Home Blog Page 3036

Danrem 162/WB Intruksikan Satuan Jajarannya, Terus Semangat Lawan Covid-19

Mataram – Dengan semangat membara dan segala upaya, antisipasi penyebaran Covid-19 di Wilayah NTB harus terus digelorakan, tingkatkan semangat untuk lawan pandemi Covid-19, jangan lengah serta berdayakan segala potensi, daya kemampuan, berkolaborasi dengan semua komponen yang ada, kita tidak boleh patah semangat, apa lagi hanya pasrah.

Demikian Danrem 162/WB kembali menginstruksikan memberikan semangat kepada satuan jajaran korem 162/WB dan masyrakat NTB pada umumnya. Disampaikan Kapenrem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., dalam rilis tertulisnya di Mataram, NTB, Minggu (19/4).

Dikatakan Dahlan, Setelah menerima laporan komandan satuan jajaran Korem 162/WB terkait kegiatan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di daerah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., kembali memberikan istruksi dan penekanan untuk terus semangat dalam bertugas dan selalu disiplin dalam bertugas sesuaikan protocol dan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Covid-19 di lapangan.

Danrem mengimbau kepada seluruh jajarannya, agar terus melakukan koordinasi yang ketat lintas sektoral dengan seluruh steakholder terkait, baik lingkup pemerintah maupun swasta bahkan komponen masyarakat yang ada di tiap-tiap wilayah untuk lebih meningkatkan lagi sinergitas, bersatu padu melawan pandemi Covid-19 di NTB, karena saat ini musuh bersama kita adalah Covid-19 yang hanya bisa dimusnahkan dengan bersatunya seluruh kekuatan di NTB, berjuang tanpa kenal lelah menangani secara komprehensif pandemi Covid-19 hingga tuntas.

“Setiap unsur Pemda, TNI-Polri dan swasta bahkan seluruh komponen masyarakat di wilayah masing-masing dalam penanganan pandemi Covid-19 harus ditangani dengan serius dan menjadi prioritas utama saat ini, dengan pertimbangan manakala pandemi ini berlangsung dalam jangka waktu yg cukup lama, sebagai upaya untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah NTB termasuk mengantisipasi segala kemungkinan dari dampak Wabah Covid-19,” kata Danrem.

Lebih lanjut disampaikan oleh Danrem 162/WB, bahwa di beberapa daerah wilayah NTB saat ini sedang melaksanakan panen raya, agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Hasil panen dapat menambah stok atau bekal cadangan selama menghadapi wabah Covid-19, dengan sasaran terpenuhinya kebutuhan pangan dalam kondisi kita menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Kaitannya dengan hal tersebut, lanjut Danrem, koordinasikan dengan dinas pertanian agar saat panen tetap berpedoman pada protokol Social Distancing sesuai Prosedur Pencegahan Pandemi Covid-19 dan agar tidak semuanya hasil panen di jual keluar NTB, namun disimpan di masing-masing Gudang sampai dengan Bulog sebagai cadangan pangan hingga awal tahun 2021 nanti.

“Setelah panen agar lahan yang ada segera ditanami kembali dengan melibatkan masyarakat atau para pekerja yg dirumahkan termasuk para TKI yg di pulangkan akibat pandemi Covid-19, sehingga mengurangi pengangguran dan menyerap tenaga kerja di sektor pertanian yang berdampak positif pada aspek social dan ekonomi,” lanjut Danrem, kata Dahlan.

“Diharapkan tanaman yang di kembangkan agar memiliki nilai ekonomis tinggi & cepat panen, begitu juga di sektor perikanan baik darat maupun laut agar dikembangkan semaksimal mungkin untuk mempercepat perputaran ekonomi mulai tingkat desa sampai Provinsi NTB,” tambahnya.

Disamping itu, kata Kapenrem, Danrem 162/WB memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 yang telah mengambil peran sesuai bidang tugas dan fungsi masing-masing, yang saling bahu membahu serta solid dalam satu tim di tiap tiap lini di lapangan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, serta selalu optimis.

“Adalah tanggung jawab kita bersama untuk saling mengingatkan dan mengajak dalam mencegah penyebaran virus ini demi kebaikan diri sendiri, keluarga serta bangsa dan negara,” ungkap Danrem.

