Home Blog Page 3089

Panglima TNI : Peran Mahasiswa Penting Dalam Membangun Bangsa

sumbawanews.com,- Sejarah Indonesia telah mencatat dengan tinta emas, bahwa Pemuda, termasuk juga para Pelajar dan Mahasiswa, memiliki andil yang sangat penting dalam perjuangan mencapai kemerdekaan hingga menjadi negara yang berdaulat seperti saat ini.  Selain berjuang secara patriotik dengan mengandalkan kekuatan fisik dan bersenjatakan sederhana, Pemuda juga berjuang dengan intelektualitas melalui ide-ide pemikiran dan gagasan yang berani, siap menempuh resiko apapun demi kemerdekaan.

 

Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., pada pertemuan lima elemen pemangku kepentingan “Penta Helix”, bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu. (31/10/2018).

 

Universitas Indonesia (UI) menggagas ajang pertemuan lima elemen pemangku kepentingan atau Penta Helix yaitu Universitas, Pemerintah, Industri, Media dan Masyarakat dalam bentuk kegiatan “I-Gov UI Expo 2018, dengan tema “Sinergi Bangsa Menuju Indonesia Mandiri”.

 

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., maju mundurnya bangsa Indonesia tergantung pada generasi muda, dalam hal ini mahasiswa merupakan ujung tombak kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa harus mampu menumbuh kembangkan sensivitas dan daya kritis terhadap kehidupan masa depan bangsa Indonesia.

“Selaku generasi muda diharapkan mampu memahami esensi Kepemimpinan Ideal dan Sejarah Kepemimpinan di Indonesia dihadapkan dengan karakter bangsa yang dalam hal ini tidak terlepas dari nilai-nilai luhur Pancasila, serta senantiasa memegang teguh 4 (empat) konsensus Nasional yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI Harga Mati,” kata Panglima TNI.

 

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak seluruh mahasiswa dimanapun berada untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kemajuan, menyongsong revolusi industri keempat, serta menyambut inovasi teknologi yang berubah begitu cepat. “Tantangan global mengharuskan mahasiswa untuk semakin cerdas, kreatif, inovatif dalam merespons perubahan-perubahan yang ada. Perubahan yang terjadi adalah tantangan yang tidak bisa kita hindari dan harus dijawab dengan peningkatan kualitas dan produktivitas khususnya dibidang pendidikan,” jelasnya.

 

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa memasuki era revolusi industri 4.0 atau disebut juga sebagai era disruptif, transformasi pada berbagai bidang dipicu oleh inovasi disruptif yang secara serta merta merubah paradigma yang telah ada sebelumnya, menjadi suatu paradigma yang benar-benar baru dan tidak pernah diduga sebelumnya.

 

“Karakteristik utamanya adalah perubahan yang tidak pernah terduga pada faktor kecepatan, skala dan kekuatan. Jika hal-hal tersebut dikaitkan dengan karakteristik lingkungan strategis maka asimetri perang juga akan bertransformasi pada aspek kecepatan atau speed, jangkauan dan daya hancur,” ungkapnya.

 

Ditambahkan oleh Panglima TNI bahwa meski era disrupsi dan revolusi industri 4.0 yang merupakan suatu peradaban baru manusia, namun dalam setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berbentuk ancaman.  Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman cyber threats, ancaman biologi dan ancaman kesenjangan.

 

“Untuk menghadapinya para mahasiswa Universitas diperlukan upaya sejak dini secara bersinergi, terintegrasi dan berkesinambungan oleh seluruh komponen bangsa melalui penguatan 4 (empat) konsensus kebangsaan, serta peningkatan kualitas kesadaran bela negara sebagai nilai-nilai dasar yang akan mendorong perwujudan semangat Nasionalisme dan Patriotisme,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI Tinjau Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.Tr. (Han). dan Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS. meninjau langsung ke lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, dengan menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 bertolak dari Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10/2018).

 

Sebelumnya Panglima TNI beserta rombongan menerima paparan singkat dari  Kabasarnas Mardya TNI M. Syaugi, Pangarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., Wakapushidrosal Laksma TNI Trismadi, Msi. Selanjutnya Panglima TNI meninjau posko Basarnas yang berada Dermaga JICT.

