Bakamla RI Gelar FGD ke-IV, Bahas Permasalahan di Perairan Kalimantan Selatan



sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna S.E., S.Sos., M.M., menghadiri Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri Tahun 2018 dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. Joko Widodo, bertempat di lapangan Istana Merdeka Jakarta, Kamis (19/7/2018). Prajurit TNI dan Polri yang dilantik terdiri dari 225 TNI AD, 102 TNI AL, 119 TNI AU dan 278 Polri, dengan Peraih penghargaan Adhi Makayasa Taruna/Taruni TNI-Polri kelulusan tahun 2018 sebagai berikut : TNI AD: Letda Inf Rovi Ardya Prawira, TNI AL: Letda Mar Muhammad Faisal Djuhaeri, TNI AU : Letda Adm Summalaras Fatsagunar dan Polri : Ipda Pol Doly Septian. (Mad/Puspen TNI)

sumbawanews.com,- Dalam rangka meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Bakamla di Lingkungan Zona Timur, Kantor Kamla Zona Maritim Timur (ZMT) Bakamla yang dipimpin Vetty V. Salakay, S.H., M. Si. menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Umum Kepegawaian selama 2 hari dan berakhir hari ini, di Kantor Kamla ZMT, Ambon, Kamis (19/7/2018).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur. Dijelaskannya bahwa meskipun dilaksanakan secara mandiri dengan segala keterbatasan yang ada, diharapkan dari kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang besar untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja ASN Bakamla, khususnya yang berada di wilayah Kantor Kamla Zona Maritim Timur.
Disampaikan pula penekanan kepada seluruh personel Pangkalan Kapal Patroli, Kantor Kamla Zona Maritim Timur dan SPKKL Ambon, yang hadir pada kegiatan tersebut untuk mengimplementasikan materi dan pengetahuan yang disampaikan Narasumber dalam penugasan sehari-hari. Bertindak sebagai Narasumber yaitu Kabag Umum Zona Maritim Timur Letkol Laut (KH) Drs. Paseh Mawardi. Hadir pula pada kegiatan ini Kepala Bidang Operasi Zona Maritim Timur Letkol Laut (P) Siswo Widodo, S.T .
Berbagai materi disampaikan Letkol Paseh antara lain tentang Manajemen PNS yang disampaikan pada hari pertama, didalamnya memuat tentang penyusunan dan penetapan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pengembangan kompetensi dan sistem manajemen informasi karier, penilaian kinerja dan disiplin, penghargaan, pemberhentian, penggajian, tunjangan dan fasilitas, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan, cuti, dan ketetuan lain-lain. Sedangkan pada hari kedua disampaikan materi Analisis Jabatan (Anjab), Analisis Beban Kerja (ABK) dan Evaluasi Jabatan (Evajab) yang disertai praktek penyusunan Anjab, ABK dan Evajab. Pelatihan dilaksanakan secara klasikal di ruang rapat Kantor Kamla Zona Maritim Timur, Ambon. (Mad/Puspen TNI)

sumbawanews.com,- Badan Keamanan Laut RI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah Amerika Serikat mengadakan kegiatan Asean Regional Forum (ARF) Best Practices in Maritime Data Analysis to Strengthen Regional Maritime Security. Kegiatan ini dipimpin oleh Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Dade Ruskandar, S.H., M.H. selaku ketua panitia.
Kegiatan yang akan berlangsung tiga hari
itu dibuka pada selasa (17/7). Forum yang cukup banyak menarik perhatian negara-negara di kawasan ini dibuka oleh Sekretaris Utama Bakamla RI Marsekal Muda TNI Widiantoro, M.B.A. selaku perwakilan dari Indonesia dan Penasihat Senior Hubungan Amerika Serikat dengan ASEAN dari Department of Navy, Amerika Serikat Christopher Merrit, selaku perwakilan dari Pemerintah Amerika Serikat.