Terakhir, Kata Kapenrem, Danrem 162/WB mengucapkan terimakasih kepada awak media yang sudah ikut ambil bagian dalam memberikan informasi, sosialisasi dan edukasi serta imbauan pemerintah dan lainnya, termasuk kegiatan panen untuk kita suarakan melalui media baik elektornik, cetak maupun online, agar masyarakat luas dapat mengakses informasi, memberikan jaminan rasa aman, nyaman dan tidak terus dalam bayangan ketakutan berlebihan atau panik.

“Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tidak hanya Konsen pada penanganan dampak yang terpapar secara Kesehatan, namun termasuk dampak lain yang ditimbulkan baik jaring sosial, ekonomil dan lainnya,” tutupnya.

Terkonfirmasi 6 Kasus Baru Positif Covid-19

Mataram – sumbawanews.com,- Gugus tugas  percepatan penanganan Covid-19 NTB kembali merelease pada hari ini, Sabtu 18 April 2020, menurut pelaksana harian gugus tugas covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si telah terkonfirmasi 6 (enam) kasus baru positif Covid-19, yaitu :
• Pasien nomor 56, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sigerongan,
Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 57, an. Ny. DH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 58, an. Tn. MA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam
kondisi baik;
• Pasien nomor 59, an. Ny. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi
RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 60, an. Tn. IH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 61, an. Tn. UI, laki-laki, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Kandai,
Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Tanggal 16 April 2020 pasien meninggal dunia di RSUD Dompu.

Di tambahkan Gita Ariadi yang juga Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Dengan adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan 1 (satu) kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (18/4/2020) sebanyak 61 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 3 (tiga) meninggal dunia, serta 47 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi
positif.

Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1%) reaktif, 815 ODP/OTG
diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4%) reaktif, dan 1.078 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 273 orang (25,3%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang
dengan hasil 2 orang (28,6%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 249 orang dengan perincian 149 orang (60%) PDP masih dalam pengawasan, 100 orang (40%) PDP selesai
pengawasan/sembuh, dan 14 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.336 orang, terdiri dari 969 orang (22%) masih dalam pemantauan dan 3.367 orang (78%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak denganpasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 1.159 orang, terdiri dari 813 orang (70%) masih dalam pemantauan dan 346 orang (30%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 40.523 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 14.824 orang (37%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 25.699 orang (63%).

Terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari
kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Terima kasih juga kepada masyarakat yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19, yang telah dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari
dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

Pemerintah juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan
pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan
Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.

TNI-Polri Distribusikan Makanan Siap Saji Untuk Warga

(Puspen TNI). Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendirikan Dapur Umum di wilayah Jakarta untuk membantu masyarakat terdampak pandemi wabah Virus Corona atau Covid-19 dan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB).

 

Komandan Kodim (Dandim) 0503/JB Kolonel Kav Valian Wicaksono Magdi selaku Koordinator Dapur Umum TNI-Polri Percepatan Penanganan Covid-19 di Kelurahan Kapuk,  Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2020) menyampaikan bahwa Dapur Umum TNI-Polri di Kelurahan Kapuk setiap harinya mampu mendistribusikan seribu lebih makanan siap saji untuk dibagikan kepada warga miskin (pagi, siang, malam) yang terkena dampak Covid-19 dan PSBB.

 

Untuk menjamin higienis  makanan yang disajikan, personel yang berada di dapur umum mengikuti protokol kesehatan yang berlaku seperti setiap pergantian shift, diwajibkan untuk memeriksa suhu tubuh sebelum masuk ke lingkungan dapur. Di pintu masuk dapur juga disiapkan cuci tangan maupun sanitizer protokol kesehatan, termasuk di dalam kegiatan memasak juga masing-masing orang jaga jarak.

 

Dandim 0503/JB mengatakan bahwa Dapur Umum TNI-Polri di Kelurahan Kapuk juga menerima donasi dari saudara-saudara yang mampu, seperti hari ini ada dua orang yang mendonasikan untuk menitipkan masak di dapur umum sebanyak 200 bungkus.

