Home Blog Page 3129

Wagub NTB . M. Amin, SH Resmikan Paguyuban Jawara

Sumbawanews.com.

Mataram.Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, S.H., M.Si, meresmikan sekaligus me-launching logo Paguyuban Keturunan Jawa dan Madura (Jawara) di NTB, Rabu, 24/1/2018, di Taman Hiburan dan Pusat Kuliner Kura-kura Kota Mataram.

Dalam sambutannya Wagub berharap dengan peresmian dan launching logo paguyuban Jawara saat ini, tidak hanya sebatas seremonial saja, namun ini akan menjadi sebuah simbol dari ikatan persaudaraan antara keturunan Jawa dan Madura yang ada di NTB. “Jaga dan terus perkuat silaturrahmi paguyuban Jawara ini, rawatlah perbedaan di negara kesatuan Republik Indonesia ini sebagai simbol kebhinekaan kita”, ujarnya.

Di hadapan para Jawara NTB yang hadir Wagub mengatakan, keberadaan keturunan Jawa dan Madura di NTB, telah banyak mengisi ruang-ruang yang ada, dengan berbagai latar belakang dan profesi. Seperti menjadi pejabat di lingkup birokrasi, anggota dewan dan yang lebih banyak lagi menjadi pengusaha-pengusaha yang sukses. Semua itu tentunya telah memberikan peranan cukup besar dalam pembangunan NTB dari jaman dahulu hingga saat ini. Termasuk memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penurunan angka kemiskinan serta penyediaan lapangan pekerjaan di Provinsi NTB.

“Kesuksesan yang telah diraih Provinsi NTB saat ini adalah jasa para pendahulu kita. Yang mana di dalamnya ada peran besar keturunan Jawa dan Madura yang ikut bekerja keras memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pembangun Provinsi NTB”, ungkapnya.

Untuk itu, atas nama pemerintah Provinsi NTB Wagub memberikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada Paguyuban Jawara NTB, atas segala peran dan sumbangsih selama ini dalam memajukan pembangunan di NTB tercinta ini. “Pertahankan paguyuban ini sebagai ajang mempererat tali silaturrahim, semoga kedepan akan membawa kedamaian dan kenyamanan di masyarakat NTB dan paguyuban Jawara NTB khususnya”, pungkasnya.

Selanjutnya dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk perhatian pemerintah Provinsi NTB, Wagub menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTB kepada Paguyuban Jonglo NTB berupa 6 unit Rombong Bakso dan bantuan dana Rp 50 juta kepada Paguyuban Keturunan Jawa dan Maduran (Jawara) NTB.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Jawa dan Madura, H. M.S. Kasdiono dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB, yang telah memberikan ruang kepada keturunan Jawa dan Madura yang ada di NTB untuk mengisi ruang-ruang yang ada di Provinsi NTB ini. Kedepan ia berharap perhatian pemerintah kepada Paguyuban Jawara yang ada di NTB ini akan menjadi lebih besar. Terutama dalam memberikan pengayoman dan akses permodalan usaha sehingga dapat terus mengambil peran dalam memajukan pembangunan di NTB.  (aa/sumberhumasntb)

Panglima TNI : Kesejahteraan Keluarga Prajurit Mata Rantai Suksesnya Tugas Pokok TNI

(Puspen TNI).  Kesejahteraan  keluarga Prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI merupakan mata rantai  dan  bagian yang tidak terpisahkan dari upaya besar untuk mewujudkan kesejahteraan TNI dalam rangka menunjang suksesnya tugas pokok TNI.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi pada saat membuka secara resmi Musyawarah Nasional Dharma Pertiwi ke-13 Tahun 2018, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2018).

 

Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa dalam rangka kesejahteraan Prajurit dan ASN TNI beserta keluarganya, kedepan TNI akan berorientasi pada peningkatan kinerja dan organisasi untuk mencapai remunerasi secara bertahap termasuk peningkatan gaji dan lauk pauk, sesuai hasil kebijakan Rapim TNI Tahun 2018.  “Saya memandang, bahwa kesejahteraan Prajurit dan ASN TNI hingga saat ini belum dapat dikatakan sempurna sebelum kesejahteraan keluarganya terwujud,” ucapnya.