Berdasarkan pembukaan dari Sestama Bakamla RI, kegiatan ini bertujuan untuk bertukar ide dan pengalaman dalam peningkatan kapasitas analisis data maritim guna pelaksanaan penegakan hukum. Oleh karena itu, kegiatan ini mendiskusikan beberapa topik, antara lain platform for displaying and analyzing maritime data, fusion of maritime data to combat IUU fishing, data analysis and info sharing, vessel traffic information, dan berbagai topik lainnya. Kegiatan ini juga diisi oleh paparan dari para peserta perwakilan negara undangan dan organisasi seperti INTERPOL, IMO, UNODC, ICITAP, dan C4ADS.
Salah satu paparan yang mendapatkan sambutan positif adalah paparan yang disampaikan oleh Staf Analis Sistem Informasi dan Jaringan Bakamla RI Demo Putra, S.T., M.Eng. Materi yang disampaikan terkait citra data maritim dengan tajuk ‘Platform and Software for Displaying and Analyzing Maritime Data’.
Tidak hanya itu, materi terkait analisis anomali kapal yang disampaikan oleh Kasi Pengelolaan Pertukaran Informasi Bakamla RI Adriansyah Putra Harahap, S.Si., M.S., juga mendapatkan tanggapan serius oleh peserta forum. Materi dengan judul ‘Analyzing Vessel Tracking Based on Its Anomalous Behavior’ cukup menyita perhatian peserta forum yang hadir.
Lebih lanjut, kegiatan berjalan lancar dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai peserta. Selain tercapainya tujuan utama dari kegiatan ini, kerja sama yang terjalin antara Bakamla RI beserta perwakilan dari negara lainnya dapat tercipta dengan baik.
Pertemuan ini dihadiri oleh sepuluh negara yang terdiri dari Indonesia, Jepang, Amerika, Vietnam, Australia, Srilanka, Kanada, Kamboja, Cina, dan Thailand. Negara-negara tersebut diwakili oleh berbagai instansi meliputi instansi negara maupun dari sektor swasta/non-pemerintah. (Mad/Puspen TNI)

(New York. Kamis, 19 Juli 2018). Tujuan pengiriman Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB adalah dalam rangka turut serta melaksanakan, menjaga ketertiban dunia yang adil dan beradab, seperti halnya ke Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic) – di Republik Afrika Tengah, Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) – Lebanon, Monusco (Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) – DR. Kongo, Unamid (United Nations Mission In Darfur) – Sudan dan beberapa negara lainnya yang masih terlibat konflik.
Hal tersebut dikatakan Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Brigadir Jenderal TNI Fulad, S.Sos, M.Si saat diwawancarai oleh beberapa media setempat.
Menurut Brigadir Jenderal TNI Fulad (Alumni Akademi Militer 1990), konflik itu bisa terjadi antar negara maupun internal negara karena perbedaan politik antar partai yang berkuasa dengan pemerintah atau lainnya. “Ini semua membutuhkan proses dialog antara pemerintah, rakyat dan pemimpin agar terjadi kesamaan visi,” ucapnya.
“Dengan adanya pasukan perdamaian yang tentunya juga dari Indonesia, mereka membantu untuk melakukan negosiasi atau sebagai penengah, dan kalau sudah tercipta ketertiban maka Perserikatan Bangsa-Bangsa tentunya ingin agar kesejahteraan, kemakmuran dan rasa aman bisa terwujud. Begitu terjadi aman maka kegiatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat berjalan dengan normal termasuk komunikasi antara rakyat, pemimpin dan pemerintah setempat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Brigadir Jenderal TNI Fulad menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan Tentara dan Polisi yang tergabung dalam Pasukan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) adalah untuk membantu menyelesaikan konflik. Indonesia sampai dengan saat ini telah mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB sejumlah 2.823 prajurit atau nomor 7 (tujuh) terbesar di dunia yang tersebar di beberapa misi di dunia.
Pasukan Garuda TNI yang dikirim ke Misi di DR Kongo, karena Prajurit TNI mempunyai kemampuan untuk melaksanakan pertempuran di hutan walaupun di sana bukan bertempur, tetapi bagaimana kemampuan untuk beradaptasi di medan tropis mengingat Kongo dan Indonesia sama-sama negara yang menganut iklim tropis, sehingga kemampuan bergerak di hutan adalah menjadi suatu prasyarat mutlak prajurit.
