Home Berita Terkait HIV, Dinkes Tetap Lakukan Edukasi dan Screening

Terkait HIV, Dinkes Tetap Lakukan Edukasi dan Screening

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nur Atika mengungkapkan, komunitas penyuka sesama jenis berdampak terhadap penyebaran HIV. Demikian disampaikan plt kepala dinas kesehatan Kabupaten Sumbawa, Nur Atika, dalan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi dengan Aliansi Mahasiswa Sumbawa Menggugat, Rabu (24/09) di DPRD Sumbawa.

Baca Juga: Hasil Uji Sampel MBG Empang Segera Keluar, Puskesmas Akan Inspeksi Berkala

“Kita lakukan edukasi kepada kelompok ini, lakukan Screening, dan lainnya untuk dilakukan pemeriksaan HIV,” ucapnya.

Dijelaskan, bagi individu yang dinyatakan mengidap HIV diberikan antivirus agar tidak menjadi AIDS. Antivirus tersebut bekerja untuk menekan pertumbuhan virus dalam tubuh yang dapat menyerang sel imun.

Dijelaskan pula, secara umum keterpenuhan sarana kesehatan di fasilitas kesehatan diperkirakan mencapai 80 persen. Dan saat ini, terdapat sedikitnya 96 Puskesmas Pembantu (Postu) di berbagai desa di Kabupaten Sumbawa.

“Kalau dari seluruh desa yang ada kita kekurangan 50-an Pustu. Tapi disetiap desa ditempatkan petugas kesehatan,” ucapnya.

Diungkapkan, untuk pemenuhan alat kesehatan, saat ini masih diupayakan. Sebab mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Sekarang kita punya PPPK paruh 910 orang, dan akan disebar di faskes,” ucapnya.

Stunting bersama-sama masyarakat dan berencana melibatkan mahasiswa untuk mendampingi balita stunting. Sebab Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga lingkungan.

“Balita sekarang masih suka konsumsi makanan siap saji, makanan kios. dan tidak suka sayur, ikan, telor,” ungkapnya. (Using)

Previous articleDPRD Sumbawa RDP Bersama Aliansi Mahasiswa Sumbawa Menggugat
Next articleTentang HIV dan LGBT, Syamsul Hidayat: Keresahan Bersama
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik