Sumbawanews.com,- Timnas Korea Selatan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah gagal finis di delapan besar tim peringkat ketiga terbaik, memicu kemarahan Presiden Lee Jae-myung. Dalam pernyataan resminya sehari setelah kekalahan memalukan di fase grup, presiden memerintahkan Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan investigasi menyeluruh atas kegagalan tersebut.
Korsel, yang awalnya menang 2-1 atas Republik Ceko dalam laga pembuka, kemudian kalah 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan. Kekalahan itu membuat mereka finis di peringkat ketiga Grup A, tetapi terpangkas oleh kemenangan 3-1 Republik Demokratik Kongo atas Uzbekistan, yang menutup peluang Taegeuk Warriors untuk lolos ke babak 32 besar.
Kepada media, Lee menegaskan bahwa investasi besar negara—baik dari dana pajak maupun dukungan infrastruktur—harus diimbangi dengan hasil yang memadai. “Saya meminta investigasi lengkap terhadap penyebab kegagalan ini, analisis mendalam, dan rencana reformasi sistematis agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Langkah ini diambil tepat setelah pelatih Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pernyataan emosional, Hong meminta maaf kepada seluruh rakyat Korea Selatan dan menyatakan bahwa ia menanggung tanggung jawab penuh atas kegagalan tim di bawah kendalinya. “Saya tidak pernah berpikir selain bertanggung jawab hingga detik terakhir,” katanya, dilansir South Korea News.
Keputusan presiden untuk membuka investigasi resmi menandai titik balik signifikan dalam manajemen sepak bola nasional. Selama bertahun-tahun, Korea Selatan dikenal sebagai salah satu kekuatan konsisten di Asia dan sering menjadi tim yang diandalkan di ajang Piala Dunia. Namun, kegagalan di tahun 2026—yang mengakhiri rangkaian 11 keikutsertaan berturut-turut sejak 1986—memaksa pemerintah untuk meninjau ulang seluruh sistem pelatihan, rekrutmen, dan tata kelola olahraga.
Dengan krisis kepercayaan publik yang memuncak, pemerintah kini dihadapkan pada tekanan untuk tidak hanya mengganti pelatih, tetapi merekonstruksi fondasi sepak bola nasional yang telah lama menjadi kebanggaan bangsa.