 

Dihadapan peserta Musyawarah  Nasional Dharma Pertiwi ke-13, Panglima TNI menyampaikan bahwa upaya pemberdayaan organisasi Dharma Pertiwi untuk senantiasa saling asah, asih dan asuh, sekaligus belajar dan meningkatkan kualitas diri hendaknya dapat menyesuaikan dengan kemajuan dan tuntutan zaman.  “Untuk itu, berdayakanlah organisasi Dharma Pertiwi dalam rangka membantu mewujudkan kesejahteraan keluarga, paling tidak kesejahteraan moril,” katanya.

 

Di sisi lain, Panglima TNI menegaskan bahwa Dharma Pertiwi sebagai wadah bagi istri anggota TNI, harus memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang didasari semangat kebersamaan, kepedulian, saling menghormati dan mempercayai satu  dengan lainnya, sekaligus memelihara hubungan baik dengan lingkungan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

Disamping itu, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung suami melaksanakan tugas-tugas TNI, keberadaan dan peran Ibu-ibu Dharma Pertiwi sangatlah penting, utamanya dalam memberikan motivasi dan dukungan moril serta doa kepada para suaminya, sehingga tugas-tugas yang dilaksanakan dapat sukses dan berhasil dengan baik.  “Kesuksesan dan keberhasilan suami dalam mengemban tugas, tentunya tidak lepas dari peran Ibu-ibu menciptakan suasana yang bahagia dan harmonis dalam rumah tangga, karena kebahagiaan tidak harus dicari dari luar, namun kebahagiaan justru diciptakan mulai dari dalam keluarga,” tuturnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa menjadi istri prajurit adalah pilihan dengan segala konsekuensi yang harus disandang. Untuk itu, diperlukan seni dalam membagi waktu dan pandai-pandai memilah peran saat menjadi istri, menjadi ibu, menjadi anggota organisasi dan anggota masyarakat serta menjadi wanita karier.  “Setiap peran ada skala prioritasnya, namun selama terjalin komunikasi yang baik antar keluarga, anggota organisasi dan anggota masyarakat, maka selama itu pula tugas ataupun misi apapun akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

“Pesan saya, tingkatkan keterampilan dengan senantiasa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sebagai upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan tingkatkan pembinaan keluarga dengan selalu memelihara keharmonisan dalam rumah tangga yang bahagia, agar dapat memotivasi keberhasilan tugas para suami sebagai prajurit TNI,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

 

Terkait Pilkada Serentak 2018, Panglima TNI menegaskan bahwa seluruh Prajurit TNI harus tetap bersikap netral dan ikut menjamin pelaksanaan Pilkada berjalan aman, damai dan lancar serta melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Sedangkan bagi keluarga Prajurit TNI, (istri/suami/anak), hak memilih merupakan hak individu selaku warga negara. Dalam hal ini, institusi atau satuan dilarang memberi arahan di dalam menentukan pelaksanaan dari hak pilih tersebut,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Penanggulangan Terorisme Demi Keutuhan NKRI

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Sesuai UU TNI Nomor 34 tahun 2004 Pasal 7 Ayat (2) menjelaskan bahwa Tugas Pokok TNI melaksanakan Operasi Militer untuk  Perang  (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang didalamnya tertera berperan dalam penanggulangan aksi terorisme. Terkait hal itu TNI memiliki kemampuan matra Darat, Laut dan Udara yang kesemuanya demi menjaga keutuhan NKRI.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan awak media usai menutup Rapim TNI Tahun 2018, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

 

Panglima TNI menjelaskan bahwa dalam pembahasan RUU yang berjudul pemberantasan tindak pidana terorisme dirubah menjadi penanggulangan aksi terorisme dengan memasukan satu pasal untuk mewadahi kepentingan tugas dan peran TNI. “Saya jelaskan, itu bersifat permohonan dari TNI, supaya bisa masuk dalam pembahasan RUU sehingga kemampuan TNI dapat diwadahi dalam penanggulangan terorisme,” jelasnya.

