Home Blog Page 2534

Berhasil Mengambil Hati Rakyat, Satgas Yonif 642 kembali Terima Dua Pucuk Senjata dari Warga Perbatasan

(Sambas-Kalbar).  Komandan Pos Temajuk Satgas Yonif 642/Kapuas Letda Inf Ryan Hidayat, menerima dua pucuk senjata api rakitan jenis Bowmen dan Lantak dari bapak Ridwan (35 th), warga Desa Temajuk, Kec. Paloh, Kab. Sambas, Kalbar.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong, Kabupaten Sanggau, Senin (4/1/2021).

 

Dansatgas mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Komandan Pos (Danpos) Temajuk Letda Inf Ryan Hidayat, senjata rakitan tersebut diserahkan secara sukarela dari bapak Ridwan yang merupakan warga Desa Temajuk. “Bapak Ridwan menyerahkan senjata yang biasa digunakan untuk berburu tersebut secara sukarela dengan kesadaran sendiri dan tanpa paksaan kepada anggota Pos Temajuk,” ujarnya.

 

Menurut Letkol Inf Alim Mustofa, penyerahan senjata api jenis Bowmen dan Lantak bermula ketika anggota pos melaksanakan kegiatan anjangsana sekaligus memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat, yang dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah warga oleh Danpos Temajuk bersama tim kesehatan Satgas.

 

Saat berkunjung dan memberikan pelayanan kesehatan di rumah salah satu warga bernama Ridwan, ia mengungkapkan bahwa dirinya akan menyerahkan senjata api rakitan miliknya kepada anggota Satgas Yonif 642/Kapuas Pos Temajuk.

 

“Saya serahkan senjata milik saya kepada bapak TNI, karena saya telah sadar akan bahaya kepemilikan senjata tanpa izin. Bapak TNI disini sering memberikan sosialisasi kepada warga tentang bahaya kepemilikan senjata api tanpa izin, selain itu bapak TNI juga telah banyak membantu warga disini,” tutur bapak Ridwan.

 

Untuk saat ini, dua pucuk senjata rakitan laras panjang jenis Bowmen dan Lantak telah diamankan di Pos Temajuk Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas.

 

Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas menghimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan atau memiliki senjata api untuk menyerahkan kepada aparat keamanan. “Apabila menyerahkan secara sukarela, kami jamin tidak akan dikenai sanksi,” katanya.

Warga Perbatasan Persembahkan Tarian Suling Tambur Untuk Pos Satgas Yonif MR 413 Kostrad

sumbawanews.com,- Warga Kampung Pitewi Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom memberikan kejutan dengan mempersembahkan tarian adat Suling Tambur di Pos Pitewi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad dalam rangka memperingati Hari Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

 

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Senin (04/01/2020) menyampaikan bahwa Komandan Pos Pitewi Kapten Inf Rum Patria, Pos nya dikunjungi warga dengan pimpinan Kepala Kampung Bapak Niko Kerra yang kemudian memberikan kejutan kepada Satgas berupa tarian adat Suling Tambur. “Sangat unik sekali, namun esensi dari pemberian kejutan tersebut menandakan betapa dekatnya hubungan kami dengan masyarakat Perbatasan RI-PNG khsusnya di Kampung Pitewi,” katanya.

 

Menurut Dansatgas, Tarian adat Suling Tambur sendiri merupakan tarian khas penduduk Papua yang diperuntukkan menyambut hangat warga pendatang atau tamu yang berada di wilayah tersebut. “Persembahan tarian Suling Tambur itu menandakan bahwa Satgas Yonif MR 413 Kostrad Pos Pitewi telah diterima secara adat dan banyak tergabung dalam kegiatan kemasyarakatan yang selama ini dilaksanakan di Kampung Pitewi,” ujarnya.

 

Selaku Kepala Kampung Bapak Niko Kerra menyampaikan salam hormat dan terima kasih banyak kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad Pos Pitewi yang selama enam bulan ini telah menjaga keamanan di wilayah Perbatasan dengan sebaik mungkin.

