forum Ausindo HLC kedua pihak akan mampu memperkokoh hubungan dan kerjasama militer kedua negara, yang secara tidak langsung ikut serta dalam memelihara dan menjaga stabilitas keamanan kawasan dan bahkan mampu mencegah kemungkinan timbulnya konflik karena kesalahpahaman.
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Marsekal Binskin atas kepemimpinan bersama pada Sidang ke-5 Ausindo HLC tahun 2017, sehingga sidang dapat berlangsung sangat baik dan menghasilkan kesepakatan yang sangat bermanfaat bagi kepentingan kedua pihak.
Sementara itu, Pangab Australia Marsekal Mark D. Binskin A.C. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama yang lebih erat antara TNI dan ADF dapat mendukung langkah-langkah kontra teroris di kawasan. “Hal ini memiliki potensi menjadi sumbangsih yang bernilai bagi penciptaan kemanan di kawasan,” katanya.
Sebelum pelaksanaan Sidang ke-5 Ausindo HLC, Pangab Australia Marsekal Mark D. Binskin. A. C. melaksanakan kunjungan ke Museum Bhakti TNI, selanjutnya diterima dengan jajar kehormatan di Plaza Mabes TNI yang dilanjutkan dengan Courtesy Call (CC) dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di ruang tamu Panglima TNI Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. (Ahmad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Gagasan pembentukan desa maritim dibedah dalam perspektif ilmu pemerintahan. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan pada pertemuan Bakamla RI dengan puluhan masyarakat setempat yang berasal dari enam desa pesisir Kab. Sambas, di Kantor Kec. Selakau, Kab. Sambas, Rabu (15/11/2017).
Kepala desa dan sebagian warga dari enam desa, yaitu Desa Sei Nyirih, desa Kuab, Desa Parit Baru, Desa Sungai Rusa, Desa Sungai Daun, dan Desa Semelagi Besar terlihat memadati ruangan di Kantor Camat Selakau untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Tahapan Pembentukan Desa Maritim yang diselenggarakan subdirektorat Kerja Sama Dalam Negeri dan Subdirektorat Pengembangan Potensi Keamanan Keselamatan Laut tersebut.
Membuka acara pagi ini, Direktur Kerja Sama Sandi, S.H., M.H. menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan desa maritim yang digagas Bakamla RI ini, yaitu untuk membantu komunitas masyarakat dalam memberdayakan sumber daya manusianya, meningkatkan kesejahteraan, kualitas hidup, dan lingkungan, serta agar dapat menjadi mitra Bakamla RI dalam mendukung patroli laut untuk peningkatan keamanan dan keselamatan laut.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang konsepsi desa maritim, hadir pakar ilmu pemerintahan dari Unpad Drs. Pipin Hanapiah, M.Si. Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad ini menjelaskan secara rinci tentang pengertian ilmu pengetahuan dan pemerintahan dikaitkan dengan Pembentukan Desa Maritim Nasional.
Menurut Pipin, dalam pemerintahan ada urusan-urusan yang harus diperhatikan, seperti urusan regulasi, fasilitasi, pelayanan, pemberdayaan, pembangunan, dst. Selanjutnya perlu dipikirkan juga kepentingan dari sisi pemerintah dan masyarakat. Ada berbagai kepentingan yang harus dipenuhi seperti kepentingan keamanan, keselamatan, perlindungan, perdamaian, kesejahteraan, kebebasan, keadilan, dan kebahagiaan.
Menurutnya, desa maritim perlu atau tidak dibentuk, bermanfaat atau tidak, merupakan keputusan masyarakat/rakyat, dan pemerintah hanya sebagai penampung aspirasi tersebut. Selain itu, tata kelola kerjasama pemerintah-masyarakat-swasta, bersama sama membangun sesuai kemampuannya, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga menjadi cara yang sebaiknya ditempuh untuk mewujudkan gagasan desa maritim.
Selanjutnya Pipin juga memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan desa maritim. Pertama, lautan dan daratan yang luas, kedua, fasilitas untuk penghidupan saat ini yang dirasakan masih kurang, ketiga kurangnya pengetahuan masyarakat. Sebagai gambaran, diluar pesisir Sambas, nelayan asing memiliki pengetahuan yang lebih banyak untuk mengetahui kekayaan alam didalam laut melalui citra satelit yang dimiliki. Keempat, lemahnya kesadaran masyarakat tentang peraturan, kelima penegakan hukum yang masih lemah, semangat dan disiplin kerja yang masih rendah. Keenam, tantangan kesejahteraan.
Ada pula beberapa ancaman yang harus diwaspadai, diantaranya arus peradaban globalisasi dan teknologi informasi tanpa batas, dimana “siapa kuat, itulah pemenangnya”.
Jalan keluarnya, lanjutnya, teguhkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam mengelola sumber daya maritim, serta membentuk pemberdayaan desa-desa maritim. Pipin juga menyatakan perlunya memvitalkan Bakamla RI dengan UU yang dapat menguatkan dengan kewenangan, tupoksi, anggaran, dan sinergi program yang berkelanjutan. Juga memberdayakan masyarakat pesisir dan desa maritim sebagai program kerja andalan dan unggulan.
Strategisnya itu adalah program bersama, kepentingan bersama, milik Indonesia. Bukan desa aceh atau desa Papua, misalnya, tapi desa maritim Indonesia, ujarnya mengakhiri sesi paparan.
Beberapa pertanyaan muncul pada sesi tanya jawab, diantaranya tentang bagaimana regulasinya, serta bagaimana tindak lanjutnya ke depan. Dibentuk dari desa yang sudah ada atau membentuk kawasan baru, yang semuanya dijawab oleh nara sumber dalam suasana penuh keakraban.
Selaku moderator pemandu acara yaitu Kasubdit Potkes Kamla Kombes Pol Suharwiyono, S.H., M.H., menyimpulkan bahwa untuk mencapai kesejahteraan masyarakat maritim diperlukan pembentukan desa maritim, dan untuk mewujudkannya dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Pembentukan desa maritim menjadi kebutuhan baik masyarakat maupun negara, simpulnya.
Pada sesi terakhir acara diberikan 50 unit life jacket kepada para nelayan. Penyerahan secara simbolis diberikan kepada lima kepala desa yang hadir dan satu perwakilan. Acara diakhiri dengan foto bersama.
Turut hadir dalam acara ini Kadis Perikanan, Peternakan, Kesehatan Hewan Kab. Sambas Ir. Ilham Sehan dan Camat Selakau Burhani B. Soni. Selain itu hadir pula perwakilan Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat, perwakilan Pos Pengamat TNI-AL Pemangkat Sambas, perwakilan Polairud Polres Sambas, dan perwakilan PSDKP Kab. Sambas.
Turut serta dalam rombongan Bakamla RI mendampingi Direktur Kerma Bakamla RI antara lain Kasubdit Kerjasama Dalam Negeri Kolonel Kav M. Irawadi, S.E., Kasubdit Pengembangan Potkes Kamla Kombes Pol Suharwiyono, S.H., M.H., Kasi Kerjasama Non Pemerintah Ariana Listyawati, S.Pd., Kasi Kerjasama Lembaga Pemerintah Akhmad Firdaus, S.IP., M.Si., dan Kasie Potensi Keselamatan Laut Tri Rah Astuti, S.E. (Ahmad/Puspen TNI)
Aksi Teatrikal Kampanyekan Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak oleh DKR di acara CFR Minggu (30/7/2017)
Mantan Kepala BPOM: SKM Seharusnya Kental Bukan Karena Gula
Jakarta, Sumbawanews.com.- Polemik iklan susu kental manis yang terus bergulir hingga hari ini turut menyita perhatian masyarakat periklanan. Susilo Dwihatmanto, Sekretaris Badan Pengawas Periklanan mengakui secara internal permasalahan iklan SKM sudah mulai di bahas.
Dijelaskan Susilo, susu merupakan produk yang memiliki peraturan sangat ketat dalam beriklan. Dibandingkan produk yang lain, iklan susu sebelum beredar harus melalui perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Demikian juga dengan susu kental manis, sebelum tayang di televisi pasti harus mengantongi izin BPOM terlebih dahulu,” jelas Susilo.
