Home Berita Sebut Kepemimpinan Trump Menyedihkan, Fraksi Demokrat Senat AS: Rakyat Amerika Sudah Muak

Sebut Kepemimpinan Trump Menyedihkan, Fraksi Demokrat Senat AS: Rakyat Amerika Sudah Muak

Washington, DC.,sumbawanews.com – Pemimpin Fraksi Demokrat Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer (D-NY) berbicara di ruang sidang Senat, Jum’at (20/03) mengatakan, Akibat perang Donald Trump dengan Iran, harga bensin kini mendekati $4 per galon. Para ahli memperkirakan bahwa akhir pekan ini, harga bensin akan melampaui angka $4.

Manurutnya, Hanya dalam sebulan terakhir, harga bensin telah naik satu dolar per galon. Minyak mentah Brent berada di kisaran $108 per barel, jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Dan Donald Trump berani-beraninya mengatakan harga tersebut “tidak terlalu buruk.”

Baca Juga: Joe Kent: Kita Berada di Titik Kritis Dalam Perang dengan Iran

“Ketika Donald Trump mengatakan harga bensin “tidak terlalu buruk,” siapa yang dia bodohi? Dia berbicara seperti seorang miliarder. Amerika sedang dipimpin ke dalam perang oleh Marie Antoinette,” ucapnya.

Ditambahkan, lalu Kevin Haaset, penasihat ekonomi utama Trump, mengatakan penderitaan rakyat Amerika adalah “hal yang paling tidak kita pedulikan saat ini.”

“Jika ada sesuatu yang menunjukkan betapa terputusnya hubungan Donald Trump dan para pengikutnya dengan realitas, itulah buktinya. Trump dan para pengikutnya sungguh luar biasa. Mereka sangat tidak tahu apa-apa. Mereka hidup dalam gelembung,” katanya.

Sementara itu, perang dengan Iran semakin meluas. Serangan Iran terhadap infrastruktur energi Qatar telah melumpuhkan 17 persen kapasitas ekspor LNG negara tersebut.

QatarEnergy mengatakan dua fasilitas produksi LNG dapat dinonaktifkan selama tiga hingga lima tahun, sebuah pukulan telak bagi pasar energi global. Dengan kata lain, bahkan jika perang berakhir besok—dan tidak ada tanda-tanda akan segera berakhir—kerusakan yang ditimbulkan Donald Trump akan membutuhkan waktu yang sangat, sangat lama untuk diperbaiki.

Sementara itu, perang di Timur Tengah semakin meluas, bukan menyusut. Donald Trump mengirimkan kapal perang tambahan dan ribuan Marinir ke wilayah tersebut. Dia menolak untuk sepenuhnya mengesampingkan pengerahan pasukan darat—langkah yang akan berarti lebih banyak korban jiwa Amerika dan biaya yang lebih tinggi daripada yang dia perkirakan sekarang. Dan minggu ini, pemerintah mengajukan permintaan pendanaan lebih dari 200 miliar dolar AS untuk membiayai perang tanpa batas waktu ini. Tidak mungkin. Itu tidak akan pernah terjadi. Itu adalah risiko yang tidak masuk akal dan berbahaya.

“Kita tidak boleh menerima pemberian cek kosong kepada Donald Trump untuk melancarkan perang dengan Iran selamanya. Bahkan sebagian kecil dari $200 miliar pun tidak dapat diterima untuk perang tanpa rencana, tanpa tujuan akhir, dan tanpa dukungan rakyat Amerika. Dan tentu saja, uang itu bisa digunakan untuk hal yang jauh lebih baik. Mengurangi biaya perawatan kesehatan, perumahan, listrik, dan penitipan anak bagi warga Amerika. Begitu banyak yang bisa dilakukan dengan uang itu daripada perang yang telah dipilih Donald Trump untuk dilancarkan tanpa persetujuan Kongres sekalipun,” jelasnya.

Sementara itu, Trump terus mencerca dan menyerang sekutu terdekat kita bahkan ketika dia secara terbuka meminta bantuan mereka. Hari ini, dia menyebut NATO sebagai “macan kertas” dan menyebut sekutu kita “pengecut.” “Bagaimana dia berharap dapat membentuk koalisi, yang katanya dia butuhkan, jika dia hanya akan menghabiskan waktunya untuk menghina mereka. Menghina sekutu. Kerusakan yang ditimbulkan Donald Trump terhadap aliansi kita sangat menjijikkan,” katanya.

Dan ketika NATO tidak langsung terjun ke dalam konflik tanpa batas ini seperti yang diinginkan Donald Trump. Dia menyebut mereka pengecut.

“Kepemimpinan Donald Trump menyedihkan, sangat menyedihkan. Perang ini harus segera berakhir. Rakyat Amerika sudah muak,” ucapnya. (Using)

Previous articleBupati dan Wabup Shalat led Bersama Ribuan Warga
Next articleUmat Muslim Lanud Sultan Hasanuddin Laksanakan Sholat Idul Fitri di Masjid Nurussamawat
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik