Home Blog Page 2543

Digigit Ular, Seorang Anak Usia 7 Tahun Mendapat Pertolongan Pertama Dari Satgas Yonif 125/Simbisa

(Merauke). Peduli akan penderitaan dan kesulitan warga, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa memberi pertolongan pertama kepada Virginia Ndiken (7 th) warga Kampung Yanggandur, Distrik Sota, yang digigit ular.

 

Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa peristiwa naas yang dialami Virginia Ndiken terjadi pada Minggu (6/12/2020), saat ia bermain di belakang rumah dan tiba-tiba seekor ular menggigit kaki kirinya.  “Sontak Virginia berteriak dan menjerit kesakitan, sehingga ibunya spontan berlari menghampirinya,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, mengetahui putrinya digigit ular dan terus meringis kesakitan, Oviana Mayua (32 th) langsung membawa Virginia ke Pos Yanggandur Satgas 125/Simbisa untuk meminta pertolongan.

 

“Setibanya di Pos Satgas, Danpos Yanggandur Letda Inf Agustoni Siboro memerintahkan tim kesehatan untuk memberikan pertolongan kepada Virginia, selanjutnya Pratu Alpindo dan Pratu Surya Adhitya dengan sigap melakukan tindakan medis,” ungkapnya.

 

Usai melakukan pembidaian dan pemasangan infus, Letda Inf Agustoni kemudian memerintahkan Serda Jeremy Sinaga beserta tiga orang anggota membantu mengevakuasi Virginia ke Puskesmas Sota untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

 

Dijelaskan pula bahwa Satgas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW selalu berusaha untuk membantu mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat perbatasan. “Kita berharap, semoga kondisi Virginia dapat segera membaik dan pulih seperti sediakala,” kata Dansatgas.

 

Sementara itu, Oviana Mayua mengucapkan terima kasih kepada Satgas Yonif 125/Simbisa, khususnya Pos Yanggandur yang telah memberikan pertolongan dan membantu mengevakuasi putrinya. “Terima kasih Pak TNI atas segala bantuannya. Kiranya Tuhan selalu melindungi bapak-bapak semua,” ucapnya. (Bdr)

HBK : Dugaan Korupsi Edhy Prabowo Tindakan Pribadi, Tidak Mewakili Gerindra

Mataram – Petinggi Partai Gerindra H. Bambang Kristiono, SE (HBK) angkat bicara terkait penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo oleh petugas KPK terkait dugaan korupsi eksport Benih Bening Lobster (BBL) beberapa waktu lalu.

HBK yang Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra mengatakan, penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh petugas KPK sangatlah disesalkan, sangat disayangkan, selanjutnya menghimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra di seluruh Indonesia untuk tetap tenang, tegar dan tidak terpengaruh dengan peristiwa ini.

Ia menegaskan, hal ini bisa terjadi kepada siapa saja, terutama kepada para pejabat publik yang khianat, yang tidak mampu memegang amanah pimpinan dan rakyatnya.

“Peristiwa seperti ini menurut hemat saya bisa terjadi kepada siapa saja, utamanya kepada mereka2 yang tidak amanah dalam menjaga kepercayaan pimpinan juga rakyatnya, terlebih dalam kehidupan masyarakat yang sudah berbalut materialisme seperti sekarang ini,” ujar HBK, Minggu (06/12)

HBK menegaskan, Partai Gerindra sangat menghormati dan mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kita juga percaya bahwa KPK akan bertindak benar, adil dan profesional dalam menjalankan tugas-tugas serta kewenangannya dalam melakukan penindakan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bagaimanapun, kita semua sebagai rakyat Indonesia masih sangat berharap kepada KPK untuk tetap eksis dalam penegakan hukum dan keadilan ditengah-tengah kehidupan rakyat kita,” paparnya

HBK mengatakan, peristiwa ini sebaiknya dijadikan pelajaran yang sangat berharga, bahwa para pejabat publik itu sebaiknya harus selalu bermawas diri, waspada dan amanah dalam menjaga kepercayaan pimpinan serta rakyat kita dengan sebaik-baiknya. Sebab jika tidak, mereka akan sangat rentan terjerumus kepada perilaku tindak pidana korupsi.

“Memang berat untuk menjadi seorang pemimpin di era seperti sekarang ini, dimana godaannya sangat menyilaukan mata, pikiran, juga hati kita,” imbuh HBK.

