Home Blog Page 2505

Anggota DPRD Timika Sebut KKB Sebagai Kelompok Teroris Bukan Pejuang

sumbawanews.com,- Kebiadaban dan kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dengan membunuh masyarakat sipil, guru, anak sekolah dan pemerkosaan serta merusak fasilitas umum seperti sekolah, telah membuat warga Papua marah kepada kelompok bersenjata tersebut dan menilai KKB sama dengan teroris.

 

Salah satunya datang dari anggota DPRD Timika Alminus D Mom yang juga keluarga dari Ali Mom siswa SMAN 1 Ilaga yang ditembak dan dibacok KKB di wilayah Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, pada Kamis (15/4/2021) lalu.

 

“Ini bukan perjuangan murni, tapi mereka teroris punya kerja yang begini, bunuh sembarang-sembarang yang melanggar HAM. Saya akan sampaikan ke dunia,” ucap Alminus D Mom, Kamis (23/4/2021).

 

Menurutnya, jika benar-benar KKB adalah pejuang Papua merdeka, seharusnya berjuang sesuai dengan aturan yang berlaku dan bukan asal membunuh masyarakat sipil, yang merupakan kerja-kerja teroris.

 

“Mereka berjuang untuk Papua tapi mengapa bunuh orang Papua? Harusnya mereka melindungi masyarakat Papua. Ini perjuangan tidak benar dan ilegal,” bebernya.

 

Selanjutnya, disampaikan bahwa jika pihak KKB tidak dapat memberikan bukti-bukti keterlibatan Ali Mom sebagai mata-mata seperti yang dituduhkan oleh KKB, maka pihaknya akan menempuh jalur adat maupun jalur lain untuk menuntut pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh KKB.

 

Rentetan kebiadaban dan kekejaman KKB ini, juga mendapatkan kecaman keras dari Ali Wanggai Kabiay (Tokoh Pemuda Papua) dengan membuat petisi yang dialamatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia dari Aceh sampai Papua dan BNPT, DPR RI, Presiden, serta TNI-Polri.

 

Dalam petisi (https://www.change.org/p/masyarakat-indonesia-dari-aceh-sampai-papua-dan-bnpt-dpr-ri-presiden-pemerintah-tni-polri-merubah-status-tpn-pb-opm-kkb-menjadi-teroris) itu, Ali Wanggai Kabiay menilai bahwa aksi-aksi kekejaman yang selama ini dilalukan oleh Kelompok Separatis bersenjata di Papua, maka sudah sepantasnya organisasi perjuangan TPN PB, OPM, dan KKB dinaikkan statusnya sebagai organisasi atau kelompok teroris. Sehingga mereka dapat ditangani dengan tepat dan terukur sesuai SOP yang berlaku.

 

Dengan demikian, Ali Wanggai Kabiay berharap bahwa akselesrasi pembangunan di Papua dari berbagai sektor bisa berjalan dengan baik serta positif. Karena rakyat di Papua ingin hidup dalam tingkat kenyamaman dan Kamtibmas yang baik. (**)

Kapuspen TNI : TNI Kerahkan 21 KRI Cari Kapal Selam Nanggala-402

sumbawanews.com,- Tentara Nasional Indonesia (TNI) kerahkan 21 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk melakukan pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021) dini hari.

 

“Dari 21 KRI yang kerahkan untuk mencari KRI Nanggala-402 salah satunya adalah kapal selam KRI Alugoro-405. Selain 21 KRI yang melakukan pencarian TNI juga dibantu beberapa kapal dari Polri dan Basarnas,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. saat memberikan keterangan pers dihadapan awak media terkait hilangnya KRI Nanggala-402, bertempat di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, Jumat (23/4/2021).

 

Lebih lanjut Kapuspen TNI mengatakan, bantuan dalam pencarian KRI Nanggala-402 datang dari beberapa negara sahabat seperti Singapura, Malaysia, Australia dan India. Beberapa kapal bantuan dari negara sahabat seperti MV Swift Rescue (Singapura), MV Mega Bhakti (Malaysia), HMAS Ballarat dan HMAS Sirius (Australia) serta SCI Sabarmati (India).

 

Berdasarkan laporan terakhir, KRI Rimau-724 mendeteksi satu titik magnet yang kuat. Selanjutnya TNI menerjunkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan sonar bawah laut untuk memastikan temuan KRI Rimau tersebut.