 

            Dihadapan awak media Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pencarian  pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh pada Senin pagi lalu merupakan potensi SAR dalam hal ini Basarnas dengan melaksanakan koordinasi tentang apa yang diperlukan terkait dengan perkembangan pencarian JT 610. “Pagi hari ini, saya mendapatkan penjelasan dari Kabasarnas tentang titik terang adanya dugaan kuat bagian dari body pesawat Lion Air JT 610 dan itu sudah ditentukan koordinatnya, namun belum diyakinkan bahwa itu bagian dari body pesawat,” ujarnya.

 

Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam pencarian pesawat tersebut tim SAR mengunakan KRI Rigel yang difokuskan satu titik bahwa apa yang diduga didasar laut itu adalah bagian dari pesawat Lion Air JT 610. “Saat ini saya bersama Kabasarnas dan Pangarmada I untuk melaksanakan peninjauan langsung di lapangan. Mudah-mudahan itu benar adalah bagian dari body pesawat yang saat ini kita cari,” katanya.

 

Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa KRI Rigel milik TNI AL bersama Kapal dari Basarnas yang memiliki kemampuan Side Scan Sonar akan dapat terpenuhi mencari body pesawat di bawah permukaan. “Jadi diduga kuat body pesawat yang kita cari dan kemungkinan besar korban masih ada disitu,” ungkapnya.

 

“Untuk itu saya akan kesana bersama Kabasarnas dan Pangarmada I untuk meyakinkan seluruh potensi SAR yang saat ini ada disana semua dikomandoi  oleh Kabasarnas. Kemudian TNI, Polri dan unsur lain semua mensupport kebutuhan dari Basarnas, saya bagian mensupport karena memiliki sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Basarnas,” tutur Panglima TNI. (Mad/Puspen TNI)

Prajurit TNI Temukan Barang-Barang Korban Lion Air JT-610

(Puspen TNI).  Prajurit TNI dari Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambair) Koarmada I dipimpin Kadislambair Kolonel Laut (E) Monang Sitompul dan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmada I dipimpin Dansatkopaska Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi melakukan penyelaman di perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

 

Penyelaman yang dilakukan oleh kedua Satuan Khusus TNI AL pada kedalaman 30 sampai dengan 32 meter dalam rangka melanjutkan pencarian korban dan badan Pesawat Lion Air JT-610, yang jatuh pada hari Senin, 29 Oktober 2018.

 

Dari beberapa hotspot yang diselami oleh Prajurit TNI, didapatkan hasil berupa barang-barang milik penumpang Lion Air JT-610, yaitu Pas Foto, Buku Rekening Simpedes, Charger HP, ID Card, Tas, Baju, Kopiah, Uang, Pelampung Pesawat, serpihan body pesawat serta buku petunjuk keselamatan pesawat Lion Air. (Badar/Puspen TNI)

 

Panglima Kogasgabpad : Total 100 % Rumah Yang Rusak Akibat Gempa di NTB Sudah Dibersihkan TNI

(Puspen TN).  Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan masa penugasan  prajurit  TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad), telah berhasil merobohkan dan membersihkan rumah warga yang rusak sebanyak 74.092 unit akibat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu yang lalu.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima Kogasgabpad Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di NTB, Mayjen TNI Madsuni, S.E., saat menggelar rapat evaluasi dengan staf-staf terkait di Markas Komando Gabungan (exs Bandara Selaparang Mataram), Nusa Tenggara Barat, Rabu (31/10/2018).

 

Menurut Mayjen TNI Madsuni, dari jumlah rumah yang dirobohkan dan dibersihkan oleh prajurit TNI sebelumnya sudah mendapat persetujuan dari pemilik dan sudah  terverifikasi oleh tim dari Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi NTB serta sudah mendapat Surat Keputusan (SK) dari Bupati tertanggal 28 Oktober 2018.

 

“Tugas kami (prajurit TNI) membantu merobohkan dan membersihkan rumah-rumah warga, saat ini pencapaiannya sudah 100 %  dari jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat gempa dan sudah terverifikasi,” ungkapnya.

 

Selanjutnya Kogasgabpad mendorong kepada pihak-pihak yang telah ditunjuk untuk segera melaksanakan  pembangunan kembali rumah-rumah warga yang sudah dirobohkan dan dibersihkan akibat bencana gempa bumi. “Harapan kami, rumah-rumah warga segera dibangun sehingga mereka dapat tinggal dirumahnya yang layak,” kata Mayjen TNI Madsudin.

 

Selanjutnya Panglima Kogasgabpad menyampaikan bahwa selain rumah warga yang dibersihkan juga terdapat  698 bangunan fasilitas sosial yang rusak di wilayah NTB  dan telah dirobohkan/dibersihkan oleh prajurit TNI yang sudah siap untuk dibangun kembali. “Dari jumlah 74.092 rumah yang telah dibersihkan sebanyak 67.796  sudah siap dibangun kembali, sedangkan untuk fasilitas sosial dari jumlah yang dirobohkan siap dibangun 445 unit,” tuturnya.

 

“Semoga apa yang telah dilakukan oleh prajurit TNI selama melaksanakan tugas di NTB ini dapat membantu masyarakat untuk segera bangkit dan memulai kehidupannya kembali secara normal,” tandasnya.

 

Dari sekitar tiga bulan masa penugasan prajurit TNI Kogasgabpad di NTB, selain perobohan dan pembersihan bangunan dengan menggunakan alat berat maupun manual, tugas lain yang dilaksanakan yaitu mendistribusikan bantuan logistik, air bersih ke tempat pengungsian dan permukiman warga.

 

Disamping itu, prajurit TNI juga memberikan pelayanan kesehatan, membantu pemulihan trauma warga dengan memberikan pendampingan psikologi oleh Tim Psikologi TNI serta membantu penanganan pengungsian dan perbaikan instalasi air bersih di beberapa tempat di NTB yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. (Badar/Puspen TNI)

Prajurit Kogasgabpad Ratakan Area Likuifaksi di Petobo Palu

(Puspen TNI).  Prajurit TNI Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG) Kodam XIV/Hasanuddin dan Yonzipur 17/Ananta Dharma Kodam VI/Mulawarman yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, melaksanakan pemerataan dan pembersihan area lokasi yang terdampak likuifaksi di Petobo, Kota Palu, Sulteng, Rabu (31/10/2018).

 

Kegiatan pemerataan diawali dengan pengarahan kepada seluruh personel TNI, relawan dan masyarakat setempat oleh Kepala Zeni Kogasgabpad Kolonel Czi Efrizon, dilanjutkan doa bersama oleh seluruh elemen yang terlibat pelaksanaan perataan daerah tersebut.

 

Menurut Kolonel Czi Efrizon, pelaksanaan pemerataan lokasi yang terdampak likuifaksi merupakan perintah dari Bapak Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang dilanjutkan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. kepada Kogasgabpad penanggulangan bencana alam di provinsi Sulteng. “Area yang akan diratakan ini memiliki luas 180 Ha, terdiri dari perumahan dan persawahan, dan yang akan diratakan adalah area perumahan,” ucapnya.

 

Kolonel Czi Efrizon mengatakan bahwa tujuan dari perataan area Petobo adalah untuk menghilangkan trauma masyarakat yang terdampak langsung likuifaksi, tetapi kalau sudah diratakan seperti yang sudah dilaksanakan di Balaroa suasananya sudah berbeda. Disamping itu, untuk menghindari wabah penyakit kolera agar masyarakat disekitar Petobo bisa lebih tenang.

 

“Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tinggal di area Petobo untuk mengambil barang-barang miliknya yang masih bisa digunakan sebelum dilaksanakan perataan dan apabila membutuhkan bantuan TNI, kami juga siap untuk membantu,” ujarnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Danyon Zipur 8/SMG Mayor Czi Catur mengatakan bahwa perataan area Petobo ini sama dengan yang sudah dilakukan di Balaroa, dan ini merupakan perintah dari Pimpinan TNI dan Panglima Kogasgabpad untuk meratakan area terdampak likuifaksi di Petobo. “Dengan dilaksanakannya pemerataan ini diharapkan masyarakat dapat memulai hidup baru lagi dan juga masyarakat bisa memulai aktifitas seperti sebelumnya dan juga bisa memanfaatkan area ini yang akan digunakan sebagai area terbuka hijau,” jelasnya.

 

Menurut Mayor Czi Catur, pekerjaan yang dilaksanakan ini antara lain bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Pemerintah Daerah dan perusahaan-perusahan serta bantuan dari Bupati Parigi Moutong. “Pekerjaan ini juga melibatkan 16 alat berat, diantaranya 12 exavator dan 3 Dozer milik TNI dan ESDM. Dan diharapkan kolaborasi ini bisa bekerja secara cepat dan maksimal,” katanya.