 

“Di momen yang istimewa ini dalam rangka peringatan Natal dan Tahun Baru 2021, Kami tidak bisa memberikan apa-apa kepada Satgas, karena itu tarian adat yang kami anggap sakral, diperuntukkan tamu besar, kami berikan kepada Satgas Yonif MR 413 Kostrad sebagai wujud penghormatan kami. Semoga tali kasih dan silaturahmi ini akan selalu terjaga antara masyarakat Kampung Pitewi dengan Satgas,” ucap Kepala Kampung.

 

Sementara itu, Kapten Inf Rum Patria yang terkejut akan persembahan tarian Suling Tambur dari Warga Kampung Pitewi mengungkapkan kekagumannya serta ucapan terima kasih kepada para warga. “Kami merasa terhormat mendapatkan kejutan ini, terima kasih banyak kepada Bapak Kepala Suku serta warga lainnya semoga kita semua selalu bisa hidup berdampingan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” tuturnya.

Tingkatkan Minat Olahraga Pemuda Kampung Toray, Satgas Pamtas Yonif 125/SMB Sumbangkan Net dan Bola Voli

(Merauke). Untuk meningkatkan minat olahraga bagi para pemuda yang ada di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas Batalyon Infanteri 125/Simbisa (Yonif 125/SMB) di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW memberikan bantuan net dan bola voli kepada pemuda Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/SMB, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (4/1/2021).

 

Penyerahan net dan bola voli tersebut berlangsung di Pos Toray Satgas Pamtas Yonif 125/SMB yang dipimpin Danpos Letda Inf Bambang Suprapto. “Pemberian net dan bola voli ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat olahraga bagi pemuda di Kampung Toray,” kata Dansatgas.

 

Menurut Letkol Inf Anjuanda Pardosi, berolah raga merupakan suatu kegiatan yang positif dan banyak memberikan manfaat, antara lain untuk memelihara kebugaran fisik, bersosialisasi dengan sesama, menghilangkan kejenuhan dari kesibukan sehari-hari, dan lain sebagainya.

 

“Kami berharap, pemberian net dan bola voli ini dapat bermanfaat bagi pemuda Kampung Toray sekaligus meningkatkan kekompakan antara Satgas dengan warga,” ujarnya.

 

Di tempat terpisah, Danpos Toray Letda Inf Bambang Suprapto menuturkan bahwa kegiatan olahraga voli merupakan salah satu jenis olahraga yang banyak diminati para pemuda di Kampung Toray. “Sehingga, anggota Satgas Pos Toray berinisiatif membantu dengan membelikan net dan bola voli untuk mereka,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Paulus Kabarjay (27 th) salah satu pemuda Kampung Toray mewakili teman-temannya menyampaikan rasa senang dan berterima kasih kepada Satgas atas kepeduliannya yang telah memberikan net dan bola voli kepada pemuda Kampung Toray. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Satgas, khususnya Pos Toray atas perhatiannya kepada pemuda kampung ini. Semoga Tuhan membalas kebaikan bapak-bapak Satgas,” ucapnya. (Bdr)

Akhir Pekan, Masyarakat Jayapura Padati Pondok Natal Satgas Yonif MR 413 Kostrad

Sumbawanews.com,- Pondok Natal Pos Kotis Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dipadati Masyarakat Kota Jayapura yang hendak mengunjungi PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Skouw dalam menghabiskan akhir pekan di Penghujung liburan sekolah dan kerja.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam konfirmasinya di Pos Kotis Skouw Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Minggu (03/01/2021).

Mayor Anggun mengatakan, begitu banyak masyarakat yang datang dan ingin berfoto di Pondok Natal Satgas Yonif MR 413 Kostrad. “Hal tersebut tidak terlepas dari suasana Natal dan Tahun Baru yang baru saja berlangsung, sehingga sebelum mengunjungi PLBN, mereka menyempatkan foto dengan Prajurit Satgas Yonif MR 413 Kostrad di Pondok Natal,” ucapnya.

Sebagaimana telah diketahui bahwa PLBN Skouw saat ini merupakan salah satu Ikon dan menjadi kebanggaan warga Kota Jayapura, dimana desain bangunan dan suasana alamnya menarik warga Kota untuk datang ke ‘Batas Negara’ sebagai destinasi untuk sekedar mengabadikan momen berlatar belakang tulisan Skouw.

