Sana’a, sumbawanews.com – sumber militer houthi yaman, Senin (13/04) menegaskan, sebelum perang, Selat Hormuz terbuka. Tetapi kemudian ditutup oleh Iran, dan Amerika tidak dapat membukanya kembali.
“Sebelum gencatan senjata dan negosiasi, Selat Bab al-Mandab terbuka, tetapi jika negosiasi gagal dan perang berlanjut, dan Yaman menutupnya, Amerika tidak akan dapat membukanya kembali,” jelasnya.
Baca Juga: Gangguan Pelayaran Terjadi di Sekitar Bab el-Mandeb
Ditambahkan, Amerika akan menyesal telah berperang melawan Iran. Dan juga akan menyesal berkali-kali karena tidak menyetujui persyaratan Iran dalam negosiasi ini.
Selat Hormuz dan Bab al-Mandab akan tetap berada di bawah perlindungan Iran-Yaman saja, tanpa campur tangan asing. Dan Amerika Serikat sama sekali tidak berhak untuk ikut campur di kedua selat ini.
“Laut Merah bukan milik Amerika Serikat, dan Yaman berhak untuk membela diri dengan kekuatan penuh,” tegasnya. (Using)















