sumbawanews.com,- Pendidikan adalah poros penting dalam kehidupan suatu negara, dimana pendidikan ini akan membawa kemajuan dan kebangkitan bangsa, oleh karena itu Dharma Pertiwi sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan dimana salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, sangat memiliki konsentrasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto saat menjadi Keynote speech pada Webbinar Hari Disabilitas Internasional 2020 yang dilaksanakan secara virtual, bertempat di kediaman kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (6/12/2020).
Acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) Jakarta Raya ini, mengangkat tema, “Not All Disabilities Are Visible” diikuti oleh Dokter SpKFR, Dokter Spesialis lain, Dokter Umum, Tenaga Medis yang tersebar dari seluruh Indonesia.
Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Dharma Pertiwi yang beranggotakan istri-istri TNI yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, masing-masing memiliki sekolah, baik sekolah umum maupun juga sekolah luar biasa bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Dalam menjalankan programnya, Dharma Pertiwi selalu mendapat arahan, bimbingan dan dukungan dari OASE KIM yaitu organisasi istri kabinet Indonesia Maju yang pembinanya adalah Ibu negara, Ny. Iriana Joko Widodo selaku penasehat Dharma Pertiwi,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat dilakukan dengan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi merupakan salah satu strategi pemberian akses pendidikan kepada semua anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan bersama-sama anak yang lain.
“Inklusi adalah sistem yang menempatkan semua pemangku kepentingan pendidikan kepala sekolah, guru, pengurus yayasan, tenaga pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak berkebutuhan khusus guna dapat mengembangkan potensinya secara optimal,” tandas Ny. Nanny Hadi Tjahjanto. (Ahm)
SUMBAWA – Lembaga Survei Nasional Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) Kembali merilis hasil survey Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020. Quick Survey ini digelar dengan melibatkan 600 responden pada 30 November – 3 Desember 2020. Survei menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan margin of error +/-4% pada tingkat kepercayaan 95%.
Menurut Muslimin Tanja, Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia dalam releasenya yang diterima media ini, Sabtu (4/12/2020), dimana, Elektabilitas pasangan nomor urut 05 Syarafuddin Jarot-Mokhlis mengungguli pasangan lain dengan perolehan elektabilitas sebesar 25,8%. Posisi kedua adalah Mahmud Abdullah-Dewi Noviany dengan elektabilitas 24,2%. Sementara di urutan ketiga adalah pasangan independen nomor urut 03 Talifuddin-Sudirman dengan perolehan elektabilitas 15,3%, di urutan keempat pasangan no urut 01 dengan elektabilitas 13,5%, dan terakhir adalah pasangan 02 Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam dengan elektabilitas sebesar 8,1%. Masih ada sekitar 13,1% responden yang tidak menjawab dan atau merahasiakan jawabannya.
Dengan sisa waktu kurang dari 1 minggu menjelang pencoblosan, Puspoll Indonesia memprediksi bahwa pasangan Jarot-Mokhlis paling berpeluang memenangkan Pilkada Sumbawa pada 9 Desember 2020. Hal tersebut tidak lepas dari trend survey paslon Jarot-Mokhlis yang terus mengalami kenaikan, bahkan sudah teratas menyalip elektabilitas Moh-Novi. Sementara pesaing terdekatnya cenderung mengalami stagnasi elektabilitas. “Survey Puspoll Indonesia ini membaca, tanda kemenangan kuat ada di paslon nomor 5 Jarot – Mokhlis, salah satu tanda itu adalah elektabilitas Jarot- mokhlis yang terus naik dibanding paslon lain yang cenderung stagnan” ujar Muslimin Tanja Direktur Eksekutif PUSPOLL INDONESIA.
Jika kondisi ini terus terjadi terang Muslimin, bisa dipastikan pasangan Nomor urut 5 Syarafudin Jarot- Mokhlis akan memenangkan pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa. Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) adalah Lembaga survey nasional yang terdaftar dan terakreditasi di KPU Sumbawa dan tergabung di PERSEPI (Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia).