Tertangkapnya Edhy Prabowo oleh KPK, menurut HBK sangat pahit dirasakan oleh seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra. Terlebih Partai Gerindra sedang mengalami trend kenaikan elektabilitas dan kepercayaan publik yang semakin meningkat.

“Beberapa saat sebelum peristiwa penangkapan sdr. Edhy Prabowo, Partai Gerindra telah dinilai publik sebagai Partai yang paling bersih dari tindak pidana korupsi. Kita sebagai kader dan pengurus Partai Gerindra harus mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari peristiwa ini, bahwa kepercayaan pimpinan, kepercayaan rakyat, bukanlah warisan dari nenek moyang yang bisa kita pergunakan dan kita manfaatkan dengan sesuka hati,” tandas Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Selanjutnya, anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok ini meminta dan mengimbau kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra NTB untuk tetap bersemangat, bekerja keras, dan terus berjuang bersama rakyat.

“Hendaknya kita tetap bersemangat, dan fokus mensukseskan agenda2 besar Partai kita yg salah satunya adalah memenangkan semua Pilkada di NTB pada tahun 2020 ini,” ujarnya.

Menurut HBK, peristiwa penangkapan terhadap sdr. Edhy Prabowo mengindikasikan bahwa perjuangan Partai Gerindra ke depan akan semakin berat dan semakin sulit.

“Tapi kita tidak boleh berkecil hati karena tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh sdr. Edhy Prabowo sejatinya adalah perilaku perorangan, perilaku individu, yang menjadi urusan dan tanggung-jawab pribadinya sendiri, tidak ada kaitannya dengan kita (Partai Gerindra),” tegasnya.

HBK menegaskan bahwa Partai Gerindra sangat anti terhadap praktik tindak pidana korupsi. Bagi Partai Gerindra, perilaku korupsi adalah penghianatan terhadap nilai2 luhur yang tertuang dalam Manifesto Perjuangan Partai, dan peristiwa penangkapan terhadap sdr. Edhy Prabowo tidak patut dijadikan contoh karena telah mengajarkan hal-hal buruk kepada seluruh kader.

“Selama kita menjadi bagian dari perjuangan Partai ini, tidak pernah sekali pun, Partai ataupun pimpinan tertinggi Partai mengajarkan kita untuk berperilaku korupsi, menghianati cita2 luhur perjuangan Partai sehingga mencederai hati segenap rakyat yang kita wakili,” urai HBK

Menurutnya, yang selalu menjadi instruksi dan arahan Partai juga pimpinan tertinggi Partai sampai saat ini adalah, bagaimana segenap kader Gerindra itu harus sanggup bekerja keras, konsisten menjaga dan mempertahankan kehormatan serta komitmen perjuangan Partai, serta menjadi contoh dan tauladan dalam dharma bakti dan pengabdiannya kepada seluruh elemen masyarakat yang diwakili.

“Partai maupun pimpinan tertinggi Partai selalu mengajarkan kepada kita untuk sanggup menjadi pejuang2 Partai yang selalu rela berkorban dan bekerja keras untuk kemaslahatan, keadilan, dan kemakmuran rakyat, bukan mencuri apalagi merampok uang rakyat. Tapi biarlah, siapa yang menabur angin, Ia jualah yang akan menuai badai,” kata HBK.

Ia juga meminta kepada seluruh kader dan pengurus Partai Gerindra NTB untuk segera close case atau tutup buku dalam menanggapi peristiwa penangkapan sdr. Edhy Prabowo oleh petugas KPK, dan selanjutnya memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatannya di depan hukum.

“Kita memahami bahwa dampak lanjutan dari peristiwa ini akan sangat menyulitkan perjuangan Partai kita ke depan, persepsi publik kepada kita telah berubah akibat peristiwa ini.
Jadi wajar, apabila para pimpinan Partai kemudian menjadi marah dan merasa dikhianati oleh karenanya,” tegas HBK.

“Tetapi kita juga harus tetap yakin dan percaya, bahwa tidak semua kader dan pengurus Partai Gerindra itu brengsek, karena masih lebih banyak kader dan pengurus Partai Gerindra yang baik-baik di dalamnya,” pungkas HBK.

