(Merauke). Di tengah meluasnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad memberikan edukasi pencegahan dan membagikan masker kepada warga Suku Kanum di Kampung Sota yang tinggal disekitar PLBN Terpadu Sota, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, Jumat (17/4/2020) pagi.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kampung Sota, Distrik Sota, yang melintas didepan Pos Kout Sota yakni mempersilahkannya untuk mencuci tangan dengan sabun dan memberikan masker.
Harapannya, langkah kecil ini dapat memberikan edukasi secara langsung kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan selalu menggunakan masker ketika harus keluar rumah, yang bertujuan memutus penyebaran Covid-19.
“Kita semua tahu, saat ini penyebaran Covid-19 telah menjadi wabah dunia termasuk di negara Indonesia. Dengan cara ini diharapkan masyarakat timbul kesadaran diri untuk berpola hidup sehat dan bersih serta jangan terlalu panik namun waspada dengan situasi dan kondisi saat ini,” ujarnya.
“Sebagai Satgas Pamtas, selama ini kita selalu bersinergi dan bersama-sama dengan Lintas Sektoral di wilayah penugasan dalam melawan Virus Corona ini, baik di Distrik Naukenjerai, Distrik Sota, Distrik Eligobel dan Distrik Ulilin, terus menggencarkan sosialisasi cara pencegahan serta melakukan penyemprotan disinfektan,” kata Dansatgas.
Dansatgas juga mengatakan bahwa masyarakat di perbatasan juga terus kita himbau untuk tidak stres, panik, cemas dan selalu mengikuti himbauan pemerintah, yakni menjaga pola hidup bersih dengan cara sering mencuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan masker, berolah raga, serta menjaga pola makan agar imunitas tubuh terjaga.
Sementara itu, Bapak David Ndiken (58 th) salah satu warga Kampung Sota yang melintas, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Kout Sota yang telah menyediakan tempat cuci tangan dan juga membagikan masker.
“Kami sebagai warga perbatasan sangat senang disediakan tempat cuci tangan dan juga diberikan masker, hal sederhana ini tentu akan menjadikan kami terbiasa untuk menerapkannya setiap harinya sebagai salah satu cara mencegah virus corona,” tuturnya. (Bdr)
Sumbawa – Salah satu upaya pencegahan penularan virus corona atau Corona Virus Desease (Covid-19) yakni dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) terutama masker sebagai penutup hidung dan mulut, menginggat Panca indara tersebut sangat rentan dan beresiko manakala virus corona masuk menyebar ke dalam tubuh, apalagi ketika daya tahan tubuh lagi menurun dapat menjadi sumber awal menginfeksi saluran pernapasan.
Demikian disampaikan Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE, M.Sc., di sela-sela pembagian masker kepada masyarakat bersama Bupati Sumbawa H. Husni Jibril B.Sc., dan Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, S.IK., di Pos terpadu siaga darurat percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Terminal Sumer payung dan Pos terpadu Kecamatan Labuan Badas (Pantai Goa) kabupaten Sumbawa besar, Jumat (17/4).
Pembagian masker tidak hanya kepada masyarakat, sambungnya, juga kepada tim relawan dan tenaga medis yang berada di Posko terpadu Covid-19.
“Ini sebagai salah satu wujud perhatian pemerintah tergabung dalam satgas gugus Percepatan penanganan penyebaran Covid-19, baik kepada masyarakat maupun kepada tim medis yang berusaha sekuat tenaga untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah,” terang Samsul Huda.
Selain itu, Perwira menengah dengan pangkat melati dua dipundak tersebut, juga terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi dan mentaati imbauan pemerintah dan melaksanakan maklumat Kapolri sehingga dapat memutus rantai penyebaran virus corona khususnya di Kabupaten Sumbawa.
