Home Blog Page 3102

Gerakan “Ayo Inventarisasi BMN 2018” Bakamla RI Sasar Jayapura

sumbawanews.com,- Bakamla RI kembali melanjutkan aksi “Ayo Inventarisasi BMN 2018”. Kali ini pemeriksaan dilakukan di Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Jayapura yang berlokasi di Basege, Jayapura Utara, Selasa, (24/7/2018).

 

Kegiatan yang telah berlangsung sejak 22/7 dipimpin oleh Kasubbag Penatausahaan Barang Milik Negara (BMN) Vita Melia, S.T., M.T. Acara diawali dengan pengarahan mengenai pentingnya inventarisasi dan sosialisasi mengenai cara pencatatan aset BMN yang baik dan benar.

 

Lebih lanjut, Bagian Pendayagunaan dan Penatausahaan BMN Bakamla RI menyampaikan tentang Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) Tahun 2020, dengan harapan setiap perwakilan Bakamla RI di daerah juga ikut serta menyusun perencanaan BMN.

 

Bagian Pendayagunaan dan Penatausahaan BMN Bakamla RI mulai mengidentifikasi aset BMN yang sebelumnya merupakan perpindahan aset dari Kemenko Polhukam ke Bakamla RI. Setelah diidentifikasi, BMN tersebut diinput ke dalam aplikasi Simak BMN dan menempelkan stiker barcode.

 

BMN yang diinventarisir berupa peralatan komunikasi Global Maritime Distress Security System (GMDSS), peralatan navigasi satelit Automatic Identification System (AIS), radar, dan beberapa peralatan pendukung kegiatan kantor lainnya.

 

Kegiatan ini juga diawasi langsung oleh Kabag Umum Kantor Kamla Zona Maritim Timur Letkol Laut (KH) Drs. Paseh Mawardi dan Kasubbid Informasi Kantor Kamla Zona Maritim Timur Abdullah Leurima, S.Pi.

 

Selanjutnya, gerakan “Ayo Inventarisasi BMN 2018” Bakamla RI akan mengunjungi Merauke, Tual, dan Ambon. Bagian Pendayagunaan dan Penatausahaan BMN Bakamla RI berharap hingga akhir tahun 2018, Bakamla RI sudah dapat menginventarisasi seluruh aset BMN yang dimiliki. Dengan demikian, dapat memperkuat Laporan Keuangan guna opini BPK yang lebih baik di tahun mendatang. (Mad/Puspen TNI)

10 Ribu Prajurit dan PNS TNI Gelar Tari Poco-Poco

(Puspen TNI).  Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar latihan Tari Poco-Poco dengan melibatkan 10 ribu Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI serta istri-istri prajurit, terdiri dari Mabes TNI 1.000 orang, TNI AD 4.000 orang, TNI AL 2.500 orang dan TNI AU 2.500 orang, bertempat di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (24/7/2018).

 

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto saat meninjau kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang sudah meluangkan waktu untuk ikut latihan Tari Poco-Poco dengan penuh semangat dan tertata rapih.

 

“Saya melihat gerakan latihannya sudah cukup bagus dan kompak. Kalian semua akan berpartisipasi dalam pemecahan Guinness World Records Tari Poco-Poco pada hari Minggu, 5 Agustus 2018 mendatang,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa pemecahan rekor Guinness World Records Tari Poco-Poco ini, selain mampu meningkatkan harga diri bangsa Indonesia, mampu pula melestarikan, mengembangkan budaya asli Indonesia, serta meningkatkan Industri Pariwisata Indonesia melalui olahraga rekreasi masyarakat.  “Sebagai perwakilan TNI dalam acara tersebut, seluruh peserta harus menampilkan yang terbaik,” tegasnya.

