Moskow, sumbawanews.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Rusia, Maria Zakharova, Rabu (18/03) menyatakan, Rusia dengan tegas mengutuk serangan rudal yang tidak bertanggung jawab dan sama sekali tidak dapat diterima, yang dilakukan di perimeter internal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Dan hanya beberapa meter dari unit yang sedang beroperasi.
Baca Juga: Rusia Sebut Nasib Negara Non-proliferasi Senjata Nuklir Mengkhawatirkan
“Kami telah berulang kali memperingatkan Israel dan AS, yang melanjutkan kampanye militer agresif mereka terhadap Republik Islam Iran, tentang ketidakmungkinan mutlak mengancam kehidupan dan kesehatan warga Rusia yang tetap berada di lokasi tersebut, yang merupakan staf pembangkit listrik tenaga nuklir,” katanya.
Ditegaskan, Tel Aviv dan Washington harus menolak serangan sembrono terhadap fasilitas infrastruktur nuklir, yang menimbulkan risiko nyata bencana radiologis dan ekologis di seluruh wilayah. “Kami mengharapkan kecaman tegas terhadap insiden keterlaluan ini dari IAEA, di bawah jaminan IAEA tempat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr berada. Kami mengharapkan reaksi yang sesuai dari semua anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab dan waras, dan terutama dari negara-negara Teluk Persia, yang mungkin menjadi korban pertama,” ucapnya.
Ia mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk sadar dan melakukan upaya untuk segera menghentikan permusuhan dan mengurangi ketegangan. “Kelanjutan permusuhan dapat berakibat negatif yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seluruh Timur Tengah, termasuk di bidang nuklir,” jelas dia. (Using)