 

Menurut Kapuspen TNI saat ini fokus pencarian KRI Nanggala-402 berada di area ditemukannya tumpahan minyak dan deteksi benda bermagnet tinggi. Dengan begitu, diharapkan kapal selam dapat segera ditemukan. “Tim TNI AL saat ini masih menanti kehadiran KRI Rigel yang memiliki sonar. Dengan begitu, temuan benda magnet tinggi bisa dipastikan apakah itu kapal selam Nanggala atau bukan,” ujarnya.

 

“Tapi tentunya semua wilayah Perairan Utara Bali sedang dilakukan pencarian dengan mengerahkan sedemikian banyak peralatan atau kapal yang ada. Mudah-mudahan segala sumber daya yang ada kita kerahkan, bisa mempercepat untuk mengetahui posisi yang pasti,” ujarnya.

 

Kapuspen TNI menjelaskan bahwa saat ini KRI Rigel-933 sedang merapat menuju lokasi pencarian dan nantinya Panglima TNI bersama Kapolri akan menyaksikan proses pencarian yang dilakukan oleh KRI Rigel. “Mudah-mudahan KRI Rigel-933 dalam proses pencariannya bisa memberikan gambaran yang jelas,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Achmad Riad menyampaikan bahwa saat ini Kasal Laksamana TNI Yudo Margono sudah berada di KRI Soeharso. “Nantinya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo akan meninjau secara rangsung  proses pencarian KRI Nanggala-402 yang dilakukan oleh KRI Rigel-933,” katanya. (Ahm)

Sukseskan Pembinaan Menjadi Prajurit TNI, Kodim Yawa Periksa Kesehatan Pemuda-Pemudi

Sumbawanews.com,- Kodim 1709/Yawa kembali merekrut pemuda-pemudi Yapen dan Waropen untuk menjadi Prajurit TNI AD dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebelum menjalani pembinaan di Makodim 1709/Yawa, Kamis (22/04/2021).

Serma Saidi selaku Kapolkes 17.09.05 Serui Kodim 1709/Yawa mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dijalani oleh para pemuda-pemudi meliputi, pemeriksaan tato, tindik dan telinga, hidung, amandel, mata (rabun dan buta warna), hemoroid, varices, varikokel, hernia dan gigi.

“Pemuda Pemudi yang mengikuti pemeriksaan awal ini, terdiri dari 180 orang pria dan 30 orang wanita,” kata Serma Saidi.

Saat ditemui di ruang kerjanya Komandan Kodim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan, S.H. menjelaskan bahwa pemeriksaaan kesehatan awal ini sangat berguna bagi para pemuda-pemudi sebelum mengikuti pembinaan. “Selanjutnya dalam mengikuti seleksi Calon Bintara PK TA 2021 yang nantinya akan dilakukan di bulan Agustus 2021,” ujarnya.

“Setelah mereka menjalani pemeriksaan kesehatan, kita akan mengetahui apa saja kekurangan mereka dan akan dijelaskan juga kepada orang tua mereka masing-masing, sehingga nantinya mereka akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan sampai dengan pengobatan di RSUD Serui, untuk memperbaiki kekurangannya masing-masing,” ungkap Letkol Inf Leon Pangaribuan.

Lebih lanjut Dandim Yawa menyebutkan pemeriksaan kesehatan sangat penting sebelum menerima pembinaan fisik yang nantinya akan diberikan oleh personel jasmani Kodim 1709/Yawa selama kurun waktu 3 bulan.

“Selain pembinaan fisik, akan mendapatkan pelatihan akademik dan psikologi, serta pembinaan mental ideologi, sehingga nantinya akan benar-benar siap dan mampu bersaing dengan daerah lain dan mendapat ranking terbaik dalam mengikuti seleksi,” katanya.

“Dengan adanya pembinaan yang diberikan oleh Kodim 1709/Yawa ini, tentunya kita berharap dan berdoa, agar pemuda-pemudi Yapen dan Waropen ini dapat lolos dan lulus dalam mengikuti seleksi Calon Bintara nantinya, sehingga mereka dapat mengejar dan mewujudkan cita-citanya untuk menjadi Prajurit TNI-AD dan turut membanggakan sanak saudara dan orangtuanya masing-masing,” tambah Dandim. (Pendam XVII/Cenderawasih).

