Home Blog Page 24

Inggris Tertinggal 0-1 dari RD Kongo di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta berakhir dengan kejutan besar: Inggris tertinggal 0-1 dari Republik Demokratik Kongo. Gol tunggal pencetak sejarah dicetak oleh penyerang RD Kongo, Brian Cipenga, pada menit ketujuh, menggemparkan publik yang mengira The Three Lions akan mendominasi sepanjang laga.

Meski menguasai bola sejak peluit awal, tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan menembus pertahanan padat lawan. Serangan berulang kali gagal membuahkan hasil, sementara RD Kongo justru memanfaatkan kesalahan kecil di lini belakang Inggris. Umpan lambung Chancel Mbemba menjadi kunci keberhasilan. Cipenga melesat bebas, mengontrol bola dengan tenang, lalu melepaskan tembakan mendatar ke sudut kanan bawah gawang yang tak mampu dijangkau kiper Jordan Pickford.

Ketertinggalan membuat Inggris makin agresif. Jude Bellingham hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-29 lewat sundulan keras dari umpan Declan Rice, namun kiper Lionel Mpasi tampil heroik dengan sapuan tangan yang sempurna. Beberapa peluang lain pun muncul: tembakan Harry Kane yang diblok Axel Tuanzebe, upaya Marcus Rashford yang gagal karena blok Aaron Wan-Bissaka, dan sundulan Yoane Wissa yang hanya menghantam mistar gawang pada menit ke-42.

Meski terus mendesak, Inggris gagal memecah kebuntuan. Bahkan, peluang penalti terbuang ketika Harry Kane terjatuh dalam kotak penalti setelah berhadapan dengan Mpasi. Wasit memutuskan tidak memberi hukuman setelah merujuk ke VAR—keputusan yang memicu protes keras dari skuad Inggris.

RD Kongo, yang sebelumnya dianggap sebagai underdog, tampil disiplin, terorganisasi, dan penuh semangat. Mereka berhasil mempertahankan keunggulan hingga babak pertama berakhir, sekaligus menunjukkan bahwa di panggung dunia, sepak bola tidak selalu milik favorit.

Inggris Tertinggal 0-1 dari RD Kongo di Babak Pertama

Sumbawanews.com,- Atlanta – Timnas Inggris harus menelan kekalahan sementara 0-1 dari RD Kongo di babak pertama laga 32 besar Piala Dunia 2026, yang berlangsung di Atlanta Stadium, Rabu (1/7/2026). Gol cepat Brian Cipenga di menit ke-7 membuat Tim Tiga Singa terkejut dan kehilangan kendali sejak awal.

Gol tersebut lahir dari umpan panjang yang membelah pertahanan Inggris, membebaskan Cipenga di sisi kiri. Dengan tendangan rata ke tiang dekat, penyerang RD Kongo itu sukses mengelabui kiper Jordan Pickford. Tak ada yang bisa dilakukan tim asuhan Thomas Tuchel untuk membalas serangan cepat itu.

Setelah tertinggal, Inggris terlihat kewalahan. Pola serang mereka terlalu terburu-buru, sering kali kehilangan bola di tengah lapangan. Hingga menit ke-25, mereka belum mampu menembak gawang lawan sama sekali. Baru setelah jeda minum, tekanan mulai terasa — tendangan bebas Declan Rice mengenai Ezri Konsa, namun bola memantul lebar.

Peluang nyata pertama Inggris muncul di menit ke-34. Djed Spence memberikan umpan silang sempurna ke Marcus Rashford di tiang jauh, tapi Aaron Wan-Bissaka sukses membendung tembakan pemain Manchester United itu dengan blok kaki yang brilian.

RD Kongo nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-44. Umpan silang Wan-Bissaka disambar Yoane Wissa, namun bola hanya menghantam tiang gawang. Kiper Lionel Mpasi-Nzau kemudian menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan gemilang: menepis sundulan Jude Bellingham, lalu membendung tembakan keras Harry Kane di menit-menit akhir babak pertama.

Hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, skor tetap 1-0 untuk RD Kongo — sebuah hasil yang mengejutkan mengingat Inggris dianggap sebagai unggulan. Tim asal Afrika Central itu bertahan rapat, memanfaatkan kecepatan dan kedisiplinan taktis untuk mempertahankan keunggulannya.

**Susunan Pemain:**

**Inggris:** Pickford; Spence, Konsa, Guehi, O’Reilly; Rice, Anderson; Rashford, Bellingham, Madueke; Kane

**RD Kongo:** Mpasi-Nzau; Wan-Bissaka, Mbemba, Tuanzebe, Masuaku; Mukau, Moutoussamy, Sadiki; Mbuku, Cipenga, Wissa

Laga ini menjadi ujian berat bagi Inggris, yang sebelumnya dianggap siap melaju ke babak berikutnya. Sementara RD Kongo, tim yang baru saja lolos setelah mengalahkan Uzbekistan 3-1 di fase grup, kini berada di ambang kejutan besar.

Inggris Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Debut Bersejarah Tim Afrika

Sumbawanews.com,- Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo telah dimulai di Mercedes-Benz Stadium, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Pertandingan ini menandai momen bersejarah bagi RD Kongo, yang untuk pertama kalinya berhasil melangkah ke fase gugur turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel, tim asal Inggris tampil solid di fase grup, finis di puncak Grup L dengan catatan tak terkalahkan. Sementara itu, RD Kongo mengejutkan banyak pihak dengan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, menunjukkan ketahanan dan semangat juang yang luar biasa di tengah minimnya pengalaman di pentas Piala Dunia.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi kedua tim. Inggris berambisi mempertahankan rekor tak terkalahkan Tuchel dalam laga kompetitif, sementara RD Kongo berharap bisa menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan salah satu kekuatan sepak bola dunia di babak gugur.

Rekor pertemuan langsung antara kedua tim belum pernah tercatat sebelumnya, menjadikan laga ini sebagai debut resmi dalam sejarah kompetitif. Lima laga terakhir Inggris menunjukkan dominasi: menang atas Kosta Rika (3-0), Selandia Baru (1-0), Kroasia (4-2), dan imbang melawan Panama (0-0), sebelum menang 2-0 atas Panama di laga terakhir fase grup. Sementara RD Kongo menunjukkan perjuangan keras: imbang melawan Portugal (1-1) dan Denmark (0-0), kalah dari Kolombia (0-1) dan Chile (1-2), namun meraih kemenangan mengejutkan 3-1 atas Uzbekistan di laga terakhir grup.

Seluruh laga Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis melalui siaran langsung TVRI Nasional dan TVRI Sport. Bagi yang lebih suka streaming, platform resmi yang berhak menyiarkan adalah FolaPlay dan MAXStream TV.

Dengan kehadiran bintang-bintang seperti Harry Kane dan Jude Bellingham di tim Inggris, serta semangat pantang menyerah dari para pemain RD Kongo, laga ini diprediksi akan menjadi pertarungan antara kekuatan tradisional dan kegigihan tim perintis. Fans di seluruh dunia menanti apakah sejarah akan dibuat oleh tim Afrika yang baru pertama kali menjejak babak gugur, atau Inggris akan melanjutkan perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan.

Inggris Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026, Laga Seru di Atlanta

Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo berlangsung seru di Stadion Atlanta, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 23.00 WIB. Laga ini menjadi debut head-to-head kedua tim di ajang dunia, sekaligus ujian berat bagi RD Kongo yang melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, menghadapi raksasa Eropa yang tampil dominan di fase grup.

Inggris, yang tampil sebagai juara Grup L, membuktikan konsistensinya dengan tiga hasil: menang 4-2 atas Kroasia, imbang 0-0 melawan Ghana, dan menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Panama. Di bawah asuhan Thomas Tuchel, The Three Lions menunjukkan keseimbangan antara serangan mematikan dan pertahanan terorganisir. Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford menjadi ujung tombak yang diandalkan, dengan formasi yang menekankan kecepatan dan kontrol permainan.

Sementara itu, RD Kongo, yang dikenal dengan julukan Leopards, mengejutkan banyak pihak dengan lolos ke babak gugur meski hanya meraih satu kemenangan dalam tiga laga fase grup. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Portugal, kalah tipis 0-1 dari Kolombia, lalu bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Uzbekistan—hasil yang cukup untuk menyabet salah satu tiket terbaik peringkat ketiga. Kedisiplinan taktis dan ketahanan defensif menjadi senjata utama mereka, yang membuat Tuchel memperingatkan timnya untuk tidak meremehkan lawan.

“Mereka tidak membiarkan banyak peluang, bahkan melawan tim-tim besar seperti Kolombia dan Portugal. Itulah tantangan yang menanti kami,” ujar Tuchel, seperti dikutip dari Sky Sports.

Pertandingan ini disiarkan langsung di TVRI Nasional dan TVRI Sport HD untuk penonton di Indonesia, sementara penggemar yang ingin menonton secara daring dapat mengakses platform resmi FolaPlay dan MAXstream TV. Kedua tim memasuki laga ini dengan tekad kuat: Inggris berburu kelanjutan perjalanan menuju gelar, sementara RD Kongo berharap bisa mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mengalahkan Inggris di Piala Dunia.

Dengan kekuatan teknis Inggris yang unggul, namun semangat juang RD Kongo yang tak terbendung, laga ini diprediksi akan menjadi pertarungan antara kecepatan dan ketahanan, antara harapan besar dan mimpi yang tak terduga.

Persebaya Surabaya Gelar Evaluasi Komprehensif Demi Juara Super League 2026-2027

Sumbawanews.com,- Persebaya Surabaya tak lagi sekadar bersiap menyambut musim baru. Dengan ambisi meraih gelar juara Super League 2026-2027, klub berjuluk Bajul Ijo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional, mulai dari komposisi pemain hingga pendukung teknis dan medis.

Direktur Operasional Persebaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan strategi krusial untuk mewujudkan cita-cita besar klub. “Semuanya kami evaluasi dan memang seiring dengan cita-cita kita dan target kami yang lebih besar tahun ini, semuanya kami perbaiki,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis PT Liga Indonesia Baru, Rabu (1/7/2026).

Evaluasi ini telah dimulai sejak sebelum kompetisi musim lalu berakhir, dengan komunikasi intens antara manajemen dan pelatih. Salah satu fokus utama adalah penyegaran skuad, terutama pada posisi pemain asing yang dianggap perlu diperbarui untuk meningkatkan daya saing di kancah liga yang semakin ketat.

Selain itu, aspek medis juga menjadi prioritas. Persebaya memperketat proses pemeriksaan kesehatan calon rekrutan, memastikan setiap pemain yang bergabung tidak hanya berbakat, tetapi juga tahan banting secara fisik dan siap menghadapi intensitas pertandingan sepanjang musim.

Langkah-langkah ini menunjukkan perubahan paradigma: dari sekadar bertahan di papan atas, Persebaya kini bergerak sebagai tim yang dirancang untuk menang. Dengan fondasi yang diperbaiki secara sistematis, Bajul Ijo siap mempersembahkan perjalanan liga yang tak hanya menghibur, tetapi juga memukau—demi gelar yang telah lama ditunggu para suporter.

Lamine Yamal Puji Messi, Vinicius, dan Saibari sebagai Bintang Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah gemerlap Piala Dunia 2026, bintang muda Timnas Spanyol, Lamine Yamal, tak segan mengakui kehebatan sejumlah pemain yang menginspirasinya. Di usia 18 tahun, pemain Barcelona itu menyebut Lionel Messi sebagai sosok paling memesona di turnamen ini.

“Messi, tentu saja,” ujar Yamal dalam wawancara dengan ESPN, menjelang laga babak 32 besar melawan Austria. “Semua orang tahu siapa dia. Tapi saya tidak menyangka dia masih bisa tampil selevel ini.”

Yamal, yang kini menjadi tulang punggung Spanyol di ajang dunia, tak hanya terpesona oleh legenda Argentina itu. Ia juga menyoroti performa gemilang Vinicius Junior dari Brasil dan Ismael Saibari dari Maroko, yang menurutnya menjadi dua pemain paling menonjol di turnamen ini.