 

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu adalah wakil dari TNI, untuk itu saya mohon agar serius dan konsentrasi dalam melaksanakan latihan karena membawa nama baik bangsa Indonesia, agar dapat memecahkan Guinness World Records sehingga Tari Poco-Poco diakui oleh dunia sebagai milik bangsa Indonesia,” terangnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Umum Latihan Tari Poco-poco untuk TNI Brigjen TNI Sapriadi, S.I.P. mengatakan bahwa latihan Tari Poco-Poco yang dilaksanakan di Mabes TNI merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) bekerja sama dengan Federasi Olahraga Kreasi dan Budaya Indonesia (FOKBI) dalam rangka pemecahan Guinness World Records Tari Poco-Poco.

 

“Tari Poco-Poco 2018 akan diikuti sebanyak 65.000 peserta terdiri dari prajurit TNI, Polri, PNS,  pelajar, mahasiswa dan masyarakat, rencananya akan dilakukan di arena car free day, mulai dari halaman Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Silang Monas, Bundaran Hotel Indonesia, hingga Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin,” kata Brigjen TNI Sapriadi yang sehari-hari menjabat Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI. (Badar/Puspen TNI)

Komandan PMPP TNI Buka Kursus JCET

sumbawanews.com,- Komandan Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus diwakili Wakil Komandan PMPP TNI  Kolonel Pnb Aldrin P. Mongan, S.T., M.Hum., M.Tr. (Han) membuka kursus Joint Combined Exchange Training (JCET) Balance Iron Garuda Canti Darma bertempat di di Auditorium PMPP TNI, Sentul, Bogor, Senin (23/7/2018).

Dalam sambutannya  Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus menyampaikan bahwa pelatihan JCET difokuskan dalam materi Medical Respon, Counter Improvised Explosive Devices (IED), Civil and Military Coordination (CIMIC) and Information Coordinations.

Lebih lanjut Brigjen TNI Victor H. Simatupang, M.Bus mengharapkan para peserta dapat menggali materi yang dilatihkan untuk mencapai standart pasukan perdamaian PBB baik sebagai Kontingen Military Observer (Milobs) maupun Military Staff (Milstaff).

JCET merupakan latihan bilateral yang digagas oleh Indonesia yang diwakili oleh PMPP TNI dan United State Special Operation Command Pacific (US SOCPAC). Latihan diselenggarakan selama 26 hari bertempat di PMPP TNI melibatkan 36 prajurit yang berasal dari  PMPP TNI, Satgas RDB MONUSCO, TNI AD, TNI AL dan TNI AU serta 12 instruktur dari US SOCPAC dipimpin Captain Daniel Bishop. (Mad/Puspen TNI)

PERANG DAGANG USA vs CHINA

Genderang perang Amerika Serikat (USA) dengan China sudah dikumandangkan. Namun perang ini bukan perang senjata (hard power) tetapi ini adalah perang ekonomi (soft power) yaitu perang dagang.  Kalau dulu USA pernah melakukan perang dingin dengan Uni Sovyet (sekarang Rusia) yang menyebabkan ketegangan dunia karena adanya perlombaan senjata (arm race), maka perang dagang ini juga dapat memicu ketegangan dunia.

 

Dalam kaca mata saya, China sudah sejak lama menyiapkan kondisi ini. Dulu China yang merupakan negara tirai bambu, sangat menutup diri dengan dunia luar. Namun mereka tidak berpangku tangan, seperti apa kata Sun Tzu, seorang Panglima Perang China yang pernah hidup beberapa abad yang lalu pernah mengatakan bahwa China is a sleeping giant, China itu ibarat raksasa yang sedang tidur. Jika raksasa itu bangun maka akan mengguncang dunia.

 

Posisi China saat ini sudah mulai bangun, bukan menggeliat lagi (wake up) tapi sudah get up. Maka yang terjadi adalah kondisi saat ini. Ekonomi China sudah tumbuh sangat pesat dan menguasai hampir separuh lebih ekonomi dunia. Dimana-mana, diseluruh dunia didominasi oleh produk China. Kita boleh cek di seluruh pusat perbelanjaan dunia pasti diserbu dengan barang-barang buatan China (made in China). Tidak hanya barang jadi (man made) tetapi juga  buah-buahan yang harganya lebih murah dibanding produk lokal.