 

Ditambahkan oleh Mayor Czi Catur bahwa pekerjaan perataan ini ditargetkan selesai kurang lebih satu bulan, namun akan kita kerjakan secara simultan sehingga bisa cepat selesai. Sedangkan sosialisasi dengan masyarakat sudah dilakukan seminggu sebelum pekerjaan ini dimulai.

 

“Kita sudah koordinasi dengan Pemerintah Daerah terutama dengan Lurah setempat dan masyarakat yang mendiami area Petobo untuk mengevakuasi barang-barang dan harta benda mereka yang masih bisa digunakan,” tandasnya. (Badar/Puspen TNI)

TNI Kembali Menyisir Perairan Tanjung Karawang Jatuhnya Lion Air JT-610

(Puspen TNI).   Memasuki hari ketiga, prajurit TNI dengan menggunakan Landing Craft Utility (LCU) 593-I dan Rubber Boat yang diturunkan dari KRI Banda Aceh 593 kembali melakukan penyisiran di perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, dalam rangka mencari korban dan Pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610, rute Jakarta – Pangkal Pinang, yang jatuh pada hari Senin, 29 Oktober 2018.

 

Komandan Satuan Tugas Search and Rescue (Dansatgas SAR) TNI AL, Kolonel Laut (P) Isswarto yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I didampingi Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Ali Setiandy, terlebih dahulu melaksanakan briefing bersama seluruh Perwira dan Anak Buah Kapal (ABK) di Loung Room KRI Banda Aceh 593, Rabu (31/10/2018).

 

Dansatgas SAR TNI AL Kolonel Laut (P) Isswarto saat memimpin briefing mengatakan bahwa untuk pencarian di hari ketiga ini, ditujukan pada perkiraan lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air sekitar 25 nautical mile dari Tanjung Priok serta terkait tugas-tugas yang akan dilaksanakan.

 

“Perwira yang tertua dikelompoknya agar selalu mengarahkan anggotanya dan melaksanakan tugas sesuai fungsinya masing-masing, dan selalu menjaga faktor keamanan,” ujarnya.

 

Ditambahkan oleh Kolonel Laut (P) Isswarto bahwa KRI yang telah dikerahkan ke lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 yaitu KRI Tengiri-865, KRI Sikuda-863, KAL Kobra, KAL Sanca dari Koarmada I dengan membawa 25 personel penyelam dan peralatan selam, 4 (empat) Sea Rider dan 40 personel Kopaska Koarmada I.

 

“Selain itu juga ada KRI Rigel unsur Pushidrosal dengan kemampuan deteksi bawah air yang canggih untuk mendeteksi objek bawah laut,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Ranting 03-8/G.III Sathar 23 Ikut Meriahkan HUT Ke-62 PIA Ardhya Garini

sumbawanews.com,- PIA Ardhya Garini Ranting 03-8/G.III Sathar 23 ikuti kegiatan perlombaan Voli dan Lomba Renang yang diselenggarakan pengurus PIA Ardhya Garini Pusat dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) PIA Ardhya Garini ke-62 Tahun 2018, bertempat di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

 

Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 03-8/G.III Sathar 23 Ny. Steven F. Lumenta dihadapan timnya mengatakan bahwa dalam menyambut HUT PIA Ardhya Garini yang ke-62 tanggal 25 November 2018, panitia pusat menyelenggarakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada HUT ke-62 kali ini diselengarakan kegiatan lomba voli dan renang yang dapat menciptakan kekompakan dan kebersamaan dari istri-istri tiap satuan. “Tidak hanya itu, silaturahmi pun akan terwujud, baik antar satuan maupun masing-masing satuan,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Pemeriharan (Dansathar) 23 Letkol Lek Steven F. Lumenta, M. Han selaku Pembina PIA Ardhya Garini Ranting 03-8/G.III Sathar 23 menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada ibu-ibu yang telah ikut berpatisipasi dalam memeriahkan  HUT PIA Ardhya Garini ke-62 Tahun 2018. “Kali ini kalian tidak mendapatkan juara, tapi ibu-ibu sudah menampilkan yang terbaik dan setidaknya mampu menyaingi sedikit tim utusan PIA-PIA dari Kotama lain,” katanya.

