Oleh M.Mada Gandhi
Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pernah kirim lebih 5000 anak sekolah ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri justru di masa kirisis covid-19. Setelah 2023, praktis dihentikan penerimaan baru. Menjelang akhir 2025 belum juga putus akan menggunakan post anggaran dari mana jika dilanjutkan.
Senyum Bahagia anak-anak NTB calon penerima beasiswa seolah tiba-tiba pupus. Setelah 2 tahun dihentikan Pemda belum memutuskan melanjutkan program ini karena belum putus menggunakan post anggaran dari mana dan pola penyelenggaraannya seperti apa. Berita yang muncul berbarengan dengan berhentinya program beasiswa awal 2024 lalu adalah renovasi Gedung kantor gubernur senilai Rp 40 M. sekarang sudah diujung 2025.
Berita yang muncul di media belakangan ini adalah Pemda sedang susun ulang rencana pemberian beasiswa. Sama persis dengan berita saat dihentikan 2 tahun lalu. Perdebatan post anggaran cukup alot nampaknya justru saat ekonomi dalam keadaan normal dibandingkan masa covid-19. Sebuah anomali yang sulit dijelaskan.
Sumber pembiayaan pemberian siswa zaman krisis memang beragam (tidak hanya dari APBD) tergantiung pada jenis masing2 kategori. Tujuan pemberian beasiswa menurut peraturan gubernur adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di daerah NTB dengan mengirim putra – putri terbaik untuk melanjutkan studi ke luar negeri maupun ke dalam negeri.
Sebagai catatan index pembangunan Manusia (IPM) NTB per 2024 menurut data Badan Pusat Statistik dengan score 70.93 urutan ke 30 dari 38 provinsi atau berada di bawah IPM Nasional. Artinya masih sangat jauh gap dengan provinsi lain terutama yang berada di Pulau Jawa. Bahkan dengan tetangga Bali sekali pun. Salah satu indikator utama IPM adalah akses kepada Pendidikan.
Sejumlah provinsi lain yang juga mencatat skor rendah berada di kawasan Indonesia Timur adalah; Papua Pegunungan dengan IPM terendah Nasional, score 53,42, disusul Papua Tengah score 59,75, serta Papua Barat Daya score 68,63.
Pemberian beasiswa anak-anak NTB berdasarkan PERGUB Prov. NTB Nomor 5 Tahun 2022 perubahan dari PERGUB sebelumnya (Nomor 49 Tahun 2020 dan Nomor 1 Tahun 2021). Ada 3 jenis beasiswa yang diberikan; Beasiswa Umum, untuk program S1, S2, S3. Beasiswa Stimulan Unggulan (D1, D2, D3, D4, S1, S2 hingga S3) sumber pembiayaan bekerjasama dengan perusahaan swasta, dan beasiswa miskin berprestasi untuk program 1, D2, D3, atau S1 khusus pada PTS di dalam Provinsi NTB.
Seberapa penting pembangunan manusia memang tidak semua pemimpin daerah punya penilaian yang sama, artinya penting dan dibuktikan dengan kebijakan kongkrit. Berhentinya pemberian beasiswa kepada anak-anak NTB memang menimbulkkan spekulasi beragam.
Apakah pemimpin daerah menganggap tidak penting dalam arti sebenarnya. Kedua, penting tetapi belum punya solusi menghimpun anggaran. Namun yang terakhir alasan lemah karena otoritas penggunaan APBD ada pada Gubernur bersama DPR untuk mencari solusi terbaik. Atau anak-anak NTB harus tetap bersabar untuk waktu yang tidak ditentukan.