Danrem 174 Merauke Terima Kunjungan Anggota DPR RI Komisi I Bidang Pertahanan

(Merauke). Komandan Korem (Danrem) 174 Merauke  Brigjen TNI Bangun Nawoko menerima  kunjungan kerja Bapak Yan Permenas Mandenas, S.Sos,. M.Si  anggota Komisi I  DPR RI  Bidang Pertahanan, bertempat di Ruang Data Makorem 174/ATW Jalan Poros Tanah Miring, Kampung Kamangi, Distrik Tanah Miring, Kab. Merauke, Papua, Kamis (22/4/2021).

 

Kedatangan Yan Permenas Mandenas, S.Sos,. M.Si beserta rombongan Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Merauke dan di Makorem 174 Merauke, disambut langsung oleh Danrem beserta staf, para Komandan Satuan dan Kabalakdisjan jajaran Korem serta disambut dengan Tarian Adat Papua khas Merauke, dilanjutkan foto bersama.

 

Usai penyambutan, rombongan Komisi I DPR RI melaksanakan tatap muka dengan  para Kepala Seksi Korem, Komandan Satuan dan Kabalakdisjan jajaran Korem 174 di ruang rekreasi Makorem 174/ATW Merauke.

 

Pada kesempatan  tersebut, Danrem Brigjen TNI Bangun Nawoko menyampaikan tentang perkembangan situasi dan kondisi keamanan di wilayah Korem 174 Merauke yang sampai saat ini masih kondusif, apalagi dalam waktu dekat di wilayah Korem 174 Merauke akan ada pelaksanaan PON XX tahun 2021.

 

“Korem 174 Merauke sejak awal sudah melaksanakan langkah konkrit dalam mendukung kelancaran selama pelaksanaan PON XX tersebut. Hal ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan sinergitas aparat keamanan TNI-Polri yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.

 

Danrem menjelaskan bahwa peran Korem 174 Merauke selama ini sudah banyak hal yang diperbuat dalam upaya menjaga keamanan, khususnya di perbatasana RI-PNG. Korem juga ikut serta membantu mensejahterahkan masyarakat  melalui program nyata seperti karya bakti dan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di daerah pedalaman, yang selama ini masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah karena sulitnya medan, keterbatasan sarana komunikasi dan transportasi.

 

“Berkat semangat, kerja  keras TNI khususnya para Babinsa di Koramil-Koramil  dan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan  RI-PNG yang bertugas di wilayah tersebut, dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

 

Hal tersebut disampaikan  Danrem 174 Merauke disertai pemutaran video kegiatan yang telah dilakukan  oleh TNI yang ada di wilayah perbatasan RI-PNG. “Ini menunjukan kecintaan TNI kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pungkasnya.

 

Usai tatap muka, Bapak Yan Permenas Mandenas, S.Sos,. M.Si dan Bapak Sugeng Widodo selaku General Manager Telkomsel Papua menerima cindera mata dari Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko. Selama kegiatan berlangsung, tetap berpedoman kepada protokol kesehatan Covid-19. (Bdr)

Disiplin Protokol Kesehatan, Satgas Yonif 642/Kapuas Bagikan Masker kepada Warga Perbatasan

(Bengkayang-Kalbar). Sebagai upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas yang berada dibawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 121/ABW, memberikan himbauan kepada warga untuk melaksanakan disiplin protokol kesehatan dengan membagikan masker kepada masyarakat Dusun Kindau, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang, Kalbar.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa, dalam rilis tertulisnya di Mako Satgas Yonif 642, Entikong, Kab. Sanggau, Kalbar, Kamis (22/04/2021).

 

Lebih lanjut dikatakan Dansatgas bahwa pembagian masker oleh personel Satgas Pos Sentabeng ini dimaksudkan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang sampai dengan sekarang ini masih mewabah di seluruh penjuru negeri. “Masker tersebut dibagikan kepada masyarakat, agar selalu ingat dan taat terhadap protokol kesehatan,” ujarnya.