 

Selain perlombaan voli dan renang juga dilaksanakan Tari Modern Lagu Syantik pada hari ini yang dimenangkan oleh PIA Ardhya Garini Ranting 03-8/G.III Sathar 23 sebagai juara 1.

Eksekusi Mati Tanpa Notifikasi

Buruh Migran Perempuan (BMP) yang tercatat berasal dari Majalengka Jawa Barat, Tuti Tursilawati terpidana mati telah dieksekusi oleh otoritas Arab Saudi tanpa pemberitahuan ke Perwakilan RI di Arab Saudi. Eksekusi mati terhadap Tuti, yang didakwa membunuh majikannya, dilaksanakan pada 29 Oktober di Thaif, Arab Saudi. Eksekusi mati tanpa notifikasi ini memang bukan yang pertama dan telah berulang kali terjadi. Saudi memang menganut sistem hukum dengan pengadilan tertutup, tidak menganut kewajiban memberikan notifikasi kepada keluarga atau pemerintah terpidana hukuman mati. Namun, pemberitahuan tersebut tetaplah dianggap penting untuk mempersiapkan mental keluarga terpidana. Tindakan eksekusi mati tanpa notifikasi jelas menyalahi norma dalam hukum internasional.

Belakangan diketahui, notifikasi justru diberikan kepada KJRI Jeddah setelah eksekusi terhadap Tuti dilakukan. Padahal, berdasarkan etika dan kebiasaan internasional di kalangan negara-negara yang mengedepankan adab dan etika dalam pergaulan internasional, ada notifikasi terlebih dahulu jika ada warga negara asing yang akan dieksekusi. Fakta ini menjadi bukti jelas bahwa Kerajaan Arab Saudi sangat mengesampingkan etika dan nilai-nilai kemanusiaan dalam hubungan bilateral dengan Indonesia.

Untuk kesekian kalinya Arab Saudi mencederai etika diplomasi bilateral dengan negara kita yang seharusnya mengedepankan penghargaan atas hak asasi manusia, tindakan otoritas Arab Saudi yang tidak melakukan kewajiban pemberitahuan kepada pihak Indonesia (Mandatory Consular Notification) telah melanggar prinsip-prinsip tata krama hukum Internasional yang diatur dalam Konvensi  Wina 1963 tentang Hubungan Konsuler.

Pemerintah Indonesia sudah saatnya mengambil langkah proaktif untuk memperbaiki hubungan bilateral dengan Kerajaan Saudi Arabia, wabil khusus dalam konteks Perlindungan Warga Negara Indonesia. Ini menjadi penting karena Arab Saudi merupakan negara yang jumlah WNI-nya nomor dua paling banyak setelah Malaysia. Dalam kasus Tuti Tursilawati, Presiden Joko Widodo punya kewenangan untuk memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia untuk meminta klarifikasi dan menyampaikan protes secara resmi, meski sebelumnya Menteri Luar Negeri RI menyatakan telah melayangkan surat protes kepada pemerintah Arab Saudi. Protes wajib untuk terus dan terus dilakukan tanpa henti. Protes ini dilakukan sebagai bentuk respon negatif Pemerintah Indonesia atas perlakukan WNI oleh otoritas di Arab Saudi. Protes juga memiliki makna agar eksekusi mati tanpa notifikasi tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Tak bisa dipungkiri Indonesia juga sebagai negara yang menerapkan hukuman mati, namun Indonesia memberikan notifikasi kepada perwakilan pemerintah terpidana asing satu bulan sebelum eksekusi dijalankan. Indonesia juga sudah memiliki perjanjian pemberitahuan kekonsuleran dengan beberapa negara, sehingga jika ada WNI yang menghadapi masalah hukum maka perwakilan RI di negara yang bersangkutan langsung diberikan notifikasi.

Terkait peristiwa ini atas nama rasa solidaritas terhadap korban Buruh Migran Perempuan, pertama, kami sangat mengecam dan mengutuk keras eksekusi hukuman mati terhadap Tuti Tursilawati atas pelanggaran HAM yang paling mendasar, yakni  Hak Untuk Hidup.

Kedua, karena hukuman mati sangat melanggar hak untuk hidup yang dijamin Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia dan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik, untuk itu kami meminta pemerintah Indonesia melakukan moratorium hukuman mati di Indonesia sebagai langkah awal penghapusan hukuman mati untuk semua jenis kejahatan. Terkecuali kejahatan yang sifatnya luar biasa (extraordinary crimes) semisalnya terorisme dan bandar besar narkoba.