“Mari kita satukan langkah untuk taat dan melaksanakan imbauan pemerintah, diantaranya sering cuci tangan dengan sabun, gunakan masker, hindari kerumunan massa atau jaga jarak, lebih banyak di rumah (stay at home), olahraga dan konsumsi makanan bergizi dan bervitamin,” tandasnya.
Hadir juga pada kesempatan tersebut, Kajari Sumbawa Iwan Setiawan, Sekda Kabupaten Sumbawa, Kadis Kesehatan, Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa dan Camat Labuan Badas.
(Puspen TNI). Di tengah situasi pandemi wabah Virus Corona atau Covid-19 dan sebagai rasa kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada masyarakat, setiap hari dapur umum TNI (AD, AL, AU) menyiapkan ribuan nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat.
Dapur umum TNI tersebut berlokasi di tiga wilayah Jakarta, yaitu TNI AD di Kelurahan Kapuk, Jalan Kapuk Kamal Raya, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, TNI AL di Batalyon Perbekalan dan Peralatan (Yonbekpal) 1/Marinir, Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan serta TNI AU di Koramil Cilincing, Jalan Cilincing Landak No. 39, Jakarta Utara.
Di masing-masing dapur umum tersebut, terlibat juga Koramil di wilayah setempat dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini sudah di mulai dari tanggal 15 April 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.
Pembagian nasi bungkus yang dibagikan langsung oleh Prajurit TNI bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat saat diberlakukannya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tanpa kenal lelah, para prajurit TNI melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini, Jumat (17/4/2020).
Nasi bungkus dibagikan langsung oleh prajurit TNI dari rumah ke rumah. Hal ini untuk tetap menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial), agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Sementara itu, Bapak Thabrani salah seorang warga Kelurahan Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat yang menerima bantuan nasi bungkus menyampaikan terima kasih kepada TNI yang telah peduli memperhatikan masyarakat. Dengan membagi-bagikan nasi bungkus sangatlah membantu dirinya dan masyarakat, karena saat ini masyarakat lagi susah dalam menghadapi wabah Covid-19.
Semoga kegiatan ini terus dilakukan dan tidak hanya menghadapi wabah Covid-19 saja, tetapi juga dalam menghadapi bencana-bencana lainnya, karena TNI cepat tanggap dan lebih peduli kepada masyarakat. (Bdr)
Jakarta – sumbawanews.com,- Mayoritas rakyat Indonesia (77%) menyatakan Covid 19 telah mengancam pemasukan atau penghasilan mereka. Lebih jauh lagi, sekitar 25% warga (atau 50 juta warga dewasa) menyatakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman; 15% warga menyatakan tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk beberapa minggu; dan 15% warga menyatakan tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk satu minggu.
Ini merupakan temuan dalam survei nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) tentang Wabah Covid-19 yang dirilis secara online pada 17 April 2020. Survei dilakukan pada 9-12 April 2020 terhadap 1200 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak, dengan margin of error 2,9 %.
Survei ini juga menunjukkan 67% rakyat Indonesia menyatakan kondisi ekonominya semakin memburuk sejak pandemi Covid-19. Yang menyatakan tidak ada perubahan 24% dan yang menyatakan lebih baik hanya 5%.
Kalangan yang paing terkena dampak ini adalah mereka yang yang bekerja di sektor informal, kerah biru, dan kelompok yang mengandalkan pendapatan harian.
92% rakyat menganggap Covid-19 mengancam nyawa manusia. Tapi ada perbedaan kekhawatiran antar daerah. Terdapat dua provinsi yang persentase warganya yang menganggap Covid-19 mengancam nyawa sangat tinggi: Sulawesi Selatan (99%) dan DKI Jakarta (98%). Sementara di Jawa Barat hanya 77% warga yang menganggap Covid-19 mengancam nyawa.
Mayoritas (52%) warga menganggap pemerintah pusat cepat menangani wabah Corona, sementara 41% menganggap lambat. Terdapat perbedaan antar provinsi. Sementara mayoritas warga Jawa Tengah (61%) dan Jawa Timur (61%) menganggap langkah pemerintah pusat cepat; di Jawa Barat hanya 41% warga menganggap pemerintah pusat bekerja cepat.