Di sisi lain, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa TNI beserta jajaran harus mengamankan Pilkada tahun 2018 dan Pemilu Presiden dan Legislatif tahun 2019 sehingga tercapai Pilkada dan Pemilu Langsung Umum Bebas dan Rahasia (LUBER) serta Jujur dan Adil (Jurdil). “Pada tahun yang sama TNI juga mengamankan Asia Games dan KTT IMF World Bank yang akan dilaksanakan di Bali,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa Rapim TNI Tahun 2018 dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2017 serta proyeksi program kerja tahun 2018. Tahun-tahun sebelumnya, TNI membentuk satgas-satgas untuk melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan (Opspamtas) dan Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Opsrahwan), namun pada tahun 2018 ini ditambah satu Satgas lagi yaitu, Satgas Kesehatan TNI. “Satgas Kesehatan TNI ini dioperasikan di wilayah-wilayah  krisis kesehatan, terpencil, terisolir atau ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, saat ini diprioritaskan di Papua,” katanya.

 

“Saya perintahkan kepada Komandan Satuan agar terus melaksanakan monitoring dan evaluasi serta melaporkan terjadinya kemungkinan adanya wabah penyakit di wilayah tersebut. Segera laporkan, saya akan melaksanakan koordinasi dan evaluasi guna memberikan tindakan-tindakan yang diperlukan,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI Tetapkan 11 Program Prioritas Pembangunan TNI

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan komitmen kebijakan pemerintah serta kepentingan sinkronisasi pembangunan gelar kekuatan TNI dengan pembangunan nasional maupun Visi Misi Panglima TNI yang dihadapkan dengan tugas-tugas TNI maupun alokasi anggaran TNI tahun 2018, maka ditetapkan 11 program prioritas.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada penutupan Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) Tahun 2018, yang mengangkat tema “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, TNI Siap Melaksanakan Tugas Pokok, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa 11 program prioritas dalam rangka pembangunan TNI, meliputi revitalisasi program-program didalam Minimum Essential Force (MEF); penyempurnaan Doktrin TNI dan Doktrin Angkatan; penyempurnaan organisasi TNI; pengembangan sistem pengelolaan SDM TNI yang berbasis kompetensi; pembangunan TNI AD menjadi kekuatan terpusat, kewilayahan dan pendukung; pembangunan TNI AL melalui penyusunan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) terdiri atas Kapal Perang, Pesawat Udara, Marinir dan Pangkalan; dan pembangunan TNI AU untuk mencapai air supremacy atau air superiority.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, prioritas selanjutnya adalah pembangunan unit khusus yang terdiri dari pasukan-pasukan khusus Tri Matra; pengembangan sistem operasi Tri Matra yang berbasis teknologi yang meliputi Network Centric Warfare, C4ISR dan Cyber Warfare; penguatan diplomasi militer dan peningkatan kontribusi dalam rangka memenangkan kepentingan nasional; mewujudkan sistem pengadaan Alutsista yang berpedoman pada effect based dan interoperabilitas yang dilakukan secara transparan dan akuntabel serta bebas dari KKN.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menegaskan bahwa TNI perlu mentransformasi dirinya menjadi suatu organisasi pertahanan negara yang profesional, modern, dan tangguh yang memiliki kemampuan proyeksi regional serta mampu berkomitmen secara global.  “Untuk itu, TNI memerlukan payung hukum yang kuat, penyesuaian doktrin yang integratif dan pengembangan SDM yang berjiwa kesatria, militan, loyal dan professional, serta diperlengkapi dengan Alutsista yang modern,” ujarnya.

 

Disamping itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa TNI akan melanjutkan pengamanan, pembangunan dan melengkapi Sarpras di perbatasan serta pulau-pulau terluar tertentu dan daerah yang bersifat strategis, dengan prioritas di wilayah Timur dan Selatan Indonesia, yaitu; Pulau Natuna, Pulau Yamdena (Saumlaki), Pulau Morotai, Pulau Biak, dan Merauke dengan prioritas di tahun 2018 adalah Pulau Natuna dan Pulau Yamdena-Selaru.  “TNI juga akan membentuk kesatuan-kesatuan baru, yang diharapkan dapat berguna untuk memitigasi berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia Timur secara cepat,” katanya.