Penghapusan hukuman mati dapat memudahkan diplomasi Indonesia di luar negeri untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia yang terancam hukuman mati. Karena termasuk kendala diplomasi kita selama ini soal rasionalitas. Menjadi tidak fair jika Indonesia meminta negara lain untuk membebaskan warga negaranya dari hukuman mati, sedangkan di dalam negeri sendiri Indonesia masih mempraktekkan hukuman yang kejam dan tidak manusiawi tersebut.

Ketiga, mendesak Pemerintah untuk mengerahkan seluruh sumber daya politik dan diplomasi dalam rangka membebaskan ratusan buruh migran yang masih terancam hukuman mati di seluruh dunia serta melakukan moratorium hukuman mati di Indonesia sebagai bukti riil komitmen moral penolakan atas hukuman mati.

 

AMILAN HATTA

Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia

Anggota Solidaritas Perempuan

Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Bakamla Dimulai Hari Ini

sumbawanews.com,- Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi peserta calon pegawai negeri sipil atau CPNS Bakamla tahun 2018 yang dinyatakan lolos administrasi sudah mulai terlaksana hari ini di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) jl. Ciledug Raya, Komplek Seskoal Cipulir, Rabu (31/10/2018).

Kepala Bagian Kepegawaian Badan Keamanan Laut (Bakamla) Kolonel Marinir Budi Santoso, M.A.P mengatakan pelaksanaan SKD hingga 2 November 2018.

Di gedung R.E Marthadinata panitia seleksi menyediakan sebanyak 200 PC. Dijadwalkan akan ada sebanyak 1000 peserta tes CPNS Bakamla untuk hari ini yang terbagi menjadi lima sesi tes.

Terlihat panitia seleksi CPNS mulai sibuk melakukan pemeriksaan kartu peserta dengan kartu identitas kemudian dilanjutkan pemeriksaan tubuh (body scanning) dan diakhiri dengan pemberian pin sebagai kode untuk login saat pelaksanaan tes kepada para peserta SKD.

Kepala Biro Umum Bakamla RI Brigjen TNI (Mar) Sandy M Latief hadir dan membuka pelaksanaan tes CPNS Bakamla RI, dihadapan ratusan peserta SKD, Kepala Biro Umum mengatakan harus Fokus dalam mengerjakan soal tes CPNS dan penuh kehati-hatian, semoga usaha dan langkah kalian dalam mengikuti kegiatan tes CPNS ini diberi kemudahan dan hasil terbaik oleh Tuhan. Berpikir positif kalau sudah kehendak Tuhan lulus ini merupakan rejeki kalian dan kalaupun tidak lulus Tuhan sudah menyediakan rejeki yang terbaik untuk berkarya diluar.

Sebelum tes dimulai Kepala Koordinator tes CPNS Bakamla RI dari BKN Novi Rinawati memberikan arahan/himbaun kepada peserta TKD yaitu dilarang menggunakan aplikasi lain selain CAT seperti kalkulator, panitia pengawas sudah memasang mata untuk pengawasan dan dibantu CCTV, kalau kedapatan melakukan kecurangan maka peserta akan di diskualifikasi. Penilaian kelulusan sepenuhnya dari BKN karena peserta tes memiliki kategori Passing grade SKD berbeda-beda. Dijelaskan bahwa untuk peserta SKD jalur umum nilai minimal TKP 143 TIU 80 TWK 75, Cumlaude nilai kumulatif paling sedikit 298 sedangkan TIU 85, jalur putra putri Papua dan Papua Barat nilai kumulatif paling sedikit 260 sedangkan TIU 60, sedangkan jalur ABK nilai kumulatif paling sedikit 260 sedangkan TIU 70.

TIM SAR BAKAMLA TEMUKAN BAGIAN PESAWAT LION AIR JT 610

sumbawanews.com,- Tim Satuan Tugas Search and Rescue (SAR) Bakamla menemukan beberapa serpihan benda yang diduga bagian pesawat dan barang milik penumpang serta lima bagian tubuh yang diduga penumpang korban pesawat naas Lion Air JT 610. Dalam pencarian yang dipimpin Mayor Laut (T) Puadi Hasani, S.T tersebut, tim juga menemukan sebuah dompet beserta beberapa kartu identitas dan sejumlah uang rupiah, Real dan Ringgit, di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten  Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).
Didalam dompet tersebut terdapat beberapa kartu debit serta SIM C atas nama H. Ahmad Mughni HS, S.E.,M.M., laki-laki usia 45 tahun, lahir 21 Maret 1973 di Palembang, beralamat Kec Koba, Kab. Bangka Tengah, Prov Kepulauan Bangka Belitung. Kemudian terdapat juga kartu BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Peserta Taspen, NPWP, Kartu anggota DPRD Prov Kepulauan Bangka Belintung, serta tiga buah kartu nama yang bersangkutan. Terdapat pula beberapa lembar pecahan rupiah, Real dan Ringgit. Dalam sebuah catatan list daftar nama penumpang, H. Ahmad Mughni HS, S.E.,M.M. terdaftar sebagai penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor urut 099 seat 18 D.
Selanjutnya hasil temuan tersebut diserahkan langsung oleh Puadi Hasani kepada Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung Deden Ridwansyah di Posko Basarnas Tanjung Pakis, Karawang, Selain menyerahkan hasil pencarian tersebut ke Posko Basarnas di darat, sebelumnya Tim Satgas SAR Bakamla RI juga menyerahkan hasil pencarian tersebut ke Kapal Markas milik Basarnas KN SAR Jakarta dan KN Basudewa yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Pakis.
Temuan ini diperoleh kemarin pagi, selasa (31/10), tim SAR Bakamla memulai pencarian sekitar pukul 06.00 Wib, dengan menggunakan dua perahu karet didukung delapan orang penyelam dan tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) berangkat dari Posko di Tanjung Pakis menuju titik koordinat yang diduga lokasi jatuhnya pesawat. Sedianya tim penyelam yang membawa perlengkapan selam lengkap akan membantu evakuasi korban yang diduga masih berada di dalam air, namun saat memasuki titik koordinat tersebut tim Sar Bakamla RI menemukan serpihan-serpihan yang terapung di laut. Karena banyaknya material yang ditemukan disekitar lokasi, Tim Satgas SAR memfokuskan evakuasi benda-benda yang diduga bagian pesawat dan serpihan lainnya.
Menurut SMC Hendra Sudirman lokasi persis jatuhnya pesawat hingga saat ini masih dilakukan pendeteksian oleh tiga kapal dari BPPT, kapal Basarnas Bandung dan kapal Dunamos. Hal tersebut diungkapkan pada saat Mayor Puadi Hasani berkoordinasi dengan Dirjen Ops Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo AJI didampingi Hendra Sudirman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), dan Kasi Ops Basarnas Made Oka, di Anjungan KN SAR Jakarta yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Pakis.
Jika sudah menemukan lokasinya secara persis, ketiga kapal tersebut akan memetakan lokasi dan memberikan tanda-tanda medan untuk mempermudah tidakan lanjutan, ujar Hendra.
Hingga saat tim penyelam Bakamla terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Basarnas guna mendukung dan membantu pencarian korban di bawah air. Rencananya pencarian akan dilanjutkan pagi ini, Rabu (31/10) di lokasi yang sama. (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

BGN Revisi Kriteria Penerima MBG demi Efisiensi Anggaran

Sumbawanews.com,- Badan Gizi Nasional tengah menyusun ulang kriteria penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data riil....

Trump Marah, Sebut Kritikus MoU AS-Iran “Bodoh”

Sumbawanews.com,- Presiden Donald Trump membalas keras kritik terhadap kesepakatan damai AS-Iran dengan menyebut para pengkritiknya sebagai “orang bodoh”. Pernyataan itu dilontarkannya tak lama setelah...

Libanon Tegaskan Negosiasi Damai Tanpa Campur Tangan Asing

Sumbawanews.com,- Presiden Libanon Joseph Aoun menegaskan bahwa setiap upaya menyelesaikan konflik dengan Israel akan dilakukan sepenuhnya berdasarkan kedaulatan nasional, tanpa terikat pada kesepakatan pihak...

Konflik Israel-Hizbullah Hancurkan Ribuan Bangunan di Lebanon

Sumbawanews.com,- Serangan udara Israel di Lebanon selatan telah menimbulkan kehancuran masif, dengan lebih dari 68.000 unit rumah dan fasilitas publik rusak atau luluh lantak...

Berita Utama