Home Berita Pasukan UNIFIL Kembali Tewas

Pasukan UNIFIL Kembali Tewas

Beirut, sumbawanews.com – UNIFIL, Sabtu (18/04) menyatakan, Pagi ini, patroli UNIFIL yang membersihkan bahan peledak di sepanjang jalan di desa Ghanduriyah untuk membangun kembali hubungan dengan posisi UNIFIL yang terisolasi diserang tembakan senjata ringan dari aktor non-negara.

Tragisnya, seorang penjaga perdamaian meninggal dunia akibat luka-lukanya dan tiga lainnya terluka, dua di antaranya luka serius. Para penjaga perdamaian yang terluka telah dibawa ke fasilitas medis untuk perawatan.

Baca Juga: Pasukan UNIFIL Tewas, Prancis Minta Pertemuan Darurat DK PBB

UNIFIL mengutuk serangan yang disengaja ini terhadap para penjaga perdamaian yang sedang menjalankan tugas yang diamanatkan. Pekerjaan tim penjinak bahan peledak sangat penting di area operasi misi, terutama setelah permusuhan baru-baru ini.

UNIFIL telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan keadaan seputar insiden tragis ini. Penilaian awal menunjukkan bahwa kebakaran tersebut berasal dari aktor non-negara (diduga Hizbullah).

Kami menegaskan kembali kewajiban semua aktor berdasarkan hukum internasional untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat. Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

UNIFIL menyerukan kepada Pemerintah Lebanon untuk segera memulai penyelidikan untuk mengidentifikasi dan meminta pertanggungjawaban para pelaku atas kejahatan yang dilakukan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL. (Using)

Previous articleAL China Lakukan Operasi Pengawalan di Teluk Aden
Next articleHizbullah Sangkal Terlibat Penyerangan Pasukan UNIFIL
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik