Home Blog Page 2960

Mi6 : Covid-19, Pemprov Jangan Hanya Fokus Data Pasien

Mataram – sumbawanews.com,-Penanganan Virus Korona (Covid-19) di Provinsi NTB dinilai terlalu fokus dengan data sebaran pandemi. Publik pun belum mengetahui langkah lain untuk penanganan Covid-19.

“Setiap hari yang paling cepat muncul itu data siapa positif, dari mana, terkena siapa,” kata Direktur Lembaga Sosial dan Politik M16 Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu , Senin 13 April 2020.

Didu menjelaskan, dampak dari pandemi ini meruntuhkan segala aspek, baik sosial maupun ekonomi. Seharusnya pemprov juga menyajikan kepada publik langkah-langkah lain yang dilakukan. Misalnya, berapa data rumah tangga yang akan dibantu sembako. Kemudian penyelamatan UMKM. Dan tentu pertolongan bagi mereka yang dirumahkan. Tak kalah penting data relawan dari ormas keagamaan hingga kepemudaan yang terlibat.

“Semua bertarung melawan virus ini baik. Kompak, tapi juga berikan space untuk publik mengetahui langkah lainnya apa,” sambungnya.

Diungkapkan, langkah produktif harus diambil, karena ada anggaran puluhan miliar yang akan turun untuk menangani Covid-19. Hal ini sekaligus cara membangun optimisme di masyarakat.

“Dari bangun tidur sampai tidur lagi yang dilihat data jumlah positif Covid-19. Itu data paling cepat dan paling ramai dibahas,” urainya.

Didu melihat, peran dari dinas-dinas menghadapi Covid belum muncul. Seharusnya ada sedikit energi membahas hal lain. Karena dari Covid-19 ini begitu banyak pelajaran didapat. Utamanya pemanfaatan daring (dalam jaringan).

Sektor pendidikan, bisa tak lagi monoton. Guru berbicara muridnya mendengar. Para pendidik mulai menyiapkan platform kanal bidang yang diajar melalui daring. Pelayanan pemerintahan, tak harus lagi antre. Kumpul-kumpul untuk mengurus surat menyurat dari urusan lahir sampai meninggal. Mulai memakai pelayanan via WA. Yang lebih kreatif membuatkan pelayanan berbasis android. Pedagang tak harus tatap muka. Sudah bisa berjualan via medsos.

“Mereka (Dinas, Red) harus mengajarkan, begini cara memanfaatkan teknologi. Jangan hanya bilang, ndot lek bale, ndot lek bale. Tanpa solusi,” urainya.

Didu menyinggung pada 11 April, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto malam ini, resmi membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja yang bisa diakses melalui laman www.prakerja.go.id. Program ini membuka pendaftaran dengan kuota untuk 164 ribu orang per-minggunya. Berakhir 16 April untuk gelombang satu. Pola pendaftaran dilihatnya sedikit rumit bagi orang tua.

“Harus online. Ada tidak provinsi bentuk gugus khusus soal ini. Kemudian turun sampai ke daerah, berapa target kita bisa akses program ini,” tegasnya.

“Seluruh Indonesia berebut, kalau tidak diajari jangan-jangan di NTB malah tak dapat apa-apa,” sambungnya.

Lebih jauh, penanganan Covid-19 memang sulit, bukan di Indonesia saja. Seluruh dunia merasakan hal yang sama. Oleh karena itu, energi yang besar dibutuhkan melawannya. Para kepala dinas perlu didorong membuat inovasi sesuai tupoksi dan bidangnya.

“Tapi jangan genit juga. Nanti antar sembako ke warga dipasang di medsos. Itu tugasnya, jadi tak perlu dilebihkan,” tandasnya.

Didu berharap, di kabupaten/kota di NTB juga memikirkan hal yang sama. Memperhatikan secara luas dampak dari Covid-19. Membuka secara luas data penanganan baik pola sosial maupun ekonomi.

“Rangkul saja semua elemen. Relawan yang punya ide atau gerakan, dukung. Beri kepercayaan,” tandasnya.