 

Pembagian atau distribusi nasi bungkus kepada warga dibantu  Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) serta aparat terkait, dilaksanakan secara door to door dan sesuai protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial), agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar. (Bdr)

Danrem 162/WB Ikuti Video Conference Dengan Pangdam IX/Udayana

Mataram – Satuan Korem Jajaran Kodam IX/Udayana tergabung dalam Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di wilayah masing-masing mengikuti Video Conference dengan pangdam IX/Udayana, untuk melaporkan kesiapan satuan jajaran Kodam IX/Udayana dalam membantu dan mendukung pemerintah daerah di wilayah masing-masing, dalam percepatan penanganan penyebaran Covid-19, Jumat (17/4).

Usai mengikuti Video Converence (Vicon), dengan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Danrem 162/WB Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.han., menyampaikan Korem 162/WB Siap melaksanakan semua apa yang menjadi petunjuk dan arahan Pangdam IX/Udayana.

Adapun beberapa hal yang disampaikan antara lain, agar Korem 162/WB beserta jajaran terus memonitor segala perkembangan dan koordinasi melekat dengan pemerintah daerah di wilayah masing-masing terkait langkah-langkah percepatan penanganan Covid-19 sehingga tidak semakin meluas.

Selain itu, Pangdam IX/Udayana menekankan untuk mengantisipasi dan mewaspadai adanya rulalisasi (Perpindahan warga dari Kota ke desa) dan arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri serta kedatangan PMI/TKI dari luar negeri khususnya yang daerah zona merah yang terjangkit covid-19, yang dapat mengakibatkan permasalahan sosial dan physical distancing, agar melakukan pemeriksaan dan karantina, semua penjagaan pintu masuk ke daerah masing-masing harus mengikuti protokol yang telah ditentukan sehingga TKI datang dari luar negeri dapat dideteksi.

Adanya Pembebasan Narapida, lanjut Danrem, juga berdampak pada kemungkinan bertambahnya tingkat kriminalitas di daerah, sehingga dituntut peran aktif aparat teritorial dalam hal ini para Danramil dan Babinsa agar mendata serta bekerjasama dengan aparat setempat untuk memberikan pembinaan kepada mantan napi tersebut.

Terkait hal tersebut, Danrem juga mengatakan bahwa Satuan Jajaran Korem 162/WB telah melaksanakan segala kegiatan secara bersinergi dengan semua pihak serta steakholder terkait sebagai upaya antisipasi/pencegahan mulai dari memberikan imbaun kepada masyarakat, seluruh prajurit, KBT disatuan masing-masing untuk sementara waktu agar tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak, kurangi aktivitas di luar rumah ataupun bepergian yang tidak perlu, tetap jaga jarak, baik di dalam ataupun di luar lingkungan tempat bekerja, jaga pola hidup sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun, siapkan handsanitizer, tetap gunakan masker saat di lingkungan satuan dan tempat tinggal masing-masing.

“Dan yang tidak kalah penting jangan panik, ikhtiar dan berdoa,” kata Danrem.

Dan secara terus-menerus membantu memberikan imbauan baik secara langsung maupun melalui media massa baik elektornik, Media Cetak, Media Online, Media Sosial, Pemasangan banner imbaun, Fumplet dan lainnya.

“Kegiatan tersebut guna memberikan pemahaman kepada masyarakat serta antisipasi kemungkinan timbulnya gejolak sosial, hal ini juga sebagai upaya menjaga dan memelihara stabilitas keamanan termasuk membantu contak traking, serta seluruh pihak terkait dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di tiap-tiap daerah,” jelas Danrem.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan, bahwa satuan jajaran Korem 162/WB juga melakukan kegiatan pendalian dan pengawasan kepada anggota dan KBT yang keluar masuk satuan maupun lingkungan kesatrian atau asrama, ditekankan untuk tidak berpergian keluar daerah, hindari memasuki wilayah yang terpapar Covid-19.

“Kami telah menyiapkan Yonif 742/SWY sebagai satuan pemukul manakala harus diterjunkan, guna membantu mengatasi masalah-masalah urgensi,” ungkap Danrem.

Satuan Jajaran Korem 162/WB, juga terus melakukan koordinasi lintas sektoral, bersinergi dalam segala kegiatan terkait upaya percepatan penanganan Covid-19, temasuk menganstipasi dampak sosial dan jaring ekonomi masyarakat dengan membantu pendataan masyarakat kurang mampu, masyarakat rentan, mendirikan dapur umum di beberapa titik guna membantu masyarakat sekitar, serta melaksanakan bantuan pengamanan, pengawalan dan penditirbusian sembako bantuan pemerintah, agar tepat sasaran.