Demikian pula dengan soal kecepatan pemerintah provinsi. Sementara mayoritas warga Jawa tengah (73%), Jawa Timur (68%) dan DKI Jakarta (62%) menilai pemerintah provinsi bergerak cepat; di Jawa Barat hanya 39% warga menganggap pemerintah provinsi bergerak cepat.
Mayoritas rakyat (87,6%) juga setuju dengan aturan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencegah penularan Covid 19. Namun demikian, hanya 39% rakyat yang setuju bahwa seharusnya dikenakan denda atau penjara bagi mereka yang melanggar PSBB, sementara 31,2% menyatakan tidak setuju.
Yang paling banyak mendapatkan dukungan adalah pengurangan penumpang mobil pribadi (86%), dan yang mendapat persetujuan warga paling rendah adalah aturan bahwa sepeda motor tidak boleh membonceng (63%) dan ojeg/ojeg online tidak boleh membawa penumpang orang (66%). Artinya, ada 34 sampai 37% yang keberatan dengan aturan bahwa motor tidak boleh membonceng.
21% warga tidak setuju dengan kebijakan agar kegiatan keagamaan dilakukan di rumah saja. Ini berarti ada sekitar 40 juta warga dewasa yang sebenarnya masih ingin melakukan kegiatan keagamaan di luar rumah. Persentase terbesar warga yang tidak setuju agar kegiatan keagamaan dilakukan di rumah saja berada di Jawa Barat. Hanya 54% warga Jawa Barat yang setuju kegiatan keagamaan dilakukan di rumah saja.
76% warga setuju dengan kewajiban bekerja dari rumah saja. Namun di Jawa Barat, hanya 54% warga yang mendukung kebijakan tersebut.
31% warga DKI tetap ingin pulang kampung (mudik) saat Lebaran nanti. Mereka yang ingin mudik ini termasuk juga kalangan yang berpendidikan tinggi dan berpenghasilan tinggi. Secara nasional, persentase warga yang ini mudik mencapai 11% atau setara dengan 20 juta warga dewasa.
Sejumlah rekomendasi yang diajukan SMRC adalah:
Mengingat yang paling terdampak secara ekonomi adalah kelompok warga yang berpendapatan rendah, khususnya pekerja harian, kewajiban social distancing dan PSBB akan cenderung dilanggar oleh banyak warga yang rentan secara ekonomi. Karena itu mensubsidi mereka menjadi mendesak agar penyebaran virus bisa ditekan.
Bantuan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi harus segera dilakukan dan diawasi pelaksanaannya agar tepat sasaran serta menghindari penyimpangan.
Mengingat masih tingginya minat para perantau untuk mudik, nampaknya masih diperlukan edukasi dan penataan yang lebih tegas terhadap kegiatan mudik terutama dari Jakarta.
Secara umum warga di Jawa Barat terlihat memiliki kesadaran yang paling rendah akan bahaya penyakit ini dibanding wilayah lain. Warga Jawa Barat juga paling rendah dukungannya terhadap aturan-aturan dalam PSBB. Maka edukasi yang lebih intensif tentang bahaya Covid-19 dan penerapan PSBB perlu dilakukan terhadap warga di Jawa Barat.
Materi presentasi survei bisa dibaca secara lengkap di sini: https://saifulmujani.com/mayoritas-warga-anggap-covid-19-ancam-penghasilan
SumbawaNews, LOMBOK TENGAH – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat kurang mampu, Korem 162/WB bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB kembali membagikan paket sembako diwilayah Lombok Tengah.
Danrem 162/WB melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem), Mayor Inf Dahlan, S.Sos menjelaskan, pembagian sembako ini menyasar fokus kepada warga kurang mampu atau lanjut usia.
Tepatnya kata dia, yaitu di Masjid Masjid Al Muttaqin Dusun Montong Dao dan Masjid Al Ikhlas Dusun Pediti Desa Teratak Kecamatan Batu Keliang Utara.
“Alhamdulillah kami (Korem 162/WB) secara bersama-sama dengan Perhimpunan INTI NTB sudah menyalurkan sekitar 200 paket sembako bagi warga di Lombok Tengah,” ujarnya .
Kembali dilanjutkan Dahlan, penyerahan sejumlah sembako itu dilakukan langsung secara simbolis oleh Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan Ketua INTI NTB Termanus Biyanto Wijaya.
“Diserahkan langsung secara simbolis kepada perwakilan masyarakat kurang mampu disana. Dihadiri juga oleh Asisten III Pemkab Loteng mewakili Bupati Loteng, Dandim 1620/Loteng, Waka Polres Loteng, Wakil Ketua Inti NTB, Camat Batu Keliang dan Kades Teratak,” jelasnya.
Menurut pria kelahiran Sumbawa Barat (KSB) itu, pembagian sembako merupakan wujud kepedulian pihaknya dalam menyikapi dampak sosial ekonomi yang timbul karena COVID-19, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat.
Mantan Danramil 1608-07/Monta ini juga mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama waspada terhadap penularan virus corona dan selalu menjaga pola hidup sehat seperti mencuci tangan.
Kemudian menjaga jarak serta mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan tetap tinggal di rumah utmuk memutus rantai penyebaran COVID-19.
“Bahaya Corona ini sudah meluas ke seluruh wilayah dan virus ini lebih cepat terutama cara penyebarannya manakala kita lengah,” imbau Dahlan.
“Tim medis menanganinya sangat ketat dan menggunakan ADP yang lengkap, dan untuk pencegahan mari kita ikuti dan patuhi aturan dan imbauan yang telah di tetapkan oleh pemerintah,” tegasnya lagi.
Untuk diketahui, selesai membagikan sembako, Danrem Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bersama Asisten III Kabupaten Loteng H Lalu Idham Khalid mewakili Bupati Loteng melaksanakan penanaman Pohon Manggis di halaman depan masjid Al Ikhlas Dusun Pediti Desa Teratak.
Setelah Kegiatan tersebut, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto mengecek pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) oleh Satgas Yon Zeni 18/YKR yang letaknya masih di Desa Teratak Kecamatan Batu Keliang Utara Kabupaten Lombok Tengah.
Dilokasi, lulusan Akmil 1993 tersebut mengimbau kepada seluruh prajurit yang sedang bekerja membangun rumah tahan gempa agar tetap bersemangat walaupun dalam situasi mewabahnya virus corona (Covid-19) dan sama-sama waspada sehingga program dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
“Selalu utamakan faktor keamanan dalam bekerja, jaga kesehatan serta tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penularan virus corona atau Covid-19 dengan mengikuti imbauan dan kebijakan pemerintah sesuai standar operasional prosedural (SOP) untuk kebaikan dan keselamatan bersama,” tutup Danrem. (red)
Lamenta – Sumbawanews.com,- Menghadapi penyebaran virus mematikan corona atau covid-19 kesigapan pemerintah di berbagai tingkatan bersama warga dalam mematuhi protokol pencegahan mutlak di perlukan.
Pemerintah desa yang merupakan salah satu ujung tombak dalam strata pemerintahan perlu sigap dan kepekaan sosial dalam mengatasi pencegahan penyebaran Covid-19.
Kesigapan Kepala Desa Lamenta kecamatan Empang Muhammad Taufik patut di apresiasi dalam upaya menjaga warganya dari paparan penyebaran covid-19. Berbagai langkah di lakukannya dengan menerapkan protokol standard mencegah covid-19.
“Ketika mulai merebak wabah corona, kami bersama pemerintah desa segera sigap mengambil langkah pencegahan dan bertekad untuk menghadang masuk virus mematikan itu ke wilayah kami” ungkap Kepala desa Lamenta Muhammad Taufik.