37 Positif, 11 PDP meninggal, 4 Sembuh – Covid-19Di NTB

MATARAM – Sumbawanews.com,- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB kembali menerima konfirmasi penambahan jumlah status Positiv Corona (Covid-19) pada Minggu malam (12/4) sebanyak empat orang.

Dengan demikian jumlah satus Positif Corona di NTB per Minggu (12/4) sudah mencapai 37 orang, dari sebelumnya pada Sabtu (11/4) sebanyak 33 orang positif Covid-19.

Selain itu, terdapat juga penambahan pasien yang sembuh dari positif Corona, yakni  pasien nomor 25, an. Tn. MAS, laki laki, usia 14 tahun, warga Aikmel kabupaten Lombok Timur setelah hasil swab diambil dua kali dan keduanya negatif.

“Saat ini pasien menjalani perawatan untuk perbaikan kondisi di RSUD R. Soedjono Selong dan segera bisa dipulangkan,” ujar ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB H Lalu Gita Ariadi, Minggu (12/4).

Disampaikannya, dengan adanya tambahan 4 orang kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan 1 pasien sembuh, maka jumlah pasien positif Covid-19 di NTB sampai Minggu (12/4) sebanyak 37 orang. Dengan perincian 4 orang sudah sembuh, 2 meninggal dunia, 31 masih positif dirawat dan dalam keadaan baik.

Lebih lanjut Gita mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 141 orang dengan perincian 65 (46%) PDP masih dalam pengawasan, 76 (54%) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 11 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.783 orang, terdiri dari 1.437 (38%) orang masih dalam pemantauan dan 2.346 (62%) orang selesai pemantauan.

Sementara itu, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19, namun tanpa gejala sebanyak 7.357 orang, terdiri dari 4.826 orang (66%) masih dalam pemantauan dan 2.531 orang (34%) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 24.191 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 14.337 orang (59%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 9.854 orang (41%).

“Kepada seluruh PPTG dan OTG wajib melaksanakan karantina rumah secara disiplin selama 14 hari. Demikian juga ODP wajib mengikuti karantina terpusat yang disiapkan oleh pemerintah daerah setempat. Karena hanya dengan cara inilah kita bisa berkontribusi untuk mewujudkan keselamatan bersama,” kata Gita Ariadi

 

Mi6 : Isolasi Mandiri Belum Berjalan Baik, Masih Banyak ODP dan OTG Rentan Tak Terpantau di NTB

Mataram – Sumbawanews.com,– Pemprov NTB dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB dinilai belum melakukan upaya yang maksimal dalam penanganan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 di wilayah NTB.

Lembaga Kajian Sosial Politik, M16 menilai, koordinasi antar Provinsi dengan daerah Kabupaten dan Kota yang dinilai tidak berjalan, semakin menunjukan Pemprov NTB kurang serius di masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita lihat selama ini ternyata (Pemprov) belum maksimal dan masih setengah hati. Semua masalah masih tertumpu dan ditangani pemerintah Kabupaten dan Kota, belum ada koordinasi yang baik,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto, Minggu (12/4) di Mataram.

Pria yang akarab disapa Didu ini menilai, selama ini semua persoalan diserahkan kepada Pemda Kabupaten dan Kota, sementara belum nampak kebijakan strategis yang cepat dan tepat yang dilakukan oleh Pemprov NTB.

Pemrov NTB juga belum nyata terlihat melakukan upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Menurutnya, menyusul perkembangan kasus positif yang mencapai 33 kasus dan jumlah PDP, ODP dan OTG yang terus meningkat, maka Pemprov NTB perlu segera lebih memperketat pintu masuk seperti Bandara dan pelabuhan.

“Di pintu masuk juga mulai harus dilakukan screening awal menggunakan rapid test. Nah bagi yang hasilnya non reaktif bisa langsung pulang dan melakukan isolasi mandiri, sedangkan yang hasilnya reaktif harus segera dikarantina di lokasi terpadu. Ini perlu untuk memastikan yang masuk NTB ini benar-benanr clear dari Covid-19,” tegasnya.

