Sumbawanews.com,- Pesta sorak-sorai di jalanan Mexico City berubah menjadi duka saat tiga orang kehilangan nyawa akibat terhimpit dalam kerumunan suporter yang merayakan kelolosan Meksiko ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kematian itu terjadi usai tim El Tricolor menang 2-0 atas Ekuador, Sabtu, 28 Juni 2026, di Stadion Azteca, memastikan langkah mereka di turnamen yang diselenggarakan di tanah air sendiri.
Gol Julian Quinones dan Raul Jimenez menjadi penentu kemenangan sekaligus mengakhiri puasa 40 tahun Meksiko atas kemenangan di laga knockout Piala Dunia—sejak 1986. Ribuan orang membanjiri Paseo de la Reforma, jalur utama ibu kota, menyaksikan momen bersejarah itu dengan semangat membara. Menurut laporan BBC, lebih dari satu juta orang turun ke jalan, menciptakan gelombang emosi yang tak tertandingi.
Namun, di balik kegembiraan, tragedi tak terduga terjadi. Tiga korban—dua perempuan berusia 19 dan 48 tahun, serta seorang pria berusia 44 tahun—ditemukan tak bernyawa akibat sesak napas akibat tekanan tubuh yang ekstrem dalam kerumunan padat. Petugas darurat segera merespons, membawa ketiganya ke rumah sakit terdekat, tetapi nyawa mereka tak tertolong.
Walikota Mexico City, Claudia Sheinbaum, mengimbau para suporter untuk merayakan kemenangan dengan penuh tanggung jawab. “Kami bangga dengan semangat Anda, tapi jangan biarkan kegembiraan mengorbankan nyawa,” ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa keamanan publik tetap prioritas utama, terutama saat pesta besar melibatkan jutaan orang.
Meksiko kini menjadi satu-satunya tim di babak 16 besar yang belum kebobolan, dan masih mempertahankan rekor sempurna dengan tiga kemenangan dari tiga laga grup. Namun, keberhasilan di lapangan kini dibayangi duka di sisi lain—sebuah peringatan bahwa di balik gemerlap sepak bola, nyawa manusia tetaplah yang paling berharga.