Langkah awal, membagikan cairan disinfektan gratis kepada warga desa Lamenta. “kami sediakan dan bagikan cairan disinfektan kepada warga serta menyediakan fasilitas cuci tangan di tempat umum” beber Taufik.
Disamping itu, penerapan protokol standar berupa jaga jarak sosial distancing dan physical distancing di terapkan pada setiap kegiatan pemerintah desa dan kegiatan kegiatan warga lainnya.
Menghadapi dampak ekonomi yang mungkin timbul dari penyebaran covid-19, Kades Lamenta yang energik dan penuh gagasan ini menjelaskan, kegiatan ekonomi dan pembangunan di upayakan tetap berjalan normal dengan menerapkan beberapa kebijakan guna tetap menghidupkan denyut nadi ekonomi masyarakatnya.
“Kegiatan ekonomi dan pembangunan warga dan desa berlangsung namun kesehatan dan keselamatan warga hal utama yang harus di jaga”, beber Taufik.
Di samping itu, keterlibatan seluruh warga dalam pencegahan penyebaran virus ini secara betsama-sama mutlak diperlukan. “Saat ini, kami sudah memasang semprotan disinfektan di gerbang masuk desa, hasil kreativitas pemuda Lamenta” jelas Kades Taufik dengan rasa bangga atas kreativitas warga pemuda desa.
Dijelaskannya, penyemprotan disinfektan dilakukan bagi setiap aktivitas keluar masuk desa utamanya bagi kendaraan bermotor. “Truk pengangkut hasil bumi serta kendaraan umum lainnya dilakukan penyemprotan sebelum masuk gerbang desa” jelas Taufik sambil memperlihatkan alat penyemprotan disinfektan karya pemuda desa Lamenta kepada sumbawanews.com.
Skripsi : Menguji Ketahanan Intelektual Di Tengah Pandemi
Oleh : FATHUL MUIN, S.P*)
Dear, Penemu Skripsi
Hello penemu skripsi, aku gak tau kamu lagi ada di mana sekarang. Apakah masih hidup atau tidak.
Aku Cuma mau bilang, makasih ya udah nemuin skripsi.Makasih ya karena kamu, aku jadi bisa lebih banyak baca buku, baca penelitian, baca koran, baca artikel berita.
Makasih juga, karena adanya skripsi yang kamu buat, aku jadi melatih mental. Mental buat nahan semua pikiran dan omongan dosen pembimbing.
Siapapun kamu pencetus skripsi, aku minta kamu doain kami semua yang sedang menjalankan temuan mu itu untuk lancar-lancar saja dan selesai tepat waktu.
Kami ingin mendapat gelar di belakang nama kami tolong doakanya! Ini semua kami lakukan untuk membanggakan keluarga, karena mereka yang udah susah payah membiayai kami.
Night.
Dari Mayang Sekar Arum, yang sedang berjalan menuju BAB II –
Sepucuk surat di atas adalah penggalan percakapan imajiner seorang mahasiswa tingkat akhir kepada penemu skripsi. Pendek memang, tapi isinya menggambarkan sosok penulisnya yang santai,optimistis dan memiliki ketahanan intelektual yang mumpuni.
Sayangnya, tidak semua mahasiswa merasa happy menghadapi tugas akhir itu.Bagi kebanyakan mahasiswa penyelesaian tugas akhir menjadi fase tersulit. Pada kondisi ini sering kali mahasiswa mengalami gangguan kecemasan (anxiety) yaitu perasaan gugup dan gelisah.
Menghadapi penulisan skripsi sebagian mahasiswa seperti menghadapi ‘pandemi’ yang begitu menakutkan. Sebab jika skripsi yang hanya 6 SKS tidak rampung, maka perkuliahan 3-4 tahun dengan 100-an SKS akan menjadi sia-sia.