Kegiatan Vicon diikuti para Assisten Kasdam IX/Udayana, Para Kabalakdam IX/Udayana, Seluruh Komandan Korem jajaran Kodam IX/Udayana, Komandan satuan, Perwira staf serta Kalak BPBD Prov Se Bali Nusra

Bercocok Tanam, Brigif Para Raider 18/Kostrad Jaga Ketahanan Pangan

sumbawanews.com, Ketahanan Pangan adalah salah satu kegiatan yang terus menerus dilakukan oleh Prajurit Brigif Para Raider 18/Kostrad dengan cara bercocok tanam di lahan yang tersedia di lingkungan Asrama.

Hal tersebut disampaikan Kapten Inf Supriyadi yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Brigif Para Raider 18/Kostrad dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/4/2020).

Lebih lanjut disampaikan Pasiter bahwa dalam rangka mendukung program ketahanan pangan Pemerintah, Prajurit Brigif Para Raider 18/Kostrad melaksanakan kegiatan bercocok tanam berbagai jenis tanaman pokok, diantaranya sawi, terong, tomat, cabe merah, selada, jagung dan bermacam buah-buahan.

“Kegiatan bercocok tanam tidak hanya kami lakukan di lahan yang khusus disiapkan, namun kami juga mengajak kepada seluruh Prajurit untuk melakukan hal yang sama di rumah masing-masing, adapun hal ini bertujuan agar hasil tanaman dapat dimanfaatkan sehari-hari serta menciptakan lingkungan yang asri.

Kapten Inf Supriyadi juga mengatakan bahwa di tengah masa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat dari Prajurit khususnya dalam hal mendukung ketahanan pangan. “Kebutuhan pokok Prajurit sangat terbantu dengan adanya hasil dari kegiatan ini, hal tersebut menjadi kebiasaan positif bagi seluruh Prajurit yang terus kami pelihara,” ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Praka Aang salah satu anggota Detasemen Markas (Denma) Brigif Para Raider 18/Kostrad menyampaikan bahwa tanaman yang berada di area halaman rumahnya sangatlah membantu dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari bersama keluarga. “Saya dan keluarga sangat senang dengan adanya tanaman di halaman rumah selain menjadikan lingkungan yang asri hasilnya pun dapat langsung saya rasakan,” ungkapnya. (Pen Brigif Para Raider 18/SEY)

Perangi Penyebaran Virus Corona, Kamla Zona Timur Semprot Disinfektan pada Kapal Nelayan

Ambon, Jumat 17 April 2020 (Humas Bakamla RI/Indonesian Coast Guard)—

Kamla Zona Maritim Timur melakukan penyemprotan disinfektan terhadao seluruh kapal nelayan di Desa Galala Ambon, Jumat (17/4/20).

 

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Arif Sumartono, S. Sos., M. Si(Han)., mengatakan penyemprotan disinfektan dilakukan pada kapal nelayan yang sandar di pelabuhan Galala Ambon.

 

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Bakamla RI terhadap kesehatan para nelayan atas bahaya dari virus corona,” kata Laksma Bakamla Arif Sumartono.

 

Lanjutnya, penyemprotan dilakukan pada seluruh bagian kapal tanpa terkecuali. Selain rutin melakukan penyemprotan disinfektan pada kapal nelayan, Kamla Zona Maritim Timur juga memberikan sosialisasi mengenai pencegahan virus corona diantarannya tentang isolasi mandiri di rumah hingga physical distancing.

 

Para nelayan Desa Galala menyambut baik kegiatan yang dilakukan Bakamla RI dan berterimakasih telah membantu para nelayan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. (Bdr)

 

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Edukasi Masyarakat Perbatasan Cegah Covid-19

(Merauke). Di tengah meluasnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad memberikan edukasi pencegahan dan membagikan masker kepada warga Suku Kanum di Kampung Sota yang tinggal disekitar PLBN Terpadu Sota, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, Jumat (17/4/2020) pagi.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap masyarakat Kampung Sota, Distrik Sota, yang melintas didepan Pos Kout Sota yakni mempersilahkannya untuk mencuci tangan dengan sabun dan memberikan masker.