(Bengkayang-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas memberikan pengobatan kepada Munadi (41 th) dan Ujang (24 th) warga Dusun Saparan, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, yang mengalami luka akibat kecelakaan tunggal jatuh dari motor saat pulang bekerja dari kebunnya, Jumat (4/12/2020).
Salah satu keluarga korban mendatangi Pos Pamtas Sei Saparan, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalbar, untuk meminta bantuan dari Tim Kesehatan Pos Sei Saparan mengobati luka yang dialami anggota keluarganya tersebut.
Selanjutnya, setelah sampai di Pos, Letda Inf J Rompis, Komandan Pos (Danpos) Sei Saparan menyambut baik warga tersebut dan memerintahkan Praka Teguh Santoso, Tamtama Kesehatan (Takes) Pos Sei Saparan memberikan pertolongan pengobatan terhadap korban di rumahnya yang tidak jauh dari Pos.
“Setelah diperiksa oleh Takes kami, kedua korban mengalami luka lecet pada bagian kepala, pundak, jari tangan dan kaki, kemudian luka tersebut dibersihkan agar tidak terjadi infeksi serta diberikan obat pereda nyeri,” kata Letda Inf J Rompis.
Ditempat terpisah, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa tugas pokok prajurit Satgas bukan hanya menjaga keamanan di wilayah perbatasan, namun juga harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Usai diobati, Bapak Munadi mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang telah diberikan prajurit Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dari bapak-bapak TNI disini,” ucapnya.(Bdr)
Sumbawanews.com,- “Sejarah kelam masa lalu papua merupakan suatu proses dlm menuju kehidupan masyarakat papua yg lebih baik. Masa lalu merupakan merupakan suatu pengalaman yang berarti untuk menuju masa depan yg lebih baik”. Hal ini disampaikan Tokoh Masyarakat Papua, Yanto Khomlay Eluay yang merupakan Ondofolo Kampung Sereh Sentani.
Di Pendopo kediamannya di Sentani Jayapura pada acara Deklarasi “Pemuda Papua Bangkit” bersama Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5), Jumat (4/12/2020), Yanto menyampaikan pemikirannya tentang solusi sederhana penyelesaian masalah di tanah Papua, yaitu:
Pertama, kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai Pimpinan Masyarakat Hukum Adat adalah wajib menyelamatkan dan melindungi masyarakat adat dari semua aspek termasuk mati dan hidupnya. Masyarakat papua jangan mati kelaparan, mati kekurangan gizi, mati karena kebodohan dan lebih khusus mati karena ideologi yang diyakininya.
Kedua, Masyarakat Papua sebagai umat beragama di “Tanah Injil”, perlu untuk merevolusi iman dalam arti iman mengalahkan semua keinginan daging sebagai manusia biasa. Setiap masyarakat Papua wajib mewujudkan “Wajah Kristus” dalam perilaku hidup dan mendasari hidupnya dengan prinsip mengampuni secara total sebagai refleksi Hukum Tuhan yakni “Kasihilah Sesamu Manusia”.
“Dua hal subyektif tersebut yang mendasari pergerakan dan perjuangan saya dalam menyikapi situasi dan kondisi Papua saat ini,” ungkap Putra mendiang Ketua Presidium Dewan Papua, Dortheys Hiyo Eluay dengan tegas.
Selanjutnya Yanto memberikan refleksi dalam menyikapi manuver Saudara Benny Wenda dan rekan-rekannya di mana pun mereka berada yang masih mencari sensasi dengan mengorbankan rakyat Papua. Yanto melihat perbedaan ideologi dipupuk oleh perbedaan ras dan agama dalam konteks kita sebagai Warga Negara Indonesia.
“Ekspetasi ini ibarat benih yang terus ditaburkan, bertumbuh dan berbuah, seakan-akan tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk memperjuangkan kemerdekaan sebagai bangsa sendiri,” ucapnya.
Yanto kemudian menyebutkan adanya keyakinan kelompok yang ingin memisahkan diri dari Indonesia yaitu mati dalam perjuangan adalah mati suci dan menyamakannya dengan perjalanan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Hal ini menyebabkan banyak orang Papua mati dengan saling membenci, dendam dan marah terhadap sesama manusia yg berbeda ras dan agama. Semuanya dianggap sebagai kehendak Tuhan untuk mencapai kemerdekaan.
“Saya pernah berada dalam masa dimana saya berpikir seperti itu. Dalam perenungan hidup, mencari kebenaran sejarah Papua dan melihat masa lalu yang kelam, saya akhirnya mengambil keputusan memulai pergerakan untuk mengakhiri semua itu,” kata Yanto.
Ketua P5 itu pun kemudian menghimbau “Kepada saudara-saudariku masyarakat Papua yg saya cintai, marilah kita akhiri semua itu. Sudah cukup kita berjalan dalam lembah kekelaman, penderitaan, tangisan dan airmata. Biarlah ini menjadi catatan Sang Pencipta. Mari kita bangkit dari lembah kekelaman, berjalan dalam terang Kristus dan membangun Masyarakat Adat yang bermartabat, mempunyai jati diri, wibawa dan kehormatan di atas tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
“Selamat menyambut kelahiran Sang Raja Damai saudara-saudaraku setanah Papua, Damai sejahtera untuk kita semua” kata Yanto menutup penjelasannya.
HU ONDOFOLO IGWAIGWA ONDIKELEUW HALEUFOITEUW Yanto Khomlay Eluay.(*)
(Merauke). Dalam rangka mempererat kebersamaan dengan warga di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW bergotong-royong membersihkan pekarangan Rumah Budaya Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (5/12/2020).
Diungkapkan Dansatgas, kegiatan gotong-royong pembersihan Rumah Budaya tersebut dilaksanakan oleh enam orang anggota Satgas dari Pos Rawa Biru dipimpin Sertu Leo Marbun bersama-sama dengan warga. “Dengan adanya pembersihan ini, Rumah Budaya Rawa Biru menjadi lebih indah dan rapi serta enak dipandang mata, apalagi letaknya berada di tengah-tengah pemukiman warga,” ujarnya.
“Gotong-royong bersama warga perbatasan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kebersamaan antara Satgas dengan warga, yang selama ini telah berjalan dengan baik di Kampung Rawa Biru,” sambung Dansatgas.
Menurut Dansatgas, Rumah Budaya ini biasanya digunakan pada pada waktu-waktu tertentu saja, yakni untuk acara tradisi adat-istiadat masyarakat setempat. “Selain sebagai tempat pelaksanaan ritual adat-istiadat, Rumah Budaya ini juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan alat-alat maupun pakaian adat tradisional Kampung Rawa Biru,” jelasnya.
“Jadi, tempat ini memang penting untuk dirawat, karena secara tidak langsung akan berdampak pada kelestarian budaya masyarakat setempat,” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Kampung Rawa Biru, Thomas Sanggra (52 th) mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi Satgas Yonif 125/Simbisa yang telah membantu pelaksanaan gotong-royong membersihkan Rumah Budaya di kampungnya. “Rumah Budaya ini sekarang terlihat lebih bersih dan rapi. Semoga kegiatan bersama warga seperti ini tetap berlanjut dan ditingkatkan di kemudian hari,” tuturnya.
“Semoga keakraban dan kebersamaan seperti ini selalu ada di kampung ini, terima kasih Pak TNI atas kepeduliannya,” pungkasnya senang. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Menyambut bulan Desember, bulan yang penuh kasih bagi umat Nasrani, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad membagikan masker dan kaos kepada anak perbatasan RI-PNG di Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura.
Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (05/12/2020).
Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan pemberian masker dan kaos oleh Pos Mosso merupakan bukti perhatian dan kasih sayang kepada masyarakat khususnya anak-anak di Kampung tersebut. “Menyambut bulan Desember yang merupakan bulan penuh Kasih ini, kami juga ingin berbagi kepada masyarakat sebagai bukti kasih sayang kami kepada mereka,” ucapnya.