“Saya juga sangat mengagumi permainan Vinicius dan Saibari. Mereka adalah dua nama yang paling mencuri perhatian saya sejauh ini,” tambahnya.

Tak hanya pemain, Yamal juga memberi apresiasi kepada beberapa tim yang tampil mengesankan. Maroko menjadi tim favoritnya, disusul oleh Pantai Gading, Jepang, Argentina, Prancis, dan Ekuador. Ia menilai permainan Maroko penuh strategi dan semangat, sementara Jepang menunjukkan konsistensi luar biasa hingga lolos ke fase gugur.

“Saya benar-benar menikmati permainan Jepang. Dan tentu saja, Argentina—karena ada Messi,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Argentina sendiri masih bergantung pada magis Messi yang hingga kini tetap menjadi kandidat terkuat peraih Sepatu Emas. Sementara Spanyol, dengan Yamal sebagai ujung tombak generasi baru, siap menghadapi Austria dalam laga penentuan babak 16 besar.

Dengan kekaguman seorang pemain muda terhadap para legenda dan talenta baru, Piala Dunia 2026 bukan hanya soal gelar—tapi juga tentang peralihan estafet kejayaan di atas lapangan hijau.

Gol Cepat Cipenga Bawa RD Kongo Unggul Atas Inggris di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Brian Cipenga mencetak gol cepat pada menit ketujuh, membawa Republik Demokratik Kongo unggul 1-0 atas Inggris dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (1/7).

Awal pertandingan dikuasai Inggris dengan serangan berulang dari sisi kanan, terutama melalui Marcus Rashford dan Declan Rice, namun upaya mereka gagal membuahkan hasil. Pertahanan RD Kongo tetap rapat, sambil menunggu momen serangan balik.

Kesempatan itu datang tepat pada menit ketujuh. Chancel Mbemba mengirim umpan silang dari sisi kanan, memanfaatkan kekosongan di pertahanan Inggris yang terlalu fokus pada pergerakan pemain tengah. Cipenga, yang berada di posisi bebas di sisi kiri kotak penalti, menerima bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan kaki kanan yang meluncur tepat ke pojok bawah gawang Jordan Pickford.

Tak ada yang bisa menghalangi bola itu. Gawang Inggris runtuh, dan stadion yang dipadati penonton terkejut oleh kejutan besar dari tim yang dianggap underdog.

Inggris yang terkejut langsung meningkatkan tekanan, namun RD Kongo tetap disiplin dalam pertahanan dan terus mengancam lewat serangan cepat. Susunan pemain Inggris yang mengandalkan nama-nama besar seperti Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford tampak kehilangan keseimbangan setelah kebobolan.

Sementara itu, RD Kongo tampil tanpa beban, memanfaatkan kecepatan dan kerja sama tim untuk mempertahankan keunggulan. Cipenga, yang sebelumnya kurang dikenal di panggung dunia, tiba-tiba menjadi pahlawan di Atlanta.

Susunan pemain:

**Inggris:** Jordan Pickford; Djed Spence, Marc Guéhi, Ezri Konsa, Nico O’Reilly; Elliot Anderson, Declan Rice; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.

**RD Kongo:** Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku; Ngal’ayel Mukau, Samuel Moutoussamy, Noah Sadiki; Nathanaël Mbuku, Yoane Wissa, Brian Cipenga.

Dengan gol ini, RD Kongo mencatatkan sejarah sebagai tim pertama di Piala Dunia 2026 yang mampu mengalahkan Inggris di babak gugur. Laga masih berlangsung, dan seluruh dunia sepak bola menanti apakah kejutan ini akan berlanjut menjadi keajaiban.

Inggris Andalkan Rashford dan Kane Lawan RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Stadion Atlanta, Amerika Serikat — Timnas Inggris menurunkan kekuatan terbaiknya dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB. Pelatih Thomas Tuchel memercayakan Marcus Rashford dan Harry Kane sebagai ujung tombak, dengan Jude Bellingham dan Declan Rice mengatur ritme permainan dari tengah.