Ketua Umum Dharma Pertiwi : Pendidikan Penting Dalam Kehidupan Suatu Negara

sumbawanews.com,- Pendidikan adalah poros penting dalam kehidupan suatu negara, dimana pendidikan ini akan membawa kemajuan dan kebangkitan bangsa, oleh karena itu Dharma Pertiwi sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan dimana salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, sangat memiliki konsentrasi yang tinggi terhadap dunia pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto saat menjadi Keynote speech pada Webbinar Hari Disabilitas Internasional 2020 yang dilaksanakan secara virtual, bertempat di kediaman kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (6/12/2020).

Acara yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) Jakarta Raya ini, mengangkat tema, “Not All Disabilities Are Visible” diikuti oleh Dokter SpKFR, Dokter Spesialis lain, Dokter Umum, Tenaga Medis yang tersebar dari seluruh Indonesia.

Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Dharma Pertiwi yang beranggotakan istri-istri TNI yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, masing-masing memiliki sekolah, baik sekolah umum maupun juga sekolah luar biasa bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Dalam menjalankan programnya, Dharma Pertiwi selalu mendapat arahan, bimbingan dan dukungan dari OASE KIM yaitu organisasi istri kabinet Indonesia Maju yang pembinanya adalah Ibu negara, Ny. Iriana Joko Widodo selaku penasehat Dharma Pertiwi,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus dapat dilakukan dengan pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi merupakan salah satu strategi pemberian akses pendidikan kepada semua anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan bersama-sama anak yang lain.

“Inklusi adalah sistem yang menempatkan semua pemangku kepentingan pendidikan kepala sekolah, guru, pengurus yayasan, tenaga pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak berkebutuhan khusus guna dapat mengembangkan potensinya secara optimal,” tandas Ny. Nanny Hadi Tjahjanto. (Ahm)

Survey Puspoll Unggulkan Jarot Mokhlis Pilkada Sumbawa

SUMBAWA – Lembaga Survei Nasional Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) Kembali merilis hasil survey Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020. Quick Survey ini digelar dengan melibatkan 600 responden pada 30 November – 3 Desember 2020. Survei menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan margin of error +/-4% pada tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Muslimin Tanja, Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia dalam releasenya yang diterima media ini, Sabtu (4/12/2020), dimana,  Elektabilitas pasangan nomor urut 05 Syarafuddin Jarot-Mokhlis mengungguli pasangan lain dengan perolehan elektabilitas sebesar 25,8%. Posisi kedua adalah Mahmud Abdullah-Dewi Noviany dengan elektabilitas 24,2%. Sementara di urutan ketiga adalah pasangan independen nomor urut 03 Talifuddin-Sudirman dengan perolehan elektabilitas 15,3%, di urutan keempat pasangan no urut 01 dengan elektabilitas 13,5%, dan terakhir adalah  pasangan 02 Nurdin Ranggabarani-Burhanuddin Jafar Salam dengan elektabilitas sebesar 8,1%. Masih ada sekitar 13,1% responden yang tidak menjawab dan atau merahasiakan jawabannya.

Dengan sisa waktu kurang dari 1 minggu menjelang pencoblosan, Puspoll Indonesia memprediksi bahwa pasangan Jarot-Mokhlis paling berpeluang memenangkan Pilkada Sumbawa pada 9 Desember 2020. Hal tersebut tidak lepas dari trend survey paslon Jarot-Mokhlis yang terus mengalami kenaikan, bahkan sudah teratas menyalip elektabilitas Moh-Novi. Sementara pesaing terdekatnya cenderung mengalami stagnasi elektabilitas. “Survey Puspoll Indonesia ini membaca, tanda kemenangan kuat ada di paslon nomor 5 Jarot – Mokhlis, salah satu tanda itu adalah elektabilitas Jarot- mokhlis yang terus naik dibanding paslon lain yang cenderung stagnan” ujar Muslimin Tanja Direktur Eksekutif PUSPOLL INDONESIA.

Jika kondisi ini terus terjadi terang Muslimin, bisa dipastikan pasangan Nomor urut 5 Syarafudin Jarot- Mokhlis akan memenangkan pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa. Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia) adalah Lembaga survey nasional yang terdaftar dan terakreditasi di KPU Sumbawa dan tergabung di PERSEPI (Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia).

Jatuh dari Motor, Warga Dusun Sei Saparan Diobati Personel Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas

(Bengkayang-Kalbar). Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas memberikan pengobatan kepada Munadi (41 th) dan Ujang (24 th) warga Dusun Saparan, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, yang mengalami luka akibat kecelakaan tunggal jatuh dari motor saat pulang bekerja dari kebunnya, Jumat (4/12/2020).

 

Salah satu keluarga korban mendatangi Pos Pamtas Sei Saparan, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalbar, untuk meminta bantuan dari Tim Kesehatan Pos Sei Saparan mengobati luka yang dialami anggota keluarganya tersebut.

 

Selanjutnya, setelah sampai di Pos, Letda Inf J Rompis, Komandan Pos (Danpos) Sei Saparan menyambut baik warga tersebut dan memerintahkan Praka Teguh Santoso, Tamtama Kesehatan (Takes) Pos Sei Saparan memberikan pertolongan pengobatan terhadap korban di rumahnya yang tidak jauh dari Pos.

 

“Setelah diperiksa oleh Takes kami, kedua korban mengalami luka lecet pada bagian kepala, pundak, jari tangan dan kaki, kemudian luka tersebut dibersihkan agar tidak terjadi infeksi serta diberikan obat pereda nyeri,” kata Letda Inf J Rompis.

 

Ditempat terpisah, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa tugas pokok prajurit Satgas bukan hanya menjaga keamanan di wilayah perbatasan, namun juga harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Salah satunya dengan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

 

Usai diobati, Bapak Munadi mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang telah diberikan prajurit Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas semua kebaikan dari bapak-bapak TNI disini,” ucapnya.(Bdr)

Refleksi Akhir Tahun, Yanto Eluay : Jangan Cari Sensasi Dengan Mengorbankan Rakyat Papua

Sumbawanews.com,- “Sejarah kelam masa lalu papua merupakan suatu proses dlm menuju kehidupan masyarakat papua yg lebih baik. Masa lalu merupakan merupakan suatu pengalaman yang berarti untuk menuju masa depan yg lebih baik”. Hal ini disampaikan Tokoh Masyarakat Papua, Yanto Khomlay Eluay yang merupakan Ondofolo Kampung Sereh Sentani.

Di Pendopo kediamannya di Sentani Jayapura pada acara Deklarasi “Pemuda Papua Bangkit” bersama Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5), Jumat (4/12/2020), Yanto menyampaikan pemikirannya tentang solusi sederhana penyelesaian masalah di tanah Papua, yaitu:

Pertama, kewajiban dan tanggungjawabnya sebagai Pimpinan Masyarakat Hukum Adat adalah wajib menyelamatkan dan melindungi masyarakat adat dari semua aspek termasuk mati dan hidupnya. Masyarakat papua jangan mati kelaparan, mati kekurangan gizi, mati karena kebodohan dan lebih khusus mati karena ideologi yang diyakininya.

Kedua, Masyarakat Papua sebagai umat beragama di “Tanah Injil”, perlu untuk merevolusi iman dalam arti iman mengalahkan semua keinginan daging sebagai manusia biasa. Setiap masyarakat Papua wajib mewujudkan “Wajah Kristus” dalam perilaku hidup dan mendasari hidupnya dengan prinsip mengampuni secara total sebagai refleksi Hukum Tuhan yakni “Kasihilah Sesamu Manusia”.

“Dua hal subyektif tersebut yang mendasari pergerakan dan perjuangan saya dalam menyikapi situasi dan kondisi Papua saat ini,” ungkap Putra mendiang Ketua Presidium Dewan Papua, Dortheys Hiyo Eluay dengan tegas.

Selanjutnya Yanto memberikan refleksi dalam menyikapi manuver Saudara Benny Wenda dan rekan-rekannya di mana pun mereka berada yang masih mencari sensasi dengan mengorbankan rakyat Papua. Yanto melihat perbedaan ideologi dipupuk oleh perbedaan ras dan agama dalam konteks kita sebagai Warga Negara Indonesia.

“Ekspetasi ini ibarat benih yang terus ditaburkan, bertumbuh dan berbuah, seakan-akan tujuan kita hidup di dunia ini hanya untuk memperjuangkan kemerdekaan sebagai bangsa sendiri,” ucapnya.

Yanto kemudian menyebutkan adanya keyakinan kelompok yang ingin memisahkan diri dari Indonesia yaitu mati dalam perjuangan adalah mati suci dan menyamakannya dengan perjalanan bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Hal ini menyebabkan banyak orang Papua mati dengan saling membenci, dendam dan marah terhadap sesama manusia yg berbeda ras dan agama. Semuanya dianggap sebagai kehendak Tuhan untuk mencapai kemerdekaan.

“Saya pernah berada dalam masa dimana saya berpikir seperti itu. Dalam perenungan hidup, mencari kebenaran sejarah Papua dan melihat masa lalu yang kelam, saya akhirnya mengambil keputusan memulai pergerakan untuk mengakhiri semua itu,” kata Yanto.

Ketua P5 itu pun kemudian menghimbau “Kepada saudara-saudariku masyarakat Papua yg saya cintai, marilah kita akhiri semua itu. Sudah cukup kita berjalan dalam lembah kekelaman, penderitaan, tangisan dan airmata. Biarlah ini menjadi catatan Sang Pencipta. Mari kita bangkit dari lembah kekelaman, berjalan dalam terang Kristus dan membangun Masyarakat Adat yang bermartabat, mempunyai jati diri, wibawa dan kehormatan di atas tanah Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Selamat menyambut kelahiran Sang Raja Damai saudara-saudaraku setanah Papua, Damai sejahtera untuk kita semua” kata Yanto menutup penjelasannya.

HU ONDOFOLO IGWAIGWA ONDIKELEUW HALEUFOITEUW Yanto Khomlay Eluay.(*)

Satgas Yonif 125/Simbisa Bersama Warga Gotong-Royong Bersihkan Pekarangan Rumah Budaya Kampung Rawa Biru

 

(Merauke). Dalam rangka mempererat kebersamaan dengan warga di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW bergotong-royong membersihkan pekarangan Rumah Budaya Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (5/12/2020).

 

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan gotong-royong pembersihan Rumah Budaya tersebut dilaksanakan oleh enam orang anggota Satgas dari Pos Rawa Biru dipimpin Sertu Leo Marbun bersama-sama dengan warga. “Dengan adanya pembersihan ini, Rumah Budaya Rawa Biru menjadi lebih indah dan rapi serta enak dipandang mata, apalagi letaknya berada di tengah-tengah pemukiman warga,” ujarnya.

 

“Gotong-royong bersama warga perbatasan ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kebersamaan antara Satgas dengan warga, yang selama ini telah berjalan dengan baik di Kampung Rawa Biru,” sambung Dansatgas.

 

Menurut Dansatgas, Rumah Budaya ini biasanya digunakan pada pada waktu-waktu tertentu saja,  yakni untuk acara tradisi adat-istiadat masyarakat setempat.  “Selain sebagai tempat pelaksanaan ritual adat-istiadat, Rumah Budaya ini juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan alat-alat maupun pakaian adat tradisional Kampung Rawa Biru,” jelasnya.

 

“Jadi, tempat ini memang penting untuk dirawat, karena secara tidak langsung akan berdampak pada kelestarian budaya masyarakat setempat,” katanya.

 

Di tempat terpisah, Kepala Kampung Rawa Biru, Thomas Sanggra (52 th) mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi Satgas Yonif 125/Simbisa yang telah membantu pelaksanaan gotong-royong membersihkan Rumah Budaya di kampungnya. “Rumah Budaya ini sekarang terlihat lebih bersih dan rapi. Semoga kegiatan bersama warga seperti ini tetap berlanjut dan ditingkatkan di kemudian hari,” tuturnya.

 

“Semoga keakraban dan kebersamaan seperti ini selalu ada di kampung ini, terima kasih Pak TNI atas kepeduliannya,” pungkasnya senang. (Bdr)

Di Bulan penuh Kasih, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bagikan Kaos dan Masker kepada Anak Perbatasan RI-PNG

Sumbawanews.com,- Menyambut bulan Desember, bulan yang penuh kasih bagi umat Nasrani, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad membagikan masker dan kaos kepada anak perbatasan RI-PNG di Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (05/12/2020).

Dansatgas mengatakan bahwa kegiatan pemberian masker dan kaos oleh Pos Mosso merupakan bukti perhatian dan kasih sayang kepada masyarakat khususnya anak-anak di Kampung tersebut. “Menyambut bulan Desember yang merupakan bulan penuh Kasih ini, kami juga ingin berbagi kepada masyarakat sebagai bukti kasih sayang kami kepada mereka,” ucapnya.