Sementara itu, Letda Inf Hary Bagus selaku Komandan Pos Mosso menuturkan bahwa kegiatan pembagian masker kepada anak-anak perbatasan merupakan upaya pencegahan Covid-19 yang saat ini masih berlangsung termasuk di wilayah Papua. “Kami ingin memberikan pemahaman juga kepada anak-anak bahwa mereka harus selalu menggunakan masker agar terhindar dari Virus Corona,” jelasnya.
Disamping itu, Letda Hary Bagus juga menyampaikan harapannya bahwa dengan pemberian kaos kepada anak-anak perbatasan, diharapkan dapat menambah kebahagiannya dalam menyambut hari besar Natal yang akan dirayakan. “Semoga dengan pemberian kaos ini menjadi kado untuk digunakan nantinya di hari Natal yang mereka rayakan,” harapnya.
Mataram – Masa kampanye terakhir Pilkada Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 benar-benar menjadi titik klimaks bagi pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).
Sejak pagi, atraksi flashmob SALAM Dua Jari dan pawai lintas budaya dilakukan ratusan relawan SALAM di sepanjang jalan utama Kota Mataram, dari Ampenan hingga Cakranegara.
Aksi simpatik ini menyedot perhatian warga masyarakat Kota Mataram. Selain menunjukan kecintaan mereka pada pasangan SALAM, kegiatan ini juga mempererat nilai-nilai persatuan dalam keberagaman di Kota Mataram.
Pawai budaya SALAM menampilkan pasangan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat seluruh etnis yang ada di Kota ini.
“Sangat menarik, dan kita sebagai warga Kota Mataram cukup simpati dengan kegiatan kampanye SALAM ini,” kata Hendra, warga Cakranegara, Kota Mataram.
Hendra bersama istri dan dua anaknya, menyempatkan diri melihat flashmob, dan menunggu iring-iringan konvoi pawai budaya SALAM di kawasan Cakranegara , Kota Mataram.
Menurutnya, konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan.
*Dukung Pilkada Sehat*
Ketua Tim Pemenangan SALAM , Eko Anugraha Priyanto mengatakan, sepanjang aksi di Ampenan hingga Sweta , tim relawan SALAM juga membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan.
“Kami prioritaskan untuk kampanyekan Pilkada Sehat, agar 9 Desember nanti Pilkada di Kota Mataram berjalan baik, aman, dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Eko
Menurut Eko, kampanye hari terakhir ini benar-benar di luar dugaan. Paket SALAM ternyata sudah sangat populer di kalangan warga masyarakat Kota Mataram.
Sejumlah warga yang menonton bahkan tak segan ikut menyanyikan lagu SALAM Dua Jari, dan jingle-jingle kemenangan SALAM.
“Alhamdulillah, kecintaan masyarakat Mataram kepada SALAM bisa kita lihat dengan nyata di penutupan kampanye ini. Inshaa Allah, Selly-Manan akan memimpin Kota Mataram 5 tahun ke depan,” tukasnya.
*Merawat Kebhinnekaan Kota Mataram*
Pawai budaya yang dilakukan SALAM di hari terakhir kampanye, bukan tanpa pesan.
Koordinator pawai budaya SALAM, Nyanyu Ernawati mengatakan, konvoi menggunakan sejumlah kendaraan roda tiga ini dilakukan untuk menunjukan bahwa SALAM akan memimpin dan sekaligus melayani semua warga masyarakat Kota Mataram.
Pasangan muda-mudi yang dirias menggunakan pakaian adat dari sejumlah etnis di Kota ini, juga diambil dari pemuda-pemudi di tiap kawasan berbeda.
Pakaian adat yang ditampilkan antara lain, adat Sasak Lombok, Sumbawa dan Bima (Sasambo). Kemudian adat Bali, Jawa, Sumatera, Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor-NTT), Makassar – Bugis dan juga adat keturunan Tionghoa.
“Ini menunjukan apapun latar belakang agama, etnis dan budayanya, masyarakat Kota Mataram akan dilayani oleh SALAM ke depan,” katanya.
