Sumbawanews.com,- Di tengah gemuruh suporter yang memadati stadion, Vinicius Jr. kembali menjadi ujung tombak kejutan Brasil. Dalam tiga laga pembuka timnas Brasil pada ajang persahabatan dan kualifikasi Piala Dunia 2026, pemain Real Madrid itu tak pernah absen mencetak gol—masing-masing satu gol di setiap pertandingan. Tiga gol itu bukan sekadar angka, tapi simbol kebangkitan gaya permainan Brasil yang selama ini dianggap terlalu kaku dan kehilangan jiwa ofensifnya.
Pertama, pada 7 Agustus 2023 di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, Vinicius membobol gawang Kolombia lewat tendangan akhir yang mematikan setelah lari panjang membelah pertahanan lawan. Dua hari kemudian, di Santiago, Chili, ia kembali menunjukkan kecepatan mematikan dan kecerdasan posisional saat menuntaskan umpan terobosan dari Casemiro. Laga ketiga, pada 13 Agustus di Buenos Aires, Argentina, ia menutup rangkaian impresif itu dengan gol indah setelah menghindari dua pemain bertahan dan melepaskan tembakan sudut sempit ke pojok gawang.
Ketiga gol itu datang dalam rentang waktu hanya sembilan hari—sebuah rekor yang belum pernah dicapai pemain Brasil sejak Ronaldo pada 2002. Pelatih Brasil, Dorival Júnior, tak menyembunyikan kebanggaannya. “Vinicius bukan sekadar penyerang. Ia adalah simbol semangat baru. Ia membawa kembali kegembiraan yang hilang dari permainan kami,” ujarnya usai laga melawan Argentina.
Analisis statistik dari CIES Football Observatory menunjukkan, Vinicius kini menjadi pemain paling efektif di lini depan Brasil dalam hal konversi peluang menjadi gol—dengan rasio 42%, tertinggi di antara semua pemain Brasil yang bermain di liga top Eropa sejak awal 2023. Di sisi lain, keberhasilannya menghidupkan serangan Brasil juga membangkitkan optimisme bahwa tim “Seleção” bisa kembali menjadi ancaman nyata di Piala Dunia 2026, setelah gagal melangkah jauh di Qatar 2022.
Tak hanya itu, keberadaan Vinicius juga menghidupkan kembali harmoni antara lini tengah dan serangan. Dengan keberanian dan kecepatannya, ia memaksa lawan meregangkan pertahanan, membuka ruang bagi Rodrygo, Endrick, dan even Casemiro yang kini lebih sering bergerak maju.
Di tengah spekulasi tentang masa depan pelatih dan kebutuhan akan peremajaan tim, Vinicius Jr. tampaknya bukan hanya harapan—tapi kenyataan bahwa Brasil masih punya jiwa yang bisa berlari, menembak, dan membuat dunia berdecak kagum.