Dalam formasi 4-2-3-1, Jordan Pickford menjaga gawang, didukung lini belakang yang terdiri dari Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly. Di tengah, Rice dan Elliot Anderson berperan sebagai double pivot, sementara Bellingham bergerak bebas di belakang trio serang yang diisi Rashford, Kane, dan Noni Madueke.

Sementara itu, RD Kongo tampil dengan skema 4-3-3, mengandalkan ketangkasan lini depan lewat Brian Cipenga dan Yoane Wissa. Lini pertahanan mereka dipimpin Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, dan Arthur Masuaku, dengan trio tengah Ngalayel Mukau, Nathanael Mbuku, dan Samuel Moutoussamy menjadi penghubung antara pertahanan dan serangan. Lionel Mpasi menjadi penjaga gawang.

Inggris memasuki laga ini dengan catatan impresif: empat kemenangan dari lima pertandingan terakhir, termasuk dominasi di fase grup. Sementara RD Kongo, meski berhasil lolos sebagai salah satu tim terbaik peringkat ketiga, baru meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir, dengan dua kekalahan beruntun menjelang laga ini.

Laga di Atlanta menjadi ujian berat bagi tim Afrika yang berjuang untuk melanjutkan mimpi mereka di turnamen dunia. Bagi Inggris, kemenangan bukan hanya soal melangkah ke babak 16 besar, tapi juga membuktikan kesiapan mereka sebagai salah satu kandidat juara.

Susunan pemain resmi:

**Inggris (4-2-3-1):**

Jordan Pickford; Djed Spence, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Declan Rice, Elliot Anderson; Noni Madueke, Jude Bellingham, Marcus Rashford; Harry Kane.

**RD Kongo (4-3-3):**

Lionel Mpasi; Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Chancel Mbemba, Arthur Masuaku; Ngalayel Mukau, Nathanael Mbuku, Samuel Moutoussamy; Noah Sadiki; Brian Cipenga, Yoane Wissa.

Belanda Kehilangan Jiwa Sepak Bola, Ibrahimovic Kritik Koeman

Sumbawanews.com,- Zlatan Ibrahimovic menyuarakan kekecewaan tajam terhadap gaya bermain Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, menilai bahwa tim Oranye telah kehilangan identitas klasiknya di bawah arahan Ronald Koeman. Kekalahan 2-3 lewat adu penalti dari Maroko di babak 32 besar menjadi puncak kekecewaan yang sudah lama dirasakan sang legenda sepak bola.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Nasional, Belanda tampil sangat defensif, hanya melepaskan enam tembakan—dua di antaranya mengarah ke gawang—sementara Maroko yang lebih agresif mencatat 11 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran. Gol awal Cody Gakpo tak mampu bertahan, karena Maroko menyamakan kedudukan di injury time, lalu menang dalam adu penalti setelah laga berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Ibrahimovic, yang pernah membela Ajax pada masa awal karier, tak segan menyebut taktik Koeman terlalu kaku dan mirip gaya sepak bola Italia—bermain untuk tidak kalah, bukan untuk menang. “Ini bukan sekolah Belanda. Di Belanda, kita diajarkan menyerang, menyerang, dan menyerang. Bukan bersembunyi di belakang,” ujarnya, seperti dikutip dari Football Italia.

Ia menekankan, kekalahan boleh saja terjadi, tapi jangan sampai mengorbankan jati diri. “Kalau Anda akan kalah, kalahlah dengan kebanggaan Anda. Jangan ubah identitas Anda hanya karena takut kalah.”

Kritik Ibrahimovic bukan sekadar komentar emosional, tapi refleksi atas perubahan filosofi sepak bola Belanda yang selama puluhan tahun dikenal dengan permainan menyerang, kreatif, dan penuh keberanian. Di bawah Koeman, tim yang pernah menjadi raksasa dengan gaya “Total Football” justru terlihat kehilangan nyawanya.

Tak lama setelah kekalahan itu, Ronald Koeman, pelatih berusia 63 tahun yang menangani Belanda selama empat tahun, mengumumkan pengunduran dirinya. Ia juga memberi isyarat bahwa ia mungkin akan mengakhiri karier kepelatihannya yang telah berlangsung selama 26 tahun.