 

Dansatgas menambahkan, dengan membagikan masker satu tempat ke tempat lainnya, dan diberikan kepada masyarakat pengendara bermotor serta yang melakukan aktivitas diluar rumah. “Kami mengajak masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas juga membagikan kaos NKRI yang menjadi sarana penggalangan warga masyarakat di wilayah binaan Pos Sentabeng. (Bdr)

Bahas ALKI I, Seskoau Selenggarakan Seminar Nasional

(Lembang, Seskoau). Setelah melaksanakan Kuliah Kerja Manajemen (KKM) Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Sesau Angkatan Ke-15 di akhir Maret 2021 dengan mengunjungi beberapa instansi terkait diantaranya Kohanudnas, Kosekhanudnas I, Koopsau I, Lanud Halim Perdanakusuma, Sopsau, Dispamsanau, dan Koarmada I untuk mendapatkan informasi serta mempelajari berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi di wilayah yurisdiksi nasional, secara khusus di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

 

Melanjutkan pembahasan mengenai potensi ancaman ALKI I, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) menyelenggarakan Seminar Nasional Pasis Seskoau Angkatan Ke-58 dan Sesau Angkatan Ke-15 yang bertemakan “Antisipasi Ancaman Udara Di Wilayah ALKI I Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia” yang dibuka secara resmi oleh Danseskoau Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han)., di Bangsal Srutasala, Seskoau, Lembang, Bandung, Kamis (22/04/2021).

 

Dalam sambutannya, Danseskoau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki posisi strategis dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya yaitu adanya berbagai potensi ancaman yang mungkin terjadi di ALKI I. “Melalui seminar ini, para Pasis diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dan menyampaikan ide-ide serta dapat merumuskan pemikiran orisinal guna mengantisipasi potensi ancaman udara di wilayah ALKI I dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI,” jelasnya.

 

Seminar yang rencananya dilaksanakan selama dua hari ini, menghadirkan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., sebagai Keynote Speaker serta tiga narasumber yaitu Ketua Pusat Studi Air Power Indonesia Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim memaparkan “Antisipasi Ancaman Udara Di Wilayah ALKI I”, Pangkohanudnas Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga, M.M., memaparkan “Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara di ALKI I dan Perkembangan ZEE”, dan Flight Data Analisis and Safety Auditor Kolonel Pnb (Purn) Dr. Supri Abu, S.H., M.H., memaparkan “Ancaman Udara di Wilayah ALKI I (Perspektif Hukum Udara)”.

 

Pada kesempatan yang sama, secara daring dari gedung Raden Suryadi Suryadarma, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kasau menjelaskan keberadaan ALKI I kini menjadi semakin startegis, terutama dengan meningkatnya volume perdagangan maritim dunia secara signifikan, antara berbagai negara yang terhubung pada jalur tersebut. Secara geopolitik, perkembangan situasi di laut Tiongkok Selatan, tidak menutup kemungkinan akan berimbas peningkatan ancaman militer, baik dari laut maupun dari udara, di wilayah kedaulatan Indonesia.

 

Kasau menyampaikan bahwa TNI Angkatan Udara terus berupaya memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas untuk mengamankan kedaulatan negara, bersama dengan Koarmada I, Koopsau I melaksanakan operasi Alur Segara di wilayah ALKI I yang melibatkan pesawat F-16 dari Skadron Udara 16, pesawat Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1, dan Skadron Udara 12. Selain itu satuan-satuan radar di jajaran Kosekhanudnas I dan Kosekhanudnas III juga melaksanakan pengawasan dan pemantauan di wilayah ALKI I.

 

“Saya berkomitmen untuk mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan, dengan titik berat pada peningkatan profesionalisme SDM TNI AU, yang memperhatikan aspek Span of Control dan Unity of Command yang efektif dan efisien,” ujar Kasau.

 

Lebih lanjut Kasau mengharapkan dengan berharganya ruang udara bagi suatu negara, bersifat complete dan exclusive, berpengaruh tidak hanya terhadap kedaulatan suatu negara, namun juga berdampak terhadap kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran.

 

“Undang-Undang nomor 23 tahun 2019 yang didalamnya mengatur pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan udara telah disahkan pemerintah, sehingga TNI AU bukan satu-satunya pihak yang berperan, dimana komponen cadangan dan komponen pendukung  matra udara lainnya dapat didayagunakan,” tutup Kasau.

 

Selanjutnya, Ketua Panitia Seminar Nasional Mayor Tek Anselmus Warianto R., disela acara mengatakan seminar ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk mendapatkan gambaran tentang berbagai isu strategis ancaman udara di wilayah ALKI I serta bagaimana upaya-upaya untuk mengatasinya.

 

Ketua Panitia Seminar Nasional mengajak seluruh peserta baik yang mengikuti secara daring maupun luring untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan berdialog, berdiskusi, dan bertukar pikiran sehingga menghasilkan sebuah karya atau naskah seminar yang dapat menjadi bahan masukan bagi pimpinan untuk menentukan kebijakan terkait pengamanan wilayah udara ALKI I.