 

Di sisi lain, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa TNI segera membentuk dan menyiapkan Satgas Kesehatan yang akan beroperasi sepanjang tahun di wilayah-wilayah terisolir dan rawan krisis kesehatan, yang fungsinya untuk memitigasi dan menanggulangi masalah kesehatan yang ada.  “Untuk saat ini, sasaran utama adalah wilayah Papua,” ucapnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI mengingatkan bahwa dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, yaitu Pemilukada 2018 dan Tahapan Pemilu 2019.  Menurutnya, tugas TNI dalam kedua peristiwa besar tersebut adalah menjamin kelancaran dan keamanan pelaksanaannya. “Hal ini dilakukan sesuai kehendak rakyat yang diamanatkan melalui Undang-Undang,” ungkapnya.

 

“Satu hal yang terpenting adalah Netralitas TNI. Jangan terpancing dengan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan TNI. Politik TNI adalah Politik Negara yang direpresentasikan oleh Pemerintah yang dipilih secara Konstitusional,” kata Panglima TNI. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Terima Courtesy Call Menteri Pertahanan Amerika Serikat

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima Courtesy Call  Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) H.E. Mr. James Norman Mattis didampingi Duta Besar Amerika Serikat H.E. Mr. Joseph R. Donovan, Jr. di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018). Dalam kunjungan tersebut Menhan AS menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang diberikan dan memuji profesionalisme yang ditunjukkan oleh prajurit TNI saat melihat aksi demonstrasi ketangkasan. Pembahasan yang dilakukan pada pertemuan tersebut antara lain kerja sama dibidang teknologi Alutsista dalam bentuk pengembangan Alutsista maupun transfer ilmu teknologi dan bidang pendidikan dalam meningkatkan kemampuan prajurit masing-masing negara. Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan hubungan Angkatan Bersenjata Indonesia dengan Amerika Serikat bersama-sama saling membangun dan terus dijaga guna menghadapi dinamika perkembangan dunia. (Mad/Puspen TNI)

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto : Dharma Pertiwi Dukung Keberhasilan Tugas TNI

sumbawanews.com,- Seluruh anggota Dharma Pertiwi harus meningkatkan wawasan dan pengetahuan, sehingga tujuan organisasi Dharma Pertiwi dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas TNI sebagai komponen pertahanan negara dapat terwujud dengan baik.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto saat memberikan pembekalan kepada 931 anggota Dharma Pertiwi, pada acara rangkaian Musyawarah Nasional Dharma Pertiwi ke-13 Tahun 2018, bertempat di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (24/1/2018).

 

Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa selain melaksanakan peran sebagai seorang Ibu, anggota Dharma Pertiwi juga menjalankan peran sebagai organisator, yaitu Pengurus Organisasi baik Dharma Pertiwi, Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan IKKT Pragati Wira Anggini.

 

Menurut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, dalam suatu organisasi, peran aktif anggota menentukan kemajuan atau mundurnya organisasi, hal ini juga tergantung dari keseriusan dan kemampuan sumber daya manusianya. “Untuk menunjang pelaksanaan peran seorang organisator, wawasan dan pengetahuan Ibu-ibu anggota Dharma Pertiwi haruslah maju,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Ketum Dharma Pertiwi menyampaikan bahwa dengan peningkatan pengetahuan tersebut akan menjadi sangat penting, apabila dihadapkan dengan multiperan anggota Dharma Pertiwi yang merupakan seorang  perempuan.  “Multi peran harus didukung oleh multi ilmu pengetahuan, wawasan, mencermati perkembangan zaman, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta fenomena masalah sosial kemasyarakatan era globalisasi dan milineal saat ini yang penuh dengan tantangan,” jelasnya.

“Untuk menjalankan peran-peran tersebut, tentu tidak hanya cukup dengan bakat alam saja, tetapi kita  dituntut memiliki  wawasan, ilmu dan pengetahuan yang cukup luas agar peran-peran yang melekat pada diri kita dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman,” kata Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

 

Pada acara tersebut, diisi dengan pembekalan-pembekalan dari Ibu Devy Luhut Panjaitan tentang “Postur Istri TNI”, Ibu Nora Ryamizard Ryacudu tentang “Kepemimpinan”,  Ibu Irjen Pol (Purn) Basaria Panjaitan S.H.,M.H. dari KPK tentang “Perempuan Anti Korupsi”, Dr. Victor Pudjiadi, SpB,FICS, DFM (BNN) tentang “Bahaya Narkoba”, dan Bapak Triawan Munaf (Ketua Badan Ekonomi Kreatif) tentang “Ekonomi Kreatif”.