Kepemimpinan Koeman memang penuh kontroversi. Meski berhasil membawa Belanda lolos ke putaran final dengan posisi teratas di Grup F, gaya bermainnya kerap dianggap terlalu konservatif oleh para pengamat dan mantan pemain. Kritik dari Ibrahimovic—seorang ikon yang tak pernah ragu menyuarakan pendapat—menjadi semacam elegi atas hilangnya semangat sepak bola Belanda yang dulu memukau dunia.

Belgia Tantang Senegal, De Ketelaere: Favorit Bukan Ukuran Kemenangan

Sumbawanews.com,- Pertandingan 32 besar Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Belgia dan Senegal di Stadion Seattle, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. Meski dijagokan banyak pihak sebagai tim unggulan, timnas Belgia menolak menganggap status favorit sebagai keunggulan mutlak.

Charles De Ketelaere, salah satu pemain kunci The Red Devils, menegaskan bahwa keyakinan diri dan kesiapan mental jauh lebih penting daripada prediksi odds atau peringkat statistik. “Bagi saya, tidak penting siapa yang dianggap favorit. Yang penting, kami percaya pada kemampuan sendiri dan tajam dalam menjalani laga ini,” ujar De Ketelaere, mengutip pernyataannya kepada Reuters.

Belgia, yang finis di posisi pertama Grup G dengan lima poin dari satu menang, dua seri, dan tanpa kekalahan, tampil konsisten meski tak mendominasi. Romelu Lukaku akhirnya mencetak gol pertamanya di turnamen ini, sementara Kevin De Bruyne terus menjadi otak permainan. Di sisi lain, Senegal—yang menempati posisi ketiga Grup I—mengandalkan kecepatan dan disiplin taktis, dengan Sadio Mane dan Idrissa Gueye menjadi tulang punggung lini tengah dan serangan.

Meski Oddschecker memberi peluang 3/5 bagi Belgia untuk lolos, De Ketelaere menekankan bahwa pengalaman laga sebelumnya melawan Mesir—yang berakhir imbang 1-1—telah mengajarkan timnya bahwa prediksi tak selalu berbanding lurus dengan realitas di lapangan. “Kemarin membuktikan bahwa menjadi favorit atau bukan, tidak ada artinya jika kita tidak fokus,” tambahnya.

Senegal, yang menang atas Irak 2-0 di laga terakhir fase grup, justru datang dengan semangat penuh percaya diri. Pelatih Aliou Cissé menekankan bahwa timnya tidak takut pada nama besar, melainkan siap memanfaatkan setiap celah yang ada.

Laga ini bukan sekadar benturan antara dua tim kuat, tapi juga ujian mental: antara kepercayaan pada reputasi versus keyakinan pada kerja sama tim. Di Seattle, bukan siapa yang diunggulkan yang akan menang, tapi siapa yang lebih siap membunuh waktu dan ruang.

Dengan skuad berlapis bakat dan pengalaman, Belgia berharap bisa melanjutkan tradisi kejayaan generasi emasnya. Namun, seperti yang diingatkan De Ketelaere: “Kami tidak bermain untuk menjadi favorit. Kami bermain untuk menang.”

Berita Terkini

Tempat Menonton Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Jadwal dan Siaran Langsung

Sumbawanews.com,- Swiss dan Aljazair akan bertemu dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul...

Tanjung Verde Siap Hadapi Argentina dengan Keyakinan Tanpa Rasa Takut

Sumbawanews.com,- Jakarta, 3 Juli 2026 – Bek Timnas Tanjung Verde, Sidny Lopes Cabral, menegaskan timnya tidak gentar menghadapi juara bertahan Argentina dalam laga 32...

Spanyol Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Catat Tiga Rekor Bersejarah

Sumbawanews.com,- Los Angeles, 3 Juli 2026 – Timnas Spanyol melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang telak 3-0 atas Austria di...

Mikel Oyarzabal Pimpin Buruan Sepatu Emas Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pemain sayap Spanyol, Mikel Oyarzabal, mencetak dua gol saat La Roja mengalahkan Austria 3-0 di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat 3...

Berita Utama