Dalam banyak kasus mahasiswa lebih memilih drop out dari pada menyelesaikan skripsinya. Bahkan ada diantara mahasiswa kita yang nekat bunuh diri lantaran depresi akibat skripsinya yang tak kelar-kelar. (contoh kasus : mahasiswa PTS/PTN di Yogyakarta, Kaltim, Jakarta, Sumatera Utara, Jateng dan Kendal).
Sebenarnya skripsi bukan menjadi fase tersulit jika mahasiswa sungguh-sungguh memahami kultur kampus yang berbasis pada penelitian dan pengembangan (reseach and development).
Perkuliahan selama delapan semester, seorang mahasiswa telah dididik dalam kultur akademik untuk menjunjung tinggi kebebasan berpikir kritis, analitis, objektif dan progresif.
Adapun kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam penyusunan skripsi sesungguhnya karena persoalan kebiasaan cara berpikir (mindset), cara bersikap (attitude) dan keinsyafan (awareness)terhadap eksistensi dirinya sebagai mahasiswa.
Dewasa ini mahasiswa kita seperti telah kehilangan kultur akademiknya. Banyak mahasiswa terjebak dalam orientasi berpikir yang menyimpang dari substansi pendidikan akademis.
Misalnya saja, niat berkuliah untuk semata-mata mendapatkan ijazah dan gelar sarjana,tanpa terlalu memikirkan kompetesi keilmuan yang mumpuni. Akibatnya mereka tidak mampu bersaing di pasar kerja. Ijazah dan gelar sarjana lebih dimaknai sebagai prestise di tengah keluarga atau di dalam masyarakat.
Orientasi pemikiran seperti ini akan menyulitkan dalam penyusunan tugas akhir-nya. Mereka akan dilanda gangguan kesehatan mental seperti depresi maupun gangguan semacam obsessive cumpulsive.
Skripsi Versus Covid 19 : Sebuah Ketahanan Intelektual
Pada abad pertengahan, (abad ke-5 – abad ke 15 Masehi), seorang pekerja di Eropa baru layak bergabung menjadi anggota asosiasi apabila masterpiece-nya telah mendapat penilaian dan persetujuan dari pengurus asosiasi.
Masterpiece bukan sekedar karya tetapi sebuah pencapaian besar yang harus dibuat atau diperoleh seorang pekerja untuk membuktikan kompetensi dan keahliannya.
Seseorang mahasiswa S-1 baru layak mendapat gelar akademik yang disebut sarjana apabila telah mampu melahirkan karya ilmiah yang diwajibkan yaitu skripsi. Poerwadarminta (1986) mendefinisikan skripsi sebagai sebuah karya ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis.
Pengertian itu memberi makna bahwa skripsi sebagai ‘sunnah’ dalam tradisi perkuliah yang wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa. Skripsi merupakan karya akhir yang bisa memberikan indikator kadar pemahaman atau ketercapaian disiplin ilmu seorang mahasiswa.
Karena itu dalam menyusun tugas akhir seorang mahasiswa harus menggunakan kaidah-kaidah akademis dan tidak menggunakan cara deviasi untuk mendapatkan gelar sarjana.
Pandemi Covid 19 yang meluas saat ini memang telah membuat pelambatan dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Di Indonesia, kebijakan social distancing(menjaga jarak sosial) atau physical distance(menjaga jarak fisik) sesuai protokol kewaspadaan Covid 19 telah memaksa dunia pendidikan melaksanakan metode pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online.
Alternatif penggunaan teknologi digital sebagai pengganti pembelajaran offline sesuai Surat EdaranKemendikbud No. 36962/MPK.A/HK/2020, cukup memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam kondisi seperti ini.
Biaya besaran kuota dan jaringan internet yang tidak stabil serta permasalahan ikutan lainnya memang tidak mudah.Tetapi bagi seorang mahasiswa yang memiliki ketahanan intelektual hal itu bukanlah hambatan,sekalipun dalam menyusun tugas akhir. Namun kondisi ini akan dilihat sebagai sebuah tantangan yang bermakna.
