Home Berita Situasi Selat Hormuz Dinilai Ciptakan Efek Domino Barang Kebutuhan dan Pertanian, PBB...

Situasi Selat Hormuz Dinilai Ciptakan Efek Domino Barang Kebutuhan dan Pertanian, PBB Bentuk Satgas Khusus

New York, sumbawanews.com – Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, Jum’at (27/03) waktu setempat mengatakan, Seiring dengan perkembangan konflik di Timur Tengah dan ancaman peningkatan intensitasnya, gangguan dalam perdagangan maritim melalui Selat Hormuz berisiko menciptakan efek domino yang berdampak pada kebutuhan kemanusiaan dan produksi pertanian dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Tercatat 21 Serangan Kapal di Selat Hormuz, Saat Ini 1 Kapal Melintas Per Hari

“Meskipun Sekretaris Jenderal berkomitmen untuk melakukan segala upaya untuk mencapai penyelesaian konflik yang komprehensif dan berkelanjutan, tindakan segera sangat penting untuk mengurangi konsekuensi tersebut,” katanya.

Dijelaskan, Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, Sekretaris Jenderal telah membentuk Gugus Tugas khusus, yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal Jorge Moreira da Silva, Direktur Eksekutif Kantor Layanan Proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOPS). Gugus Tugas ini juga akan mencakup perwakilan dari Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Organisasi Maritim Internasional (IMO), dan Kamar Dagang Internasional (ICC).

“Entitas tambahan dapat diundang untuk berpartisipasi sesuai kebutuhan. Fokus utama Gugus Tugas ini adalah untuk mengembangkan dan mengusulkan mekanisme teknis yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Selat Hormuz,” ucapnya.

Disebutkan, Mengambil inspirasi dari inisiatif PBB yang relevan, termasuk Mekanisme Verifikasi, Inspeksi, dan Pemantauan PBB untuk Yaman (UNVIM), Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (BSGI), dan Mekanisme UN2720 untuk Gaza, mekanisme baru untuk Selat Hormuz ini bertujuan untuk memfasilitasi perdagangan pupuk, termasuk pergerakan bahan baku terkait. Operasionalisasi mekanisme ini akan dilakukan melalui konsultasi erat dengan Negara Anggota terkait dengan menghormati sepenuhnya kedaulatan nasional dan kerangka hukum internasional yang telah ditetapkan.

“Jika berhasil, hal itu juga akan menciptakan kepercayaan di antara Negara-negara Anggota mengenai pendekatan diplomatik terhadap konflik dan merupakan langkah berharga menuju penyelesaian politik yang lebih luas,” ujar dia. (Using)

Previous articleHouthi Nyatakan Siap Turun Gunung, Laut Merah Masuk Bidikan
Next articleBeberapa Kelompok Peretas Klaim Lancarkan Aksi ke Israel
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.