Oleh karena itu, jika kemudian terdapat persoalan pada iklan susu kental manis, maka BPOM adalah pihak yang perlu melihat lagi produk yang diiklankan tersebut.
“Selain BPOM, Kemenkes juga punya aturan tentang susu kental manis, sehingga regulasi dari kedua instansi ini yang dijadikan acuan dalam memproduksi iklan,” jelas Susilo.
Dihubungi secara terpisah, mantan Kepala BPOM Roy Sparinga menuturkan berdasarkan kategori, SKM memang termasuk kedalam kelompok susu, tidak hanya di Indonesia, namun juga secara global. Hanya saja, yang menjadi persoalan adalah kesalahan dalam pemanfaatan produk.
“Sebenarnya tidak hanya susu kental manis. Tapi gula garam lemak yang secara umum juga menjadi concern Kemenkes. Seharusnya ini dapat menjadi ancang-ancang bagi industry untuk mereformula produk, sehingga nanti kentalnya itu bukan karena gula,” jelas Roy.
Sebagaimana diketahui, konsumsi gula garam lemak berlebih disinyalir sebagai penyebab meningkatnya angka penyakit tidak menular.
Sebelumnya, saat masih menjabat kepala BPOM, ia pernah memanggil para pelaku industry terkait gula garam lemak.
“Kepada pelaku industry saya sampaikan agar mereformulasi produk pangan dengan mengurangi kadar gula garam lemak,” ujar Roy.
Himbauan untuk reformulasi tersebut mengingat keprihatinan Menteri Kesehatan akan tingginya prevalensi penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gula garam lemak semakin tinggi.(**/sn01)
(Puspen TNI. Kamis, 16 November 2017). Australia – Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC) merefleksikan tonggak yang kokoh dalam hubungan dan kerja sama antara TNI dan Australia Defense Force (ADF) di satu pihak dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di pihak lain.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara jamuan makan malam resmi dengan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Australia selaku Ketua Delegasi Australia Marsekal Mark D. Binskin. A. C. dalam rangka Forum ke-5 Ausindo HCL, di Wisma A. Yani, kediaman Panglima TNI, Jakarta Pusat, Rabu malam (15/11/2017).
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
Dalam kesempatan tersebut juga Panglima TNI mengatakan bahwa hubungan yang telah terbina dengan sehat tersebut akan merintis pada peningkatan dan perluasan interaksi kolaboratif antara dua pihak guna mencapai masa depan yang lebih cemerlang dalam berbagai kegiatan strategis. “Akhirnya akan memberikan manfaat strategis bagi kedua negara, khususnya kedua Angkatan Bersenjata,” katanya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa sebagai dua negara bertetangga, langkah terbaik bagi kedua pihak adalah melakukan segala sesuatu yang positif bagi kepentingan strategis kedua negara, terlebih jika dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis dengan beragam tantangan dan ancaman yang berkembang dewasa ini. “Indonesia dan Australia perlu bekerja sama dengan bergandengan tangan guna menghadapi dan mengatasi tantangan dan ancaman,” ujarnya.
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap bahwa kedua pihak dapat memperoleh manfaat besar untuk keamanan wilayah dengan berbagai inovasi dan ide-ide cemerlang yang strategis dalam pertemuan ini. “Pentingnya peningkatan kerja sama yang lebih komprehensif guna manfaat bersama sehingga dapat memberikan kontribusi dan perwujudan kondisi yang aman, stabil dan damai di masing-masing kawasan kita,” ungkapnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pangab Australia Marsekal Mark D. Binskin. A. C. beserta segenap Delegasi Australia guna secara bersama memimpin Sidang ke-5 Ausindo HLC tahun 2017.
Sementara itu dalam sambutannya, Pangab Australia Marsekal Mark D. Binskin. A. C. menyampaikan bahwa Sidang HLC adalah suatu peluang penting bagi kedua pihak untuk mendiskusikan kesempatan dan tantangan bersama, dan juga untuk saling sepakat dalam menentukan arah ke depan berkaitan dengan kerja sama militer.
“Kepentingan bersama ini membuka banyak kesempatan untuk kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam hal kontra terorisme, keamanan maritim, penanggulangan bencana alam, pasukan penjaga perdamaian dan intelijen,” katanya. (Badar/Puspen TNI)
Sebanyak 105 Perwira Siswa Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan 102 tahun 2017, terdiri dari 101 personel TNI AU, dua personel TNI AL dan dua personel TNI AD, menggelar Latihan Perang (Olah Yudha) dalam rangka mengaplikasikan teori yang diajarkan dalam bentuk latihan operasi.
Kegiatan Olah Yudha Pasis Sekkau Angkatan 102 tahun 2017, dibuka secara resmi oleh Komandan Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Kolonel Pnb Jorry S. Koloay, S.IP, dilanjutkan penyematan tanda peserta latihan kepada perwakilan Pejabat Komando Latihan dan Perwira Siswa sebagai pelaku, bertempat di Lapangan Apel Ksatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (14/11/2017).
????????????????????????????????????
????????????????????????????????????
Komandan Sekkau Kolonel Pnb Jorry S. Koloay, S.IP, dalam sambutannya mengatakan bahwa Latihan Olah Yudhamerupakan wahana bagi Perwira Siswa Sekkau agar mampu menerapkan Proses Pengambilan Keputusan Militer, Prosedur Teknis Staf, Pembuatan Naskah-Naskah Dinas dan Menguasai Mekanisme Kegiatan Operasi Udara.
“Latihan Olah Yudha merupakan puncak kegiatan belajar mengajar bagi para Perwira Siswa yang dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan di lingkungan pendidikan Sekkau dan akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Olah Yudha Matra I dan Matra II,” kata Kolonel Pnb Jorry S. Koloay.
Pada kesempatan tersebut, Komandan Sekkau Kolonel Pnb Jorry S. Koloay menghimbau kepada para Perwira Penuntun Sekkau untuk memberikan bimbingan dan arahan sebaik-baiknya kepada para Perwira Siswa Sekkau Angkatan 102 selaku pelaku latihan serta memberikan penjelasan yang dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan.
“Dalam pelaksanaan latihan nanti, para Perwira Siswa akan dihadapkan pada persoalan dalam bentuk perencanaan, persiapan dan pelaksanaan serta pengendalian suatu operasi udara,” pungkas Komandan Sekkau.
Latihan Perang yang diikuti oleh 105 Perwira Siswa Sekkau tersebut, diskenariokan bahwa negara Sonora akan melakukan invasi ke wilayah Indonesia, khususnya merebut Pulau Natuna yang kaya akan sumber daya alam. Untuk memuluskan ambisinya tersebut, negara Sonora melakukan berbagai cara termasuk dukungan dunia internasional dengan melakukan cipta kondisi, termasuk mengerahkan kekuatan militernya di Pulau Cosmos yang berada disekitar pulau Natuna untuk dijadikan sebagi pangkalan Aju sebelum melaksanakan invasi ke Indonesia.
Menghadapi permasalahan tersebut, 105 Perwira Siswa Sekkau membentuk empat Komando Tugas Udara Gabungan (Kogasudgab), yaitu Kogasudgab Aquila, Kogasudgab Bootes, Kogasudgab Corvus dan Kogasudgab Draco untuk mendapatkan strategi terbaik dalam mengalahkan negara Sonora yang berniat menginvasi Indonesia. Nantinya Pasis akan membuat rencana berupa persiapan dan pelaksanaan serta pengendalian suatu operasi udara. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas dalam menyikapi informasi di media sosial dan berita yang berkembang.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjadi Keynote Speaker dengan tema “Ketahanan NKRI di Era Digital” pada salah satu media online, bertempat di Auditorium Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, negara Indonesia memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk yang banyak dan usia produktif yang tinggi. Bonus ini harus dapat dimanfaatkan dan dikelola secara tepat dihadapkan dengan kemajuan teknologi saat ini. “Banyak jenis pekerjaan yang menggunakan kecanggihan teknologi sehingga minim akan tenaga kerja. Seperti halnya bidang media yang cenderung menggunakan gadget melalui media online. Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi tatanan kehidupan yang ada saat ini,” ujarnya.