 

Usai acara pembekalan, dilanjutkan penandatanganan MoU antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dan Dharma Pertiwi Pengurus Pusat tentang Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, yang bertujuan untuk mensinergikan program dengan ruang lingkup meliputi kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, advokasi, penggerakan dan informasi. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI : TNI Harus Mampu Merespon Ancaman Kontemporer

sumbawanews.com,- Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus bergerak cepat untuk mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern, tangguh, berjiwa satria, militan dan loyal yang disertai kemanunggalan dengan rakyat, sehingga mampu merespon dan menyikapi berbagai bentuk ancaman kontemporer yang mengemuka saat ini dan kedepan.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat membuka Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (Rapim TNI) Tahun 2018, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018).

 

Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dinamika perubahan strategis yang sedemikian cepat telah menghadirkan berbagai bentuk ancaman kontemporer yang bersifat asimetris proxy dan hibrida yang semakin mengemuka dan sulit diprediksi.

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tema Rapim TNI Tahun 2018 “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria Militan, Loyal, Profesional, Modern dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, TNI Siap Melaksanakan Tugas Pokok, sangatlah tepat dan sejalan dengan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman nyata yang sedemikian sulit diprediksi.

 

Dihadapan 253 peserta Rapim TNI yang terdiri dari 55 pejabat Mabes TNI, 54 pejabat TNI AD, 43 pejabat TNI AL, 28  pejabat TNI AU dan 73 pejabat di luar struktur TNI, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Rapat Pimpinan TNI tahun 2018 merupakan kelanjutan Rapat Pimpinan TNI- Polri tahun 2018 yang telah dilaksanakan tanggal 23 Januari 2018.

“Banyak hal penting dan strategis dari deskripsi berbagai materi pembekalan yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden, para Menteri Kabinet Kerja, Kapolri dan Kepala Badan serta Kelembagaan lainnya,” ungkapnya.

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa berbagai hal tersebut tentunya perlu di respon dan disikapi melalui pemikiran yang cerdas, kreatif dan inovatif serta lebih adaptif melalui optimalisasi peran TNI yang tentunya perlu dirumuskan bersama formulasi efektif, yang mampu menjawab tuntutan dan tantangan tugas TNI saat ini dan kedepan.

 

Di sisi lain sambutannya, Panglima TNI mengatakan bahwa hal mendasar yang substansial untuk dicermati secara cerdas dan bijak dalam menyongsong tahun politik ini yaitu pentingnya mewujudkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri beserta seluruh stakeholder lainnya. “Hal ini untuk mendukung suksesnya Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 serta terjaganya integritas NKRI,” tegasnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap para peserta Rapim TNI dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menguatkan jalinan komunikasi yang harmonis, guna menyamakan persepsi dalam bekerja sama dan kerja bersama serta memantapkan soliditas dan profesionalitas TNI untuk lebih optimal dalam mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI di tahun politik ini. (Mad/Puspen TNI)

Siti Masrifah: Aturan Pangan Anak Perlu Pengawasan Lebih Ketat, Masyarakat Indonesia kecenderungannya lebih percaya kepada iklan

Narasumber dalam diskuis publik peringatan hari gizi nasional

Jakarta, Sumbawanews.com.- WHO menetapkan batas toleransi stunting (bertubuh pendek) maksimal 20% atau seperlima dari jumlah keseluruhan balita. Sementara, di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%. Sebanyak 18,5% kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek. Ini juga yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai Negara dengan status gizi buruk.

Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah dengan jumlah mencapai 16,9% dan terendah ada di Sumatera Utara dengan 7,2 persen. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan penurunan prevalensi stunting dari status awal 32,9 % turun menjadi 28 % pada tahun 2019. Untuk pengurangan angka stunting, pemerintah juga telah menetapkan 100 kabupaten prioritas yang akan ditangani di tahap awal, dan kemudian dilanjutkan 200 kabupaten lainnya.

Dr. Damayanti Rusli S, SpAK, Phd, anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik PP IDAI, mengatakan stunting disebabkan oleh mal nutrisi, yaitu kondisi anak kekurangan gizi atau kelebihan gizi. Mal Nutrisi yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama kelahiran dapat berdampak permanen terhadap anak. Anak yang terkena gizi buruk perkembangannya terhambat dan kemampuan kognitifnya berkurang 10%.

