Home Berita Olah Raga Timnas Futsal U-17 Indonesia Kalah 0-4 dari Spanyol, Souto: Butuh Kompetisi Berkelanjutan

Timnas Futsal U-17 Indonesia Kalah 0-4 dari Spanyol, Souto: Butuh Kompetisi Berkelanjutan

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Futsal Indonesia U-17, Hector Souto, mengungkapkan bahwa kekalahan telak 0-4 dari Spanyol dalam laga uji coba di Castro del Rio, Cordoba, pada Rabu (24/6/2026), bukanlah indikator ketidakmampuan, melainkan bukti betapa minimnya kesempatan bermain para pemain muda Garuda Muda di level internasional.

Meski hasil akhir menunjukkan keunggulan mutlak tim tuan rumah, Souto justru memuji ketahanan mental dan semangat juang para pemainnya yang tak pernah menyerah meski dihujani serangan sepanjang pertandingan. Dalam unggahan resminya di Instagram pada Kamis (25/6/2026), ia menegaskan bahwa para pemain ini tumbuh dalam sistem yang jauh dari ideal—berlatih hanya dalam turnamen singkat berdurasi seminggu, tanpa akses ke struktur latihan modern, kompetisi rutin, atau pengalaman bertanding berkelanjutan.

“Ini bukan soal kalah atau menang. Ini soal proses,” ujar Souto. “Mereka belajar dari sisa-sisa kesempatan, bukan dari rutinitas. Tapi lihatlah: mereka tetap berdiri, tetap bertarung, bahkan ketika lawan jauh lebih berpengalaman, lebih cepat, dan lebih terstruktur.”

Laga tersebut merupakan bagian dari IV Torneo Internacional U17 – VI Nations, ajang yang menjadi bagian dari program pemusatan latihan (TC) Timnas Futsal U-17 di Spanyol. Souto, yang turut mendampingi tim di bawah koordinasi pelatih kepala Amril Daulay, menekankan bahwa tanpa kompetisi berkelanjutan di level tinggi, sulit bagi pemain Indonesia untuk mengejar ketertinggalan teknis dan taktis dari negara-negara seperti Spanyol, yang telah membangun ekosistem futsal muda yang matang selama bertahun-tahun.

“Kami tidak menuntut kemenangan malam ini. Kami menuntut kesempatan—kesempatan untuk bermain, untuk gagal, untuk bangkit, dan untuk belajar. Itu yang tidak bisa dibeli dengan pelatihan intensif selama sebulan. Itu butuh waktu, rutinitas, dan kompetisi yang konsisten.”

Pernyataan Souto menjadi pengingat keras bagi pengembangan sepak bola muda di Indonesia: prestasi bukanlah hasil dari program jangka pendek, melainkan akumulasi dari sistem yang berkelanjutan. Bagi Garuda Muda, kekalahan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang yang harus dimulai dari fondasi yang benar.

Previous articleOPPO Reno16 Series Meluncur dengan Desain Planet 3D dan Kamera Selfie 50MP Ultra-Wide
Next articleJoey Suk, Pemain Eropa yang Hilang Sebelum Sumpah Jadi WNI