Seorang mahasiswa yang punya kesadaran intelektual akan bersikap seperti bola pingpong yang sangat ekspresif terhadap tekanan, ia tidak mudah menyerah dan selalu kreatif mencari jalan keluar.
Mereka akan senantiasa berpikir positif untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Mereka menyadari betul bahwa kesulitan yang dihadapi proses penulisan skripsi saat ini adalah cara terbaik untuk menunjukkan kualitas dirinya.
Ingat! Laut yang tenang tidak akan pernah melahirkan pelaut yang handal.
*) Kordinator Program pada Lembaga Anlisis Dan Kajian Kebudayaan Daerah (LINKKAR)
BIMA – Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, sore ini kamis (16/4/2020) pukul 15.00 wita, menyambangi mantan Napiter Ust. Saifudin di Lingkungan Soncolela Kelurahan Matakando Kecamatan Mpunda Kota Bima. Kehadiran orang nomor satu di Jajaran Kodim 1608/Bima didampingi Danunit Intel Kodim Bima, Letda Husen, dalam rangka pembinaan sekaligus menyerahkan tali asih berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya kepada Mantan Napiter, pada kesempatan tersebut Dandim juga memakaikan masker kepada Ust. Saifudin.
Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, bahwa tentunya semua orang punya masa lalu dan masa depan, begitu juga dengan para mantan narapidana terorisme itu sendiri. Untuk itu kita semua harus ikut berperan untuk dapat kembali merangkul mantan napiter itu termasuk juga dengan keluarganya. Hal ini agar mereka (mantan napiter) ini dapat kembali ke jalan yang benar dan tidak terpapar lagi paham radikalisme,” kata Dandim.
Dandim juga mengatakan bahwa kehadirannya untuk silaturrahim sekaligus menyerahkan tali asih. Dandim berencana akan menyambangi para Mantan Napiter lainnya secara bertahap. Semoga apa yang diberikan ini bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan hidup para mantan Napiter tersebut. Sementara itu, Saifudin mantan Napiter yang ditemani Ust. Gunawan, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim 1608/Bima yang berkenan hadir mengunjungi sekaligus memberikan bantuan kepada kami, semoga kebaikan hati Bapak Dandim dibalas oleh Allah SWT, ungkapnya.
Lombok Tengah – Korem 162/WB bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) NTB kembali membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu khususnya warga lanjut usia di Masjid Al Muttaqin Dusun Montong Dao dan Masjid Al Ikhlas Dusun Pediti Desa Teratak Kecamatan Batu Keliang Utara Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (16/4).
Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan Ketua Inti NTB Termanus Biyanto Wijaya, menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat kurang mampu dihadiri oleh Asisten III Kabupaten Loteng mewakili Bupati Loteng, Dandim 1620/Loteng, Waka Polres Loteng, Wakil Ketua Inti NTB, Camat Batu Keliang dan Kades Teratak.
Menurut Danrem, pembagian sembako tersebut merupakan wujud kepedulian dalam menyikapi dampak sosial ekonomi yang timbul karena Bencana non alam, penyebaran virus corona (Covid-19) yang menimpa kita bersama sehingga masyarakat atau warga kurang mampu akan merasa terbantu dengan adanya bantuan seperti kegiatan tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB menyampaikan imbauannya kepada masyarakat yang hadir agar bersama-sama waspada terhadap penularan virus corona dan selalu menjaga pola hidup sehat seperti mencuci tangan, menjaga jarak serta mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan tetap tinggal di rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19).
“Bahaya Corona ini sudah meluas ke seluruh wilayah dan virus ini lebih cepat terutama cara penyebarannya manakala kita lengah,” tegasnya.
“Tim Medis menanganinya sangat ketat dan menggunakan ADP yang lengkap, dan untuk pencegahan mari kita ikuti dan patuhi aturan aturan dan himbauan yang telah di tetapkan oleh Pemerintah”, ajak Danrem.