Sementara itu, Letda Inf Hary Bagus selaku Komandan Pos Mosso menuturkan bahwa kegiatan pembagian masker kepada anak-anak perbatasan merupakan upaya pencegahan Covid-19 yang saat ini masih berlangsung termasuk di wilayah Papua. “Kami ingin memberikan pemahaman juga kepada anak-anak bahwa mereka harus selalu menggunakan masker agar terhindar dari Virus Corona,” jelasnya.

Disamping itu, Letda Hary Bagus juga menyampaikan harapannya bahwa dengan pemberian kaos kepada anak-anak perbatasan, diharapkan dapat menambah kebahagiannya dalam menyambut hari besar Natal yang akan dirayakan. “Semoga dengan pemberian kaos ini menjadi kado untuk digunakan nantinya di hari Natal yang mereka rayakan,” harapnya.

Konvoi Budaya Keliling Kota, SALAM Disambut Antusias Masyarakat Mataram

Mataram – Masa kampanye terakhir Pilkada Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 benar-benar menjadi titik klimaks bagi pasangan Calon Walikota dan Calon Walikota Mataram nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Sejak pagi, atraksi flashmob SALAM Dua Jari dan pawai lintas budaya dilakukan ratusan relawan SALAM di sepanjang jalan utama Kota Mataram, dari Ampenan hingga Cakranegara.

Aksi simpatik ini menyedot perhatian warga masyarakat Kota Mataram. Selain menunjukan kecintaan mereka pada pasangan SALAM, kegiatan ini juga mempererat nilai-nilai persatuan dalam keberagaman di Kota Mataram.

Pawai budaya SALAM menampilkan pasangan muda-mudi yang mengenakan pakaian adat seluruh etnis yang ada di Kota ini.

“Sangat menarik, dan kita sebagai warga Kota Mataram cukup simpati dengan kegiatan kampanye SALAM ini,” kata Hendra, warga Cakranegara, Kota Mataram.

Hendra bersama istri dan dua anaknya, menyempatkan diri melihat flashmob, dan menunggu iring-iringan konvoi pawai budaya SALAM di kawasan Cakranegara , Kota Mataram.

Menurutnya, konvoi pawai budaya yang digelar SALAM menunjukan betapa beragam masyarakat Kota Mataram namun tetap guyub dalam persaudaraan dan persatuan.

*Dukung Pilkada Sehat*

Ketua Tim Pemenangan SALAM , Eko Anugraha Priyanto mengatakan, sepanjang aksi di Ampenan hingga Sweta , tim relawan SALAM juga membagikan masker dan mensosialisasikan protokol kesehatan.

“Kami prioritaskan untuk kampanyekan Pilkada Sehat, agar 9 Desember nanti Pilkada di Kota Mataram berjalan baik, aman, dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Eko

Menurut Eko, kampanye hari terakhir ini benar-benar di luar dugaan. Paket SALAM ternyata sudah sangat populer di kalangan warga masyarakat Kota Mataram.

Sejumlah warga yang menonton bahkan tak segan ikut menyanyikan lagu SALAM Dua Jari, dan jingle-jingle kemenangan SALAM.

“Alhamdulillah, kecintaan masyarakat Mataram kepada SALAM bisa kita lihat dengan nyata di penutupan kampanye ini. Inshaa Allah, Selly-Manan akan memimpin Kota Mataram 5 tahun ke depan,” tukasnya.

*Merawat Kebhinnekaan Kota Mataram*

Pawai budaya yang dilakukan SALAM di hari terakhir kampanye, bukan tanpa pesan.

Koordinator pawai budaya SALAM, Nyanyu Ernawati mengatakan, konvoi menggunakan sejumlah kendaraan roda tiga ini dilakukan untuk menunjukan bahwa SALAM akan memimpin dan sekaligus melayani semua warga masyarakat Kota Mataram.

Pasangan muda-mudi yang dirias menggunakan pakaian adat dari sejumlah etnis di Kota ini, juga diambil dari pemuda-pemudi di tiap kawasan berbeda.

Pakaian adat yang ditampilkan antara lain, adat Sasak Lombok, Sumbawa dan Bima (Sasambo). Kemudian adat Bali, Jawa, Sumatera, Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor-NTT), Makassar – Bugis dan juga adat keturunan Tionghoa.