Pemprov juga dinilai harus menyiapkan lokasi karantina terpadu yang merupakan tanggung jawab Provinsi. Tentu saja dengan berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten dan Kota.

Didu menambahkan, bagi masyarakat yang diisolasi baik mandiri maupun terpadu, maka Pemprov harus memberikan jaminan dan pelayanan pangan serta kesehatan berdasarkan Undang-undang No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Dalam situasi pandemi ini, Gubernur NTB harus mampu mengambil peranan sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Jangan sampai NTB ini penambahan kasus semakin banyak karana salah urus dan bekerja tidak secara sistematis, terstruktur serta masif,” katanya.

Menurut dia, untuk imbauan dan anjuran social distancing, physical distancing, dan menerapkan pola hidup sehat, hendaknya tidak hanya sekadar imbauan. Melainkan pemerintah juga harus mulai menyiapkan sarana untuk mendukung hal tersebut.

Misalnya, melibatkan semua UMKM untuk pembuatan masker, APD dan tempat cuci tangan. Sehingga masyarakat bisa semua menggunakan masker di wilayah NTB, serta aparat, tim medis tidak kekurangan APD.

Selain upaya contact tracing, papar Didu, penanganan ODP dan OTG juga harus maksimal dan tegas dilakukan dengan koordinasi Pemda Kabupaten dan Kota.

“Penerapan social distancing, dan physical distancing juga harus tegas. Apalagi saat ini semua aktivitas pasar masih nampak belum disiplin. Kemudian masih banyak yang melaksanakan ibadah sholat Jumat padahal sumber virus pertama bersumber dari cluster Gowa, Jakarta dan Bogor. Seharusnya itu dulu diperiksa agar bisa dilakukan penanganan yang lebih komprehensif,” tukasnya.

Didu menekankan, Gugus Tugas Pemprov NTB hendaknya tidak hanya sekadar merilis data perkembangan kasus dan melakukan imbauan-imbauan semata, sementara belum punya strategis yang jelas dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Pemprov NTB juga diminta agar segera menyalurkan bantuan kebutuhan untuk para masyarakat miskin, pekerja sektor informal di NTB yang turut terdampak selama masa pandemi Covid-19 ini.

Berdayakan Disabilitas, Relawan “rajawali” Jarot-Mokhlis Siapkan Pembagian Masker Lawan Covid-19

Sumbawa – sumbawanews.com,- Perang terhadap penyebaran Covid-19 tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata. Berbagai elemen ikut berperan aktif memerangi wabah mematikan tersebut.

Relawan “rajawali” Jarot-Mokhlis dengan memberdayakan kaum disabilitas, menyiapkan pembuatan masker buatan hasil kreasi kaum disabilitas.

Nurlaili Ramdani salah seorang disabilitas yang menjadi kreator pembuatan masker, merasa bersyukur dapat terlibat dalam aksi sosial ini. ” dengan segala keterbatasan kami ingin ikut ambil bagian dalam memerangi dan mencegah penyebaran covid” tukas Nurlaili Ramdani yang juga Ketua lembaga pembinaan dan pelatihan penyandang disabilitas( LP3D) AL-MUJADALAH. kabupaten Sumbawa dan Sekretaris PPDI ( persatuan penyandang disabilitas ) kab. SUMBAWA. Pimpinan TPQ ANNUR desa dete kecamatan Lape.

Sementara itu, Nur Naningsih bersama Elly Purnama, Salma dan Ramlah menjelaskan, pembuatan masker di siapkan untuk di bagikan kepada warga di beberapa kecamatan di kabupaten Sumbawa.

Naning, sapaan akrab Nur Naningsih berharap, pembagian masker akan dapat mencegah meluasnya penyebaran covid-19.

Elly Purnama menambahkan, proses pembuatan di lakukan secara swadaya dengan pengumpulan dana sukarela dari relawan. “Ini sebagai bentuk kepedulian bersama” tegas Elly Purnama.