Tim pemenangan SALAM, Made Slamet mengatakan, flashmob akbar dan pawai budaya lintas etnis dilakukan SALAM sebagai penutup masa kampanye Pilkada agar masyarakat bisa memahami bahwa Pilkada Kota Mataram adalah wadah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan riang gembira.
Namun, hingar bingar Pilkada tetap harus mengedepankan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
“Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pun dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan,” ujar Made Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram.
Sementara itu disela-sela konvoi pawai budaya , tim parade budaya roda tiga viar dan Ambulance Gudek SALAM juga membagikan masker kepada warga dan pengendara di beberapa sudut kota Mataram .
“Ini salah satu bentuk komitmen SALAM dalam mendukung Pilkada Sehat sekaligus mengedukasi warga kota Mataram agar tetap memakai masker diera pandemi ini,” ujar larasati , dara manis yang memakai baju adat sumbawa.
*Menang Bermartabat dan Melayani Masyarakat*
Konvoi pawai budaya dilepas oleh Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dari kediamannya di kawasan Jalan Panji Masyarakat, Kekalik, Kota Mataram.
Sambutan masyarakat nampak antusias ketika pasangan Selly-Manan pun ikut turun menyapa.
Selly Andayani melambaikan tangannya penuh cinta pada masyarakat yang dilintasi. Begitu juga dengan TGH Abdul Manan yang menggunakan kendaraan berbeda.
Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kampanye penutup SALAM menghadirkan hak yang berbeda, untuk menggugah kesadaran bersama masyarakat tentang keberagaman yag harus terus dirawat di Kota Mataram.
“Kita lakukan hari ini dengan menampilkan pakaian adat dan budaya semua etnis yang ada di Kota Mataram. Kota ini adalah miniatur Indonesia yang multi agama, multi etnis dan multi golongan, tetapi tetap rukun dan bersatu. Itulah wujud nyata empat pilar kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Selly Andayani.
Menurutnya, flashmob SALAM dan pawai budaya juga menunjukan bahwa pasangan Selly-Manan hadir untuk melayani masyarakat.
Kepada para relawan,Selly juga mengingatkan untuk selalu menanamkan dalam hati semangat melayani masyarakat.
“SALAM hadir untuk melayani masyarakat. Tanamkan dalam hati bahwa kita ini adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan hati yang tulus ikhlas, demi Mataram yang berkah dan cemerlang,” tandasnya.
Selly menegaskan, SALAM ingin meraih kemenangan di Pilkada Kota Mataram dengan cara-cara terhormat dan bermartabat. Ia meminta tim pemenangan dan para relawan untuk sama-sama berjuang dengan cara-cara yang sehat dan jujur dalam kontestasi politik lima tahunan ini.
“SALAM ingin menang secara terhormat dan bermartabat. Dengan cara-cara yang jujur. Karena dengan begitulah kita mendapat legitimasi yang kuat dari masyarakat Kota Mataram,” tegasnya.
*Langkah Akhir yang Makin Tak Terbendung*
Flashmob akbar dan konvoi pawai budaya SALAM di Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 menjadi langkah akhir dari langkah panjang SALAM selama masa kampanye PIlkada Kota Mataram.
Sepanjang kampanye cukup banyak gerakan SALAM yang mampu menginjeksi kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram yang Madani, Berkah dan Cemerlang.
Gaya kampanye blusukan dan langsung mengaplikasikan program membuat Selly-Manan menjadi pemimpin yang tanpa sekat dengan masyarakat.
Rara Wazira , salah seorang relawan yang selalu mendampingi Selly Andayani saat blusukan, menceritakan potongan kesan bangganya.
“Sering kita sampai terharu bercampur bangga ketika bunda Selly turun ke masyarakat. Bunda tidak segan membersihkan wajah lansia dengan tisu dan memasangkan masker. Bahkan suatu ketika beliau juga menyuapkan makanan ke lansia yang ditemui. Ini pemimpin yang luar biasa perhatiannya, saya merinding kalau ingat,” kata Rara yang diamini oleh relawan tim 12 blusukan SALAM seperti Hj Nurjanah, Haji Zakir, Haji Adi Karang Genteng, Hitman , TGH Fikri, Rozi Copok , dan lain-lain.