Mengakhiri kegiatan, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bersama Asisten III Kabupaten Loteng H. Lalu Idham Khalid mewakili Bupati Loteng melaksanakan penanaman Pohon Manggis di masjid Al Ikhlas Dusun Pediti Desa Teratak.
Setelah Kegiatan tersebut, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, S.E., mengecek pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) oleh Satgas Yon Zeni 18/YKR yang letaknya masih di Desa Teratak Kecamatan Batu Keliang Utara Kabupaten Lombok Tengah.
Di lokasi, lulusan Akmil 1993 tersebut mengimbau kepada seluruh prajurit yang sedang bekerja membangun rumah tahan gempa agar tetap bersemangat walaupun dalam situasi mewabahnya virus corona (Covid-19) dan sama-sama waspada sehingga program dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
“selalu utamakan faktor keamanan dalam bekerja, jaga kesehatan serta tetap melakukan upaya pencegahan terhadap penularan virus corona atau Covid-19 dengan mengikuti imbauan dan kebijakan pemerintah sesuai standar operasional prosedural (SOP) untuk kebaikan dan keselamatan bersama,” tutupnya.
sumbawanews.com,- Kantor Pemantauan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) atau Puskodal Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) mendapatkan pantauan kejadian kecelakaan kapal tenggelam di perairan sebelah utara Tanjung Berakit, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (16/4/2020).
Kejadian ini telah terkonfirmasi melalui pertukaran data dengan liaison officer (LO) Indonesia di Information Fusion Center (IFC) Singapura. Berdasarkan data tersebut, telah dipastikan bahwa MT Wan Da yang merupakan kapal tanker berbendera Dominika, dengan bobot 504 GT, tenggelam di area off port limit (OPL) di wilayah perairan Malaysia.
Berdasarkan informasi yg diterima dari pihak berwenang Malaysia, kapal tersebut diketahui terbalik sejak pagi hari kemarin (15/4).
Sebagai tindak lanjut, setelah informasi ini diterima, Puskodal Bakamla RI langsung diteruskan ke Satgas Ops Garda Lintas Batas yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Selat Malaka dan penyekatan pekerja migran Indonesia (PMI).
Menanggapi hal tersebut, Komandan Satgas Kolonel Bakamla Nyoto Saptono, S.H.,M.Si (Han) M.Mar., segera mengerahkan KN Belut Laut-406 untuk memberikan pertolongan dan penyelamatan bila dibutuhkan oleh pihak Malaysia. Selain itu, KN Belut Laut-406 juga memonitor situasi di sekitar lokasi perairan dan memastikan tidak ada tumpahan minyak di laut.
Menurut informasi dari Senior Principal Assistant Director C4ISR Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Capt. Maritim Abdul Razak bin Mohammed, diketahui bahwa seluruh anak buah kapal (ABK) selamat, dan ditolong oleh kapal tug boat yang kemudian berlayar menuju Batam.
Puskodal Bakamla RI terus melaksanakan pemantauan dan berkoordinasi dengan LAPAN untuk mendapatkan citra satelit yang mendeteksi adanya tumpahan minyak.
Sumbawanews.com,- Massachusetts — Kejutan besar tercipta di Stadion Gillette, Massachusetts, pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026. Paraguay berhasil memimpin 1-0 atas juara...
Sumbawanews.com,- Setelah memastikan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026, timnas Argentina tak hanya fokus pada taktik dan pemulihan fisik. Di tengah jadwal yang...
Sumbawanews.com,- Boston – Di tengah hujan deras yang mengguyur Gillette Stadium, Paraguay mengejutkan dunia sepak bola dengan memimpin 1-0 atas juara dunia empat kali,...
Sumbawanews.com,- Boston Stadium, Foxborough — Jerman tampil lesu dan gagal menemukan ritme permainan hingga babak pertama berakhir, tertinggal 0-1 dari kejutan turnamen, Paraguay, dalam...