Prajurit Satgas TNI Berhasil Peroleh Senjata dan Granat Tangan dari Ex-Combatan

sumbawanews.com,- Melalui kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) secara terbatas berupa sosialisasi pencegahan Virus Corona Covid-19 kepada masyarakat Kongo, Satuan Tugas (Satgas) TNI Konga XXXIX-B Rapid Deployeble Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) Kompi Bravo HQ berhasil  turunkan 3 (tiga) ex-combatan dan peroleh 2 (dua) pucuk senjata AK-47 serta 1 (satu) buah granat tangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Komandan Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco Letkol Inf Hadrianus Yossy S. Buanan mewakili Dansatgas Kolonel Inf Daniel Lumbanraja di Soekarno Camp, Kalemie Provinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo, Sabtu (11/4/2020).

Letkol Inf Hadrianus Yossy mengatakan bahwa Kompi Bravo HQ yang pimpinan Mayor Inf Didik Sukayat melaksanakan operasi di desa Amisi, Kalemie Provinsi Tanganyika Republik Demokratik Kongo berhasil menurunkan ex- Combatan suku MM diawali dengan kegiatan Long Range Patrol (LRP) oleh Danki Bravo menuju Desa Kataki (25 km dari Kalemie) dalam rangka kegiatan Cimic terbatas guna mengantisipasi penyebaran virus corona ke masyarakat Kongo khususnya di desa Kataki. “Disitulah terjalin komunikasi sosial antara personel Satgas RDB dengan Kadogo pemimpin desa Kataki yang didampingi Liason Assistant (Jhonatan),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakanya bahwa pada kegiatan Cimic terbatas yang dihadiri kepala desa Amisi (Mukonga Amisi Donatien) tersebut didapatlah informasi bahwa akan adanya 3 pejuang MM Liwanga kelompok PERSI yang ingin menyerahkan diri dan menyerahkan senjata mereka kepada Satgas TNI RDB di desa Amisi serta bergabung kembali ke Desa mereka.

“Setelah kegiatan Cimic yang dilakukan dengan sukses keesokan harinya Danki Bravo Mayor Inf Didik Sukayat memerintahkan  anggotanya Letda Inf Eka Rahmat Maiputra S.Tr. (Han) beserta 30 personel Indo RDB berangkat untuk memastikan kebenarannya informasi yang diterima dengan melaksanakan LRP ke desa Amisi dan bertemu dengan Kepala Desa Amisi a.n Mukonga Donatien,” katanya.

Wadan Satgas menyampaikan bahwa setelah berada di Desa Amisi Letda Inf Eka Rahmat Maiputra dan Liason Assistant (Jhonatan) melaksanakan kordinasi dan diskusi dengan kepala desa Amisi a.n Mukonga Donatien dan mendapatkan hasil dengan menyerahnya 3 (tiga) pejuang MM Liwanga kelompok PERSI atas nama Idi Éric (22), Shabani Baruani (20) dan Antoine  Saleh (19) yang disertai dengan penyerahan senjata api berupa 2 (dua) pucuk AK-47, 2 (dua) buah magazen, dan 1 (satu)  Granat tangan. “Ini merupakan bukti dari kepercayaan masyarakat Kongo atas kehadiran Satgas TNI RDB dibawah naungan MONUSCO. (Pen Satgas Konga XXXIX-B Monusco)

Bakamla RI Bantu Desa Pesisir Perangi Covid-19

sumbawanews.com,- Bakamla RI meningkatkan perhatian pada warga pesisir dalam memberikan dukungan untuk mencegah dan menghadapi wabah covid19. Dalam upaya memerangi covid-19 tersebut, Bakamla RI membantu desa-desa pesisir khususnya di kampung-kampung nelayan, Minggu (12/4/2020).

Desa Pesisir merupakan wilayah yang sangat rentan terhadap wabah. Hal ini disebabkan karena terbukanya akses antar desa dan dengan wilayah seberang melalui jalur laut yang lebih sulit untuk diawasi dan dikendalikan sebagaimana jalur darat.