Haji Zakir Turide menambahkan , di beberapa lokasi kampanye blusukan, banyak juga masyarakat yang langsung menyambut dengan nyanyian SALAM dua jari, meski di wilayah tersebut bukan basis Selly-Manan dan belum pernah dikunjungi.
“Inshaa Allah, tinggal selangkah lagi SALAM akan memenangkan Pilkada Kota Mataram ini. 9 Desember nanti akan mencatat sejarah ini,” tukas pria humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini.
Sumbawanews.com,- Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang ke 75 Tahun, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad turut berpartisipasi dalam perayaan melalui penanaman 1.000 pohon yang digelar di Pasar Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya disela-sela acara, bertempat di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (05/12/2020).
Dansatgas menjelaskan bahwa kegiatan perayaan Hari Bhakti PUPR tersebut dilaksanakan secara virtual yang dipimpin langsung oleh Menteri PUPR Bapak Ir. M. Basuki Hadimulyono, M.Sc., Ph.D. serta diikuti setidaknya 150 balai yang tersebar di Indonesia dibawah naungan Kementrian PUPR.
“Peringatan Hari Bhakti PUPR yang dipimpin langsung oleh Bapak Menteri PUPR tersebut berlangsung secara sederhana, namun memiliki makna yang baik dalam pengabdiannya di tahun ke 75. Semoga Kementerian PUPR semakin Profesional dalam mengawal pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ungkap Mayor Anggun.
Setelah pelaksanaan perayaan secara Virtual, Selaku Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Jayapura, Bapak Edu M. Paulus Sasarari mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi tamu undangan dalam acara perayaan Hari Bhakti PUPR tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir dalam perayaan Hari Bhakti PUPR, kami berkomitmen akan meningkatkan Profesionalitas agar kami dapat mengawal pembangunan di Papua khususnya wilayah Jayapura ini dengan sebaik mungkin,” ujar Edu.
Sebelum acara berakhir, Kepala Balai beserta para tamu undangan melaksanakan penanaman 1.000 pohon di sekitar lokasi acara. Adapun jenis tanaman tersebut diantaranya mangga, kelengkeng, jeruk, matoa dan alpukat. “Kami berharap pohon yang ditanam ini nantinya akan tumbuh besar dan bermanfaat bagi warga sekitar,” katanya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Adat Skouw Stanis Tanfa chilong, Kapolsub Sektor Skouw Iptu Kasrun, Danramil Tami Lettu Inf Luther Meraudje, Danposal Letda (Mar) Sumantri, serta Danpos RRI Letda Inf Mujib.
Sumbawanews.com,- Patricia Febi Widia Nugrahani, siswa kelas XI SMA Pradita Dirgantara berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi model Perserikatan Bangsa-bangsa yang ia ikuti. Ia mendapatkan penghargaan sebagai “Honorble Mention of United Nations Commission on the Status of Women” dalam kompetisi Online Distancing Model United Nation 3.0 yang diselenggarakan pada 14 – 15 November 2020 dan mendapatkan penghargaan sebagai Best Delegate Crisis Committee dalam kompetisi TogetherMUN 1.0 pada tanggal 27 – 28 November 2020.