“Gizi buruk pada anak dimulai dari berat badan yang kurang yang terlihat pada masa 1.000 hari pertama kelahiran, Ibu harus peka untuk mendeteksi perubahan berat badan anak. Sebab, jika tidak segera di atasi, dapat mengakibatkan dampak yang permanen pada anak karena mengganggu perkembangan otak, saat dewasa, anak-anak dengan gizi buruk tidak dapat seproduktif anak-anak lainnya.” Jelas Dr. Damayanti dalam peringatan hari Gizi Nasional 2018 yang diselenggarakan oleh PP Muslimat dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekian (YAICI) di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Selasa 23 Januari 2018.

Pencegahan gizi buruk harus dilakukan sejak dini, melalui ASI dan MPASI yang tepat untuk anak. Karbohidrat, lemak dan protein adalah 3 zat utama yang dibutuhkan anak untuk perkembangan otaknya. “Ada kalanya ibu tidak bisa memberikan ASI yang cukup kepada anak atau ASI ibu kurang, maka anak dapat diberikan susu yang sudah di formulasi khusus untuk anak, yang dalam standar pembuatannya telah dinyatakan aman untuk anak, dalam hal ini mendapat izin edar dari BPOM. Susu kental manis, sudah mendapat izin edar dari BPOM, tapi produk ini bukan untuk anak. Susu kental manis adalah untuk bahan makanan. Jika diberikan kepada anak anak berbahaya,”

Dr Damayanti menyinggung ditemukannya balita yang menderita gizi buruk di Kendari, Dr. Damayanti meminta agar ke depan produk makanan minuman yang bukan untuk bayi dan anak jangan dipasarkan untuk bayi dan anak. Tugas dari produsen adalah menjelaskan bagaimana pemakaian yang seharusnya kepada masyarakat. “Kasus-kasus gizi buruk seperti ini, sebenarnya tidak hanya terjadi di daerah, namun di kota-kota besar seperti Jakarta juga banyak,” ujar Damayanti.

Senada dengan Dr Damayanti, Anggota DPR Komisi IX Siti Masrifah mengatakan peraturan tentang peredaran makanan dan minuman terutama untuk anak-anak sudah ada. Yang perlu diawasi dengan lebih ketat adalah penerapannya. “Seperti halnya dengan susu kental manis, di seluruh dunia juga ada. Hanya saja, di Indonesia yang bermasalah adalah konten dalam beriklan dan berpromosi. Memang pada iklan terdapat banyak makanan lainnya, namun tetap ada bagian yang membangun persepsi masyarakat bahwa produk ini adalah susu untuk diminum sehari-hari. Dan kita tahu, masyarakat Indonesia kecenderungannya lebih percaya kepada iklan. Jika tidak diluruskan, ada semacam pembohongan melalui iklan,” jelas Siti Masrifah.

Prof. Dr. Dodik Briawan MCN, pengajar dan peneliti Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB menyampaikan intervensi gizi perlu dilakukan dalam bentuk edukasi secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama orang tua. “Orang tua harus paham betul kebutuhan nutrisi anak, makanan yang baik dan tidak baik, tidak terpengaruh gaya hidup yang serba instan serta iklan-iklan produk makanan anak yang kadang menjanjikan hal yang berlebihan,” kata Dodik Briawan.

Berdasarkan catatan Bappenas, permasalahan gizi buruk meyebar di seluruh wilayah dan lintas kelompok pendapatan. Artinya, permasalahan stunting dan gizi buruk tidak hanya dialami masyarakat ekonomi lemah, namun juga masyarakat menengah ke atas. Penyebabnya adalah pemahaman masyarakat yang salah terkait kebutuhan nutrisi anak. (Sn01)

BMKG ; Issue Gempa Susulan 7,5 SR Akan Guncang Banten dan Jakarta Tidak Benar.

