Beirut, sumbawanews.com – Presiden Lebanon, Joseph Aoun, pada pembukaan sesi Kabinet, Kamis (09/04) mengungkapkan, Lebanon lelah dengan pernyataan-pernyataan kecaman.
“Kita semua berharap gencatan senjata akan mencakup Lebanon, tetapi sayangnya, Anda telah mendengar pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan terkait hal ini,” katanya.
Baca Juga: Israel Gencar Gempur Lebanon, Ratusan Orang Dilaporkan Tewas dan Terluka
Ia mendesak kesempatan yang sama seperti yang diberikan kepada Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan senjata dan melanjutkan negosiasi. Dan Lebanon menjadi bagian dari perjanjian gencatan senjata sehingga dapat memulai negosiasi.
Ditambahkan, Lebanon adalah negara berdaulat dan ada, dan negaralah yang bernegosiasi. “Kami tidak akan menerima siapa pun yang bernegosiasi atas nama kami. Kami memiliki kapasitas dan sarana untuk bernegosiasi, dan oleh karena itu, kami tidak ingin orang lain bernegosiasi untuk kami. Ini adalah sesuatu yang tidak akan kami terima,” ucapnya. (Using)















