Home Berita Tawarkan Solusi ke Negara Kesulitan Bahan Bakar, Trump: Beli dari AS atau...

Tawarkan Solusi ke Negara Kesulitan Bahan Bakar, Trump: Beli dari AS atau Pergi Rebut Selat Hormuz

Washington DC., sumbawanews.com – Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump dalam pidat perkembangan terbaru tentang Operasi Epic Fury, Rabu (01/04) waktu setempat menyampaikan saran kepada negara-negara kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Baca Juga: Trump Klaim Negosiasi dengan Iran, Tunda 5 Hari Serang Pembangkit Listrik dan Energi

“Kepada negara-negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar, banyak di antaranya menolak terlibat dalam pemenggalan Iran, kami harus melakukannya sendiri, saya punya saran. Pertama, beli minyak dari Amerika Serikat, kami punya banyak. Kami punya sangat banyak. Dan kedua, kumpulkan keberanian yang tertunda. Pergilah ke Selat dan rebut saja. Lindungi. Gunakan untuk diri Anda sendiri,” katanya.

Menurutnya, Iran pada dasarnya telah hancur. “Bagian tersulit sudah selesai,” jelas dia.

Menurutnya, saat ini Banyak warga Amerika prihatin melihat kenaikan harga bensin baru-baru ini di AS. “Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya merupakan akibat dari rezim Iran yang melancarkan serangan teror gila terhadap kapal tanker minyak komersial dan negara-negara tetangga yang tidak ada hubungannya dengan konflik tersebut,” jelasnya.

Sikap Iran tersebut adalah bukti lebih lanjut bahwa Iran tidak pernah bisa dipercaya dengan senjata nuklir. “Mereka akan menggunakannya dan mereka akan menggunakannya dengan cepat. Hal itu akan menyebabkan pemerasan selama beberapa dekade, penderitaan ekonomi, dan ketidakstabilan yang lebih buruk daripada yang pernah kita bayangkan,” jelas dia, juga menambahkan, Amerika Serikat tidak pernah lebih siap secara ekonomi untuk menghadapi ancaman ini. (Using)

Previous articleHindari Peluang Sengketa Pasca Pilkades, Panitia Tingkat Desa Diminta Pedomani Regulasi
Next articleTrump Ancam Akan Kembalikan Iran ke Zaman Batu
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.