Panglima TNI menyampaikan agar peran media dan awak media turut serta bersama memonitor dan mengecek kebenaran berita yang beredar. Langkah utama yang perlu dilakukan oleh setiap orang yaitu bila menerima informasi berita agar mengecek kebenaran informasi tersebut. “Jangan mudah percaya sebelum yakin itu benar,” tuturnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan tentang peran akun medsos TNI di era sekarang kini, Panglima TNI mengatakan bahwa era kekinian berada pada era digital, TNI perlu turut menyelami kondisi saat ini. Selain itu juga media online dan media sosial sebagai wahana bagi TNI untuk melaporkan tugas pengabdian TNI kepada masyarakat. “Dengan demikian masyarakat langsung mengetahui apa yang sudah dilakukan dan dapat memberikan masukkan kepada TNI,” ucapnya.
Lebih lanjut menanggapi pertanyaan wartawan tentang pentingnya kurikulum terkait media dan jurnalistik dalam pendidikan militer, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa setiap prajurit dibekali kemampuan seperti wartawan yaitu deteksi dini, temu cepat dan lapor cepat. Berita yang didapat segera dilaporkan kepada atasannya atau satuan terkait dengan meyakini terlebih dahulu kebenarannya. “Hal ini sudah ditanamkan sejak awal dalam berbagai jenjang pendidikan militer,” katanya.
Kegiatan tersebut, bertujuan untuk membekali para wartawan muda yang terpilih sebagai wartawan Kumparan agar memiliki jiwa nasionalisme, profesional dan tangguh dalam mencari dan menyampaikan berita secara cepat, tepat dan akurat. (Mad/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak boleh ada Separatis Bersenjata yang dibiarkan. Apabila ada Gerakan Separatis Bersenjata di dalam NKRI, itu urusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pasti TNI akan bertindak apabila dengan cara persuasif tidak bisa.
Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kepada wartawan usai acara Penyerahan Tanah yang berasal dari kegiatan Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar, di Aula Prona, lantai 7 Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), jalan Sisingamangaraja No. 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa berdasarkan video yang telah beredar, dengan adanya korban penyiksaan warga sampai meninggal yang terjadi di Papua, itu dilakukan oleh Gerakan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). “TNI dan Kepolisian berusaha semaksimal mungkin melakukan tindakan persuasif, dan menyiapkan langkah-langkah untuk tindakan emergency,” ujarnya.
“TNI dan Kepolisian sudah menghimbau Gerakan Separatis Bersenjata di Papua, untuk menyerahkan diri, tapi sampai sekarang belum ada yang menyerahkan diri, dan kita akan tetap berusaha terus sampai berhasil,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Sementara itu dalam sambutannya pada acara Penyerahan Tanah yang berasal dari kegiatan Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan terima kasih dan penghargaan karena TNI telah menerima Sertifikat Tanah terlantar dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Pada kesempatan tersebut Panglima TNI menjelaskan bahwa tanah tersebut akan dijadikan daerah-daerah latihan TNI dan harus disyukuri bersama, walaupun yang diberikan tanah terlantar, tetapi ini sangat bermanfaat. “Permasalahan TNI adalah tempat-tempat latihan, dimana tanah semakin hari semakin menyempit dikarenakan pertumbuhan penduduk di bumi yang semakin besar jumlahnya,” ungkapnya.
“TNI selalu menggunakan tempat latihan di daerah-daerah yang kosong. Tidak ada tanah masyarakat yang dijadikan tempat latihan. Setelah dibuat markas tempat latihan, daerah tersebut menjadi berkembang menjadi pusat perekonomian baru,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa bekas Markas-Markas Belanda yang saat ini menjadi Markas-Markas TNI adalah tempat-tempat jalur logistik. “Dalam waktu dekat, kami akan laporkan kepada Menteri ATR / BPN Dr. Sofyan Djalil dan Presiden RI Ir. Joko Widodo tentang gelar Markas TNI yang disesuaikan dengan program pemerintah, untuk memajukan sentra-sentra ekonomi baru di seluruh Indonesia,” katanya.
Dalam acara tersebut, TNI menerima Sertifikat Hak Pakai Hasil Pendayagunaan Tanah Terlantar Untuk Latihan Perang seluas 40 Ha diserahkan kepada TNI AD, untuk keperluan pembangunan Batalyon Armed 76 MM/Tarik Kodam III/Slw, untuk latihan perang di Desa Seuseupan, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si. secara resmi menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro menggantikan Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Upacara serah terima 10 jabatan Pati TNI AD dipimpin oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono di Kodiklat TNI AD, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017). (Mad/Puspen TNI)
(Penerangan Yonmek Konga XXIII-K/UNIFIL. Selasa, 14 November 2017). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt Konga XXIII-K/UNIFIL memberikan pelatihan kepada tentara UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dan LAF (Lebanese Armed Force) dalam Joint Urban Combat Training dari tanggal 5 sampai dengan 11 November 2017, di Sektor Timur (Sector East) UNIFIL, Lebanon.
Pelatihan Joint Urban Combat Training yang diikuti oleh tentara dari Serbia, Nepal, India, Spanyol, Lebanon dan Indonesia, merupakan salah satu program dari PBB untuk memberikan ketrampilan. Pada latihan ini, prajurit TNI Satgas Indobatt XXIII-K/UNIFIL mendapat kepercayaan dari PBB untuk memberikan materi pelatihan.
Adapun pemberi materi latihan Joint Urban Combat Training antara lain Kapten Inf Sandy Hely, Kapten Mar Suyono T. Lomban Toruan, Lettu Inf Okky Misherawan, Lettu Inf Harviy S. dan Letda Inf Subhan Hamran.
Hal tersebut membuktikan bahwa keberadaan dan ketrampilan serta kecakapan prajurit-prajurit Indobatt XXIII-K/UNIFIL diperhitungkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Urban Combat merupakan pertempuran jarak dekat yang terjadi di pemukiman penduduk. Materi ini sangat bermanfaat bagi seluruh personel militer, mengingat pertempuran yang saat ini sering terjadi, cenderung merupakan pertempuran jarak dekat. Selain itu pembebasan korban yang disandera teroris di pesawat, kereta api, bus, kapal ataupun di gedung juga mengharuskan untuk menggunakan metode pertempuran jarak dekat.
“Dalam pertempuran jarak dekat, kecepatan, kekerasan dan unsur kejut menjadi modal utamanya. Dalam pertempuran jarak dekat seorang prajurit hanya bisa berlindung, berlari dan menembak dengan cepat dan tepat,” kata Kapten Mar Suyono T. Lomban Toruan selaku pemberi materi.
Menurut Kapten Inf Sandi Helly yang sehari-hari menjabat Perwira Seksi Operasi dan Perencanaan Indobatt XXIII-K/UNIFIL yang selalu memonitor dan mengkoordinir pelaksanaan latihan Urban Combat mengatakan bahwa. penduduk sipil merupakan salah satu yang perlu diperhatikan, mengingat kadang mereka berada dalam area pertempuran, sehingga jangan sampai terjadi kesalahan dalam menembak.
Sementara itu, Komandan Sector East UNIFIL Brigadier General Venancio Aguando De Diego saat meninjau pelaksanaan latihan Joint Urban Combat Training menyatakan rasa puas dengan hasil latihan yang dilaksanakan prajurit UNIFIL dan LAF. (Badar/Puspen TNI)
Sumbawanews.com,- Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan M 7,8 yang mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina, pada Senin lalu, bertambah menjadi 53 orang....
Sumbawanews.com,- Deezer meluncurkan alat deteksi musik buatan kecerdasan buatan yang bisa digunakan pengguna di semua platform streaming, bukan hanya di layanannya sendiri. Inisiatif ini...
Sumbawanews.com,- Sejumlah badan eksekutif mahasiswa dari kampus-kampus besar se-Jabodetabek akan turun ke Bundaran HI pada 12 Juni 2026 dalam aksi bertajuk “Indonesia Bangkrut”, menuntut...
Sumbawanews.com,- Demonstrasi besar-besaran di Bolivia berubah menjadi kerusuhan massal setelah ratusan ribu warga turun ke jalan menuntut pengunduran diri Presiden Rodrigo Paz. Bentrokan sengit...