 

Harapannya, langkah kecil ini dapat memberikan edukasi secara langsung kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan selalu menggunakan masker ketika harus keluar rumah, yang bertujuan memutus penyebaran Covid-19.

 

“Kita semua tahu, saat ini penyebaran Covid-19 telah menjadi wabah dunia termasuk di negara Indonesia. Dengan cara ini diharapkan masyarakat timbul kesadaran diri untuk berpola hidup sehat dan bersih serta jangan terlalu panik namun waspada dengan situasi dan kondisi saat ini,” ujarnya.

 

“Sebagai Satgas Pamtas, selama ini kita  selalu bersinergi dan bersama-sama dengan Lintas Sektoral di wilayah penugasan dalam melawan Virus Corona ini, baik di Distrik Naukenjerai, Distrik Sota, Distrik Eligobel dan Distrik Ulilin, terus menggencarkan sosialisasi cara pencegahan serta melakukan penyemprotan disinfektan,” kata Dansatgas.

 

Dansatgas juga mengatakan bahwa masyarakat di perbatasan juga terus kita himbau untuk tidak stres, panik, cemas dan selalu mengikuti himbauan pemerintah, yakni menjaga pola hidup bersih dengan cara sering mencuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan masker, berolah raga, serta menjaga pola makan agar imunitas tubuh terjaga.

 

Sementara itu, Bapak David Ndiken (58 th) salah satu warga Kampung Sota yang melintas, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Kout Sota yang telah menyediakan tempat cuci tangan dan juga membagikan masker.

 

“Kami sebagai warga perbatasan sangat senang disediakan tempat cuci tangan dan juga diberikan masker, hal sederhana ini tentu akan menjadikan kami terbiasa untuk menerapkannya setiap harinya sebagai salah satu cara mencegah virus corona,” tuturnya. (Bdr)

 

Upaya Cegah penyebaran Covid-19, Forkopimda Sumbawa Bagikan APD Masker Gratis

Sumbawa – Salah satu upaya pencegahan penularan virus corona atau Corona Virus Desease (Covid-19) yakni dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) terutama masker sebagai penutup hidung dan mulut, menginggat Panca indara tersebut sangat rentan dan beresiko manakala virus corona masuk menyebar ke dalam tubuh, apalagi ketika daya tahan tubuh lagi menurun dapat menjadi sumber awal menginfeksi saluran pernapasan.

Demikian disampaikan Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, SE, M.Sc., di sela-sela pembagian masker kepada masyarakat bersama Bupati Sumbawa H. Husni Jibril B.Sc., dan Kapolres Sumbawa AKBP Widy Saputra, S.IK., di Pos terpadu siaga darurat percepatan penanganan penyebaran Covid-19 Terminal Sumer payung dan Pos terpadu Kecamatan Labuan Badas (Pantai Goa) kabupaten Sumbawa besar, Jumat (17/4).

Pembagian masker tidak hanya kepada masyarakat, sambungnya, juga kepada tim relawan dan tenaga medis yang berada di Posko terpadu Covid-19.

“Ini sebagai salah satu wujud perhatian pemerintah tergabung dalam satgas gugus Percepatan penanganan penyebaran Covid-19, baik kepada masyarakat maupun kepada tim medis yang berusaha sekuat tenaga untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah,” terang Samsul Huda.

Selain itu, Perwira menengah dengan pangkat melati dua dipundak tersebut, juga terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi dan mentaati imbauan pemerintah dan melaksanakan maklumat Kapolri sehingga dapat memutus rantai penyebaran virus corona khususnya di Kabupaten Sumbawa.

“Mari kita satukan langkah untuk taat dan melaksanakan imbauan pemerintah, diantaranya sering cuci tangan dengan sabun, gunakan masker, hindari kerumunan massa atau jaga jarak, lebih banyak di rumah (stay at home), olahraga dan konsumsi makanan bergizi dan bervitamin,” tandasnya.

Hadir juga pada kesempatan tersebut, Kajari Sumbawa Iwan Setiawan, Sekda Kabupaten Sumbawa, Kadis Kesehatan, Kalak BPBD Kabupaten Sumbawa dan Camat Labuan Badas.