Dengan letak Pos Kotis Satgas Yonif MR 413 Kostrad yang hanya berjarak 250 Meter dari PLBN, membuat anggota Satgas turut membantu dalam menjaga stabilitas keamanan PLBN. Walaupun pengunjung begitu banyak berdatangan, namun Satgas Yonif MR 413 Kostrad dan petugas Security PLBN tetap ketat menerapkan protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Karina (26) salah satu pengunjung mengungkapkan bahwa ia kagum dengan pondok yang telah dibangun oleh Satgas Yonif MR 413 Kostrad. “Abang dorang hebat bisa buat pondok secantik ini seperti di kota-kota. Saya sangat senang berfoto dengan anak-anak. Selamat Natal dan Tahun baru buat abang semua,” katanya sambil bergembira.

Otsus Berkat Besar dari Tuhan Kepada Papua

Sumbawanews.com,- Tokoh agama Papua Pendeta Albert Yoku meminta pelaksanaan otonomi khusus di evaluasi menyeluruh, agar dapat mensejahterakan dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua dan Papua Barat.

 

Menurutnya, evaluasi perlu melibatkan seluruh unsur sehingga dapat mengukur pencapaian otsus maupun kegagalannya. Yang mana, seharusnya otsus dapat memberikan dampak positif.

 

“Jadi, menurut saya Otsus perlu di evaluasi dengan melihat kekuatan kebersamaan anak bangsa itu, dan keberpihakan jangan keterlaluan,” kata Pendeta Albert dalam dialog kebangsaan bertajuk “Peran Tokoh Agama untuk Kerukunan Papua”, bersama Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi yang diunggah Channel Youtube Lanud Silas Papare, Jumat (1/1/2021).

 

Meski menurutnya sesuatu kekhususan itu selalu membedakan, seharusnya hukum tata negara dapat memberikan pemahaman yang mencerdaskan, boleh atau tidak ada kekhususan. Berbeda halnya dengan misi keagamaan bahwa umat berasal dari masyarakat yang majemuk. Karenanya, Pendeta Albert berpendapat, sebaiknya pemerintah membuat kekhususan dalam hal tertentu.

 

“Jadi, kalau saya tetap berprinsip sebenarnya negara tak perlu membuat Otsus dalam bentuk peraturan. Kalau negara membuat kekhususan dalam pendekatan pendidikan, ekonomi dan kesehatan itu lebih baik sehingga semua turut terbangun,” jelasnya.

 

Pendeta Albert mengatakan, dengan skema Otsus di Papua seakan terjadi pemisahan antara wilayah yang diprioritaskan dan tidak mendapat perhatian khusus. Maka itu perlu dievaluasi. “Sebaiknya keberpihakan terfokus pada bidang tertentu dalam waktu tertentu dan harus diintervensi. Misalnya soal pendidikan, negara turun dengan uang, orang yang profesional di sini maksimal baru kita bisa mencapai sesuatu,” tuturnya.

 

Namun dengan diberikannya keleluasaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengelola Otsus ternyata hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat Papua. “Kalau seperti sekarang kita berikan Otsus ke Papua, kemudian data BPS 2020 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita paling rendah kemudian Provinsi termiskin,” beber Pendeta Albert.

 

Mantan Ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua itu menambahkan bahwa perhatian pemerintah kepada rakyat Papua sangat besar. Namun ada segelintir orang yang memanfaatkannya. “Saya malu ngomong itu karena negara begitu baik memberi perhatian. Kita orang Papua yang menjadi Gubernur, DPR, kita menyia-nyiakan ini,” kata Pendeta Albert.

 

Dia mengibaratkan bahwa Otsus merupakan anugerah terbesar dari Tuhan yang telah diberikan kepada masyarakat Papua. Tentunya harus dikelola dengan baik. “Otsus itu berkat besar dari Tuhan kepada Papua kalau dikelola secara tanggung jawab dan sesuai tujuannya. Tapi hari ini tidak jadi berkat, jadi kalau di evaluasi sangat penting,” jelas Pendeta Albert. (*)

 

Alami Pendarahan Hebat, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bantu Evakuasi Mama Sara Ke Rumah Sakit

Sumbawanew.com,- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Mosso bersama personel Bea dan Cukai Jayapura membantu evakuasi salah satu warga Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura yang mengalami pendarahan dalam kondisi hamil tua. Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Minggu (03/01/2021).

