Sumbawanews.com,- Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan Miro Petric, pelatih fisik asal Kroasia yang menjadi tulang punggung keberhasilan tim selama tiga musim berturut-turut. Keputusan ini diumumkan pada Jumat, 26 Juni 2026, menjelang dimulainya musim 2026/27, sekaligus menutup babak penting dalam sejarah kepelatihan Maung Bandung.
Petric, yang pertama kali direkrut pada awal musim 2023/24 bersamaan dengan kedatangan pelatih kepala Bojan Hodak, bukan sekadar staf pendukung biasa. Ia adalah arsitek di balik sistem kebugaran yang membuat skuad Persib mampu bertahan di puncak klasemen meski dihadapkan pada jadwal pertandingan yang padat, baik di Liga 1 maupun ajang internasional. Dengan pendekatan ilmiah dan disiplin tinggi, ia membangun fondasi fisik yang menjadi kunci konsistensi performa tim — dari fase pra-musim hingga laga-laga penentuan.
Tiga gelar juara Liga 1 yang diraih Persib secara beruntun — pada musim 2023/24, 2024/25, dan 2025/26 — tak bisa dilepaskan dari kontribusinya. Program latihan yang dirancang Petric tidak hanya meningkatkan daya tahan dan kecepatan pemain, tetapi juga meminimalkan cedera, memperpanjang masa aktif para inti tim, dan menciptakan keseimbangan antara intensitas latihan dan pemulihan. Ia menjadi sosok yang selalu hadir di balik layar, namun dampaknya terasa di setiap laga.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, secara resmi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Petric. “Miro telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perjalanan PERSIB. Dengan profesionalisme, ketekunan, dan komitmen yang tak kenal lelah, ia turut membentuk mentalitas juara di tubuh tim. Kami berterima kasih atas segala yang telah diberikan selama ini,” ujar Adhitia dalam pernyataan resmi klub.
Selama tiga tahun di Bandung, Petric bekerja erat dengan jajaran pelatih lain seperti Goran Paulic, Igor Tolic, Yaya Sunarya, serta para pelatih kiper seperti Luizinho Passos, Mario Jozic, dan I Made Wirawan. Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang langka dalam dunia sepak bola Indonesia — di mana aspek teknis, taktis, dan fisik berjalan selaras.
Manajemen Persib menegaskan, warisan Petric tidak hanya berupa trofi, tetapi juga standar baru dalam pengelolaan kebugaran pemain. Ia meninggalkan sistem, protokol, dan budaya kerja yang kini menjadi acuan bagi staf kepelatihan baru yang akan menggantikannya.
Kepergian Petric menjadi bagian dari transformasi strategis Persib menjelang musim baru. Meski tak disebutkan secara rinci, manajemen menyatakan bahwa proses rekrutmen pelatih fisik pengganti sudah berjalan, dengan fokus pada kandidat yang mampu mempertahankan dan mengembangkan fondasi yang telah dibangun.
Dengan berakhirnya masa kerja Petric, Persib melepaskan salah satu sosok paling krusial di balik kejayaan terbaru mereka. Namun, seperti yang selalu ditekankan klub, perpisahan bukan akhir — melainkan awal dari babak baru. Untuk Miro Petric, Persib mengucapkan terima kasih dan doa terbaik untuk perjalanan karier selanjutnya di dunia sepak bola.