TNI Siapkan Ribuan Nasi Bungkus Setiap Hari Untuk Masyarakat

(Puspen TNI). Di tengah situasi pandemi wabah Virus Corona atau Covid-19 dan sebagai rasa kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada masyarakat, setiap hari dapur umum TNI (AD, AL, AU) menyiapkan ribuan nasi bungkus untuk dibagikan kepada masyarakat.

 

Dapur umum TNI tersebut berlokasi di tiga wilayah Jakarta, yaitu TNI AD di Kelurahan Kapuk, Jalan Kapuk Kamal Raya, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat, TNI AL di Batalyon Perbekalan dan Peralatan (Yonbekpal) 1/Marinir, Mako Marinir Cilandak, Jakarta Selatan serta TNI AU di Koramil Cilincing, Jalan Cilincing Landak No. 39, Jakarta Utara.

 

Di masing-masing dapur umum tersebut, terlibat juga Koramil di wilayah setempat dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini sudah di mulai dari tanggal 15 April 2020 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

 

Pembagian nasi bungkus yang dibagikan langsung oleh Prajurit TNI bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat saat diberlakukannya Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tanpa kenal lelah, para prajurit TNI melaksanakan kegiatan kemanusiaan ini, Jumat (17/4/2020).

 

Nasi bungkus dibagikan langsung oleh prajurit TNI dari rumah ke rumah. Hal ini untuk tetap menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial), agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

 

Sementara itu, Bapak Thabrani salah seorang warga Kelurahan Kapuk, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat yang menerima bantuan nasi bungkus menyampaikan terima kasih kepada TNI yang telah peduli memperhatikan masyarakat. Dengan membagi-bagikan nasi bungkus sangatlah membantu dirinya dan masyarakat, karena saat ini masyarakat lagi susah dalam menghadapi wabah Covid-19.

 

Semoga kegiatan ini terus dilakukan dan tidak hanya menghadapi wabah Covid-19 saja, tetapi juga dalam menghadapi bencana-bencana lainnya, karena TNI cepat tanggap dan lebih peduli kepada masyarakat. (Bdr)

Survei SMRC: 77% Warga Indonesia Menganggap COVID-19 Ancam Penghasilan

Jakarta – sumbawanews.com,- Mayoritas rakyat Indonesia (77%) menyatakan Covid 19 telah mengancam pemasukan atau penghasilan mereka. Lebih jauh lagi, sekitar 25% warga (atau 50 juta warga dewasa) menyatakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman; 15% warga menyatakan tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk beberapa minggu; dan 15% warga menyatakan tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk satu minggu.

Ini merupakan temuan dalam survei nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) tentang Wabah Covid-19 yang dirilis secara online pada 17 April 2020. Survei dilakukan pada 9-12 April 2020 terhadap 1200 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak, dengan margin of error 2,9 %.

Survei ini juga menunjukkan 67% rakyat Indonesia menyatakan kondisi ekonominya semakin memburuk sejak pandemi Covid-19. Yang menyatakan tidak ada perubahan 24% dan yang menyatakan lebih baik hanya 5%.

Kalangan yang paing terkena dampak ini adalah mereka yang yang bekerja di sektor informal, kerah biru, dan kelompok yang mengandalkan pendapatan harian.

92% rakyat menganggap Covid-19 mengancam nyawa manusia. Tapi ada perbedaan kekhawatiran antar daerah. Terdapat dua provinsi yang persentase warganya yang menganggap Covid-19 mengancam nyawa sangat tinggi: Sulawesi Selatan (99%) dan DKI Jakarta (98%). Sementara di Jawa Barat hanya 77% warga yang menganggap Covid-19 mengancam nyawa.

Mayoritas (52%) warga menganggap pemerintah pusat cepat menangani wabah Corona, sementara 41% menganggap lambat. Terdapat perbedaan antar provinsi. Sementara mayoritas warga Jawa Tengah (61%) dan Jawa Timur (61%) menganggap langkah pemerintah pusat cepat; di Jawa Barat hanya 41% warga menganggap pemerintah pusat bekerja cepat.