 

Apalagi dengan strategi One Belt One Road (OBOR), China kembali ingin membangun jalur sutera perdagangannya di seluruh dunia.

 

Mungkin karena sepak terjang China yang tidak terbendung inilah, maka negeri Paman Sam (USA) mendeklarasikan perang dagang dengan China dengan menaikkan bea tarif masuk produk China yang sangat tinggi, dan China pun tidak gentar dengan kebijakan Amerika dan bahkan membalas menaikkan bea tarif masuk produk Amerika yang masuk ke China.

 

Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata seperti pada perang dunia pertama dan kedua.  China telah mengambil langkah yang luar biasa untuk mendominasi dunia. China tidak mau gagal seperti Uni Soviet pada saat perang dingin dengan Amerika Serikat, yang melakukan perlombaan senjata besar-besaran. China lebih memilih untuk menggunakan soft power dalam upayanya untuk menguasai dunia, melalui penguatan ekonomi dan perluasan wilayah perdagangannya.

 

Pihak Amerika sendiri saat ini sudah mengakui bahwa China ingin menggeser Amerika sebagai kekuatan super power baru. Perang dagang USA vs China pasti akan berdampak terhadap kehidupan global, regional dan nasional.

 

Untuk menjawab tantangan itu, maka dibutuhkan panglima-panglima perang dagang yang tangguh dan ahli-ahli ekonomi yang handal dan brilian untuk menghadapi situasi ini.  Perang dagang memang tidak sama dengan perang senjata tetapi dampaknya pasti akan dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia ini termasuk di Indonesia.

 

Lalu sudah siapkah bangsa Indonesia menghadapi kondisi perang dagang ini? Saat ini memang dampak perang dagang USA vs China belum terasa, namun kondisi ini harus terus dicermati dan disikapi dengan seksama sehingga bangsa Indonesia tidak menjadi korban ibarat gajah bertarung melawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah.

 

Salah satu solusi untuk menghadapi kondisi perang dagang ini adalah dengan penguatan ketahanan nasional di bidang pangan. Bangsa Indonesia yang dikaruniai oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa dengan berbagai sumber kekayaan alam yang ada di dalam bumi Indonesia khususnya kesuburan tanahnya dan kekayaan lautnya harus dikelola dan diekspoitasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga tercipta kemandirian dan ketahanan pangan. Pemerintah Indonesia harus mampu memberdayakan petani dan nelayan kita, untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan ketahanan pangan dan menghindari impor bahan pangan yang justru melemahkan produktivitas dalam negeri.

 

Indonesia yang diibaratkan jamrud di khatulistiwa, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,  sebagaimana syair nyanyian Koes Ploes “tanah kita tanah sorga tongkat kayu dan batu jadi tanaman” harus mampu kita kelola dengan swadaya dan swakelola, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

 

Jangan sampai rakyat kita sengsara dan kelaparan ibarat ayam mati di lumbung padi. Kalau beras masih impor dan bahkan garam masih impor, maka perlu ada evaluasi yang mendalam terhadap upaya pemberdayaan petani kita dan pengelolaan sumber daya alam kita. Dampak sosial akibat perang dagang USA vs  China yang langsung maupun tidak langsung akan kita rasakan nantinya adalah kenaikan harga barang, kelangkaan barang kebutuhan dan bahkan matinya produk ekspor akibat situasi perdagangan global.

 

Oleh karena itu, hanya negara yang memiliki ketahanan nasional di bidang pangan dan kekuatan ekonomilah yang akhirnya mampu menjawab dan menghadapi dampak perang dagang USA vs China.

 

Dan sudah saatnyalah para panglima perang dagang dan ahli ekonomi Indonesia mampu merumuskan langkah dan strategi dalam menghadapi dampak global akibat perang dagang USA vs China sehingga dapat memproteksi rakyat Indonesia dari kesengsaraan dan penderitaan.

 

Moelday, 24 Juli 2018

Alumni Tannas UGM

 

Panglima TNI : TNI dan Media Mitra Strategis

sumbawanews.com,- Acara Halal Bihalal antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) saat ini menjadi sangat strategis karena TNI dan media merupakan mitra strategis, dimana media mampu mengelola menyajikan informasi-informasi yang aktual dan tepat kepada masyarakat tentang TNI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal  TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan para  Pemred Media Massa Nasional (Televisi, Radio, Cetak dan Online) diatas KRI dr. Soeharso 990 pada acara Joy Sailing dan Halal Bihalal dalam rangkaian peringatan HUT TNI ke-73 tahun 2018, yang berlayar di sekitar Teluk Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, betapa pentingnya sinergitas antara TNI dengan Media Massa untuk melawan informasi hoax di masyarakat.  “TNI dan Media harus jadi kekuatan untuk mengelola berita dengan baik guna menepis berita hoax yang menjadi satu aspek yang merusak pikiran kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini sinergitas antara TNI dengan Polri sudah terbentuk dengan baik, ditambah lagi dengan media massa dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, Panglima TNI berharap kepada media massa ikut membantu menyukseskan sejumlah agenda besar bangsa Indonesia seperti pengamanan Asian Games dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IMF dan pada 2019 mendatang juga akan menggelar pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).  “Kita berharap awak media untuk membantu kesuksesan melalui pengelolaan berita sesuai dengan fakta yang ada,” katanya.

“Di era keterbukaan saat ini TNI tidak alergi dengan kritik terkait masih adanya oknum prajurit yang berprilaku kurang baik dan terkait informasi negatif soal prajurit TNI di lapangan. Sudah kita respons dan tindak lanjuti informasi dari masyarakat tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan acara Joy Sailing dan Halal Bihalal tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih  kepada media karena dengan pemberitaan yang ada selama ini, persepsi publik kepada TNI sangat baik, bahkan tingkat kepercayaannya menurut survey 94 persen masyarakat percaya dengan kinerja TNI.

Rute Joy Sailing dimulai dari Dermaga Kolinlamil – Pulau Damar – Pulau Ayer Besar – Dermaga Kolinlamil, dengan tema “Melalui Joy Sailing dan Halal Bihalal Kita Eratkan Kebersamaan TNI-Pemred Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Turut serta dalam kegiatan tersebut, para pejabat teras Mabes TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, diisi dengan berbagai kegiatan antara lain stand up comedy oleh Cak Lontong, lomba bernyanyi yang diikuti oleh Pemred dan pejabat TNI dengan juri Panglima TNI, ditutup dengan ramah tamah dan hiburan. (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Kababinkum TNI Terima Ketua Komnas HAM

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili oleh Kepala Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Mayjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H. didampingi Oditur Jenderal (Orjen) TNI Brigjen TNI Sumartono, S.H. M.H. dan Kepala Pusat Lembaga Pemasyarakatan Militer (Kapuslemasmil) Brigjen TNI Djuhendi Sukmajati serta perwakilan Kepala Hukum dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, menerima kunjungan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik yang didampingi Wakil Ketua Internal Komnas HAM Hairansyah, Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Sandrayati Moniaga dan Komisioner Komnas HAM Amiruddin, bertempat di Aula Babinkum TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/7/2018). (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Joy Sailing dan Halal Bihalal Panglima TNI Bersama Pemred

(Puspen TNI).  Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73 tahun 2018, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. melaksanakan  Joy Sailing (berlayar gembira) dan Halal Bihalal bersama Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Massa Nasional (Televisi, Radio, Cetak dan Online) diatas KRI dr. Soeharso 990. Titik embarkasi di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/7/2018).

