Moskow, sumbawanews.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, Sabtu (04/04) serangan rudal terbaru dilakukan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr pada 4 April .
“Kami sedang menyelidiki data yang tersedia mengenai hal ini. Kami sangat mengutuk kejahatan ini, yang telah mengakibatkan korban jiwa,” katanya.
Baca Juga: Pengolahan Bijih Uranium dan PLTN Iran Diserang, Rusia Ingatkan Bahaya Kontaminasi Radioaktif
Menurutnya, serangan tersebut merupakan tindakan ilegal dan sembrono. “Pada dasarnya, mereka menghancurkan reputasi mereka sendiri di bidang non-proliferasi nuklir, serta keselamatan nuklir dan fisik, dengan menunjukkan bahwa mereka sendiri tidak mengakui norma dan batasan apa pun,” ucap dia.
Diungkapkan, Rusia sedang melakukan upaya untuk menarik perhatian komunitas internasional dan masyarakat dunia terhadap situasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr yang semakin mendekati titik kritis. “Yang terburuk masih bisa dihindari, namun untuk itu serangan terhadap fasilitas nuklir di Iran, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, harus segera dihentikan,” jelasnya.
Diketahui, serangan pagi ini merupakan keempat kalinya. Sebuah proyektil menghantam pagar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel telah menyerang area pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr tiga kali, pada tanggal 17, 24, dan 27 Maret. (Using)