Demikian pula dengan soal kecepatan pemerintah provinsi. Sementara mayoritas warga Jawa tengah (73%), Jawa Timur (68%) dan DKI Jakarta (62%) menilai pemerintah provinsi bergerak cepat; di Jawa Barat hanya 39% warga menganggap pemerintah provinsi bergerak cepat.

Mayoritas rakyat (87,6%) juga setuju dengan aturan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencegah penularan Covid 19. Namun demikian, hanya 39% rakyat yang setuju bahwa seharusnya dikenakan denda atau penjara bagi mereka yang melanggar PSBB, sementara 31,2% menyatakan tidak setuju.

Yang paling banyak mendapatkan dukungan adalah pengurangan penumpang mobil pribadi (86%), dan yang mendapat persetujuan warga paling rendah adalah aturan bahwa sepeda motor tidak boleh membonceng (63%) dan ojeg/ojeg online tidak boleh membawa penumpang orang (66%). Artinya, ada 34 sampai 37% yang keberatan dengan aturan bahwa motor tidak boleh membonceng.

21% warga tidak setuju dengan kebijakan agar kegiatan keagamaan dilakukan di rumah saja. Ini berarti ada sekitar 40 juta warga dewasa yang sebenarnya masih ingin melakukan kegiatan keagamaan di luar rumah. Persentase terbesar warga yang tidak setuju agar kegiatan keagamaan dilakukan di rumah saja berada di Jawa Barat. Hanya 54% warga Jawa Barat yang setuju kegiatan keagamaan dilakukan di rumah saja.

76% warga setuju dengan kewajiban bekerja dari rumah saja. Namun di Jawa Barat, hanya 54% warga yang mendukung kebijakan tersebut.

31% warga DKI tetap ingin pulang kampung (mudik) saat Lebaran nanti. Mereka yang ingin mudik ini termasuk juga kalangan yang berpendidikan tinggi dan berpenghasilan tinggi. Secara nasional, persentase warga yang ini mudik mencapai 11% atau setara dengan 20 juta warga dewasa.

Sejumlah rekomendasi yang diajukan SMRC adalah:

Mengingat yang paling terdampak secara ekonomi adalah kelompok warga yang berpendapatan rendah, khususnya pekerja harian, kewajiban social distancing dan PSBB akan cenderung dilanggar oleh banyak warga yang rentan secara ekonomi. Karena itu mensubsidi mereka menjadi mendesak agar penyebaran virus bisa ditekan.

Bantuan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi harus segera dilakukan dan diawasi pelaksanaannya agar tepat sasaran serta menghindari penyimpangan.

Mengingat masih tingginya minat para perantau untuk mudik, nampaknya masih diperlukan edukasi dan penataan yang lebih tegas terhadap kegiatan mudik terutama dari Jakarta.

Secara umum warga di Jawa Barat terlihat memiliki kesadaran yang paling rendah akan bahaya penyakit ini dibanding wilayah lain. Warga Jawa Barat juga paling rendah dukungannya terhadap aturan-aturan dalam PSBB. Maka edukasi yang lebih intensif tentang bahaya Covid-19 dan penerapan PSBB perlu dilakukan terhadap warga di Jawa Barat.

Materi presentasi survei bisa dibaca secara lengkap di sini: https://saifulmujani.com/mayoritas-warga-anggap-covid-19-ancam-penghasilan

Berita Terkini

Belanda vs Maroko Bertemu di 32 Besar Piala Dunia 2026, Tayang Langsung di TVRI

Sumbawanews.com,- Laga sengit antara Belanda dan Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan berlangsung Selasa, 30 Juni 2026, pukul 08.00 WIB di...

Milo dan Kemenpora Kolaborasi Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Olahraga Dini

Sumbawanews.com,- Jakarta – Nestlé Milo dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia resmi memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin, 29...

Jerman Lawan Paraguay di 32 Besar Piala Dunia 2026, Live di TVRI

Sumbawanews.com,- Laga sengit antara Jerman dan Paraguay berlangsung di Boston Stadium, Selasa (30/6/2026) pukul 03.30 WIB, dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan...

Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Tewas dan Satu Kritis

Sumbawanews.com,- CALIFORNIA – Tragedi menyelimuti semarak Piala Dunia 2026 ketika seorang pengunjung tewas dan satu lainnya kritis ditembak di Fan Zone San Pedro Square,...

Berita Utama