 

Turut hadir dalam seminar ini Wadanseskoau Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., Seslem Seskoau, Kapusoyu Seskoau, Dankorsis Seskoau, para Direktur, para Kepala Departemen, Dosen dan Patun baik Seskoau maupun Sesau. (*)

Diduga Jadi Sarana Propaganda KKB, FLKN Papua Laporkan jubi.co.id Ke Dewan Pers dan Polisi

sumbawanews.com,- Diduga sebagai sarana propaganda Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), media online jubi.co.id dilaporkan ke Dewan Pers dan Polisi oleh Forum Lintas Kerukunan Nusantara (FLKN) Provinsi Papua.

 

FLKN menilai, pemberitaan Jubi Online meresahkan guru dan seluruh pendatang di pedalaman Papua. Pemberitaan soal mata-mata sehingga mereka menjadi korban penembakan KKB yang terjadi di Beoga, Kabupaten Puncak.

 

FLKN Provinsi Papua menilai, pemberitaan yang diterbitkan oleh jubi.co.id dengan judul “Guru di Beoga, Puncak ditembak karena kerap dijumpai membawa pistol” dinilai telah menggiring opini berupa penyebaran informasi yang tidak benar atau memprovokasi.

 

Junaedi Rahim selaku Koordinator FLKN Provinsi Papua didampingi Ketua HKJM Sarminanto, Ketua K3 Yorrys Lumingkewas dan perwakilan Suku Buton, Padang, Pasundan serta Ikatan Keluarga Toraja dan Paguyuban lainnya di Kota Jayapura, Papua, beberapa waktu lalu mengatakan, media Jubi memberitakan hal yang tidak benar bahwa guru itu adalah mata-mata, ini tidak berdasar.

 

“Kami minta aparat untuk segera menyelidiki media tersebut, karena sudah membuat provokasi tentang hal yang tidak benar, dan akan menimbulkan banyak opini dipublik,” tegasnya kepada wartawan.

 

“Korban itu adalah guru dan ada juga tukang ojek dan anak sekolah yang tidak pernah berafiliasi terhadap politik atau apapun, mereka hanya masyarakat biasa, hanya guru. Dan itu kita sudah kami tanyakan kepada pihak keluarga,” tambahnya.

 

Sementara itu, pada Senin (12/4/2021) yang lalu, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan pembunuhan KKB itu merupakan aksi teror terhadap dunia pendidikan yang menunjukkan kepada semua pihak bahwa KKB tidak menginginkan masyarakat Papua maju.

 

Menurut Suriastawa, aksi teror front bersenjata dalam menghancurkan dunia pendidikan di Papua ini justru didukung oleh media pro KKB yang diduga merupakan front klandestinnya. “Setidaknya terdapat 2 media yang diduga kuat memiliki link khusus dengan KKB dan diduga kuat menjadi salah satu front klandestin KKB,” ujarnya.

 

“Media tertentu ini beritanya tidak pernah imbang, selalu menyuarakan dan mendukung kepentingannya, sebaliknya selalu menyudutkan pemerintah pusat dan aparat keamanan. Berbagai profesi ada di front klandestin ini, termasuk jurnalis dan profesi lainnya,”imbuhnya tanpa menyebutkan nama medianya,” ucap Kolonel Suriastawa.

 

Sebelumnya, media jubi.co.id melalui sumber berita yang tidak disebutkan identitasnya memberitakan bahwa TPNPB membenarkan aksi penembakannya terhadap guru karena menganggapnya sebagai mata-mata parat keamanan, Jumat (09/4/2021).

 

Demikian juga dengan media suarapapua.com yang memberitakan pesan tertulis Gusby Waker (anggota Sabinus Waker) bahwa guru yang ditembak adalah intelijen TNI-Polri. Tuduhan ini langsung dibantah oleh Kepala Humas Satgas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Alqudussy yang mengatakan bahwa Alm Bapa Oltavianus dan Bapa Yonatan hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia mencerdaskan anak-anak kabupaten Puncak, Papua, pada Sabtu (10/4/2021). (**)

Kapuspen TNI : KRI Nanggala 402 Hilang Kontak Saat Latihan

sumbawanews.com,- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nanggala 402 milik TNI AL hilang kontak di Perairan Utara Pulau Bali saat sedang melaksanakan latihan penembakan torpedo, pada hari Rabu 21 April 2021. Posisi terakhir diperkirakan 60 mil atau 95 kilometer di utara Pulau Bali.

 

Hal tersebut disampaikan Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P. saat memberikan konferensi pers dihadapan awak media, bertempat di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Bali, Kamis (22/4/2021).

 

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad menjelaskan, kronologis hilang kontak  KRI Nanggala pada pukul 03.46 WITA KRI Nanggala melaksanakan penyelaman, kemudian pukul 04.00 WITA melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8, yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala. Pada pukul 04.25 saat Komandan Gugus Tugas Latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo, komunikasi dengan Nanggala sudah terputus.

 

“TNI AL saat ini sedang melaksanakan pencarian di posisi terakhir kapal selam terdeteksi. Operasi pencarian itu sendiri sudah dimulai sejak kemarin sesaat setelah KRI Nanggala tidak muncul ke permukaan sesuai jadwal latihan,” ujar Kapuspen TNI.

 

Alutsista yang sedang melaksanakan operasi pencarian  KRI Nanggala 402 terdiri dari 5 KRI yaitu KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan 1 helikopter TNI AL Helly Panther. “TNI juga mengerahkan KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survey hydro oseanografi. Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu (Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kep. Seribu),” kata Mayjen TNI Achmad Riad.

 

Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa telah terdapat temuan tumpahan minyak dan bau solar dibeberapa lokasi yang berbeda, temuan tersebut terlihat secara visual oleh Helly Panther HS-4211 pada posisi 07o 49’ 74” LS, 114o 50’ 78” BT pada radius 150 m, KAL Bawean (lokasi tidak tercatat), KRI REM 331 posisi 07o 51’ 92” LS, 114o 51’ 77”  BT, area seluas 150 m2. “Namun dari temuan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai bahan bakar kapal selam,” ucapnya.

 

“Disamping laporan temuan minyak, KRI REM 331 juga melaporkan secara lisan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2.5 knots. Kontak tersebut kemudian hilang, sehingga masih tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai Kapal Selam,” jelas Kapuspen TNI.

 

Selain itu bantuan dari pihak ketiga yang akan datang yaitu Singapura, berupa Kapal Swift Rescue. Kapal ini adalah kapal penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di bawah air/sub rescuer. Swift Rescue diperkirakan tiba di lokasi pada tanggal 24 April. Malaysia dengan Kapal Rescue Mega Bakti, akan tiba tanggal 26 April 2021. Kemudian KNKT akan membantu pencarian dengan mengerahkan gabungan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) dengan menggunakan kapal Basarnas.

 

Adapun Daftar Posko TNI AL bertempat di Crisis Center di Mako Koarmada II Surabaya dan Lanal Banyuwangi, dimana Lanal Banyuwangi mendirikan 3 posko berlokasi di Pelabuhan Tanjung Wangi, Bandara Belimbing Sari dan Mako Lanal Banyuwangi.

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Gagalkan Penyeludupan Sembako dan Puluhan Kilogram Kayu Cendana

Belu NTT – Upaya untuk mencegah terjadinya aksi penyeludupan terus dilakukan oleh Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur seperti patroli, penghadangan (ambush) dan pengintaian pada malam hari.

Upaya ambush yang dilakukan Pos Asulait Kipur I Satgas Pamtas Yonif 742/SWY pada Rabu malam (21/4) membuahkan hasil berupa lima dus sosis merk Perdix dengan masing-masing berisi 24 paket sosis dan dua karung kayu cendana yang diperkirakan sekitar 40 kg.

Berdasarkan laporan Danpos Asulait Letda Inf Rohman melalui Dankipur I Lettu Inf Tofan Cahyadi Rizki bahwa aksi penyelundupan makanan berupa sosis dan kayu cendana tersebut dari Timor Leste menuju ke Indonesia melalui jalur tikus yang berjarak sekitar 900 meter dari Pos Asulait.

“Ketika akan diamankan, dua orang yang diduga pelaku langsung melarikan diri ke arah jalan raya dan langsung kabur menggunakan 2 unit sepeda motor yang memang sudah mereka siapkan dari sebelumnya,” cerita Letnan Tofan.

“Jadi kondisinya gelap, jalan terjal dan penuh semak belukar, begitu tiba di jalan aspal mereka langsung kabur karena sudah ada dua orang yang menunggu diatas sepeda motor,” tambahnya.