Di Misi Unifil Lebanon, sampai dengan saat ini Kontingen Indonesia merupakan Kontingen terbesar dan pemerintah Lebanon sangat mengapresiasi Kontingen Indonesia karena diterima oleh rakyat Lebanon, komunikasi dan interaksi Prajurit TNI dengan warga setempat sangat diterima oleh rakyat Lebanon termasuk kontingen Negara lainnya dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di sisi lain, Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Brigadir Jenderal TNI Fulad mengharapkan agar Indonesia semakin dikenal di dunia dan pasukan Indonesia semakin disegani dan dikenal dikancah internasional. “Dengan kita mengirimkan pasukan misi PBB, maka otomatis kontribusi itu akan dilihat,” katanya.
“Selaku Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia New York, mimpi besar saya adalah misi 4.000 personel bisa tercapai pada tahun 2019. Dengan kita mengirim pasukan yang besar, akan memberikan peluang yang semakin terbuka bagi prajurit-prajurit TNI untuk berkiprah pada perdamaian internasional,” tutup Brigadir Jenderal TNI Fulad. (Badar/Puspen TNI)

sumbawanews.com,- Bakamla melalui Direktorat Kerja Sama Dalam Negeri kembali melakukan pendampingan tes kesehatan yang digelar STIP Jakarta bagi Calon Peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat, Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM). Tes kesehatan kali ini diperuntukkan bagi masyarakat di Desa Cemaga, Kabupaten Natuna, Prov. Kepri, berakhir hari ini, Rabu (18/7/2018).
Tim medis STIP Jakarta yang dipimpin oleh dr. Ria Gustini Safitri menggelar tes kesehatan selama dua hari, yakni tanggal 17 dan 18 Juli 2018, di Kantor Kecamatan Bunguran Selatan, Kab. Natuna. Terhitung ada 121 orang yang merupakan masyarakat setempat mengikuti tes kesehatan yang meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, Body Mass Index (BMI), pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan fisik, gigi, mata, THT, buta warna, serta pemeriksaan visus.
Seluruh rangkaian kegiatan tes kesehatan berjalan lancar tak lepas dari dukungan yang telah diberikan Tim Pelaksana Kegiatan Pemberdayaan Desa Maritim Kab. Natuna yang diketuai Drs. Izwar Asfawi, yang sehari hari menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemkab Natuna. Pelaksanaan seluruh tahapan tes kesehatan didampingi oleh perwakilan Bakamla yaitu Kasi Kerja Sama Non Pemerintah Ariana Listiawati, S.Pd. beserta staf dari Bakamla Pusat dan SPKKL Natuna. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Camat Bunguran Selatan Erwenandi, S.E. dan Kepala Desa Cemaga Bunguran Selatan Idris.
Hasil tes kesehatan yang terlaksana berkat kerja sama yang baik antara Bakamla dengan Pemkab Natuna dan STIP Jakarta ini nantinya akan menjadi dasar bagi para peserta untuk dapat mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat BST-KLM yang akan digelar awal Agustus mendatang. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat nelayan Daerah Pesisir, sekaligus sebagai tindak lanjut terhadap Desa Cemaga sebagai Desa Maritim Kabupaten Natuna, yang telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Natuna Nomor 239 Tahun 2018 pada 5 Juni lalu. (Mad/Puspen TNI)

sumbawanews.com,- Masa depan bangsa Indonesia ada di pundak para Perwira muda yang hadir di sini dan senior mampu memberikan petunjuk dan contoh yang baik kepada Perwira muda sehingga dapat menentukan arah dan karir dimasa depan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Presiden RI M. Yusuf Kalla saat memberikan pembekalan kepada 724 orang Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri di GOR A.Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).
Lebih lanjut Wakil Presiden RI menjelaskan bahwa berkumpulnya Capaja dari TNI – Polri karena pertahanan dan keamanan saling berkaitan dalam menjalankan tugas yang berbeda tetapi mempunyai tujuan yang sama.
“Pertahanan akan sangat baik apabila keamanan bersinergi dan saling mengisi dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Indonesia dari ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri, karena tujuan pertahanan dan keamanan mempunyai hak yang sama dalam hal membina dan membangun bangsa ini ke depan,” katanya.
