Sumbawanews.com,- Pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 15.30 WIB, menjadi sorotan utama matchday 2 Liga Super 2026-2027. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyerukan kepada seluruh suporter untuk menjaga sikap dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu, khususnya setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang menewaskan 135 orang. Ia menegaskan, PSSI bersama Polri akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam kekerasan atau provokasi yang mengancam keselamatan nyawa suporter.
Erick, yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, mengingatkan bahwa sanksi FIFA terhadap sepak bola Indonesia akibat kerusuhan di Kanjuruhan sempat membuat tim nasional terpental dari kancah internasional selama 8 hingga 10 tahun. “Kami pernah kena peristiwa yang membuat muka kita tercoreng di seluruh dunia. Jangan pernah dilupakan,” ujarnya. Ia berharap Persija sebagai tuan rumah bisa menjadi tuan rumah yang baik, sementara Persib tetap menjaga kehormatan dan teritorinya di Jawa Barat.
Lebih lanjut, Erick menegaskan komitmen PSSI untuk memberikan efek jera. Siapapun yang melakukan tindakan kekerasan hingga menyebabkan korban jiwa, akan dihadapkan pada proses hukum seberat-beratnya. “Jangan biarkan anak-anak kita, keluarga kita, menjadi korban berikutnya,” tegasnya. Pernyataan ini disampaikan di tengah antusiasme tinggi dari kedua kubu, dengan sejumlah pihak, termasuk pelatih tim nasional Shin Tae-yong, memuji kualitas pemain seperti Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen menjelang laga sengit ini.
Laga ini bukan sekadar duel rivalitas klasik, tapi ujian bagi budaya suporter Indonesia. Dengan monumen peringatan Kanjuruhan menjadi simbol kenangan pahit, seluruh pihak diharapkan menjadikan pertandingan ini sebagai momentum pemulihan, bukan kehancuran.