Sumbawanews.com

*:::::::::: SIARAN PERS :::::::::*

*PENJELASAN BMKG TERKAIT “ISU POTENSI GEMPA SUSULAN SEBESAR 7,5 SR”*

Sehubungan dengan adanya berita yang meresahkan dan beredar di masyarakat, yaitu *_”Diharap keluar rumah nanti malam pukul 22.30-23.59 dikarenakan petensi gempa susulan sebesar 7,5 SR Magnitude. Bagi yang tahu harap sebarkan berita penting ini.”_* Berita tersebut dibuat dengan mengatasnamakan BMKG, maka dengan ini kami sampaikan sbb :

– Berita tersebut tidak benar dan *BMKG TIDAK PERNAH* menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut.
– Berita itu hanya *HOAX/ISU* yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut *TIDAK* mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
– Perlu diketahui bahwa sampai saat ini *_belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi._*
– Perlu diketahui juga bahwa _informasi tinggi gelombang laut yang saat ini beredar_ merupakan *_informasi peringatan dini tinggi gelombang laut rutin yang terkait dengan kemaritiman._*
– Oleh karena itu, masyarakat dihimbau dan diharapkan tidak terpengaruh serta tidak perlu dihiraukan dengan informasi tersebut.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG senantiasa membuka layanan informasi gempabumi dan tsunami 24 jam, yaitu melalui:
call center 021-6546316;
http://www.bmkg.go.id;
follow twitter @infobmkg;
aplikasi iOS dan android “Info BMKG”;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

*_Jakarta, 23 Desember 2018_*
Biro Hukum dan Organisasi BMKG
Bagian Hubungan Masyarakat

Presiden RI Perintahkan Jaga Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri

sumabwanews.com,- Presiden RI Ir. Joko Widodo memberikan pengarahan kepada peserta Rapim TNI-Polri tahun 2018 yang diikuti 359 Perwira Tinggi meliputi 180 Pati TNI dan 179 Pati Polri, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2018).

 

Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam pengarahannya mengingatkan bahwa netralitas TNI-Polri pada Pilkada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 sangat penting dan sesuatu yang sangat mendasar, pastikan segenap jajaran TNI-Polri dapat melaksanakannya dalam menjalankan tugas di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Ir. Joko Widodo memerintahkan untuk menjaga kebersamaan, sinergi dan soliditas, antara TNI-Polri dilakukan di semua lini dari tingkat atas sampai level bawah, bahkan sampai aparat Babinsa dan Babinkamtibmas. Para prajurit maupun pejabat TNI-Polri bergandengan tangan dan selalu bersama-sama dalam pelaksanaan tugas di wilayah. Sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan negara akan menjamin pembangunan nasional yang sedang berjalan.

 

Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam mengakhiri pengarahannya memberikan tiga penekan. Pertama, agar TNI dan Polri terus memegang teguh prinsip kesatuan komando atau Unity of Command dengan didasari oleh loyalitas tegak lurus. Kedua,  Pimpinan TNI dan Polri agar  fokus dalam tugas untuk mewujudkan prajurit TNI-Polri yang profesional, memelihara kesejahteraan prajurit. Ketiga, Pimpinan TNI-Polri dan seluruh jajaran agar mengikuti perkembangan lingkungan strategis dan kecenderungan global yang berubah dengan cepat. Perubahan yang membawa kompleksitas sering mengejutkan (surprise) harus betul-betul dicermati dan hati-hati mengantisipasi. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal Setelah 4 Tahun Koma

Sumbawanews.com,- Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn (Rama X), kehilangan putri sulungnya, Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, yang meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 19.48 waktu...

Perempuan Thailand Didakwa Bunuh Diplomat AS di Myanmar

Sumbawanews.com,- Seorang perempuan asal Thailand menjalani sidang perdana di Myanmar setelah didakwa membunuh seorang diplomat Amerika Serikat di kota Yangon. Kejadian itu terjadi pada...

Putri Sulung Raja Thailand Meninggal di Usia 47 Tahun

Sumbawanews.com,- Kerajaan Thailand mengumumkan kematian Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X), pada Kamis, 11 Juni 2026, di usia 47 tahun....

Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri

Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima audiensi organisasi pencinta alam Wanadri yang dipimpin Ketua Dewan Pengurus Wanadri Tomy Hosni M di...

Jelang Aksi Mahasiswa, Lalu Lintas Jakarta Masih Lancar

Sumbawanews.com,- Jelang aksi besar yang direncanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jabodetabek, lalu lintas ibu kota tetap berjalan normal pada pagi hari ini, Jumat...

Berita Utama