Dansatgas menjelaskan bahwa kejadian itu berlangsung tadi malam (02/01/2021), dimana salah satu warga Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura mengalami pendarahan hebat dalam kondisi hamil. “Atas laporan Danpos Mosso Letda Inf Hary Bagus, kami perintahkan untuk membantu proses evakuasi tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Komandan Pos Mosso Letda Inf Hary Bagus mengatakan bahwa perbantuan evakuasi dilakukan usai Posnya bersama Bea dan Cukai Jayapura melaksanakan sweeping gabungan di sekitar Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura. “Sebelumnya, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Pos Mosso bersama Bea dan Cukai Jayapura melaksanakan kegiatan sweeping di wilayah Kampung Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura,” katanya.

“Setelah pelaksanaan sweeping selesai dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan disertai minum kopi bersama di Pos Mosso, tiba-tiba ada salah seorang pemuda bernama Saban (19) mengatakan kepada saya bahwa Mama Sara Nombu (36) mengalami pendarahan hebat dalam kondisi hamil tua. Tidak berfikir panjang, kami dan pihak Bea Cukai Jayapura membantu untuk mengevakuasi Mama Sara untuk membawanya ke RSUD Ramela Koya Barat,” jelas Letda Hary Bagus.

Lebih lanjut Letda Hary menyampaikan, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan mobil dinas Bea dan Cukai Jayapura, dikarenakan di Pos Satgas tidak tersedia mobil atau angkutan roda empat. selanjutnya Mama Sara dapat tertolong dan segera ditindaklanjuti oleh pihak Rumah Sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Christine Nombu (53) selaku Kaka kandung Sara mengucapkan banyak terima kasih atas kesigapan Satgas Yonif MR 413 Kostrad dan Pihak Bea Cukai Jayapura dalam membantu proses evakuasi kepada Kakaknya. “Puji Tuhan Kaka dapat segera di ditolong, kami semua berharap kondisi bayi dalam kandungan adik Sara juga bisa selamat sampai dengan melahirkan. Amin,” ucapnya.

Cegah Penyelundupan Barang Ilegal di Perbatasan, Prajurit Satgas Yonif 642 Laksanakan Sweeping Malam Hari

(Sanggau-Kalbar). Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas melaksanakan sweeping di jalan lintas depan Pos Balaikarangan, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Sabtu (2/1/2021) malam.

 

Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa, dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong menuturkan, kegiatan sweeping yang dipimpin Komandan Regu (Danru) Pos Balaikarangan Satgas Pamtas Yonif 642 Sertu Ronny dilakukan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas serta mencegah penyelundungan barang-barang ilegal di perbatasan.

 

“Sertu Ronny beserta lima orang anggotanya melaksanakan sweeping dengan melakukan pemeriksaan kendaraan yang melintas pada malam hari,” ungkapnya.

 

Menurut Letkol Inf Alim Mustofa, maksud dan tujuan dilaksanakannya sweeping di malam hari ini adalah untuk mencegah terjadinya penyelundupan barang-barang ilegal seperti Narkoba, Miras, Sajam, Senjata Api serta barang-barang ilegal lainnya.

 

“Sweeping dilaksanakan pada malam hari, untuk mengantisipasi kemungkinan besar para pelintas ilegal melaksanakan aksinya dengan memanfaatkan suasana yang gelap dan sepi,” katanya.

 

Di tempat terpisah, Danki SSK III Lettu Inf Sigit (Danpos Balaikarangan) Satgas Pamtas Yonif 642 mengatakan bahwa kegiatan sweeping seperti ini secara rutin dilaksanakan oleh anggota Pos Balaikarangan. “Hal ini guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya jalan lintas Pos Balaikarangan,” ucapnya.(Bdr)

998 Personel Satgas Rehab Rekon NTB Laksanakan Rapid Test Antigen Sebelum Kembali ke Kesatuan

Mataram – Personel Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca gempa di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti Rapid Test Antigen yang dilaksanakan oleh Tim kesehatan dari Denkesyah 09.04.02 Mataram di beberapa Posko Satgas wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat, Sabtu (2/1/2021).