“Ini menunjukan apapun latar belakang agama, etnis dan budayanya, masyarakat Kota Mataram akan dilayani oleh SALAM ke depan,” katanya.

Tim pemenangan SALAM, Made Slamet mengatakan, flashmob akbar dan pawai budaya lintas etnis dilakukan SALAM sebagai penutup masa kampanye Pilkada agar masyarakat bisa memahami bahwa Pilkada Kota Mataram adalah wadah pesta demokrasi yang harus dilaksanakan dengan riang gembira.

Namun, hingar bingar Pilkada tetap harus mengedepankan protokol kesehatan karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Sehingga seluruh rangkaian kegiatan pun dilakukan dengan memenuhi standar protokol kesehatan,” ujar Made Slamet yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram.

Sementara itu disela-sela konvoi pawai budaya , tim parade budaya roda tiga viar dan Ambulance Gudek SALAM juga membagikan masker kepada warga dan pengendara di beberapa sudut kota Mataram .

“Ini salah satu bentuk komitmen SALAM dalam mendukung Pilkada Sehat sekaligus mengedukasi warga kota Mataram agar tetap memakai masker diera pandemi ini,” ujar larasati , dara manis yang memakai baju adat sumbawa.

*Menang Bermartabat dan Melayani Masyarakat*

Konvoi pawai budaya dilepas oleh Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dari kediamannya di kawasan Jalan Panji Masyarakat, Kekalik, Kota Mataram.

Sambutan masyarakat nampak antusias ketika pasangan Selly-Manan pun ikut turun menyapa.

Selly Andayani melambaikan tangannya penuh cinta pada masyarakat yang dilintasi. Begitu juga dengan TGH Abdul Manan yang menggunakan kendaraan berbeda.

Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani mengatakan, kampanye penutup SALAM menghadirkan hak yang berbeda, untuk menggugah kesadaran bersama masyarakat tentang keberagaman yag harus terus dirawat di Kota Mataram.

“Kita lakukan hari ini dengan menampilkan pakaian adat dan budaya semua etnis yang ada di Kota Mataram. Kota ini adalah miniatur Indonesia yang multi agama, multi etnis dan multi golongan, tetapi tetap rukun dan bersatu. Itulah wujud nyata empat pilar kebangsaan, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, Pancasila dan UUD 1945,” kata Selly Andayani.

Menurutnya, flashmob SALAM dan pawai budaya juga menunjukan bahwa pasangan Selly-Manan hadir untuk melayani masyarakat.

Kepada para relawan,Selly juga mengingatkan untuk selalu menanamkan dalam hati semangat melayani masyarakat.

“SALAM hadir untuk melayani masyarakat. Tanamkan dalam hati bahwa kita ini adalah pelayan masyarakat. Layani masyarakat dengan hati yang tulus ikhlas, demi Mataram yang berkah dan cemerlang,” tandasnya.

Selly menegaskan, SALAM ingin meraih kemenangan di Pilkada Kota Mataram dengan cara-cara terhormat dan bermartabat. Ia meminta tim pemenangan dan para relawan untuk sama-sama berjuang dengan cara-cara yang sehat dan jujur dalam kontestasi politik lima tahunan ini.

“SALAM ingin menang secara terhormat dan bermartabat. Dengan cara-cara yang jujur. Karena dengan begitulah kita mendapat legitimasi yang kuat dari masyarakat Kota Mataram,” tegasnya.

*Langkah Akhir yang Makin Tak Terbendung*

Flashmob akbar dan konvoi pawai budaya SALAM di Kota Mataram, Sabtu 5 Desember 2020 menjadi langkah akhir dari langkah panjang SALAM selama masa kampanye PIlkada Kota Mataram.

Sepanjang kampanye cukup banyak gerakan SALAM yang mampu menginjeksi kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram yang Madani, Berkah dan Cemerlang.

Gaya kampanye blusukan dan langsung mengaplikasikan program membuat Selly-Manan menjadi pemimpin yang tanpa sekat dengan masyarakat.

Rara Wazira , salah seorang relawan yang selalu mendampingi Selly Andayani saat blusukan, menceritakan potongan kesan bangganya.