Kondisi ini menjadi perhatian Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indinesia (Kabakamla RI) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos.,M.M., yang segera menginstruksikan para kepala kantor di wilayah berserta jajarannya untuk melakukan upaya untuk mendukung wilayah pesisir khususnya di desa nelayan dalam menghadapi pandemi Covid 19.

“Bakamla memang memiliki tugas pengamanan wilayah laut, tetapi tidak dapat dipisahkan dengan wilayah daratan yang masih berhubungan dengan laut, maka perhatian kami juga pada desa dan warga pesisir khususnya para nelayan”, ujar lulusan Akabri Laut tahun 1987. “Mendukung program penanganan wabah covid19 di darat menjadi tugas kami juga selain pengamanan wilayah laut”, tambahnya.

Bakamla RI memiliki sejumlah kantor di wilayah Indonesia, yaitu kantor zona maritim, kantor pangkalan maritim, stasiun bumi dan stasiun pemantau. Menerima instruksi ini, para kepala kantor di wilayah segera melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan sasaran lingkungan desa pesisir disekitar.

Desa-desa pesisir merupakan kawasan yang relatif belum terlalu berkembang secara ekonomi karena berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain tingkat pendidikan yang relatif rendah, budaya dan kebiasaan yang bergantung pada alam, dan tidak dapat fokus pada pekerjaan. Sedangkan faktor eksternal antara lain kurangnya akses terhadap sumber modal, rendahnya tingkat penggunaan teknologi, dan masih lemahnya peranan lembaga ekonomi.

Wabah covid19 ini selain menimbulkan dampak pada aspek kesehatan masyarakat, juga membawa dampak ekonomi yang besar. Saat ini kebijakan dan stimulus telah diberikan, namun tampaknya masih butuh waktu dan akses untuk dapat mencapai kawasan desa pesisir.

Hal ini termasuk juga dengan penyediaan peralatan kesehatan diri seperti masker dan disinfektan. Dapat dibayangkan bahwa warga di perkotaan saja kesulitan mendapatkan masker, apalagi warga di desa pesisir.

Inilah yang mendorong inisiatif Kepala Zona Maritim Timur Laksamana Pertama Bakamla Arif Sumartono, untuk langsung terjun bersama anakbuahnya. “Kami berupaya dengan daya yang ada untuk mendukung pemerintah dalam penanganan wabah covid19, melalui bantuan penyemprotan, pembagian disinfektan dan penyuluhan sosial kepada warga masyarakat di sekitar lingkungan kami” papar Pati lulusan Akabri Laut Angkatan 34 ini.

Sementara itu di zona maritim tengah, dilakukan pembagian masker dan penyemprotan disinfektan. Ini dilakukan untuk mencegah penularan melalui droplet dan mensterilisasi lingkungan desa pesisir. Sedangkan di Zona maritim barat, dilaksanakan penyemprotan tidak saja ke lingkungan tetapi juga ke perahu nelayan yang sedang bersandar.

Kabakamla berharap, upaya yang dilakukan jajarannya ini dapat meningkatkan perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk juga memberikan perhatian kepada desa pesisir yang meskipun jauh dari perkotaan, cukup rentan untuk terjangkiti wabah covid19 ini.

TMMD ke-107 Bangun Rumah Tunggu di Pinggir Sungai Kampung Epem

(Merauke. Sabtu, 11 April 2020). Pembangunan 20 unit rumah semi permanen type-36 bagi masyarakat di Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1707/Merauke, semuanya sudah selesai 100 % dan siap di huni.

 

Komandan Kodim (Dandim) 1707/Merauke Letkol Inf Eka Ganta Chandra, S.I.P. selaku Dansatgas TMMD ke-107, menjelaskan bahwa semua itu berkat semangat kerja yang tinggi dan kompak serta terjalinnya hubungan baik dengan seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Kab. Mappi dan aparat serta instansi terkait.

 

“Pembangunan 20 unit rumah masyarakat di Kampung Epem yang dibangun oleh personel Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke, semuanya dapat berjalan dengan baik, lancar dan selesai sebelum batas waktu yang telah ditentukan,” ungkapnya.

 

TNI Manunggal Membangun Desa ke-107 akan ditutup pada Selasa 14 April 2020. “Nanti saya akan menyerahkan hasil pembangunan 20 unit rumah yang telah kami kerjakan kepada pemerintah daerah,” kata Dandim 1707/Merauke.

 

“Dari sisa waktu yang masih ada, personel Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke akan membangun Rumah Tunggu di pinggir sungai Kampung Epem dekat pelabuhan, agar masyarakat yang ingin bepergian dapat beristirahat sambil menunggu perahu yang akan mereka tumpangi,” tuturnya.

 

Menurut Letkol Inf Eka Ganta Chandra, pembangunan Rumah Tunggu dapat dimanfaatkan bagi banyak masyarakat dan sebagai bentuk over prestasi. “Rumah Tunggu nantinya dapat digunakan masyarakat untuk menunggu perahu saat hendak bepergian ke tempat lain,” pungkasnya. (Bdr)

 

Danstagas serahkan bantuan ke Masjid – Masjid Di lokasi sasaran TMMD 107 Kodim Lobar

Lombok Utara – Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. MM., selaku Komandan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 107 tahun 2020 Kodim 1606/Lobar menyerahkan bantuan di Masjid Nurul Bashar Dusun Busur Barat Desa Rempek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara NTB, Sabtu (11/4).

Penyerahan bantuan kepada perwakilan masing-masing masjid lokasi pelaksanaan TMMD ke 107 tersebut berupa sajadah hambal, Alqur’an dan alat pencuci tangan beserta sabun untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dandim 1606/Lobar dalam sambutannya menyampaikan penyerahan bantuan ini selain dalam rangka TMMD ke 107, juga sebagai wujud kepedulian Satgas TMMD dalam rangka peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta upaya mencegah penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Lombok Utara khususnya Desa yang menjadi sasaran TMMD.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Dansatgas atas dukungan dan partisipasi masyarakat selama pelaksanaan TMMD mengingat tujuan dari TMMD adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Alhamdulillah di desa yang dijadikan sebagai lokasi TMMD, saya melihat kebersamaan dan kekompakan dan keakraban antara anggota Satgas dengan masyarakat luar biasa,” ungkap Efrijon sambil tersenyum.

Kondisi seperti ini, lanjutnya, harus terus dijaga dan dibina serta ditingkatkan sehingga dalam kondisi apapun TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan.

Orang nonor satu di Kodim Lobar itu juga menyinggung tentang wabah Covid-19 dan memberikan imbauan untuk melaksanakan dan mentaati semua imbauan pemerintah mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan hingga lingkungan yang lebih luas.

“Sering-sering mencuci tangan, gunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung, jaga jarak dalam berkomunikasi, banyak diam di rumah (Stay at home), rajin berolahraga dan berjemur, serta banyak berdoa agar wabah ini segera berakhir,” imbaunya.

Sebelumnya, Kades Genggelang Almadodi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada TNI yang memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakatnya.

“Apa yang dilakukan oleh TNI memberikan kerja nyata dan ini TMMD yang kedua kalinya,” ujar Almadodi.

Pada tahun 1992, kegiatan yang sama juga pernah dilakukan di desanya dengan nama ABRI Masuk Desa (AMD) dengan program membuat sarana air bersih dan hasilnya sangat dirasakan oleh masyarakat Genggelang hingga saat ini.

Menurutnya, pembangunan jembatan baru membantu warga terutama petani untuk membawa hasil pertanian produksi perkebunan sehingga dapat mempermudah dan mempercepat jalan yang dulunya jauh melingkar. “Sekarang dengan adanya jembatan baru menjadi dekat,” ungkapnya.

Selain itu, Kades juga berharap agar kedepan TMMD bisa dilaksanakan kembali di desanya mengingat karya dan bantuan sangat bermanfaat dan membekas dlam hati masyarakat.