Rapid Test Antigen yang diikuti oleh 998 orang personel Satgas yang purna tugas tersebut dalam rangka persiapan untuk kembali ke satuan masing-masing pada tanggal 5 Januari 2021 mendatang.

Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., terkait kegiatan tersebut menyampaikan, Rapid Test Antigen yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk memastikan kondisi seluruh personel sehat wal’afiat sebelum kembali ke kesatuannya masing-masing.

“Sebelum diberangkatkan kita harus pastikan kembali sampai benar-benar yakin para prajurit tidak terpapar Covid-19,” ungkapnya.

Menurutnya, selain sebagai syarat untuk melakukan perjalanan ke daerah lain, kegiatan ini juga merupakan wujud perhatian dan tanggung jawab pimpinan guna menjamin keamanan dan keselamatan prajurit beserta keluarganya dari Covid-19, khususnya bagi prajurit TNI yang kembali dari medan tugas.

“Ini semua karena Pimpinan TNI sangat sayang dan peduli dengan keselamatan prajurit serta keluarganya,” terangnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Dandenkesyah 09.04.02 Mataram Letkol Ckm dr. I Gusti Ngurah Gede Kartika, Sp.An., menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak oleh personel Denkesyah Mataram yaitu di KLU bertempat di Posko Satgas RTG Kantor Camat Bayan, Kantor Camat Kayangan, Shalter ACT Lapangan Gondang Kecamatan Gangga dan Posko RTG Koramil 1606-02/Tanjung.

Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat bertempat di Posko Satgas RTG kediaman H. Izzul Islam Kecamatan Gunungsari dan Posko Satgas RTG Kantor Koramil 1606-08/Naramada.

“Kegiatan Rapid Test Antigen di wilayah KLU maupun Lombok Barat berjalan aman, tertib dan lancar,” pungkas Dandenkesyah Mataram.

Pererat Persaudaraan Di Tapal Batas, Prajurit Satgas Yonif 125 Bantu Warga Panen Merica

(Merauke).  Dalam upaya memantapkan dan mempererat tali persaudaraan dengan masyarakat perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa membantu memanen merica milik warga Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (2/1/2021).

 

Diungkapkan Dansatgas, membantu memanen merica milik Ageta Dimar (28 th) warga Yanggandur tersebut dilakukan empat orang personel Satgas dari Pos Yanggandur dipimpin Serda Jeremy Sinaga. “Melalui kegiatan seperti ini diharapkan akan tercipta komunikasi yang baik, sehingga dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara Satgas dengan warga,” tuturnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, selain menjaga wilayah perbatasan RI-PNG tetap kondusif, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW juga gencar melaksanakan tugas dan fungsi pembinaan teritorial di berbagai bidang untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

 

“Kehadiran Satgas dalam membantu memanen merica ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada petani supaya lebih bersemangat dan lebih giat melakukan pekerjaannya, sehingga di masa yang akan datang hasil panen dapat lebih meningkat dan melimpah,” tandasnya.

 

Di tempat terpisah, Ageta Dimar  yang merupakan pemilik lahan mengucapkan terima kasih kepada Satgas, khususnya Pos Yanggandur yang telah membantu memanen merica miliknya. “Saya sangat senang dan berterima kasih atas bantuan bapak Satgas, karena selain memudahkan dan mempercepat pekerjaan, kehadiran mereka juga memberikan semangat tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

 

“Kami sungguh beruntung ada Satgas yang selalu hadir dalam membantu kesulitan warga. Mereka selalu peduli dan memperlakukan kami seperti keluarga,” ucapnya. (Bdr)

Tokoh Agama: Otsus Berkat Besar dari Tuhan Kepada Papua

(Jayapura).  Tokoh agama Papua Pendeta Albert Yoku meminta pelaksanaan otonomi khusus dievaluasi menyeluruh, agar dapat menyejahterakan dan benar-benar dirasakan masyarakat Papua dan Papua Barat.

 

Menurutnya, evaluasi perlu melibatkan seluruh unsur sehingga dapat mengukur pencapaian otsus maupun kegagalannya. Yang mana, seharusnya otsus dapat memberikan dampak positif.

 

“Jadi, menurut saya otsus perlu dievaluasi dengan melihat kekuatan kebersamaan anak bangsa itu, dan keberpihakan jangan keterlaluan,” kata Pendeta Albert dalam dialog kebangsaan bertajuk “Peran Tokoh Agama untuk Kerukunan Papua” bersama Danlanud Silas Papare Marsekal Pertama TNI Budhi Achmadi yang diunggah Channel Youtube Lanud Silas Papare, Jumat (1/1).

 

Meski menurutnya sesuatu kekhususan itu selalu membedakan, seharusnya hukum tata negara dapat memberikan pemahaman yang mencerdaskan, boleh atau tidak ada kekhususan.

 

Berbeda halnya dengan misi keagamaan bahwa umat berasal dari masyarakat yang majemuk. Karenanya, Pendeta Albert berpendapat, sebaiknya pemerintah membuat kekhususan dalam hal tertentu.

 

“Jadi, kalau saya tetap berprinsip sebenarnya negara tak perlu membuat otsus dalam bentuk peraturan. Kalau negara membuat kekhususan dalam pendekatan pendidikan, ekonomi dan kesehatan itu lebih baik sehingga semua turut terbangun,” jelasnya.

 

Pendeta Albert mengatakan, dengan skema otsus di Papua seakan terjadi pemisahan antara wilayah yang diprioritaskan dan tidak mendapat perhatian khusus. Maka itu perlu dievaluasi.

 

“Sebaiknya keberpihakan terfokus pada bidang tertentu dalam waktu tertentu dan harus diintervensi. Misalnya soal pendidikan, negara turun dengan uang, orang yang profesional di sini maksimal baru kita bisa mencapai sesuatu,” tuturnya.

 

Namun dengan diberikannya keleluasaan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam mengelola otsus ternyata hasilnya tidak dirasakan oleh masyarakat Papua.

 

“Kalau seperti sekarang kita berikan otsus ke Papua kemudian data BPS 2020 IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita paling rendah kemudian provinsi termiskin,” beber Pendeta Albert.

 

Mantan ketua Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua itu menambahkan bahwa perhatian pemerintah kepada rakyat Papua sangat besar. Namun ada segelintir orang yang memanfaatkannya.

 

“Saya malu ngomong itu karena negara begitu baik memberi perhatian. Kita orang Papua yang menjadi gubernur, DPR, kita menyia-nyiakan ini,” kata Pendeta Albert.

 

Dia mengibaratkan bahwa otsus merupakan anugerah terbesar dari Tuhan yang telah diberikan kepada masyarakat Papua. Tentunya harus dikelola dengan baik.

 

“Otsus itu berkat besar dari Tuhan kepada Papua kalau dikelola secara tanggung jawab dan sesuai tujuannya. Tapi hari ini tidak jadi berkat, jadi kalau dievaluasi sangat penting,” jelas Pendeta Albert.(*)

Berita Terkini

Sidang Tuntutan Bos Blueray Digelar 22 Juni

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sidang tuntutan terhadap tiga pejabat Blueray Cargo dalam kasus suap impor senilai Rp63,1 miliar akan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026,...

Dukung Larangan Tanam Jagung di Kawasan Hutan, GARDA SATU NTB Minta Bupati Tertibkan Tambang...

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GARDA SATU Kabupaten Sumbawa, M Jabar menghormati langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan...

Presiden Jerman Kunjungi Indonesia untuk Perkuat Kemitraan Strategis

Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 15 Juni 2026, dalam upaya memperdalam kemitraan strategis kedua negara...

Mahasiswa Bubar, Sudirman Kembali Lancar Menuju HI

Sumbawanews.com,- Polisi mulai membuka ruas Jalan Jenderal Sudirman arah Bundaran Hotel Indonesia pada Jumat malam, 12 Juni 2026, setelah massa aksi mahasiswa secara bertahap...

TNI Dikerahkan Amankan Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil Protes

Sumbawanews.com,- Jakarta — TNI dikerahkan untuk mendukung pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Jumat (12/6), meski aksi yang semula...

Berita Utama