“Sering kita sampai terharu bercampur bangga ketika bunda Selly turun ke masyarakat. Bunda tidak segan membersihkan wajah lansia dengan tisu dan memasangkan masker. Bahkan suatu ketika beliau juga menyuapkan makanan ke lansia yang ditemui. Ini pemimpin yang luar biasa perhatiannya, saya merinding kalau ingat,” kata Rara yang diamini oleh relawan tim 12 blusukan SALAM seperti Hj Nurjanah, Haji Zakir, Haji Adi Karang Genteng, Hitman , TGH Fikri, Rozi Copok , dan lain-lain.

Haji Zakir Turide menambahkan , di beberapa lokasi kampanye blusukan, banyak juga masyarakat yang langsung menyambut dengan nyanyian SALAM dua jari, meski di wilayah tersebut bukan basis Selly-Manan dan belum pernah dikunjungi.

“Inshaa Allah, tinggal selangkah lagi SALAM akan memenangkan Pilkada Kota Mataram ini. 9 Desember nanti akan mencatat sejarah ini,” tukas pria humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini.

Peringati Hari Bhakti PUPR yang Ke-75 Tahun, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Ikut Tanam 1.000 Pohon

Sumbawanews.com,- Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang ke 75 Tahun, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad turut berpartisipasi dalam perayaan melalui penanaman 1.000 pohon yang digelar di Pasar Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya disela-sela acara, bertempat di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Sabtu (05/12/2020).

Dansatgas menjelaskan bahwa kegiatan perayaan Hari Bhakti PUPR tersebut dilaksanakan secara virtual yang dipimpin langsung oleh Menteri PUPR Bapak Ir. M. Basuki Hadimulyono, M.Sc., Ph.D. serta diikuti setidaknya 150 balai yang tersebar di Indonesia dibawah naungan Kementrian PUPR.

“Peringatan Hari Bhakti PUPR yang dipimpin langsung oleh Bapak Menteri PUPR tersebut berlangsung secara sederhana, namun memiliki makna yang baik dalam pengabdiannya di tahun ke 75. Semoga Kementerian PUPR semakin Profesional dalam mengawal pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ungkap Mayor Anggun.

Setelah pelaksanaan perayaan secara Virtual, Selaku Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Jayapura, Bapak Edu M. Paulus Sasarari mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi tamu undangan dalam acara perayaan Hari Bhakti PUPR tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir dalam perayaan Hari Bhakti PUPR, kami berkomitmen akan meningkatkan Profesionalitas agar kami dapat mengawal pembangunan di Papua khususnya wilayah Jayapura ini dengan sebaik mungkin,” ujar Edu.

Sebelum acara berakhir, Kepala Balai beserta para tamu undangan melaksanakan penanaman 1.000 pohon di sekitar lokasi acara. Adapun jenis tanaman tersebut diantaranya mangga, kelengkeng, jeruk, matoa dan alpukat. “Kami berharap pohon yang ditanam ini nantinya akan tumbuh besar dan bermanfaat bagi warga sekitar,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Adat Skouw Stanis Tanfa chilong, Kapolsub Sektor Skouw Iptu Kasrun, Danramil Tami Lettu Inf Luther Meraudje, Danposal Letda (Mar) Sumantri, serta Danpos RRI Letda Inf Mujib.

Berita Terkini

BRIN Luncurkan Solusi Hybrid Lindungi Pantura Jawa

Sumbawanews.com,- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengusung pendekatan inovatif bernama *hybrid eco-engineering* untuk memperkuat ketahanan pesisir Pantai Utara Jawa, menggabungkan struktur teknis buatan...

Polri Gelar Nobar Piala Dunia Secara Serentak di Seluruh Indonesia

Sumbawanews.com,- Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polri menggelar nonton bareng (nobar) gratis pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 secara serentak di seluruh...

Iran dan AS Hampir Capai Kesepahaman, Tapi Washington Dianggap Menggagalkannya

Sumbawanews.com,- Istanbul - Iran menyatakan bahwa inti kesepahaman dengan Amerika Serikat telah selesai disusun, namun menyalahkan Washington karena menggagalkan proses damai melalui perubahan posisi...

Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Secara Nasional

Sumbawanews.com,- JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polri menggelar nonton bareng (nobar) gratis pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026 secara serentak di seluruh...

ABK Kapal Ikan Tertangkap Pesta Sabu di Laut Natuna

Sumbawanews.com,- Personel Komando Daerah Angkatan Laut I (Koarmada I) berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di tengah laut, saat melakukan operasi penegakan hukum di perairan...

Berita Utama