Adapun program fisik TMMD berupa pembukaan jalan baru, pembuatan jembatan, pembuatan talud, pembuatan tempat wudhu dan MCK di dua lokasi sampai hari ini sudah mencapai 90 persen, sedangkan program non fisk yang sudah dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi saat ini yakni melaksanakan penyuluhan tentang Kamtibmas wilayah dan penyuluhan tentang gerakan masyarakat hidup sehat melawan Covid-19, penyemprotam larutan dispektan bersama masyarakat di desa lokasi TMMD.

Riwayat Kontak 33 Positif Covid-19

Mataram – sumbawanews.com,

Riwayat Kontak 33 Pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB

Rumah adalah Tempat Paling Aman
Jangan Biarkan Pemerintah Bekerja sendiri
Mari putus Rantai penyebaran covid19

1. Lombok Timur Aikmel, Hj Yuyum (50) pembina Ponpes Al-Kautsar Al-Gontori. Muktamar Internasional Jakarta. Pasien telah sembuh dan kembali ke rumah;

2. Suami, Pemimpin Ponpes Al-Kautsar Al-Gontori. Muktamar Internasional Jakarta;

3. Dasan Agung Mataram. Inisial J (55) riwayat ke Jakarta. Pasien meninggal;

4. Mataram LJ (44) dari Tabligh Akbar Gowa berasal dari Kelurahan Rembiga Kota Mataram;

5. YT (46) Domisili Kekalik Jaya Mataram, Warga Buleleng Bali. Riwayat dari Bogor. Pasien telah sembuh dan pulang;

6. M (44) asal Desa Lunyuk Rea, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Pernah berinteraksi dengan pasien 01 asal Lombok Timur;

7. M (59) Pengempel Indah Bertais Mataram. Mengikuti tabligh Akbar di Gowa;

8. H (33) asal Bagu, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Tiga tahun kerja di kapal pesiar dan balik dari Amerika ke Lombok;

9. NM (28) perempuan Lombok Timur – Riwayat kontak fisik dengan pasien 01;

10. MI (41) laki-laki asal Lombok Timur – Riwayat kontak fisik dengan pasien 01; (sembuh)

11.Pasien nomor 11, pria berinisial N (65) asal Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung dalam kondisi baik.

12. Pasien nomor 12, perempuan berinisial FBM (38 tahun), penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang yang baru pulang dari daerah terjangkit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

13.Pasien nomor 13, pria berinisial LAB, usia 54 tahun, penduduk Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dalam kondisi baik;

14. Pasien nomor 14, inisial RM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Dalam 14 hari sebelum sakit, pasien memiliki riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam kondisi baik;

15.Pasien nomor 15, inisial MA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam keadaan baik;

16. Pasien nomor 16, berinisial SL, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19 tidak pernah. Pasien memiliki kontak erat dengan pasien nomor 14. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dalam keadaan baik;

17. Pasien nomor 17, berinisial KP, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke luar NTB namun suami memiliki riwayat bepergian ke Bali dalam 14 hari terakhir sebelum pasien sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di RSUD dalam kondisi baik;

18. Pasien nomor 18, berinisial YRW, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien Positif Covid-19 nomor 04. Riwayat bepergian ke luar NTB selama 14 hari sebelum sakit tidak pernah. Pasien meninggal setelah dirawat di RSUD Kota Mataram;

19. Pasien nomor 19, berinisial AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini kondisinya baik;

20. Pasien nomor 20, berinisial MZ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kecamatan Cakra Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dalam kondisi baik;

21.Pasien nomor 21, berinisial D, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Monjok, Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 05. Saat ini tinggal di Wisma Nusantara untuk karantina dan dalam kondisi baik;

22. Pasien nomor 22, berinisial FES, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pasien memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

23. Pasien nomor 23, berinisial MP, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 18. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

24. Pasien nomor 24, berinisial DC, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 18. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

25. Pasien nomor 25, berinisial MAS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 01. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

26. Pasien nomor 26, an. Tn. SR, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Selong Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;

