Sumbawanews.com,- Persib Bandung dan Persebaya Surabaya bertemu di final Piala Presiden 2026 pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kedua tim melangkah sempurna ke partai puncak dengan empat kemenangan berturut-turut dan catatan gol identik 5-1 sepanjang perjalanan turnamen. Persib berburu gelar kedua setelah menjuarai edisi pertama pada 2015, sementara Persebaya berusaha merebut titel pertamanya setelah gagal di final 2019. Gelandang Persib, Luciano Guaycochea, menyatakan kegembiraannya atas pencapaian ini dan berjanji akan memberikan penampilan terbaik.
Kedua tim menurunkan susunan pemain terbaiknya. Persib Bandung tampil dengan formasi 4-3-3: Teja Paku Alam di gawang, didukung Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Gabriel Mutombo, dan Ikhwan Tanamal di lini belakang. Di tengah, Luciano Guaycochea, Adam Alis, dan Gakuto Notsuda menjadi pengatur ritme, sementara lini depan diisi Uilliam Barros, Mariano Peralta, dan Balsa Sekulic. Sementara itu, Persebaya Surabaya memainkan skema 4-2-3-1 dengan Ernando Ari sebagai penjaga gawang, diapit Arief Catur Pamungkas dan Risto Mitrevski di belakang, serta Yuran Fernandes dan Jefferson di sayap. Di lini tengah, Gledson Paixao dan Toni Firmansyah menjadi penghalang, sementara Francisco Rivera, Malik Risaldi, dan Miguel Pereira mendukung striker Yann Mabella.
Rekam jejak head-to-head terakhir menunjukkan dinamika ketat antara kedua tim. Pertemuan terakhir pada 2 Maret 2026 berakhir imbang 2-2 di markas Persebaya. Sebelumnya, pada 12 September 2025, Persib menang 1-0 di Bandung. Namun, pada 1 Maret 2025, Persebaya meraih kemenangan telak 4-1 di Surabaya. Dua pertandingan sebelumnya pada 2024 dimenangkan Persib, masing-masing 2-0 dan 3-1.
Performa jelang final juga menunjukkan konsistensi. Persib menang tiga kali dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta pada 4 Agustus 2026, dan kemenangan 1-0 atas Tampines Rovers serta DPMM FC. Satu laga berakhir imbang 0-0 melawan Persijap Jepara. Persebaya pun tak kalah solid, menang tiga kali dari lima laga terakhir, dengan kemenangan 1-0 atas Arema FC, 2-1 atas Port FC, dan 1-0 atas PSMS Medan. Hasil imbang 2-2 melawan PSIS Semarang pada 19 Juli 2026 tidak mengganggu momentum positif mereka.
Final ini menjadi momen bersejarah bagi kedua klub, bukan hanya karena gelar yang diperebutkan, tetapi juga karena reputasi panjang dan rivalitas sengit yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Pertandingan disiarkan langsung melalui platform resmi, menarik jutaan penonton yang menanti duel epik antara Pangeran Biru dan Bajul Ijo.