Wapres RI Yusuf Kalla menjelaskan bahwa setiap Perwira muda tentu mempunyai tujuan yang sama dimana TNI mempunyai Sapta Marga sebagai pedoman sedangkan Polri mempunyai Tribrata. “Keduanya pada dasarnya sama yaitu disiplin, setia dan menjaga ideologi bangsa ini,” ujarnya.
“Para perwira diharapkan dapat menguasai teknologi untuk mengawaki Alutsista sesuai dengan perkembangan zaman dimasa yang akan datang. Hal tersebut merupakan suatu yang sangat penting karena perang bukan lagi perang konvensional tetapi perang menggunakan teknologi,” kata Wapres RI.
Wapres RI Yusuf Kalla juga menyampaikan bahwa tantangan TNI dan Polri saat ini adalah radikalisme. Maka dalam menghadapi bahaya radikalisme diperlukan pendekatan kemasyarakatan. “Utamanya kepada Babinsa dan Babinkamtibmas harus bersinergi dalam menghadapi tantangan yang ada,” tuturnya.
“Tantangan bangsa ini banyak, harus diselesaikan bersama-sama. Kalian punya waktu yang cukup dalam menentukan karier ke depan dari hari ini sampai 30 tahun yang akan datang,” pungkas Wapres RI Yusuf Kalla.
Turut hadir dalam pembekalan tersebut, para Kepala Staf Angkatan, Kasum TNI, Irjen TNI, Irwasum Polri, Kapolda Metro Jaya, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI serta Ibu Ketua Dharma Pertiwi. (Mad/Puspen TNI)

sumbawanews.com,- Keberhasilan seluruh program nasional dan internasional itu menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia. TNI-Polri sebagai bagian dari elemen bangsa memiliki tanggung jawab besar, karena merupakan komponen utama untuk memastikan keamanan dan stabilitas nasional. TNI-Polri yang solid dan bersinergi disertai kekompakan dan kerja sama yang baik dengan instansi-instansi lain adalah modal yang sangat mendasar dalam menjamin kelancaran pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memberikan pembekalan dihadapan 724 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri tahun 2018, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tugas mulia tersebut tidak dapat dilaksanakan sendiri dan dibutuhkan kerja sama dan sinergi dengan seluruh elemen dalam masyarakat. Para Capaja sebagai Perwira TNI-Polri harus mampu menjadi motor kerja sama dan sinergi yang sangat dibutuhkan. “Tunjukkan bahwa TNI-Polri solid dan bersatu. Jadilah contoh dan teladan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas yang disertai sinergi bersama instansi-instansi lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa seluruh tugas yang diemban oleh TNI-Polri tidak akan dapat terselesaikan tanpa adanya kerja sama, koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kesamaan persepsi dan ikatan emosional yang dibangun sejak dini antara calon Perwira TNI dan Polri, harus dijadikan dasar dalam menyatukan soliditas gerak langkah. “TNI dan Polri, di tengah perbedaan peran dan tugas, memiliki muara yang sama dalam konteks berbangsa dan bernegara, yaitu membantu percepatan pembangunan nasional, menuju masyarakat Indonesia yang aman dan sejahtera,” ujarnya.
“Para Perwira TNI-Polri harus mampu mengaplikasikan kemampuan akademis yang diperoleh selama pendidikan untuk menghadapi tugas ke depan serta harus mengabdi sepenuh hati dan jiwa sebagai prajurit yang profesional, berintegritas dan berkarakter, berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Tribrata dan Catur Prasetya,” tegasnya.
Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan bahwa pendidikan dan pelatihan yang telah dilaksanakan secara terintegrasi tersebut memiliki tujuan untuk membentuk Jiwa Korsa, keakraban, persatuan dan kesatuan yang akan sangat dibutuhkan saat melaksanakan tugas dimanapun nantinya. “Untuk itu, pelihara jalinan silaturahmi yang telah ada dengan baik, kembangkan lebih jauh lagi dengan seluruh komponen bangsa lainnya,” katanya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa profesi sebagai prajurit TNI dan anggota Polri adalah profesi mulia. Oleh karenanya, seluruh Prajurit TNI dan Bhayangkara Polri harus bisa menjaga harga diri, kehormatan satuan dan nama baik, dengan tidak melakukan perbuatan yang merusak citra TNI dan Polri di masyarakat.