27. Pasien nomor 27, an.HW, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Pasien dan keluarganya tidak ada riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

28. Pasien nomor 28, an. Ny. CT, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

29. Pasien nomor 29, an. Nn. FYT, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 04. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

30. Pasien nomor 30, an. Ny. RA, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien nomor 04. Saat ini menjalani karantina di Wisma
Nusantara dengan kondisi baik;

31. Pasien nomor 31, an. Nn. DAR, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Pasien memiliki kontak erat dengan Pasien nomor 21. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi
RSUD Kota Mataram dalam keadaan baik;

32. Pasien nomor 32, an. Nn. FNH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Pasien memiliki kontak erat dengan Pasien nomor 21. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi
RSUD Kota Mataram dalam keadaan baik;

33. Pasien nomor 33, an. Ny. PTS, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Monjok Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Pasien memiliki kontak erat dengan Pasien nomor 21.

 

Prajurit TNI Bantu Warga Perbatasan Bangun Rumah

(Merauke. Sabtu, 11 April 2020).  Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, membantu pembangunan rumah Bapak Slamet (25 th) yang tinggal di Bupul 1, Kampung Sipias, Distrik Eligobel, Kab. Merauke, Provinsi Papua, Jumat (10/4/2020).

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan bahwa membantu pembangunan rumah salah satu warga binaan dilaksanakan oleh enam personel Pos Kotis, dipimpin Kopda Asari.  Kegiatan ini bagian dari Pembinaan Teritorial Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad. “Sebagai wujud kepedulian terhadap warga di wilayah binaan, kami (Satgas) turut membantu tenaga guna mempercepat pembangunan rumah warga pendatang yang berada disekitar Pos Kotis,” ujarnya.

 

Menurut Mayor Inf Rizky Aditya, membantu pembangunan rumah warga merupakan salah satu usaha dalam mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat, sehingga kehadiran Satgas Pamtas dapat dirasa manfaatnya oleh masyarakat di perbatasan.

 

“Harapannya, kegiatan teritorial yang rutin dilaksanakan oleh seluruh Pos Satgas di daerah binaan masing-masing ini, akan terus mempererat tali silaturahmi, kebersamaan dan kedekatan antara TNI dan warga perbatasan yang telah terjalin selama ini,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Bapak Slamet mengucapkan banyak terima kasih kepada prajurit TNI atas kepedulian dan bantuan tenaga dalam membantu pembangunan rumahnya. “Kami sangat terbantu dan senang atas kedatangan dan kepedulian Bapak-bapak TNI khususnya anggota Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Kotis,” ucapnya. (Bdr)

Berita Terkini

Cabe Rawit di Matras: Bocah Jakarta Bikin Gempar Piala Presiden Silat

Sumbawanews.com,- Jakarta, 25 Juni 2026 — Di tengah hiruk-pikuk ribuan pesilat dari seluruh penjuru Nusantara, seorang bocah berpostur mungil asal Jakarta tiba-tiba menjadi pusat...

Joey Suk, Pemain Eropa yang Hilang Sebelum Sumpah Jadi WNI

Sumbawanews.com,- Pada 2011, Timnas Indonesia nyaris mendapatkan kekuatan baru dari jantung tengah Eropa. Joey Suk, gelandang berdarah Indonesia-Belanda yang pernah bermain di klub-klub divisi...

Timnas Futsal U-17 Indonesia Kalah 0-4 dari Spanyol, Souto: Butuh Kompetisi Berkelanjutan

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Futsal Indonesia U-17, Hector Souto, mengungkapkan bahwa kekalahan telak 0-4 dari Spanyol dalam laga uji coba di Castro del Rio, Cordoba,...

OPPO Reno16 Series Meluncur dengan Desain Planet 3D dan Kamera Selfie 50MP Ultra-Wide

Sumbawanews.com,- JAKARTA — OPPO resmi mengumumkan peluncuran seri Reno16 di Indonesia, membawa terobosan desain dan kamera yang ditujukan untuk generasi konten digital. Tiga varian...

Berita Utama