Model United Nations, yang juga dikenal sebagai Model UN atau MUN, adalah pendidikan simulasi dan/atau kegiatan akademik di mana siswa dapat belajar tentang diplomasi, Hubungan Internasional, dan PBB. Model UN mengajarkan siswa untuk dapat meneliti, berbicara di depan umum, negosiasi, menulis, dan menyusun dokumen. Selain itu, Model UN melibatkan siswa untuk berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Biasanya kegiatan ini adalah ekstrakurikuler, beberapa sekolah juga menawarkan MUN sebagai sebuah kelas. (Sumber: Wikipedia)
Peserta ajang konferensi Model United Nations, berperan sebagai delegasi, yang ditempatkan di komite dan ditugaskan negara, atau kadang-kadang organisasi lain atau berperan sebagai tokoh-tokoh politik. Mereka diberi tugas-tugas di awal, dan bersama dengan komite mereka akan membahas topik yang disepakati. Delegasi melakukan penelitian sebelum konferensi dan merumuskan posisi, kemudian mereka akan berdebat dengan sesama delegasi. Pada akhir konferensi, delegasi terbaik dalam masing-masing komite, kadang-kadang diakui dengan memberi penghargaan. (Sumber: Wikipedia)
Dalam kompetisi tersebut Patricia mendapatkan peran sebagai delegasi beberapa negara diantaranya Jepang, Tanzania dan Romania. Tantangan mengikuti MUN memiliki kesan tersendiri bagi Patricia. “Tantangannya sebenarnya banyak, baik dari sebelum maupun saat MUN itu sendiri. Kalau sebelum MUN, saya harus melakukan research untuk topik yang ditentukan, posisi negara saya menurut hukum setempat yang berlaku, dan aksi yang sudah pernah dilakukan dalam negara tersebut atau aksi internasional terkait topik”, ujar Patricia.
“Research itu sangat penting untuk menulis position paper, yakni sebuah essay untuk menyatakan posisi negara dan menyampaikan ide solusi yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Research juga berguna saat hari H pelaksanaan MUN untuk bahan pidato dan debat”, imbuhnya.
Selain itu, menurut Patricia tantangan yang cukup berat adalah ketika harus menggunakan Bahasa Inggris Formal di dalam diskusi. “Saya memang terkadang berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan teman dan kakak saya, namun tidak pernah menggunakan bahasa yang formal dan diplomatis, sehingga saya tetap harus mendalami bahasa ini. Tantangan yang menurut saya paling besar adalah melawan ketidakpercayaan diri,” ujarnya.
“Saya belum pernah memenangkan lomba pidato atau debat dalam bahasa Inggris sebelumnya dan banyak delegasi yang sudah memiliki pengalaman dan dasar yang kuat dalam pidato/debat. Namun saya selalu berpikir untuk tidak pernah iri dengan delegasi lain, melainkan saya belajar dari mereka dengan harapan yang menjadi kelebihan mereka bisa saya terapkan dan yang menjadi kekurangan mereka bisa saya carikan solusi supaya saya tidak melakukan hal yang sama,” katanya.
Dalam kesempatan ini Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara, Dr. Yulianto Hadi. M.M., juga menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Patricia. “Salah satu Seven Survival Skills yang diajarkan oleh sekolah adalah kemampuan untuk berkomunikasi, penting bagi siswa untuk dapat menyampaikan pendapat dan apa yang ada di alam pemikiran mereka. Model United Nation ini merupakan ajang yang dapat mengembangkan skills siswa terutama skill komunikasi karena mereka harus berdiskusi dan mencapai kesepakatan mengenai isu global. Selain itu siswa juga harus memiliki kemampuan penelitian yang cakap karena apa yang harus dipaparkan tentunya harus berdasarkan data,” ujar Bapak Yuli.
Kepala Sekolah juga menyampaikan bahwa program sekolah juga telah didesain untuk memfasilitasi siswa mengasah Seven Survival Skills, salah satunya komunikasi termasuk public speaking melalui program “Speech” dimana para siswa setiap hari sebelum apel pagi harus menyampaikan pidato dalam Bahasa Inggris secara bergiliran. “Harapan saya, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi Patricia dan juga siswa-siswa yang lain untuk terus berkarya, mengembangkan diri dan “sinau terus!” (belajar terus),” pungkasnya. (Oscar/Humas/SMA Pradita Dirgantara)
SUMBAWA BARAT – Jelang pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang gabungan TNI Polri Dari Kodim 1628/SB Dan Polres Sumbawa barat menggelar rapat koordinasi dan pembekalan petugas pengamanan TPS bertempat di Gedung Pertemuan Bukit Bintang Jalan lintas Tano Taliwang yang diikuti seluruh Danramil Jajaran Kodim 1628/SB Kapolsek Sejajaran Polres Sumbawa barat serta Babinsa, Babinkamtibmas yang ada di Sumbawa Barat.
Jumat (4/12/2020)
Rapat koodinasi tersebut dilakukan untuk memberi pembekalan kepada anggota TNI maupun Polri terkait pengamanan Pilkada mulai pendistibusian Logistik Pilkadake masing – masing TPS sampai dengan pengembalian kertas suara setelah pemungutan suaran dan penghitungan
tidak hanya itu, mengingat pelaksanaan Pilkada ditengah Pandemi Covid 19 tentu yang menjadi penekanan dimana dalam proses pemungutan suara nantinya di TPS adalah Protokol Covid, hal tersebut menjadi Peran TNI – Polri serta seluruh elemen masyarakat dilapangan untuk selalu memberi penekanan baik ke panitia pemungutan suara ataupun masyarakat yang datang untuk memberikan hak, pilih harus tetap mempedomani Protokol Kesehatan.
Pada Kesempatan tersebut Kapolres Sumbawa Barat AKBP Herman Suriyono S.IK HM mengatakan puncak pelaksanaan pesta demokrasi berbeda dengan tahun sebelumnya ,saat ini kita semua harus terbiasa bahwa kita berada di pandemi ,tentu dalam pelaksanaan Pilkada di Sumbawa Barat kita tidak mau ada klaster baru terus meyakinkan masyarakat tetap pedomanin Protokol kesehatan .
Terutama Dalam pelaksanaan Pilkada nantinya baik TNI maupun Polri harus meyakinkan masyarakat tidak perlu takut ragu datang ke tempat pemungutan suara karena regulasi Sop Protokol kesehatan menjadi yang terpenting dalam pelaksanaan pilkada di Sumbawa Barat.‘’pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi menjadi tantangan bersama TNI – Polri dalam melaksanakan dan mensukseskan PIlkada 2020, kekompakan dan kebersamaan dengan tetap memberi imbauan kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan adalah hal yang harus ditegakkan agar tidak muncul klaster baru’’
Sementara Komandan Kodim 1628/ Sumbawa Barat Letkol Czi. Sunardi ST.M.IP menekankan kepada anggota TNI – Polri baik yang bertugas di TPS maupun yang melakukan pengamanan pengataran KPU harus mengutamankan pengamankan logistik sampai masing masing Desa dengan tetap pedomani protokol Sop Covid -19 diantaranya menyiapkan, menyemprotkan disifektan, siapkam handsanytzer, pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,
“jangan lengah dan teledor dalam melaksanakan tugas tetap menjadi acuan Sop Protokol Covid -19 kesehatan.,Jelasnya.
Inilah bentuk tanggungjawab moral kita TNI – Polri, harus membantu mensukseskan pelaksanaan Pilkada khususnya di Sumbawa Barat, ikuti aturan dan ketentuan yang berlaku jaga nama baik institusi kita tetap semangat Jaga netralitas TNI ,- Polri untuk memberikan rasa aman, nyaman kepada maysarakat dalam menyalurkan aspirasi dalam berdemokrasi secara langsung umum bebas dan rahasia, pada saat kegiatan semua tahapan pilkada jangan kita terpengaruh hal hal yang mengganggu”,pegang teguh Komitmen kita bersama untuk menjamin kondusifitas stabilitas keamanan wilayah, tandasnya.
Selain itu pembekalan disampaikan juga oleh ketua KPUD Kabupaten Sumbawa Barat Denny Saputra, Ketua Bawaslu ,Dan Kadiskes KSB
PBTI – Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (Ketum PBTI), Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M. menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada tim Pelatnas...
Mulia – Kodim 1714/Puncak Jaya menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, pada Minggu (21/06/2026). Kegiatan ini...
Sumbawanews.com,- Krisis pasokan batu bara yang memicu pemadaman listrik bergilir di Jawa kembali memicu sorotan tajam dari Komisi XII DPR. Wakil Ketua Komisi XII,...
Sumbawanews.com,- Malam ini, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa, resmi ditahan di Rumah...