Rute pelayaran dimulai dari Dermaga Kolinlamil – Pulau Damar – Pulau Ayer Besar – Dermaga Kolinlamil. Tema Joy Sailing yaitu “Melalui Joy Sailing dan Halal Bihalal Kita Eratkan Kebersamaan TNI-Pemred Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. (Badar/Puspen TNI)

Lima Pati TNI Terima Bintang Dharma

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyematkan Bintang Dharma  kepada lima Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Kepala BNPP Marsdya TNI Muhammad Syaugi, S.Sos. dan Staf Khusus Panglima TNI Letjen TNI Dodik Widjanarko, S.H., bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (23/7/2018).

 

Penganugerahan Tanda Kehormatan “Bintang Dharma” tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 203038/TK/2018 tentang penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Dharma sebagai penghargaan atas Dharma Bhakti Anggota TNI yang telah menyumbangkan jasa dan bakti untuk bangsa dan negara melampaui panggilan kewajiban tugas militer dan juga kepada anggota bukan Angkatan Bersenjata sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

 

Pada kesempatan yang sama, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. juga menerima  tanda kehormatan ”Swa Buana Paksa” berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23/TK/2018 tentang penganugrahan Bintang Swa Buana Paksa sebagai penghargaan yang diberikan kepada anggota TNI Angkatan Udara di bidang militer yang telah menunjukkan kemampuan, kebijaksanaan dan jasa-jasa luar biasa melebihi panggilan kewajiban untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Udara  tanpa merugikan tugas pokok. (Badar/Puspen TNI)

Force Commander UNIFIL kunjungi Pasukan Garuda Indobatt

(Pen Konga XXIII-L/UNIFIL. Minggu, 22 Juli 2018).   Force Commander UNIFIL (United Nations Interim Forces In Lebanon) Major General Michael Beary didampingi Komandan Sektor Timur UNIFIL Brigadier General Jose Luis Sanches Martinez Valero dan beberapa Staf, mengunjungi Pasukan Garuda Indobatt (Indonesian Battalion) Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-L/UNIFIL misi perdamaian dunia dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Dengan menggunakan Helikopter MI-8, kedatangan Major General Michael Beary asal Finlandia beserta rombongan di Markas Indobatt UNP (United Nation Position) 7-1 Adchit al Qusayr, Lebanon Selatan, Jumat (20/7/2018) pukul 14.00 waktu setempat, disambut langsung oleh Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/UNIFIL Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P., didampingi Wadansatgas Mayor Inf Didiet Trilaksono.

 

Di hadapan Pasukan Garuda Indobatt, Force Commander UNIFIL Major General Michael Beary menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Garuda Indobatt yang telah memberikan segenap kemampuannya dalam menjaga perdamaian di Lebanon Selatan. “Dalam waktu dekat ini, saya akan mengakhiri masa bhakti sebagai Force Commander UNIFIL,” ucapnya.

 

“Saya selaku Komandan UNIFIL mengucapkan banyak terima kasih  kepada seluruh prajurit Indonesian Battalion dibawah pimpinan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto. Semangat, sikap imparsial dan profesional dari Pasukan Garuda Indobatt tidak diragukan lagi, dedikasi dari para prajurit selama ini sangat terkesan bagi saya, tolong ini dipertahankan,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Major General Michael Beary berkesempatan memberikan Pin khusus UNIFIL secara pribadi sebagai bentuk penghargaan kepada Dansatgas dan Wadansatgas Indobatt Konga XXIII-L/UNIFIL atas dedikasinya selama ini.