“Jadilah contoh tauladan atas pelaksanaan aturan, sehingga menginspirasi anak buah dan masyarakat untuk berbuat hal yang baik dan benar. Jangan mudah diadu domba, lakukan koordinasi yang baik setiap ada permasalahan. TNI-Polri terlahir dari rakyat, oleh karena itu, tetap jaga kepercayaan masyarakat kepada TNI-Polri secara bertanggung jawab,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Sebelum pembekalan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., para Capaja TNI-Polri tahun 2018 juga diberikan pembekalan oleh Kapolri Jenderal Pol Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., yang menyampaikan antara lain bahwa soliditas TNI-Polri merupakan salah satu cerminan kekuatan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Soliditas TNI-Polri merupakan hal yang mutlak, karena kesatuan dua lembaga tersebut menjadi salah satu cerminan kekuatan dan kedaulatan NKRI,” katanya.
Turut hadir pada acara tersebut, diantaranya Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna S.E., S.Sos., M.M., Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., dan Danjen Mako Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos. (Mad/Puspen TNI)

sumbawanews.com,- United Nations Mission In Darfur (UNAMID) Force Commander Lieutenant General Leonard Muriuki Ngondi mengunjungi UNAMID Sector West yang menjadi markas bagi 5 satuan pasukan pemelihara perdamaian dunia, yaitu Satuan Tugas (Satgas) Batalyon (Yon) Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-D/UNAMID, Bangladesh FRC, Pakistan Engeenering dan Nigerian Hospital Level II bertempat di markas Indobatt Garuda Camp, El Geneina, Darfur, Senin (16/7/2018). Komandan Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID Letkol Inf Irdhan, S.E., M.M. didampingi jajaran staf Indobatt menyambut kedatangan Lieutenant General Leonard Muriuki Ngondi yang diawali dengan jajar kehormatan dilanjutkan dengan sambutan tarian nusantara dari personel Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-D/UNAMID.
Kunjungan ini merupakan kesempatan pertama bagi Lieutenant General Leonard Muriuki Ngondi untuk mengunjungi markas UNAMID Sector West semenjak di daulat sebagai UNAMID Force Commanderpada 8 Agustus 2017.
Dihadapan seluruh pasukan yang berada di UNAMID Sector West, UNAMID Force Commander menyampaikan rasa bangganya terhadap seluruh pasukan di UNAMID, karena merupakan pasukan-pasukan terbaik yang dikirimkan dari masing-masing negara untuk bertugas menjaga keamanan dan perdamaian di Sudan.
“Profesionalisme, loyalitas dan dedikasi kalian semua sungguh membanggakan, tetap jaga kebersamaan dan kekompakan yang sudah terjalin selama ini agar setiap tugas yang diberikan menjadi ringan”, ujar Lieutenant General Leonard Muriuki Ngondi.
“Walaupun berbeda budaya, bahasa dan lainnya itu bukanlah suatu alasan untuk tidak bersatu serta saling bahu membahu dalam melaksanakan tugas dengan professional”, tambahnya.
Lebih lanjut Lieutenant General Leonard Muriuki Ngondi juga menyampaikan informasi mengenai resolusi yang baru saja diputuskan pada misi di UNAMID, yaitu secara bertahap pada tahun 2020 misi akan ditutup dikarenakan UNAMID sudah dianggap berhasil dalam memelihara keamanan dan perdamaian di Sudan pasca konflik saudara 12 tahun silam.
Turut hadir dalam kunjungan Force Commander Lieutenant General Leonard Muriuki Ngondi diantaranya, Sector Commander Brigadier General Hamid, Act SSO Coordinator Lieutenant Colonel Jamseed, Pakistan Eng. Commander Lieutenant Colonel Imran Hafiiz, Nigeria Hospital Level II Commander SMDR. Chukuemeka S. Ugwuadu, Bangladesh FRC Lieutenant Colonel Mosiur Rahaman. (Puspen TNI)