Sedangkan kayu cendana sudah ditemukan di dalam karung yang ditinggalkan pelaku dan langsung diamankan di lokasi yang tidak jauh dari tempat pengamanan sosis.

“Saat ini barang sudah diamankan di Pos Asulait untuk diserahkan kepada dinas terkait sebagai barang bukti,” ujarnya

Mendapat laporan tersebut, Komandan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas, Kamis (22/4/2021) memberikan apresiasi atas keberhasilan pos jajaran mengamankan barang selundupan berupa makanan dan kayu ilegal yang memiliki harga jual lumayan mahal per kilogramnya.

“Ini salah satu upaya kami untuk mencegah barang ilegal yang dilakukan pelintas batas keluar masuk melalui wilayah perbatasan,” terangnya.

Kegiatan patroli bersama juga sudah dilakukan dengan melibatkan instansi terkait baik Satgas Bantuan seperti POM, Intel maupun karantina Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain.

“Kedepan agar bisa kita laksanakan dengan seluruh instansi terkait baik BNNK, Bea Cukai, Imigrasi dan RRI sehingga terjalin sinergitas yang utuh untuk menjaga wilayah perbatasan dari segala tindakan ilegal,” tutupnya.

TNI Kunjungi Tokoh Masyarakat Dan Berikan Layanan Kesehatan Di Papua

(Jayapura). Sebagai wujud kepedulian TNI kepada  masyarakat, Satgas Pamtas Yonif 131/Brs Pos Pitewi kunjungi tokoh masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Kriko, Distrik Arso Timur.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani S.H., M.Tr (Han), dalam keterangan tertulisnya di Jayapura, Papua, Rabu (21/04/2021).

 

Diungkapkan Dansatgas, bahwa kegiatan silaturahmi ke tokoh masyarakat dan pelayanan kesehatan ini dipimpin langsung oleh Danpos Lettu Inf Ridhollah Sibuea bersama beberapa anggota kesehatan Satgas.

 

“Kegiatan pengobatan gratis dan anjangsana ke tokoh-tokoh masyarakat Kampung Kriko ini guna mempererat hubungan TNI dan masyarakat serta sebagai wujud nyata kehadiran dan perhatian TNI, terutama kepada masyarakat yang hidup di kampung-kampung di daerah perbatasan yang jauh dari kota,” jelas Dansatgas.

 

Kepala Kampung Kriko Bapak Frangky Bewangkir (52 th) dan masyarakat sangat gembira dan senang dengan kedatangan personel Pos Pitewi. Kepala Kampung juga berharap kepada personel Pos Pitewi agar bisa membantu kegiatan-kegiatan di Kampung Kriko untuk menuju kampung yang lebih baik dan lebih maju.

 

Salah seorang warga kampung, Ibu Maria (45 th) mengaku sungguh senang atas perhatian Satgas Pamtas TNI. “Dengan adanya pelayanan kesehatan ke kampung kami ini, warga dapat berobat secara gratis dan tidak perlu menempuh jarak yang jauh,” katanya.

 

Di tempat terpisah, Danpos Pitewi mengatakan pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian Satgas Pamtas Yonif 131/Brs kepada  masyarakat di perbatasan yang masih kesulitan mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan. “Kami akan kenali, mendatangi dan melayani saudara-saudara kami di wilayah perbatasan,” ucapnya. (Bdr)

Berita Terkini

Cina Dorong Myanmar Bangun Pembangunan Berbasis Rakyat

Sumbawanews.com,- Presiden Cina Xi Jinping mendesak Myanmar untuk merancang pembangunan nasional yang benar-benar didukung oleh rakyatnya, dalam pertemuan bilateral di Beijing pada Selasa, 16...

Home Masa Depan: Antara Kecanggihan dan Kebutuhan Nyata

Sumbawanews.com,- Di tengah gelombang teknologi yang kian merasuk ke setiap sudut rumah, definisi “rumah” pun berubah—bukan hanya soal desain atau warna dinding, tapi soal...

Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, 32 Orang Terluka

Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026, telah merenggut...

Papua Diminta Segera Kelola Dana Otsus Rp2,7 Triliun

Sumbawanews.com,- Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan bahwa pemerintah daerah di Papua wajib segera menyusun dan menyerahkan Rencana Anggaran Program (RAP) untuk penggunaan...

Berita Utama