 

Selanjutnya, Force Commander UNIFIL Major General Michael Beary beserta rombongan sekitar pukul 15.00 waktu setempat, meninggalkan Markas Indobatt dengan diiringi yel-yel penuh semangat dari para Pasukan Garuda. (Pen Indobatt)

Panglima TNI : Sinergitas TNI dan Wartawan Perlu Dibina

(Puspen TNI).  Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rekan-rekan wartawan perlu dibina. Untuk itu, pemberitaan yang baik harus sesuai dengan kondisi real di lapangan. Yang jelas, hubungan antara Prajurit TNI dan rekan-rekan wartawan harus kompak seperti ini.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya di hadapan sekitar 300 wartawan dari media cetak, televisi, radio dan online pada acara “Outbound TNI bersama Wartawan” di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/7/2018).

 

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, betapa strategisnya apabila TNI melaksanakan menjaga sinergitas dengan media. Hal ini akan menjadi kunci dalam menjaga NKRI, karena dengan cara itulah solusinya bisa menjaga kebhinekaan. “TNI juga tidak alergi apabila dikritik kalau memang kritik itu untuk membangun. Oleh sebab itu, tugas TNI dan Polri sangat penting dalam menjaga NKRI ditambah juga dengan rekan-rekan wartawan,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu, dirinya menerima kiriman twitter tentang adanya warga sipil yang dianiaya oleh oknum TNI. “Saya langsung perintahkan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah untuk menindaklanjuti dan Alhamdulillah pelakunya dapat ditemukan di daerah Semarang. Sedangkan untuk korbannya sudah kita obati,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan outbound TNI bersama wartawan merupakan rangkaian kegiatan HUT TNI ke-73 tahun 2018, yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2018.  “HUT TNI tahun ini tidak dilaksanakan secara besar-besaran, seperti yang sudah dilaksanakan pada tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat Cilegon Banten,” katanya.

 

Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa dalam rangka memeriahkan HUT ke-73, TNI juga akan menggelar Marathon di Mandalika Lombok dengan tujuan untuk memperkenalkan tempat wisata di Mandalika, yang selama ini sudah digalakkan oleh pemerintah pusat dalam menggalakkan sektor pariwisata.  “TNI perlu mendukung kebijakan pemerintah khususnya sektor pariwisata yang sedang digalakkan,” ucapnya.

 

‘Terima kasih kepada seluruh peserta outbound yang telah hadir memenuhi undangan pada kegiatan  yang diselenggarakan oleh TNI dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun TNI ke-73 tahun 2018,” tutup Panglima TNI.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Wakasau Marsdya TNI Wieko Sofyan, Kasum Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., para Asisten Panglima TNI dan Kabalakpus TNI. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

Kyiv Diguncang Serangan Rudal, Asap Tebal Menyelimuti Kota

Sumbawanews.com,- Serangan udara beruntun meluluhlantakkan ibu kota Ukraina, Kyiv, pada dini hari Senin (15/6). Rudal dan drone milik Rusia menghantam sejumlah gedung apartemen di...

Fox Kuasai Roku, Penguasa TV Streaming Dunia

Sumbawanews.com,- Fox Corporation resmi mengakuisisi Roku senilai $22 miliar dalam kesepakatan yang akan mengubah peta kekuasaan industri streaming global. Dengan basis pengguna lebih dari...

TCL A65K Soundbar: Kompak, Cerdas, dan Harga Terjangkau

Sumbawanews.com,- Di tengah maraknya soundbar berukuran besar dan harga selangit, TCL A65K hadir sebagai solusi cerdas bagi penghuni apartemen atau ruang terbatas yang tetap...

Diskusi di UGM Meledak, Tiga Menteri Diadang Mahasiswa

Sumbawanews.com,- Suasana akademik berubah jadi gejolak politik ketika diskusi publik di Universitas Gadjah Mada berubah menjadi aksi protes massal. Tiga tokoh kabinet—Budiman Sudjatmiko, Nusron...

Sekeluarga Tewas karena Tungku Arang dalam Tenda

Sumbawanews.com,- Penyelidikan polisi mengungkap penyebab mengerikan di balik tewasnya empat anggota keluarga, termasuk seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), dalam sebuah tenda di Taman...

Berita Utama